Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tidak ingin disalahkan


__ADS_3

Mobil terhenti,


Tepat dihadapan rumah besar dan Luas yang tak asing lagi dimata Zili.


Hanya saja, sebelumnya ia tidak pernah memasuki rumah tersebut dan berakhir masuk kedalam pintu darah Ruang bawah tanah miliki ketua Klan Co.


Masih duduk dikursi mobil bagian belakang.


Zili mulai menoleh kepala kearah putra mahkota yang sedang membaca buku lalu menutupnya “shisou, kau tidak ingin ikut denganku...?” Tanya gadis itu berusaha mengajak, mulai menunduk kepala ketika Putra mahkota memandangnya.


Tersenyum lembut “pergilah sendiri saja” perintah laki-laki tersebut sembari mengelus kepala Zili, menenangkan hati gadis itu hingga ia tersenyum senang menerima perlakuan Lembut putra mahkota untuk yang kesekian kali. “bukankah kau bilang hanya sebentar saja akan menemuinya..?” tanya laki-laki tersebut memastikan.


Merasakan tangan putra mahkota telah pergi dari kepalanya, “benar shisou” gadis itu terlihat Sedih, dan mulai membuka pintu mobil “aku pergi” ucapnya lalu mulai melangkah kaki keluar Mobil.


Terus berjalan, menapaki kaki diRumput Hias halaman rumah, hingga langkahnya terhenti tepat didepan pintu,


Menekan bel,


Tinggg...


Tidak memakan waktu Lama, pintu mulai terbuka “kau datang untuk mengambil kakekku, iyakan..?” suara seseorang tiba-tiba menggetarkan Zili,


Entah mengapa, dibandingkan sebelumnya, sikap gadis dihadapan Zili saat ini telah berubah. Padahal zili sangat ingat, ketika berada didesa Shen, gadis itu pernah menjadi pelayannya walau hanya sebentar saja “bukan..” tertegun sejenak “aku hanya ingin melihat keadaan ketua klan co saj...”


“Setelah tunanganku terpaksa pergi keluar negeri karena membantumu,..” Ucap gadis itu membingungkan zili “sekarang malah kakekku yang ingin kau jauhkan lagi dariku” Tuduhnya membuat Zili merasa serba salah.


Menunduk kepala sejenak “aku hanya datang menerima undangan dari ketua Klan Co, dan tidak berniat menjauhkannya darimu”jawab gadis itu mulai memberanikan Diri “dan aku tidak mengenal tunanganmu, jadi bagaimana mungkin aku menjauhkannya darimu..?” lanjutnya lagi mulai bertanya tetapi sembari Berbalik karena tidak ingin berurusan dengan gadis tersebut lebih lama.


“Hmm” tersenyum kecut “jadi kau tidak kenal Suho ein tunanganku..” ucap gadis itu sedikit keras, sontak membuat Zili kembali berbalik menghadap kearahnya.


Jantung gadis itu mulai berdetak kencang “jadi Suho adalah tunanganmu..?” tanya Zili mulai memahami kemarahan Putri teknologi, Co hai win. “kenapa dia bisa pergi keluar negeri..?” Kini pertanyaannya tertuju pada dirinya sendiri.


Mengangguk kepala sejenak “ahh iya..” tersenyum getir “karena kau putri mahkota jadi kau tidak mungkin mengetahui Perjodohan bangsawan biasa” Sindir gadis itu mulai terdengar tajam “karenanya, “ memandang teramat tidak menyukai “kapan saja kau bisa menghancurkan Hubungan mereka.” Lanjutnya lagi menyindir.

__ADS_1


“Omong kosong” Jawab Zili cepat “bukankah dari awal kau sendiri yang menjauhi mereka...?” mulai mengingat masa lalu “disaat mereka kesulitan dimasa lalu, kau bahkan tidak pernah sedikitpun datang berkunjung selama aku berada didesa ini” lanjut gadis itu “lalu setelah mereka menjauh, kau malah menyalahkanku” tambahnya membalas Sindiran “sedikit Merasa bersalahlah pada diri sendiri dibandingkan harus dengan menyalahkan orang lain” mulai berbalik, Zili mengurungkan Niatnya untuk bertemu dengan ketua klam Co yang telah ia anggap sebagai kakeknya sendiri.


“Kau..?”


Berbalik kembali “Berani sekali kau tidak menghormatiku..?” bentak Keras Zili mulai menguatkan diri, suaranya yang menggema mulai terdengar hingga membuat ketua Klan Co keluar dari dalam rumah.


“Zili..” panggil laki-laki tua yang memakai kursi roda, bersamaan dengan menoleh kepala sejenak kearah Cucunya, putri teknologi dan beralih kembali kearah Zili.


“Kakek, syukurlah kau baik-baik saja” ucap Zili mulai berbalik lalu berjalan cepat menuju mobil putra mahkota yang masih Terparkir dibawah pohon tak jauh dari sana.


Terus berjalan hingga mendekati mobil, lalu memandang putra mahkota yang masih membaca buku karena pintu Mobilnya telah dibuka oleh supir pribadi putra mahkota yang menunggu gadis itu,


Zili mulai memperbaiki raut wajah sedihnya, mengubah dengan raut wajah senang agar putra mahkota tidak mencurigai kejadian yang baru saja ia alami.


Mulai masuk “cepat sekali kau kembali..?” Zili mendengar pertanyaan tersebut terlontarkan.


Melihat putra mahkota menutup buku, lalu gadis itu mulai duduk tegak memperbaiki posisi “aku tidak ingin membuatmu menunggu lama Shisou” jawab gadis itu menoleh sejenak kearah putra mahkota, lalu menundukan kepala.


“Begitukah..?” tanya laki-laki tersebut menoleh kearah gadis itu juga sejenak, namun kembali membuka bukunya dan membaca beberapa barisan kalimat.


Meraih Bahu Zili, lalu membawa gadis tersebut mendekati tubuhnya “tidurlah..” pinta putra mahkota yang telah memberikan dadanya lalu bersandar Disandaran kursi. “kau lelah, bukan..?” tanya laki-laki yang telah membawa Zili kedalam pelukannya.


Tersenyum senang karena lagi dan lagi putra mahkota mampu menenangkan hati “hm” angguk Zili “baiklah shisou” jawabnya mulai memejamkan mata diatas dada laki-laki yang ia cinta.


**********


“shisou, darimana kau tahu bahwa Gedung ini adalah tempat tinggal ibuku..?” tanya Zili mulai melangkah menaiki anak tangga bersamaan dengan putra mahkota yang menggenggam tangannya.


“Menurutmu..?” tanya balik putra mahkota yang mulai menoleh kepala kearah Zili yang tadinya menengadah menatapnya dan kini menundukan kepala.


Mempererat genggaman tangan putra mahkota sembari masih membawa Kantung Tas cantik yang berisi penuh dengan berbagai jenis buah-buahan yang terbungkus rapi didalam beberapa plastik berwarna bening “Pasti dari tuan shi an, iyakan shisou..?” tanya gadis itu mulai menengadah kepala kembali bersamaan kaki yang telah mendarat dikoridor lantai Tiga.


Saling memandang sejenak setelah tadinya kaki mereka terhenti secara bersamaan “benar” jawab putra mahkota berbohong mulai memandang kedepan serta melangkah kembali menuju pintu ruangan milik ibu zili.

__ADS_1


Tok tok tok..


Kali ini putra mahkota yang mengetuk pintu,


Tidak lama pintu terbuka.


Betapa terkejutnya mantan artis Negara NC ketika melihat putra mahkota dihadapannya “yang mulia” panggilnya mulai membungkuk sopan, entah mengapa, meskipun wanita dewasa tersebut mengenal Para pengendali kerajaan dinegara NC, ia merasa cukup segan ketika bertemu dengan putra mahkota.


Mungkin, ia telah menganggap putra mahkota sebagai rajanya sendiri dibandingkan dengan Raja negara yang saat ini sedang memimpin negaranya.


“Aku datang sebagai menantumu” ucap putra mahkota mengejutkan zili dan ibunya “jadi jangan terlalu Sopan” lanjutnya menolak sambutan hangat.


“Ehmm” mendehem sejenak, ragu-ragu untuk menegakan tubuh “maafkan saya” ucap wanita dewasa tersebut.


Menghela nafas kesal, lagi dan lagi harus diperlakukan sedemikian rupa, padahal ia hanyalah manusia biasa “sudah kubilang..” memejamkan mata sejenak “sudahlah lupakan saja, “ ucap putra mahkota, mengurungkan niat melanjutkan kalimatnya “kau tidak ingin mengizinkanku masuk, ya...?”tanya laki-laki tersebut terang-terangan.


“Tapi...”


“Jadi kau membiarkanku tetap berdiri disini..?” tanya laki-laki tersebut begitu menekan hingga wanita dewasa dihadapannya tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan mereka masuk kedalam ruangannya.


“Silahkan masuk yang mulia” ucap Mantan artis negara NC mengizinkan,


Meraih tas kecil dari tangan Zili yang hanya diam menundukan kepala sedari tadi “ini dariku dan dari putrimu” ucap putra mahkota memberikan tas kecil tersebut kepada wanita dewasa dihadapannya “kau tahu pemberian dariku sangat berharga, bukan..?” lanjutnya lagi dan lagi menekan “jadi jika kau menolaknya maka kau telah menghinaku” tambah laki-laki tersebut menegunkan Wanita dewasa yang sedang menundukan kepala sedari tadi.


Menerima Tas yang berisi buah-buahan tersebut “terima kasih yang mulia”


“Tidak perlu sungkan” ucap putra mahkota “aku hanya melakukannya sebagai menantumu saja” lanjut laki-laki tersebut mulai membuka Sepatu dengan ujung Sepatu lainnya, lalu ujung kaki setelah terbuka satu sepatu, kemudian mulai menarik Zili masuk kedalam ruangan ibunya.


Ahhh...


Mengangkat kepala.


Sungguh sedih hati Zili ketika melihat ruangan disana,

__ADS_1


Ingin meneteskan air “nanti saja menangisnya” bisik putra mahkota, sembari merasakan genggaman tangan Zili yang semakin erat.


“Hm” angguk gadis itu mendengarkan perintah “baiklah shisou” jawabnya memahami.


__ADS_2