
Dag dig dug...
Detak jantung terus memompa kencang, semakin kencang ketika putra mahkota telah berdiri dihadapannya.
Tubuhnya kaku, tangannya menggenggam kedua paha yang saling menghimpit dan menegang, kepalanya menunduk, lalu helaan Nafasnya terdengar berat.
Bagaimana ini...!
Tanya gadis itu dalam hati seperti baru pertama kali Bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa.
Ya,
Selama tiga hari ini, memang ia pulang larut malam bersama dengan laki-laki pemilik Apartemen, dan ketika telah sampai dirumah, ia tidak lagi menemukan putra mahkota karena Sibuk bekerja.
Itulah yang ia dengar dari mulut salah seorang pelayan dikediaman Zin.
Karena tidak terbiasa, Semakin lama, hatinya terasa semakin kaku, ditambah lagi dengan rasa bersalah karena tiga hari yang lalu telah bersenang-senang bersama Dengan laki-laki pemilik Apartemen meskipun sembari bekerja.
Meletakan buku diatas meja “Bisakah kau berdiri sebentar saja...?” pinta putra mahkota menegunkan Zili karena kakinya mulai gemetaran.
Menganggukan kepala, Zili mulai berdiri tepat dihadapan putra mahkota “aku merindukanmu..” ungkap putra mahkota, padahal mereka berdua telah menghabiskan waktu bersama “mungkinkah kau juga merindukanku..?” tanya laki-laki tersebut mulai memeluk tubuh Zili lalu dengan segera menerima balasan dari gadis itu.
“Hmm”angguk zili ketika kepalanya telah mendarat Didada putra mahkota “aku juga merindukanmu shisou” jawab gadis yang memang merindukan laki-laki tersebut.
Melepaskan pelukannya “itu artinya kita saling merindukan.” Lanjut kalimat putra mahkota untuk yang kesekian kalinya, menundukan kepala, memandang kearah kepala Zili yang sedang menunduk.
“Benar shisou” angguk gadis itu, berusaha keras mengendalikan detak jantungnya.
Tersenyum lembut, “kalau kau juga merindukanku...” melepaskan tangan Dari kedua lengan atas Zili “kenapa kau tidak ingin melihat wajahku dan terus menerus menunduk kepala sejak dari tadi..?” tanya putra mahkota mengejutkan Zili yang langsung tertegun.
Merasa serba salah, perlahan-lahan Kepala gadis itu mulai terangkat “maafkan aku shisou” ucapnya merasa bersalah sembari memandang mata putra mahkota yang membuat detak jantungnya semakin terpompa kencang.
Saling memandang, sungguh, putra mahkota mulai menikmati mata indah milik gadis dihadapannya.
__ADS_1
Meraih pipi Zili dan mulai membungkukan tubuh,
Perlahan-lahan dengan ragu-ragu putra mahkota mendekati bibir wanita miliknya, hanya untuk menghirup aroma nafasnya saja.
“Yang Mulia, yang mulia, yang mulia, yang mulia” sudah diduga, putra mahkota sudah mengetahui dengan pasti bahwa akan selalu ada pengganggu yang terus berusaha menghalangi laki-laki tersebut untuk mencium bibir wanita miliknya.
Entah darimana saja datangnya, hanya saja laki-laki tersebut telah merasa puas hanya dengan menghirup aroma nafas wangi dari wanita miliknya, hingga membuat Zili terdiam kaku, tetap memandang keatas padahal laki-laki tersebut telah berbalik memandang laki-laki tua yang Sedang berlari memasuki Taman.
“Kau mendapatkannya...?” Tanya putra mahkota kepada ketua Klan Zin yang terlihat senang dengan hasil yang ditemukannya.
“Zili..” panggil Ketua Klan Zin, kepada Cucunya yang telah sadar dari keterkejutannya “kenapa kau ada disini..?” tanyanya mulai berubah serius dan tidak menyenangi.
“Aku bertanya, kenapa kau malah mengacuhkanku..?” putra mahkota terlihat begitu kesal dengan laki-laki tua dihadapannya.
Mengalihkan pandangan yang tadinya melihat Zili dari sisi samping depan putra mahkota “ahh benar, “ memandang putra mahkota “aku menemukannya yang mulia” jawab laki-laki tua memberikan sebuah Kertas untuk putra mahkota “tapi..” mengernyitkan dahi keheranan “siapa yang membutuhkan Lowongan kerja ini yang Mulia..?” tanya laki – laki tua sungguh penasaran.
“Temanku...” menarik kertas dengan paksa, putra mahkota menjawab cepat pertanyaan dari kakek Zili.
Pikir mereka,
Bagaimana mungkin Putra mahkota mencarikan pekerjaan untuk temannya melalui Ketua klan Zin...?, bukankah dia memiliki Perusahaan besar..?, dan juga mana mungkin sebuah perusahaan akan menolak permintaan laki-laki hebat, calon penguasa Mutlak Negara NC.
Berbalik arah menghadap kearah Zili “bisakah kau meninggalkan kami berdua saja disini..?” pinta lembut putra mahkota kepada Zili yang langsung memahami situasi mereka.
Menganggukan kepala “baiklah shisou” jawab gadis itu mulai melangkah pergi.
Mulai bergerak kearah bangku Taman disana “Aku membutuhkan uang seratus ribu neceri” ucap putra mahkota setelah kepergian wanita miliknya, Ucapannya sungguh mengejutkan ketua klan Zin yang masih berdiri didepan meja yang berada dihadapan putra mahkota.
Masih bingung “kenapa anda membutuhkan uang sesedikit itu yang Mulia...?” tanya ketua Klan Zin juga masih penasaran.
“Tentu saja aku membutuhkannya untuk menghabiskan sisa waktu luang bersama Wanitaku” jawab cepat putra mahkota melihat Syarat lowongan kerja.
Mulai sedikit memahami “jadi maksud anda, ..” tertegun sejenak, ragu-ragu bertanya “anda yang membutuhkan Lowongan kerja untuk mendesain bangunan tersebut...?”
__ADS_1
Mengangkat kepala memandang ketua klan Zin dengan tatapan kesal “jadi kau kira siapa lagi kalau bukan aku..?” ucapnya sedikit keras mengejutkan ketua klan Zin.
Tertegun kembali “bukankah tadi anda bilang bahwa Lowongan kerja tersebut untuk teman an....
“Kau tidak lihat ada wanitaku disampingku tadi, ya..?” bentak putra mahkota marah mengejutkan ketua Klan zin yang langsung mengangguk kepala memahami perkataan putra mahkota.
“Maafkan saya yang mul...
“Aku akan menyiapkan desainnya sore ini” ucap putra mahkota mulai berdiri “segera siapkan uangnya dan aku tidak ingin Gajiku tertunda” lanjut laki-laki tersebut mulai berdiri membawa kertas ditangannya, kemudian melangkah kaki meninggalkan ketua klan zin yang terlihat begitu senang,
Entah mengapa wajahnya yang tadi pucat karena amarah putra mahkota, kini terlihat begitu senang mendengar penjelasan laki-laki tersebut.
Mulai berbalik, ia memandang punggung putra mahkota sedang berjalan menjauh, membawa buku dan juga kertas yang tadinya ia bawa untuknya. “hahahaha” tawanya menggelega, begitu bahagia “hanya seratus ribu neceri dengan tangan Berbakat itu, betapa bodohnya aku jika membiarkan Warga Ann mendapatkan hasil karya tangan Putra mahkota negara ini” lanjut ketua klan Zin kegirangan sembari berjalan dengan senyuman yang terus menerus menghiasi bibirnya.
**********
“Kakek, apa yang kau lakukan..?” Polisi inteligen, Zin Zihen mulai memasuki ruangan kerja kakeknya karena alasan penting yang harus ia sampaikan.
Melihat laki-laki tua yang sedang duduk sembari mengelap kaca Bingkai berkali-kali dan menghembus benda tersebut dengan mulutnya malam itu, tentu saja membuat kebingungan tersendiri didalam hatinya.
“Kau lihat ini..?” sebuah Kertas Dengan Goresan Pensil berbentuk bangunan terlihat Jelas berada didalam bingkai antik, buatan Desainer ternama Klan Lu.
Gambar bangunan dengan Pola sederhana namun terlihat begitu menganggumkan mata mampu membinarkan mata polisi inteligen yang melihatnya.
Berbentuk Petak, tak bertingkat, dengan Atap segitiga, satu bagian atap berada didepan dan Dua bagian atap berada dibelakang serta bentuk Jendela dan Dinding unik terlihat jelas begitu sederhana tetapi mewah, bukan hanya satu saja, ada juga gambar lainnya yang memperlihatkan kedua sisi samping bangunan dan Sisi belakang bangunan.
Empat lembaran kertas tersebut terlihat Terbingkai disatu bingkai panjang milik Ketua Klan Zin dan akan segera ia pajangkan setelah membersihkan bingkai baru tersebut.
“Darimana kau mendapatkan desain sebagus itu kakek..?” tanya Polisi inteligen Begitu penasaran, masih berdiri dihadapan ketua Klan zin.
“Hmm” tersenyum senang sembari mencium Bingkai dihadapannya “tentu saja aku dapatkan dari putra mahkota..” lanjut laki-laki tersebut begitu terlihat bahagia.
“Putra mahkota...?” tanya polisi inteligen tidak menyangka.
__ADS_1