Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ruangan menakutkan


__ADS_3

Hembusan udara segar karena berada ditempat yang ditumbuhi banyak pepohonan, masuk kedalam hidung. Terasa dingin tetapi sungguh bisa dinikmati.


Wangi Shampo natural, ikut menambah rasa segar dihidung ketika pangeran istana mulai mendekati.


Tampaknya, laki-laki tersebut baru saja selesai mandi, hingga aroma wangi tubuhnya tercium padahal dia masih berada jauh dari tempat Zili berdiri.


Pangeran istana memang sangat tampan, saking tampannya mampu memikat hati beberapa putri dari ratu negara inggris dan kaisar negara jepang pada masa itu, bukan hanya itu, ia juga kadang mampu mengubah perasaan wanita yang telah mencintai putra mahkota, berbalik arah mencintainya.


“karena gagal mendapatkan hati Xu’i, sekarang kau pasti sedang berusaha menggoda Shin’A” Sindiran dokter hewan terdengar sampai ketelinga pengeran istana “aahhh semua wanita memang sama” ucap dokter hewan lagi mulai melangkah meninggalkan zili dan berjalan melewati pangeran istana.


“Dia tidak pernah menggodaku” lirik tajam pangeran istana mengejutkan dokter hewan yang hanya terdiam melanjutkan langkah kakinya.


Terus melangkah hingga berada dihadapan Zili “apa yang kau lakukan disini?” Tanya lembut pangeran istana mengejutkan Zili yang merasa perilakunya tidak biasa.


Zili memandang pangeran istana, “aku akan belajar disini” jawabnya lalu mulai melangkah pergi namun lengan tangan atasnya ditahan ketika dia berjalan melewati pangeran istana.


Pangeran istana diam sejenak masih menggenggam lengan tangan atas Zili “aku ingin bicara padamu” dia mulai membuka suara lagi, menarik tubuh Zili, menghadapkan gadis itu kearahnya lagi.


Tepat didepannya dan sangat dekat, pangeran istana menunduk memandang wajah Zili yang telah mendongakan wajah karena pangeran istana memang tinggi. “maaf...


Ucapan Zili sontak mengejutkan Pangeran istana yang belum sempat mengatakan keinginan hatinya. “aku salah mengiramu selama ini” ucap zili tersenyum lembut “bodohnya aku karena selalu menyalahkanmu atas apa yang terjadi padaku” lanjut gadis itu melepaskan perlahan genggam erat tangan pangeran istana “siapa juga yang akan tahan memiliki tunangan yang selalu menyusahkannya meskipun itu hanyalah tuduhan” tambah Zili masih tersenyum menatap mata pangeran istana yang juga membalas tatapannya “maafkan aku Shin’A” Zili mulai menghindar, lalu melangkah kaki melewati pangeran istana kembali.


Lagi,


Seolah-olah tidak ingin Zili berlalu pergi, pangeran istana mengenggam lengan atas gadis itu.


Zili menghela nafas berat, lalu melepaskan tangan pangeran istana untuk kedua kalinya. Berjalan cepat tapi tangannya lagi-lagi berhasil digenggam pangeran istana hingga membuat tubuh gadis itu berbalik arah.


Pangeran istana mulai ikut berbalik arah, menghadap Zili, melepaskan genggaman tangannya lalu memegang kembali, kali ini di kedua lengan atas gadis itu.


“Kau...


“Maaf...


ucap Zili lagi untuk kesekian kalinya , “aku harus bergerak cepat mengejar cinta Putra mahkota” lanjut gadis itu “aku tidak bisa membuang-buang waktuku lagi” zili mulai melepaskan lagi tangannya dari genggaman tangan pangeran istana, berbalik arah dan lari cepat mengejar dokter hewan yang mulai melangkah memasuki bangunan rumah.


“Sensei tunggu aku” teriak Zili.


“Jangan panggil aku sensei”

__ADS_1


Larang Dokter hewan kesal masih tetap berjalan memasuki rumah.


“Biar saja, aku akan tetap memanggilmu sensei” tolak Zili yang telah berjalan dibelakang laki-laki tersebut, menghilang dari pandangan pangeran istana yang mulai menghela nafas berat menundukan kepala sejenak lalu mulai melangkah kaki lagi.


*********


Dokter hewan mulai memasuki ruangannya, ia terus berjalan meninggalkan Zili yang telah menghentikan langkah kakinya didepan pintu.


Gadis tersebut mungkin ingin menghindari penghinaan yang akan membuat dirinya sendiri tertekan Jika memasuki ruangan milik oraang tanpa izin.


“Apa yang kau lakukan?” teriak dokter hewan kesal melihat zili yang masih berdiri setelah ia membuka lemari buku miliknya dan mengambil sebuah buku besar dari sana.


Zili berusaha tersenyum tipis menguatkan diri “menunggumu menyuruhku masuk”


“Kau ini benar-benar....


Ucap kesal dokter hewan tersebut“cepatlah kemari” perintah laki-laki itu lalu melangkah kaki menuju kursi putar miliknya.


Zili mulai melangkah kaki menghampiri laki-laki yang telah duduk dikursinya dan mengambil pena serta buku dari atas meja kerjanya. “hafal ini” perintahnya meletakan buku besar yang ia pegang diatas meja, tepat didepan Zili berdiri.


“Aku sudah menghafalnya”


Jawab Zili mengejutkannya.


“Kau..


Zili mengambil kamus didepannya “lord breeder...


Jawab Zili, “aku tidak merayunya, dia sendiri yang memberikannya” lanjut gadis itu cepat, takut menerima hinaan lagi.


“Waahhh..


“Aku benar-benar tidak merayunya”


Ucap Zili cepat sebelum kata penghinaan terlontarkan.


“Sudahlah, ...


Dokter hewan mulai berdiri, mengambil kamus dari tangan Zili dan meletakkan benda tersebut diatas tumpukan buku. “sekarang ikuti aku” perintahnya lalu berjalan keluar ruangannya diikuti oleh zili.

__ADS_1


Terus berjalan melewati pangeran istana yang sedang berdiri bersama beberapa orang pejabat Klan ann membahas sesuatu sembari membaca beberapa lembaran dokumen ditangannya.


Dia tampak mmenghentikan bacaan nya ketika melihat gadis itu, Menatapnya lama hingga Zili menghilang menaiki tangga.


Berjalan menaiki dua tangga sekaligus hingga terlihat sebuah Pintu setebal dinding.


Pintu apa lagi kalau bukan pintu darah,


Dokter hewan meletakan Ibu jarinya dilubang tengah pintu, lampu putih menyala, pintu tebal terbuka.


Jantung Zili berdegup kencang, melihat ruangan yang menurutnya begitu mengerikan.


Ruangan didepan matanya terlihat seperti gua, bahkan terdapat bebatuan Stalagmit diatas atap, serta lendir-lendir yang tampak melekat diinding-dinding ruangan tersebut.


Beberapa sangkar berbentuk kotak terlihat disana, juga aliran air diatas Semen yang membentuk setengah pipa.


Pintu tertutup, Zili mulai berjalan mengikuti dokter hewan yang telah berjalan menghampiri sebuah lemari rak buku disudut ruangan.


Gemericik suara air terdengar,


Sebuah aquarium panjang serta kotor penuh dengan lendir dan warna air yang keruh menegunkannya. Didalam aquarium tersebut terdapat hewan-hewan aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya, bahkan beberapa hewan terlihat seperti seekor cacing hitam panjang dan sejenis hewan berkaki seribu seperti lipan berenang ketepian kaca


Lemari dibuka, dokter hewan mengambil sebuah buku lalu berbalik, memberikannya kepada Zili “kau takut?” tanyanya kepada gadis itu karena melihat wajahnya mulai pucat.


“Mungkin karena belum terbiasa” jawab gadis itu menerima buku dari Dokter hewan.


Dokter hewan tersenyum remeh, ia membalikan tubuhnya lagi lalu menekan sebuah tombol dari dalam lemari.


Pintu lain mulai terbuka,


Terlihat cahaya matahari masuk melalui atap kaca disana, juga beberapa tumbuhan didalam sebuah ruangan kaca hidroponik.


Beberapa tumbuhan Lain juga tampak berada didalam sebuah kotak kaca kecil dan tak lagi memiliki daun, diatas batangnya, terlihat puluhan ekor ulat dan dibawahnya terdapat puluhan ekor cacing.


Sebuah microscope juga terlihat berada diatas meja yang dipenuhi dengan gelas-gelas kaca, juga terdapat kaca pembesar dan gulungan tikar disudut ruangan.


Ruangan tersebut dibagi menjadi tiga tempat, sisi kanan dan sisi kirinya beratapkan kaca, sementara sisi tengah tampak tertutup dengan Atap seng.


“Mulai sekarang kau akan tidur disini” ucap Dokter hewan menggetarkan hati Zili yang langsung ketakutan terlebih lagi ketika ia melihat seekor ular Berwarna hijau diatas batang kayu diruang kaca sisi kanannya.

__ADS_1


Tampak menolak “haruskah aku....


“Xu’i bahkan pernah menetap diruangan ini sebulan lamanya padahal saat itu ia masih berusia 9 tahun” jelas Laki-laki tersebut menegunkan Zili yang dengan pasrah menerima perintah.


__ADS_2