Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Karena dia adalah Xu'i


__ADS_3

Keringat jatuh bercucuran membasahi seragamnya, begitupula dengan kemeja yang di kenakan oleh Putra Mahkota.


Gadis itu berdiri setelah menerima perintah, ia memandang Punggung Putra Mahkota yang tampak sedang mengenakan jas panjang putihnya dan setelahnya, laki-laki itu mulai memakai sebuah kacamata bening yang tadinya berada di atas meja dekat dengan kasur di kamar tersebut.


Detak jantung tak lelah berdegup kencang setelah berjam-jam lamanya berada di dekat laki-laki berdagu runcing yang kini telah meraih pergelangan tangan gadis itu.


Gadis itu, Zili’A,


Ia mulai melangkahkan kakinya yang gemetaran, mengikuti langkah lebar Putra Mahkota di hadapannya.


Leher gadis tersebut terlihat penuh dengan tanda merah, bibirnya yang terluka tampak telah mengering, rambut panjangnya terurai tak terikat, Wajah mungilnya terlihat pucat karena ia baru menyadari bahwa saat itu dirinya sedang kelaparan setelah berjam-jam lamanya tidak memasukan makanan apapun ke dalam perutnya.


Meskipun saat itu keadaan Fisiknya sedang tak berdaya namun sepertinya Semangat di dalam hatinya semakin membara.


Shisou,


Gumam gadis itu di dalam hati ketika Pintu kamar telah terbuka dan memperlihatkan puluhan orang yang tampak berdiri berbaris memberikan jalan lewat untuk Putra Mahkota.


Wajah pucatnya mulai tampak lesu, sepertinya Putra Mahkota sengaja membiarkan itu semua terjadi, dia ingin tetap berpura-pura dan membawa Zili untuk ikut serta ke dalam permainannya.


Telinga tajam Putra Mahkota jelas mendengar percakapan seseorang, “Benar, Dia melakukannya?” Begitulah ucap seseorang dari kejauhan, melaporkan segala kegiatan Putra Mahkota selama ia berada di sana kepada Musuh yang jelas selalu memantau setiap gerakan Putra Mahkota Negara NC.


“Persiapkan segalanya!” Perintah Putra Mahkota terus menarik paksa tubuh Zili yang lemah karena kelaparan pada Malam di dalam kapal pertengahan Samudra Luas yang sedikitpun tak terlihat daratan di sana.


Semua orang terlihat segera bergerak cepat mempersiapkan bahan dan materi serta Alat-alat Percobaan yang akan segera di laksanakan pada malam hari itu.


“oekkk oekkkk, “ Seorang laki-laki dewasa tampak sedang berjalan mengikuti Putra Mahkota sembari menggendong bayi perempuan yang akan dijadikan bahan percobaan dan penelitian, Wajah laki-laki dewasa tersebut tidak tampak seperti wajah kebanyakan masyarakat di benua Asia, Mungkin ia berasal dari benua lain seperti Eropa maupun Amerika.


Pintu Laboratorium segera dibuka,


Ahh benar,


Zili mengingat bahwa tempat tersebut adalah tempat yang ia kunjungi ketika pertama kali ia datang ke Kapal Induk tersebut. Kamar mandi yang ia gunakan pertama kali di sana ternyata merupakan kamar mandi ruang penelitian dan percobaan tubuh manusia.


Perutnya yang lapar, mulai terasa mual ketika ia mencium bau amis darah. Aromanya yang menyengat menandakan bahwa kegiatan penelitian sedang berlangsung.


Gambar tetesan air di dinding segera di tekan oleh seorang Ilmuwan, gambar tersebut memang merupakan tombol pintu masuk lorong bawah tanah di sana, setelahnya ia mulai di paksa menuruni tangga lalu memasuki kamar mandi di ruangan tersebut kemudian langkahnya terhenti karena melihat begitu banyak tubuh manusia yang telah mati bergelimpangan di atas kasur dan juga lantai di ruangan tempat ia berada saat itu.


Bau Formalin begitu menyengat, “uweeeekk..” Gadis itu mulai muntah tapi sepertinya Putra Mahkota tidak ingin melepaskannya, “haaa.. haa..” Keringat dingin, serta kepala pusing dan perut mual menggerogoti keadaan fisik gadis itu,


Mata yang memerah segera ia pejamkan ketika melihat begitu banyak orang di sana tampak sedang mengeluarkan dan membersihkan isi dalam perut manusia lalu memasukan sebuah mesin aneh kemudian menjahitnya.

__ADS_1


Lalu potongan kaki manusia yang di ganti dengan besi semakin memperparah keadaan fisik dan suasana hati gadis itu.


Dia dipaksa untuk terus berjalan di pertengahan mayat-mayat manusia.


Bagaimana mungkin ada tempat semengerikan itu di dunia ini? Pikirnya,


Dan bagaimana mungkin dengan santainya para manusia menjadikan tubuh manusia yang telah tiada sebagai alat untuk menguasai dunia?, Lanjutnya lagi berpikir.


Dia terus melangkah dengan tubuhnya yang gemetaran, lalu memasuki sebuah ruangan lain dengan bau obat-obatan yang menyengat serta ratusan botol yang terisi darah di dalam lemari kaca.


Perlahan-lahan ia membuka mata, gadis itu sontak terkejut ketika melihat ada belasan bayi yang berada di dalam tabung dengan begitu banyak selang-selang di tubuh mereka.


“Mulai!”


“Haaa...” Tubuhnya semakin gemetaran ketika Putra Mahkota melepaskan tangan gadis itu lalu beberapa orang mulai mengangkat tubuhnya ke atas sebuah kasur.


Beberapa orang mulai memberikan masker dan mendekatkan sebuah troli dorong yang di atasnya terdapat begitu banyak perlengkapan operasi ke arah Putra mahkota, “Shisou.. “ Tangan, tubuh serta kaki Zili mulai diikat dengan sebuah tali karet – Seatbelt berwarna hitam, “ Shisou, “ Lalu Putra Mahkota mulai membius Zili hingga gadis itu tak lagi sadarkan diri.


Sebuah robot berlayar mulai memasuki ruangan tersebut, di dalam layar, laki-laki tua tampak menyaksikan percobaan yang sedang berlangsung malam itu.


Sinar UV berwarna kuning tampak berada di atas Zili yang telah tak sadarkan diri. Darah gadis itu mulai di ambil menggunakan jarum suntik, setelahnya selang-selang dari infus yang berisi cairan obat-obatan Klan Xu mulai di pasang ke kedua pergelangan tangan Zili.


***********


Laki-laki tua yang terlihat duduk di lobi Bandara Internasional menutup panggilan yang sedang berlangsung dan menerima panggilan lain,


Ia mulai mendengarkan panggilan terputus-putus yang membingungkannya, “Prajurit Militer Negara Menyerbu markas Green sprayer,”


“Kau bilang apa?”, Belum sempat ia menyelesaikan Pertanyaannya, Panggilan tersebut tiba-tiba terputus.


Laki-laki tua mencoba menghubungi kembali namun tidak dapat terhubung.


Suara pemberitahuan di Bandara tentang penundaan penerbangan menuju Negara NC terdengar di telinga.


Wajah yang tadinya bahagia, kini berubah menjadi serius, namun laki-laki tua masih terlihat tetap tenang.


Ia mulai mengaktifkan lagi panggilan yang tadinya tertunda,


Lalu wajah seriusnya semakin bertambah serius ketika Putra Mahkota tampak sedang berdiri dengan mengikat rambut Zili yang tampak berdiri di depan laki-laki tersebut.


“Game’s Over.” Ucap Putra Mahkota dari layar tablet miliknya sembari menggulung rambut wanita miliknya lalu mengikat rambut tersebut dengan Tali karet berwarna merah.

__ADS_1


“Xu’i, Kau pikir, kau bisa lari dariku,” Laki-laki tua mulai berdiri, ia berjalan keluar dari bandara sembari mengeluarkan jam tangan di kantungnya, Jam tangan Putra Mahkota ia banting begitu keras namun tak sedikitpun lecet ataupun pecah, dengan emosi ia menendang jam tangan tersebut hingga jam tangan itu menabrak tiang di sana dan mengejutkan begitu banyak orang yang melihatnya.


“Hanya lari darimu saja, bukan masalah berat bagiku.” Jawab santai Putra Mahkota mulai membalikan tubuh Zili dan memeluk wanitanya yang terlihat berwajah pucat di balik layar Tablet milik laki-laki tua yang kini telah meraih jam tangan lainnya.


“Hahahaha jangan meremehkanku.”


“Harusnya itulah yang aku katakan padamu,Yuan.” Balas Putra Mahkota dengan santainya bersamaan dengan tendangan keras pada layar robot di hadapannya hingga kaca layar pecah dan robot tersebut terpental jauh menabrak pintu ruangan dan rusak.


*******


Puluhan orang mulai berdatangan memasuki ruangan di sana, “ Xu’i..” Seorang laki-laki dewasa terlihat keluar dari kerumunan dan berhadapan dengan Putra Mahkota


“Yo Sien,”


Sapa ramah Putra Mahkota begitu santainya.


“Kau sudah terkepung, Menyerahlah.” Laki-laki dewasa itu tampak menodongkan pistol ke arah Putra Mahkota yang terlihat sedang membungkuk membisikan sesuatu kepada Zili.


“Aku terkepung di sarangku sendiri? hahaha konyol sekali bicaramu ini.” Laki-laki itu mulai menarik tangan Zili dan memerintahkan gadis itu untuk berdiri di belakangannya.


Hati gadis itu mulai takut, saat itu Zili merasa enggan berada di belakang Putra Mahkota,


Sungguh, ia tidak ingin hanya tetap bersembunyi dan dilindungi oleh laki-laki yang ia cintai.


Pikirnya, Bagaimana jika Musuh Negara sampai nekad menembakan pistolnya sementara baik Dirinya dan Putra Mahkota tidak memiliki senjata apapun saat itu?


Dia mulai mengenggam erat salah satu telapak tangan Laki-laki di depannya, laki-laki itu dengan segera membalas genggaman di salah satu tangan Zili.


Sungguh, gadis itu hanya berharap bahwa segalanya segera berakhir pada malam itu.


Robot monitor lain mulai masuk ke dalam bersamaan dengan Guru Putra Mahkota, Go Alfa dan Mantan Ketua Klan Co, Co Tien ya serta Shen Shi Yun dan ratusan Prajurit musuh yang berjaga di sana.


“Kau kira aku bodoh mempercayaimu begitu saja selama ini, Dimana kau sembunyikan bahan-bahan percobaanku?” Bentak laki-laki tua di dalam layar monitor ketika tidak lagi menemukan Bayi-bayi di dalam tabung ruangan tersebut serta menyaksikan begitu banyak para ilmuwannya jatuh terbaring lemah di ruangan tersebut.


“Ra Ha Si A..” Jawab Putra Mahkota seenaknya.


Satu persatu para ilmuwan tampak sedang di bawa keluar oleh beberapa prajurit musuh di sana, Namun tidak seorangpun Prajurit Musuh yang berani mendekati Putra Mahkota karena di dekat laki-laki tersebut, empat buah Layar Transparan berbentuk Manusia tampak berdiri menunggu perintah.


“Bagaimana Mungkin?” Tanya laki-laki tua dengan mata terbelalak ketika menyadari bahwa Putra Mahkota mampu mengendalikan Layar Transparan sementara Jam tangannya berada di tangan laki-laki tua tersebut.


“Karena aku adalah Xu’i, maka apapun akan menjadi Mungkin.” Ucap Putra Mahkota menjawab dengan begitu santai sembari menarik tangan Zili dan memeluk tubuh gadis itu kembali.

__ADS_1


__ADS_2