Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
marah karena kesalahannya sendiri


__ADS_3

Pintu terbuka,


Mulai melangkah masuk kedalam.


Diruangan Tamu, tampak beberapa pelayan memberi Hormat.


Ruangan tamu besar yang berlantaikan marmer tersebut, terlihat begitu mewah.


Sofa lembut lebih nyaman digunakan dibandingkan dengan sebuah Kasur biasa,


Lukisan antik terlihat menggantung didinding begitupula dengan sebuah Lemari kaca yang dipenuhi dengan banyaknya piala kemenangan Putra mahkota menjuarai berbagai perlombaan Dunia,


Begitupula dengan banyaknya Piagam penghormatan yang juga terlihat terbingkai didalam lemari tersebut.


Foto keluarga juga terlihat disana, terdapat juga Foto raja bayangan yang berdiri mengenakan seragam Militer berwarna merah, juga foto putra mahkota dengan warna seragam yang sama.


Saling memandang,


Mengetahui situasi yang terjadi, semua pelayan mulai menjauhi tempat tersebut “kau sudah kembali...?” sambut ratu bayangan seperti biasa, ia yang tadinya duduk disofa sembari membaca Koran berita terbaru, mulai melipat korannya lalu berdiri dan melangkah kaki menghampiri raja bayangan yang tetap berdiri didepan Pintu.


Telah mendekat “mungkinkah kau bahagia hidup denganku...?” tanya raja bayangan terang-terangan,


Terkejut tidak menyangka, dia yang sengaja melupakan kejadian diatas udara dan tidak ingin membahasnya mulai tertegun “kau ini bicara apa..?” mengalihkan pembicaraan “aku akan membantumu membuka Jas..” ucap Wanita dewasa itu sembari mengangkat tangan menuju Kearah kancing jas yang dikena raja bayangan.


Meraih tangan Istrinya lalu memeluknya “aku bertanya, kenapa kau tidak menjawabnya..” ucapan Raja bayangan terpaksa membuat ratu bayangan mengingat masalah mereka.


“Sangat bahagia..” jawab ratu bayangan “aku sangat bahagia hidup denganmu” lanjut wanita dewasa itu lagi.


Tersenyum getir “jangan berbohong lagi kepadaku..” pinta raja bayangan mempererat pelukannya. “katakanlah yang sejujurnya” lanjutnya meminta.


“Aku memang sangat bahagia Hidup denganmu” jawab wanita itu “jadi aku harus bagaimana lagi menjawabnya” melepaskan pelukan untuk istrinya.


“Kalau kau tidak ingin jujur maka biarkan aku saja yang berkata jujur padamu.” Tersenyum Lembut yang bahkan sudah sangat jarang diperlihatkan untuk ratu bayangan “maafkan aku..” ucap raja bayangan kepada Istrinya.


“Kau tidak memiliki salah apapun padaku....”


“Nana..” tersenyum getir menyela kalimat istrinya “selama ini aku merasa sangat kurang percaya diri menikah denganmu..” ucap Raja bayangan mengejutkan Ratu bayangan “karena kau berasal dari keluarga yang kaya, aku takut..” Menyingkap rambut pendek sebahu milik istrinya, lalu meletakan kebelakang telinga “jika aku Jatuh suatu hati nanti dan tidak bisa memberikanmu barang-barang mewah, kau akan meninggalkanku..”


“Mana mungkin aku meninggalkanmu.” Jawab cepat ratu bayangan memeluk tubuh suaminya “sungguh idris, aku sangat mencintaimu” ungkapnya mengeratkan pelukan “bisakah kau tidak terlalu mempedulikan adikmu dan melihat kearahku saja....?” pinta wanita itu mulai terang-terangan mengatakan keinginan hatinya. “aku tidak peduli dengan barang mewah, aku sudah sangat cukup dengan semua yang kau berikan padaku, sungguh aku hanya ingin kau seutuhnya” lanjut wanita itu mulai menitihkan air mata didalam dekapan suaminya.


“Begitukah..?” membalas pelukan istrinya sembari tersenyum senang “kenapa tidak jujur saja dari awal..?” tanya laki-laki dewasa itu mencium kepala istrinya.


Membersihkan air mata dengan Jas yang dikenakan suaminya “aku tidak ingin membebanimu,” jawab wanita dewasa itu “bebanmu sudah begitu banyak dan aku tidak ingin menjadi bagian dari mereka” lanjut wanita itu.


“Aku mencintaimu nana,” Ungkap laki-laki dewasa yang sangat jarang sekali melontarkan kata-kata tersebut hingga membuat istrinya terkejut, tak menyangka “mulai sekarang,..” menghela nafas lega “bisakah kita saling jujur dengan perasaan kita masing-masing agar aku bisa mengetahui semua keinginanmu dan membuatmu bahagia..?” pinta laki-laki tersebut menyentakan hati ratu bayangan.


“Tentu saja idris..” jawab wanita itu cepat “tentu saja..”


**********

__ADS_1


Rasa kantuk yang begitu kuat mulai menghampiri,


Texchi yang dikendarai telah kembali ketempatnya sendiri diwilayah Timur laut, desa Co.


Sore berganti petang, malam akan segera tiba.


Menaiki Mobil Pribadi milik putra mahkota menurut Laki-laki itu Lebih baik untuk menjaga kesehatan wanita miliknya.


Mobil bergerak cepat perlahan-lahan dari desa Lu 48 menuju ke desa Xu, kediaman Keluarga Xu diwilayah barat berada.


Jauh memang, tapi tidak masalah karena mereka memiliki Supir yang mengendalikan Mobil.


Kepala Mulai terbentur Pintu mobil, mengejutkan putra mahkota yang duduk disampingnya sembari terus menggenggam erat tangan wanita miliknya.


“Astaga..” Gumam gadis yang berwajah pucat tersebut karena merasa Lelah.


Tersenyum geli menoleh kesamping “bersandarlah.” Perintah putra mahkota memberikan lengannya kepada Zili,


meraih kepala gadis itu lalu mendekatkannya ke arah bagian tubuh tersebut.


Tersenyum lembut merasakan nyamannya lengan putra mahkota, perlahan-lahan mata gadis itu mulai tertutup.


Menghela nafas lega menoleh sejenak kearah wanita miliknya, petang itu, hati putra mahkota begitu bahagia karena akhirnya ia bisa bersama dengan wanita miliknya kembali setelah terpisah untuk kesekian kalinya.


“Tuan..”


Terkejut, sedikit membelalak mata “kenapa kau tega sekali padaku..?” ucap gadis itu mulai meneteskan air mata didalam tidurnya.


“Hiks hiks.. “ menangis sesunggukan didalam tidurnya, tangisan Zili memperpiluh hati putra mahkota yang mulai merasa bersalah dan menyesali perbuatannya sendiri.


Mobil terus Melaju, tak terasa malam mulai larut.


Suasana kota kembali terasa.


Perlahan-lahan mata mulai terbuka.


Menegakkan tubuh, menoleh kesamping, meemandang wajah putra mahkota yang terlihat menutup mata dan bersandar dikepalan tangan yang sikunya juga bersandar dipintu kaca mobil yang tertutup.


Tampan sekali.


Gumam Zili dalam hati, tak habis pikir ia bisa menikah dengan laki-laki tampan yang ada disampingnya.


Perlahan-lahan mobil memasuki wilayah yang dikenal Zili.


Tanpa sengaja aliran matanya menetes deras mengingat kebersamaannya dengan putra mahkota yang sedang menyamar ditrotoar jalanan disana. Mulai menghapus cepat air matanya,


perlahan-lahan, Bayang-bayang putra mahkota yang sedang menyamar memegang payung terlihat disana.


SUDAH BASAH, UNTUK APA LAGI PAKAI PAYUNG.

__ADS_1


Suara tersebut tiba-tiba terdengar ditelinga Zili, padahal kejadian dimasa lalu terjadi pada siang hari tetapi entah mengapa gadis itu mampu membayangkannya malam itu.


Mulai memasuki pusat perbelanjaan, ia melihat kembali bayang-bayang putra mahkota yang sedang menyamar tengah menggendongnya diatas bahu.


Sungguh sangat merindukan laki-laki tersebut, entah mengapa itu semua bisa terjadi. “Tuan..” panggil gadis itu tanpa sengaja.


“Berhenti...” suara putra mahkota mengejutkan Zili,


Menoleh kesamping “Shisou..” panggil gadis itu bersamaan dengan mobil yang mulai menepi.


“Kau bawa topi dan kacamataku. ?” tanya Putra mahkota kepada supir pribadinya.


Melihat kearah Kaca Mobil diatas depannya “Ya, yang Mulia” jawab laki-laki dewasa tersebut lalu membuka dasbor mobil dan memberikan kedua barang milik putra mahkota.


“Shisou..” panggil Zili lagi kepada putra mahkota yang telah melepaskan genggaman tangannya dan memakai topi serta kacamata.


“Aku lapar,” ucap putra mahkota merasa teriris hatinya karena ketika bersama dengannya, Gadis itu masih memikirkan dia yang sedang menyamar. “kau ingin makan sesuatu..?” tanya putra mahkota kepada Zili yang merindukan Laki-laki pemilik Apartemen.


“Bagaimana kalau Mie cup...?”


Sakit,


Begitu terasa.


Bahkan Zili pun terang-terangan mengatakan makanan yang ia inginkan.


Makanan yang memang sering mereka makan berdua ketika tidak saling mengenal sebelumnya.


Anehnya, perasaan itu tiba-tiba menyayat hati laki-laki tersebut.


Mungkin karena ia merasa bahwa Wanita miliknya lebih menyukai Penyamarannya dibandingkan dengan wajah Aslinya.


“Aku tidak menyukainya..” jawab putra mahkota dengan Wajah Datar yang sedikit menggetarkan hati zili.


Menghela nafas berat karena perubahan wajah putra mahkota. “shisou, aku akan makan apapun yang ingin kau makan.” Ucap gadis itu mencoba mencairkan ketegangan hatinya.


“Jalan..” perintah putra mahkota kepada supir pribadinya.


“Kenapa harus pergi, ..?” tanya Zili merasa Aneh karena putra mahkota mulai membuka topinya “kenapa tidak makan disini saja..?” lanjut tanya gadis itu memperparah rasa perih didalam hati putra mahkota.


“Kau ingin makan apa...?” tanya ulang putra mahkota sedikit keras.


“Aku tidak berselera lagi untuk mak....


“Berhentilah..” bentak putra mahkota kesal, hal itu sontak membuat Supirnya memghentikan mobil kembali. “kau ingin makan Mie Cup..?” tanya putra mahkota kali ini teralih kepada Zili.


“Shisou..” panggil Zili tidak memahami kemarahan putra mahkota tiba-tiba “maafkan aku..” ucap gadis itu menyentakan hati putra mahkota yang tiba-tiba sadar akan perilakunya.


Memeluk wanita miliknya yang terlihat tunduk merasa bersalah “maaf, aku hanya sedang memikirkan sesuatu jadi tanpa sengaja membentaknya” ucap putra mahkota menenangkan Zili yang ada didalam pelukannya. “belikan Mie cup..” perintah putra mahkota, kali ini tertuju pada Supirnya yang telah terbiasa dengan watak Pemarah putra mahkota.

__ADS_1


“Ya yang mulia.”


__ADS_2