Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
percakapan panjang II


__ADS_3

“Aku sangat membencinya..”


Haaa...


“Wanita itu..” ungkap atlet kebanggaan negara bersamaan dengan pintu atap mobil yang mulai tertutup. Terus mengendarai mobil dimalam yang mulai larut.


Melewati kebun pohon jati menuju jalan Raya. “Maksudmu..?” Tanya Zili menoleh kepala.


Tersenyum kecut memandang kedepan “tentu saja Ayya..” jawab laki-laki tersebut, terlihat jelas kebencian didalam matanya “karena dia,..” mengertak gigi geram mengingat masa lalu “Shin’A sampai berani merencanakan pembunuhan untuk mantan tunangannya sendiri..” mulai menoleh memandaang zili yang sedari tadi menoleh kearahnya “kau bisa menjaga rahasia, bukan..?” tanyanya terlihat mempercayai gadis disampingnya.


Tersenyum lembut “hmm” angguk Zili “percayalah padaku..” jawab gadis itu mulai menoleh wajah kedepan bersamaan dengan laki-laki disampingnya yang juga menoleh kearah kedepan.


“terkadang mengikuti perasaan itu bisa sangat berbahaya..” laki-laki tersebut mulai melanjutkan perkataannya “hanya karena Wanita gila itu menginginkan Xu’i,..” tersenyum getir masih memandang kearah jalanan, lalu mulai mengendalikan mobil berbelok kearah kanan “Shin’A lagi dan lagi , bahkan sering kali melakukan kesalahan hingga kini ia menyesal dan menerima akibatnya sendiri”


“Menyesal...?” tanya Zili kebingungan.


Masih tersenyum getir, tatapan laki-laki tersebut mulai kosong “kehilangan wanita yang benar-benar ia cintai...?”


Mengernyitkan dahi tidak memahami “bukankah ayya masih belum menikah...?”


“Bukan ayya..” jawab cepat laki-laki tersebut “Tetapi Istri Xu’i..” lanjutnya lagi mengejutkan Zili yang sontak tertegun tidak percaya.


“Omong kosong, mana mung....”


“Dia pergi jauh-jauh ke desa Ann ketika Xu’i dalam menjalankan Misi, hanya untuk wanita itu...” sela atlet kebanggaan negara “memang dia tidak menyadari perasaannya sendiri..” lanjutnya lagi “antara cinta dan benci, dia bahkan tidak bisa membedakannya..” tambah laki-laki tersebut “Sejak saat bersama dengan Istri Xu’i, keadaan Shin’A mulai membaik..” ungkap laki-laki tersebut tersenyum sedikit senang tetapi tiba-tiba berubah lagi menjadi getir “dia bisa tidur dengan nyenyak padahal selama bertahun-tahun lamanya sangat kesulitan hanya sekedar untuk memejamkan mata saja, bahkan karena wanita itu..”mengendalikan mobil memasuki jalanan raya yang dipenuhi dengan kendaraan berlalu lalang “ Shin’A mampu melupakan perasaan sakitnya karena berani mencintai Bibinya sendiri dan juga ...” mulai memperpelan Laju mobil yang ia bawa “untuk pertama kali dalam hidupnya aku melihat, Shin’A telah berani menentang keinginan Wanita gila itu.” Jelas laki-laki tersebut mulai tersenyum senang “aku menyukai shin’A karena dia adalah saudaraku tetapi aku juga membencinya karena dia sangat bodoh terus menerus membiarkan dirinya dimanfaatkan oleh wanita itu” lanjut jelasnya lagi mengungkapkan semua isi hatinya.


Menundukan kepala karena merasa sangat terkejut mendengar kenyataan yang dirasakan pangeran istana “mustahil...” kelihatannya Zili belum bisa mempercayainya begitu saja.


Menoleh kearah Zili yang menunduk “aku sering mendengar Shin’A menyebut nama wanita itu didalam tidurnya..” ungkap laki-laki tersebut meyakinkan.

__ADS_1


“Wanita itu...?” tanya Zili masih belum mengerti.


Menoleh kearah depan lagi “tentu saja istri Xu’i, menurutmu siapa lagi...?” jawab laki-laki tersebut semakin memperparah keterkejutan didalam hati Zili.


********


Malam yang gelap, perlahan-lahan berubah menjadi terang.


Cahaya matahari terbit berwarna Jingga kekuning-kuningan mulai muncul diBagian Timur Bumi, memperlihatkan keindahan tersendiri dari Atas bukit lalu menghilang ketika mobil yang dikendarai atlet kebanggaan negara meluncur menuruni jalanan.


Membawa mobil dengan kecepatan lumayan kencang, melaju memasuki Wilayah perkotaan Desa Xu.


Menghentikan mobil tepat didepan sebuah gedung Tua “kau tinggal disini...?” tanya Atlet kebangaan begitu terkejut mengetahui tempat tinggal gadis disampingnya yang telah membuka sabuk pengaman.


Menoleh menyamping, melihat atlet kebangaan negara memandang gedung tua, tempat Apartemennya berada “kenapa kau terlihat begitu terkejut...?” tanya Zili merasa Aneh.


“Ahh..” berusaha menghilangkan keterkejutannya “aku hanya berpikir bahwa Gedung ini dulunya merupakan tempat tinggal Istri Xu’i..” jawab laki-laki tersebut mulai menoleh kearah Zili, membalas pandangan gadis itu.


Tersenyum membuang wajah menatap gedung tua itu lagi “tentu saja aku mencari tahu tentangnya..”


Tersenyum getir masih memandang laki-laki disampingnya “kau ini aneh sekali..” ungkap gadis itu terang-terangan “jangan bilang kau juga menyukainya..”


“Hahaha “ tawa laki-laki tersebut sejenak “awalnya, aku pikir aku menyukainya.” Jawabnya mulai membuka atap mobil, memperlihatkan kecerahan langit dipagi hari “ternyata aku memang menolak untuk menyukai wanita..”


Tersenyum kecut “kau ini bicara apa.. ?”tanya gadis itu merasa keheranan.


“Aku takut menyukai wanita..” ungkapnya terlihat begitu mempercayai Zili, mungkin ia merasa bahwa gadis disampingnya memanglah orang yang pantas dipercaya, semakin mempercayainya ketika ia mengetahui bahwa gadis itu dekat dengan saudaranya, Shin’A, yang ia kenal sendiri mampu menilai Sifat seseorang dengan baik sejak laki-laki tersebut mulai melangkahkan kaki masuk kedalam Dunia kemiliteran negara beberapa Bulan yang lalu setelah sebelumnya hanyalah seorang murid sekolah biasa yang selalu menjadi Juara serta kebanggaan sekolah, dan sesekali menjabat sebagai pejabat formalitas jika dibutuhkan negara. “Aku takut menjadi Shin’A yang begitu mudah dimanfaatkan wanita yang dia cinta padahal dia sendiri mengetahui bahwa saat itu dia sedang dimanfaatkan” lanjut laki-laki tersebut mulai menundukan kepala “ perasaan memang tidak rasional dan sangat sulit untuk dikendalikan, maka dari itu, sebelum aku sukses lalu menjalani hidupku dengan baik dimasa depan nanti, aku..” menoleh kearah Zili “tidak akan mendekati Perasaan mengerikan yang disebut dengan Cinta itu...” lanjut laki-laki tersebut melontarkan senyuman lembutnya.


Membalas senyuman laki-laki tersebut “lalu..” dia mulai begitu penasaran “kenapa kau mencari tahu tentanganya...?”

__ADS_1


“Karena aku ingin melindunginya..” Jawab langsung laki-laki itu mulai memandang kearah para pejalan kaki yang mulai ramai berlalu-lalang melewati gedung tua dihadapan mereka “aku tidak ingin Shin’A menyakiti orang lain lagi..” lanjut laki-laki tersebut menggenggam Erat tangannya sejenak diatas setir mobil “Awalnya aku ingin menjadikannya pacarku karena saat itu aku mengira Xu’i tidak akan mungkin memperhatikannya agar Shin’A berhenti menyakitinya hanya karena merasa Xu’i lebih pantas bersama Ayya tetapi...” mulai membuka genggaman tangannya, masih memandang kedepan “aku gagal..” tampak begitu menyedihkan “aku gagal melindunginya dan dia malah mati sebelum aku berhasil membantunya menguasai Keahlian Klan Lu.”Dia terlihat menggertakan gigi geram.


“Membantunya.. ?”


“Hmm..”angguk laki-laki tersebut menoleh kearah Zili kembali setelah menenangkan diri “Xu’i yang memintanya..” dia mulai tersenyum senang.


Shisou..


Gumam gadis itu.


“padahal aku sangat bahagia karena untuk pertama kalinya bisa berguna bagi Xu’i yang sangat kukagumi..”ungkapnya begitu Senang tetapi wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih “tetapi, belum sempat wanita itu datang kedesaku,..”menghela nafas berat “dia sudah mati terlebih dahulu” lanjutnya lagi “aaahh benar-benar wanita menyebalkan..”


“Kenapa kau malah menghinanya..?” ucap kesal Zili ketika mendengar keluhan laki-laki disampingnya.


Menoleh kearah Zili kembali “Harusnya dia sadar diri karena dia adalah wanita milik Xu’i..” jawaban laki-laki yang kini terlihat begitu tampak marah “menjadi Wanita Xu’i merupakan beban wanita terberat dinegara ini dan seharusnya dia mampu melindungi dirinya sendiri agar tidak mati terbunuh begitu saja hingga sampai membuat Xu’i kini sangat menderita..”


“Menderita...?” tanya Zili yang memang belum mengetahui kabar tentang laki-laki yang ia cinta.


Tersenyum kecut menahan rasa sedih yang menyelimuti hati “kau tidak tahu ya, Xu’i melepaskan jabatan putra mahkota hanya karena wanita miliknya mati...?” ungkap laki-laki tersebut mengejutkan Zili “Xu’i bahkan sampai memukul ayahnya sendiri dan paman Shin karena membenci mereka yang gagal melindungi wanita yang ia sayangi, lalu pergi meninggalkan rumah dan semua orang kehilangan Kabar darinya”


Sungguh,


Tubuh gadis itu mulai menggigil ketika mendengar ucapan laki-laki disampingnya.


Detak jantungnya tak terkendali.


hatinya teramat sakit mendengar keadaan laki-laki yang dia cintai.


Dia...

__ADS_1


Sangat ingin menangis karena merindukan putra mahkota.


__ADS_2