Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Mie cup


__ADS_3

“Kau...” putra mahkota mulai berbalik setelah ia masuk kedalam ruangan apartemennya “Dilarang masuk”


Baaaammmmm..


Suara keras pintu terdengar hingga membuat Zili terperanjat.


“Huh..” gadis itu menghembuskan nafas teramat lega, pikirnya, meskipun laki-laki yang telah masuk kedalam ruangannya sangat kasar, tetapi setidaknya dia telah sedikit membaik dan tidak lagi hanya berdiam diri atau mengabaikan orang lain.


Mulai berbalik,


Zili yang menyadari bahwa hari itu ia harus membersihkan diri dan mengganti baju serta perutnya juga terus menerus berbunyi, segera bergegas pergi menuju Sauna dan pusat perbelanjaan dikota A, desa Sun 1 berada.


Terus melangkah keluar gedung.


“benarkah....?” suara seorang pejalan kaki terdengar ditelinga Zili ketika ia baru saja keluar, masih santai berjalan “kasihan sekali ratu kita..” kalimat lanjutan pejalan kaki tersebut sontak mengejutkan Zili hingga ia menghentikan langkahnya.


“Aku bahkan sampai melihatnya mengunjungi pemakaman putri mahkota berkali-kali,” jawab seorang lainnya yang berjalan beriringan dengan seorang pejalan kaki pertama. “Padahal baru tadi pagi pemakamannya dilangsungkan, tetapi ratu negara telah tiga kali mengunjunginya,” tambahnya lagi “sungguh, putri mahkota memang sangat dicintai keluarga kerajaan” lanjutnya lagi membuat hati Zili merasakan sakit yang luar biasa perihnya.


*******


Malam penuh dengan bintang yang bertaburan.


Begitu indah mengelilingi Bulan purnama berwarna Kuning diatas langit.


Meskipun demikian, hal tersebut sama sekali tidak membantu menenangkan kepiluhan hati yang tersiksa.


Menangis masih terus menangis.


Rasa benci menyelimuti hati, tetapi belum mengetahui kemana perasaan benci tersebut ditujukan.


Mobil telah berhenti tepat dihalaman istana,


Ratu negara turun setelah sore tadi mengunjung makam gadis yang selama ini telah dia anggap seperti putrinya, lalu singgah sejenak ketempat kediaman keluarga Xu berada, memandang foto pernikahan Putra mahkota dan putri mahkota diruang tamu sembari menjenguk ratu bayangan yang saat itu telah sadar dari keterkejutan yang menyebabkan ia tak sadarkan diri seharian penuh dan berakhir dengan melewatkan proses pemakaman menantu yang sangat disayanginya.


“Kalau aku tahu Xu’i akan semenderita ini, harusnya aku saja yang melindungi wanita itu selama ini” suara teriakan seorang gadis terlihat begitu piluh bercampur dengan isak tangis. “Kenapa kau bisa sebodoh itu memberikan Surat Izin pemilihan putri mahkota pengganti,..? Maki gadis itu terlihat sangat kesakitan.

__ADS_1


“Bukan aku yang melakukannya..” jawab laki-laki dihadapan gadis itu mencoba meyakinkan.


Ratu negara yang telah turun dari mobil dengan segera datang menghampiri mereka yang saat itu sedang berada dikoridor istana, koridor yang biasa digunakan untuk menuju keruang Utama, tempat singgasana raja berada.


“Kau benar tidak melakukannya, kan shin...?” tanya seorang lain yang saat itu tampak sedang menahan kemarahan gadis dengan menggenggam kedua pergelangan tangan gadis itu dari belakang.


Raja negara yang saat itu mencoba membela diri setelah terkena Amukan Putrinya, Sun Liyu’a, dan berhasil mengejar gadis itu karena menerima ancaman pengunduran diri dari jabatan Kepemimpinan kesatuan militer angkatan Laut secara paksa seperti putra mahkota sebelumnya, terlihat begitu kacau dan kebingungan. “aku benar-benar tidak melakukannya..” jawab laki-laki tersebut tampak sangat Sedih karena dia sendiri bahkan tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga Putra mahkota dan juga putri istana mengundurkan diri dari jabatan mereka.


“Kau dengar...” seorang yang tadinya menggenggam erat pergelangan tangan putri istana saat mengetahui gadis itu akan menyerang ayahnya sendiri ketika ia mulai tiba diistana, mulai melepaskan pergelangan tangan tersebut “kau masih tidak ingin mempercayai ayahmu sendiri ya...?” Tanya orang tersebut yang tak lain adalah Raja bayangan, Xu idris kepada putri istana.


“Maksud kalian cap stempel raja tiba-tiba berada disurat Izin pemilihan putri mahkota pengganti tanpa ada yang melakukannya, begitukah..?” suara ratu negara mulai terdengar hingga membuat Putri istana dan raja bayangan menghadap menyamping, menoleh kepala melihat wanita yang saat itu sedang mengenakan pakaian berkabung berwarna Hitam.


“mungkin saja, tapi sungguh...” raja negara terlihat begitu tertekan “aku tidak melakukannya, percayalah padaku” pintanya kepada semua orang yang berada disana.


“Bagaimana mungkin kami tidak percaya kepadamu..?” ucap raja bayangan menenangkan temannya “bukankah kita telah melewati segalanya bersama..?” lanjut laki-laki itu lagi.


“Benar shin..” ucap ratu negara berjalan menghampiri Suaminya “pasti, saat ini penyusup sedang berbaur bersama kita” lanjut wanita tersebut mengejutkan putri istana yang langsung tertunduk merasa bersalah karena telah menyakiti ayahnya dengan ucapan kasar yang ia telah lontarkan.


*********


Setelah menyelesaikan tangisan karena merindukan ratu negara dan ratu bayangan,


Setelah menenangkan hati beberapa jam lamanya diSauna sembari membersihkan diri,


Setelah membeli pakaian ganti dan juga perlengkapan yang dibutuhkan.


Gadis yang saat itu sedang menghembus panasnya Mie Cup, mulai bersiap-siap untuk melangkah kaki ketika Pintu lift terbuka.


“Astaga...” ucapnya begitu terkejut ketika melihat putra mahkota dengan earphone dibelakang leher sedang berdiri melipat kedua tangan tampak sedang menunggu kedatangannya kembali.


Memandang tajam, “berani sekali kau pergi...” ucapan laki-laki tersebut membuat Zili tersenyum getir, lalu mulai melangkah kaki tepat dihadapannya.


Menghela nafas berat karena merasa akan sangat lama menyantap Mie yang ada ditangannya “kalau tidak ingin aku pergi, harusnya kau biarkan saja aku masuk kedalam apartemenmu” Jawab gadis itu sembari memandang mie cupnya begitu terpesona.


Warna merah karena memilih Mie cup extra pedas dan juga butiran pilus menambah hasyrat dan keinginan hati untuk segera menyantapnya setelah sebelumnya menuangkan air panas yang ia dapatkan dari pemilik bangunan disana.

__ADS_1


Meskipun Zili sedang menyamar, tetap saja ia sangat mengenal pemilik gedung yang tinggal dilantai dasar, hanya sekedar untuk meminta air panas saja, bagi gadis itu tidak masalah meskipun ia sendiri harus menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan Wanita tua, pemilik bangunan Tersebut.


“Hmm” putra mahkota tersenyum licik “baiklah..”


Haaa...


Zili semakin dibuat terkejut,


“apa yang kau lakukan.. ?” teriaknya keras ketika Mie cup kesayangannya diambil paksa putra mahkota.


Putra mahkota yang tadinya berdiri mulai berjongkok,


Fuuufff “malam ini kau diizinkan masuk keruanganku” ucapnya lalu menyantap Cup mie milik Zili begitu lahapnya.


“Itu punyak...


Belum sempat meraih makanannya, Zili dibuat tertegun dengan pandangan tajam putra mahkota yang menusuk hingga sampai keuluh hatinya. “Benar-benar keterlaluan “ ucap gadis itu begitu menyedihkan hingga terpaksa harus berbalik menuju Lift lagi.


Masih dengan santai melahap cup mie, “kau mau kemana..?” pertanyaan putra mahkota menghentikan tangan gadis itu menekan tombol disamping lift.


Menahan rasa geram diantara rasa takut “tentu saja pergi membeli Cup mie lagi” ucap keras Zili penuh emosi.


“Aku akan ikut pergi bersamamu” ucapan putra mahkota membuat kekesalan Zili semakin parah “jadi tunggu aku menyelesaikan makananku” lanjutnya lagi membuat Zili sontak berbalik arah.


Ingin marah “tapi ...” namun diurungkannya karena melihat tatapan menakutkan putra mahkota “kau kan bisa pergi sendiri,” ucap gadis itu pelan “kenapa harus pergi bersamaku..?” tanya nya begitu hati-hati karena takut menerima tekanan dari laki-laki dihadapannya.


“Tentu saja karena aku tidak punya uang” lanjut laki-laki tersebut mengejutkan Zili “bukankah malam ini kau akan menginap diruanganku ..?” pertanyaannya membuat Zili menggertakan gigi geram “jadi kau juga harus membayar uang penginapannya kepadaku dengan membelikan semua kebutuhan dan perlengkapanku malam ini”


Pasrah,


Gaji yang baru saja ia terima terpaksa harus dikembalikan lagi kepada pemiliknya,


Pikir gadis itu,


Hari itu nasibnya tidak seberuntung biasanya.

__ADS_1


__ADS_2