
Pintu darah tertutup.
Dia berlari menyusuri koridor sempit melewati beberapa pintu di sisi kanan dan sisi kirinya.
Berbeda dengan koridor yang lain, Cahaya yang menerangi tempat tersebut berwarna merah.
Jenis lampu Flueresen yang sangat panjang tampak menggantung di atas atap, mengeluarkan cahaya merah hingga berakhir di ujung koridor yang terdapat sebuah Pintu baja besi.
Menghela nafas sejenak, lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Gadis itu mulai meraih dua gagang di pertengahan pintu lalu membuka pintu tersebut.
Pintu terbuka.
Sedikit terbelalak,
“Ruangan Obat...?” Tanya Gadis itu pada dirinya sendiri ketika melihat sebuah tabung kerucut berputar lambat di tempat yang sama.
Berbalik menutup pintu, lalu kembali melihat kesegala penjuru arah.
Ruangan Aneh yang diterangi lampu berwarna merah tersebut memiliki beberapa pintu lain dan bahkan salah satu pintu adalah pintu darah yang sering kali di lihat oleh gadis itu.
Di sisi kanan ruangan juga terdapat sebuah lemari yang berisi beberapa gelas-gelas kaca serta botol-botol cairan.
Mulai melangkah, Mendekati tabung kerucut di pertengahan ruangan, gadis itu tampak mengerutkan dahi kebingungan ketika melihat tumpukan obat-obat berbentuk tablet dan berbeda warna dipisah-pisahkan ke dalam delapan ruang di tabung berputar tersebut.
Merah, biru, putih, hitam, kuning, ungu, jingga dan hijau terlihat jelas seperti warna bendera milik masing-masing Klan di negara NC.
“Mungkinkah ini yang disebut dengan obat pengubah darah..?” Gumam gadis tersebut pelan sangat penasaran sembari mengingat kembali hadiah yang pernah dia dapatkan dari keluarga kerajaan untuk mengubah golongan darahnya menjadi golongan darah Xu, Namun pada saat itu ia menolak hadiah tersebut karena tidak ingin memiliki golongan darah yang berbeda dengan golongan darah milik ayahnya.
“Uhuk.. uhuk...” Suara seorang wanita terdengar mengejutkan Zili.
Hatinya mulai gelisah, ia begitu takut jika seseorang mengetahui keberadaannya.
Tetap di tempat dan mulai duduk di atas lantai menunggu kedatangan laki-laki tua untuk menyuruhnya keluar dari persembunyian. “Air..air..” Suara wanita tersebut terdengar lagi, kali ini begitu lemah dan tidak berdaya.
Mungkinkah terjadi sesuatu padanya...?
Guman gadis itu di dalam hati, menghela nafas dan memberanikan diri untuk menghampiri sumber suara.
__ADS_1
“uhuk.. uhuk..” Menghentikan langkah kaki tepat di depan pintu baja lain. “Air..air..” Suara menyedihkan tersebut membuat hati Zili tidak sanggup untuk mengabaikannya.
Meraih dua gagang di pertengahan pintu lalu membuka.
“uhuk..uhuk..”Bau obat sungguh menyengat, masuk menusuk ke rongga hidung namun entah mengapa bau tersebut seperti telah terbiasa ia rasakan padahal gadis itu sangat ingat bahwa dirinya sekalipun belum pernah menghirup obat tersebut di masa lalu.
Berkali-kali menggosok hidung yang terasa nyeri karena aroma tak sedap, Zili mulai melangkah menghampiri sumber suara yang berasal dari sebuah tabung kaca tertutup di sisi kanan ruangan tersebut.
Mendekati tabung besar lalu menemukan tubuh seorang wanita tua yang tampak terbaring lemah di atas sebuah kasur dalam tabung kaca panjang berbentuk horizontal, Gadis itu membelalak mata teramat terkejut. “Apakah kau nenekku...?” Tanya gadis yang telah memastikan berkali-kali wajah wanita tua di dalam tabung yang menutup mata tersebut, sama dengan wajah neneknya di Album Foto keluarga Ayahnya.
“Apakah Kau Zin Zili’A...?” Tanya balik wanita tua yang telah membuka mata dan memeluk beberapa foto di tangannya.
Tersenyum getir, “Kenapa kau bisa tahu bahwa aku Zin Zili’A...?” Tanya balik Zili yang mulai menjatuhkan air mata.
Memperhatikan wajah Zili dengan seksama sembari menahan rasa sakit di tubuh yang terdapat sebuah selang infus di lengan tangan. “Karena kau menyebutku nenekmu dan karena hanya wajahmu saja yang belum pernah aku lihat selama ini.” Jawab Wanita tua tersebut sembari mengangkat tangan perlahan-lahan dan memperlihatkan beberapa foto cucu-cucunya namun tak satupun terdapat foto Zili di sana.
“Jadi begitu ya...?” Ucap gadis itu merasa sedih karena tidak ada seorangpun yang mau memberikan foto gadis tersebut kepada neneknya sementara wanita tua di hadapannya bahkan mampu mengingat namanya. Menepis kesedihannya lalu Mencari-cari air di sana tetapi tidak menemukan apapun kecuali hanya tabung kaca yang di tempati wanita tua tersebut. “Nenek, Dimana aku bisa menemukan air untukmu...?”Tanya gadis tersebut begitu khawatir melihat keadaan wanita tua tersebut.
Tersenyum senang, bahkan gigi-giginya sampai terlihat. “ Aku hanya ingin merasakan air saja.” Jawab wanita tua membingungkan Zili.
“Nenek, Maksudmu bagaimana..?” Mencari sesuatu untuk membuka kaca yang menutupi tubuh wanita tua tersebut.
Pintu kaca terbuka, Zili akhirnya mampu melihat wajah neneknya secara langsung tanpa terhalangi benda apapun.”Jadi nenek meminta air hanya karena ingin merasakan kembali makanan dan minuman masuk ke dalam mulut, begitu ya..?” Tanya gadis tersebut mulai meraih salah satu telapak tangan wanita tua tersebut dan menggenggamnya.
“Benar.” Jawab wanita tua membalas genggaman tangan Zili. “ Harusnya orang lain tidak boleh sembarangan membuka Penutup tabung..” Tersenyum bahagia karena melihat cucunya telah beranjak remaja. “ Tapi karena kau memiliki darah Spesial, maka dari itu tidak masalah bagiku untuk bersentuhan langsung denganmu.” Lanjut wanita tua tersebut menjelaskan sesuatu yang mengejutkan Zili.
“Darah Spesial..?” Tanya gadis itu sungguh sangat penasaran.
Senyumannya hilang, “Mereka tidak memberitahukan apapun tentang masa lalumu ya..?” Sepertinya wanita tua tersebut memahami sesuatu.
Menggigit bibir bawah karena rasa penasaran yang telah mendarah daging di dalam hati. “ Nenek aku mohoh..” Air mata yang telah berhenti mengalir, kini mulai menetes kembali. “Beritahu kepadaku alasan semua orang meninggalkan dan membenciku,” Pinta gadis itu dengan tangannya yang gemetaran. “ Bahkan kakek sangat membenciku padahal aku adalah Cucu kandungnya , lalu ayah juga sering meninggalkanku dirumah sendirian saja.” Lanjut jelas gadis terus mengadukan penderitaannya kepada neneknya sendiri. “Mereka bilang melindungi.. melindungi, “ Aliran air mata terus berjatuhan membasahi pipi dan tangan neneknya. “Tapi aku sendiri bahkan tidak pernah merasa dilindungi oleh mereka. “Lanjut gadis tersebut lagi mengingat setiap perbuatan yang dilakukan teman-teman sekolah gadis tersebut di masa lalu.
Melepaskan tangan dari genggaman Zili lalu menghapus air mata gadis yang masih berdiri disampingnya kemudian bergerak mengelus kepala gadis tersebut. “ Mereka hanya tidak ingin kau menjadi Ternak musuh.” Jawab Wanita tua semakin mengejutkan Zili yang lagi dan lagi sangat kebingungan saat itu.
“Te.. ternak...?” Tanya gadis itu gugup sembari menghentikan tangisannya.
Detak jantungnya tidak beraturan, ia mulai menggigil ketakutan mendengarkan jawaban dari neneknya.
__ADS_1
Menurunkan tangan dari kepala Cucunya karena tak memiliki banyak Tenaga hanya untuk mengelusnya lama lalu menggenggam tangan Zili kembali. “Bukankah sudah kukatakan bahwa darahmu merupakan darah Spesial ..?” Ingatkan wanita tua yang membuat Zili sontak menganggukan kepala. “Itu artinya darahmu mampu membuka pintu darah semua klan termasuk pintu harta klan dan pintu-pintu darah lain di dalam ruang harta klan seperti darah Yuanna.” Jelas wanita tua tersebut begitu mengejutkan gadis yang mulai bernafas secara tidak beraturan.
Tangan yang menggenggam erat mulai melemah namun tangan wanita tua tetap menahan tangan Zili untuk tidak terlepas dari tangannya.
“ Zian, Zian Berhenti.” Suara teriakan laki-laki tua terdengar dari luar pintu dan mengejutkan Zili.
“Pasti kau menyembunyikan sesuatu dariku.” Suara laki-laki tua yang berbeda juga terdengar di sana.
“Pergi!” Perintah Wanita tua melepas tangan Zili dan mendorong tubuh gadis itu menjauhinya. “keberadaanmu tidak boleh diketahui Ayahku.” Lanjut Wanita tua mulai khawatir dan gelisah.
“Ikutlah bersamaku nenek.” Pinta Zili mulai menutup kaca tabung. “ Aku akan membawamu kembali ke negara, aku juga akan mengurusimu, dan akan kupastikan bahwa kau juga bisa merasakan makanan dan minuman masuk ke dalam tenggorokanmu.” Lanjut Zili memberi janji lalu mendorong tabung di hadapannya tersebut.
“Jangan bawa aku, aku akan menyusahkan negara dengan Virus didalam tubuhku.” Tolak Wanita tersebut keras mulai menggedor-gedor penutup tabung agar Zili berhenti mendorong benda tersebut.
“Virus..!” Tetap mendorong tabung hingga keluar ruangan dan bergerak menuju ke arah pintu darah di ruangan tersebut. “ Tenang saja nenek, Negara kita memiliki Calon Raja yang begitu hebat hingga Virus mematikan seperti Blood-V saja, ia mampu memusnahkannya dari dalam tubuh manusia.” Ucap gadis itu berusaha meyakinkan.
Ucapannya sungguh mengejutkan wanita tua yang terlihat merasa lega. “benarkah..?” Tanya wanita tua tersebut meminta keyakinan bersamaan dengan ibu jari Zili yang telah memasuki Lubang di pertengahan pintu darah Xu.
Ia yang telah mengetahui bahwa darahnya sangat spesial, tidak lagi ragu-ragu meletakan ibu jarinya di lubang pintu darah tersebut.
“Tentu saja nenek.” Jawab gadis tersebut meyakinkan neneknya kembali.
Lampu merah di pertengahan pintu menyala,
Pintu darah telah terbuka bersamaan dengan pintu ruangan tersebut yang juga terbuka dan memperlihatkan dua laki-laki tua.
“Kau...?” Salah seorang laki-laki tua bertubuh kekar dan juga bugar mencoba untuk melepaskan diri dari laki-laki tua lain yang terlihat lemah mendekati Zili. “Berani sekali kau membawa putriku lari.”Bentak laki-laki tua bertubuh kekar yang telah menghempaskan tubuh laki-laki tua yang menghalanginya hingga laki-laki tua tersebut terhempas keras menabrak dinding.
“Pergi!.” Perintah laki-laki tua yang terjatuh mulai berdiri kembali menghalangi langkah laki-laki tua bertubuh kekar.
Mendorong tabung sekuat tenaga memasuki pintu darah. “ Kakek aku pergi.”
“ Brengsek..”
Baaaakkk..tubuh laki-laki tua yang menghalanginya lagi-lagi ia hempaskan kali ini melayang lebih jauh. “ Dia pasti bayi yang kau bilang mati itu,” Tebak laki-laki bertubuh kekar mulai bergerak cepat mendekat.
Berbalik cepat lalu menekan tombol merah setelah masuk, Pintu darah Xu seketika tertutup sebelum laki-laki tua bertubuh kekar di depannya ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
“Nenek, Percayalah, sekuat tenaga aku akan membawamu keluar dari sini.” Ucap Zili berusaha meyakinkan kembali lalu mendorong tabung yang berisi tubuh wanita tua di gelapnya sebuah Lorong yang tak bercahaya.
Menghidupkan lampu senter di jam tangannya. “ Baiklah.” Jawab wanita tua terdengar begitu bahagia dengan ucapan Cucunya tersebut. “Zili, Tolong bawa nenekmu ini kembali kedaratan.” Pintanya membuat hati Zili merasa bahagia.