
“Kau ini benar-benar....
Putra mahkota meraih tubuh Zili, memeluk erat tubuh gadis itu dengan kedua tangannya sejenak lalu mengulurkan salah satu tangan kearah dahan pohon yang berada didinding tebing, menarik tubuhnya dan tubuh Zili mendekati dinding, lalu naik keatas batang pohon miring disana.
Hembusan angin menggoyangkan pepohonan dibawah tebing, membawa jatuh dedaunan kering melewati putra mahkota yang telah melepaskan pelukannya kepada Zili “f-texchi” panggil laki-laki tersebut ke jam tangan yang juga digunakan untuk mengontrol semua texchi miliknya. “p-texchi” lanjut laki-laki tersebut memanggil texchi lain diwaktu yang sama.
Awan terlihat menutupi matahari dilangit, warnanya yang putih tiba-tiba berubah menjadi hitam sesuai dengan perasaan Zili hari itu.
Gadis itu tunduk menahan rasa sedih yang teramat dalam “ternyata benar kau ada disini” ucapnya piluh karena tidak mempercayai perkataan putra mahkota yang tadinya sedang menyamar menjadi Shen Shi yun. “shisou...
Zili mulai mengangkat kepala memandang putra mahkota yang sedang memperbaiki jam tangan Super miliknya “aku tidak pantas menjadi istrimu lagi” ucapnya terang-terangan mengejutkan putra mahkota yang langsung menghentikan tangannya memperbaiki jam.
“Kau ini bicara apa?”
“Aku...
Ragu-ragu ia berkata sembari menundukan lagi kepalanya merasa bersalah “ sudah tidur dengan laki-laki lain” jelasnya menghela nafas berat “kau pasti sangat membenciku, bukan?” lanjutnya lagi mulai meneteskan air mata lalu dengan cepat menghapusnya.
“Bodoh...
Ucap putra mahkota juga merasa bersalah “mana mungkin aku membencimu” lanjutnya lagi semakin memperparah perasaan hati Zili yang mengira bahwa laki-laki dihadapannya tidak pernah mencintainya bahkan ketika ia telah mengaku tidur dengan laki-laki lain, pikirnya, putra mahkota sedikitpun tidak merasa cemburu.
“Aku menyerah saja...
Ucap Zili mengejutkan putra mahkota yang langsung memandang tajam kearahnya. “aku ini sungguh wanita yang sangat bur....
“Aku tidak akan pernah membencimu” putra mahkota berhasil memeluk Zili yang mulai menitihkan air mata, “tapi tentu saja aku membenci laki-laki yang telah tidur bersamamu” ucapnya mencoba menenangkan gadis yang masih menahan suara tangisan.
“Aku...
“maaf...
Putra mahkota meraih belakang kepala Zili “aku tidak punya banyak waktu luang untuk selalu mengunjungimu” ucapnya sedih “Tugasku sebagai putra mahkota sangat banyak hingga aku terlalu sibuk bahkan hanya untuk melihatmu” lanjutnya lagi mencengangkan Zili dan menghentikan tangisannya. “Aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika kau menyerah saat ini juga” tambahnya mempererat pelukannya “sebagai seorang suami, aku bahkan belum bisa membahagiakanmu...
“Emmmmm...
Zili menggelengkan kepala menyela ucapan putra mahkota “aku akan menunggumu, akan selalu menunggumu sesibuk apapun dirimu” ucap Zili dipelukan putra mahkota “shisou, percayalah, aku sudah terbiasa dengan menunggu jadi jangan khawatirkan aku”
“Benarkah?”
__ADS_1
Tanya putra mahkota melepaskan pelukannya.
“Hmm..
Angguk Zili meyakinkan “aku tidak jadi menyerah, aku akan terus berusaha agar kau bisa mencintaiku dan juga agar aku bisa membantu tugas-tugas beratmu dimasa depan” tegas Zili mendongakkan wajah menatap mata putra mahkota yang mampu membuat detak jantungnya berdegup kencang.
Putra mahkota tersenyum menahan rasa malu memeluk Zili kembali karena belum sanggup membalas tatapan gadis itu yang sangat memikat hatinya “tenang saja, bagaimanapun hasil yang kau dapatkan, aku akan tetap membukakan hatiku untukmu.” Ucapnya mulai memegang lagi belakang kepala zili “tetapi tentu saja aku lebih menyenangi jika hasilmu memuaskan hatiku jadi berusahalah, Zili...
Lanjut putra mahkota membuat Zili sontak melepaskan diri dari pelukannya karena mendengar laki-laki tersebut menyebut namanya.
“Shisou..
Gadis itu mendongak lagi menatap wajah putra mahkota “kau sebut aku apa tadi?” tanyanya ketika putra mahkota telah membalas tatapan matanya.
“Zili....
Ucap putra mahkota membuat hati Zili bahagia, karena sangat jarang sekali orang menyebut namanya.
Zili tersenyum lembut memandang laki-laki dihadapannya, hal itu membuat putra mahkota sontak memegang leher gadis itu, membungkukan tubuhnya perlahan-lahan, masih dengan memandang wajah Zili yang mempesona didalam pandangan matanya, putra mahkota mulai mendekati bibir mungil gadis itu
Kedua nafas mereka saling beradu tak beraturan.
Semakin mendekat..
Suara texchi Falcon putra mahkota sontak mengejutkan kedua pasangan yang hampir saja saling berciuman.
Saking terkejutnya hingga membuat putra mahkota menghadap kesamping kanan sementara Zili membalikan badan.
“Ehmm..
Putra mahkota mulai mendehem sembari memegangi tengkuk leher belakangnya. “naiklah” perintahnya kepada Zili yang terlihat memegang kedua tangannya didada, menahan gigilan ditubuhnya.
“Hmm..
angguk Zili ragu-ragu mulai melangkah satu kaki naik keatas texchi falcon milik putra mahkota.
“Haaa....
Putra mahkota dengan cepat meraih tangan Zili, memutar tubuh gadis itu lalu memegang pipi kirinya “tunggu aku” bisik putra mahkota lalu mencium pipi kanan istrinya.
__ADS_1
“Get ready my lord, code name pegasus 00A...
Lagi, suara texchi pegasus yang berbentuk kuda memiliki dua sayap disampingnya membuat kedua pasangan suami istri tersebut mengulang lagi perilaku mereka. Kali ini bahkan gigilan tubuh Zili semakin parah saking malunya ia menerima ciuman pipi dari putra mahkota.
Karena sudah tidak tahan menahan rasa malu, dengan segera ia melangkah kaki keatas robot burung falcon milik putra mahkota.
Haa...
Tampak tidak ingin istrinya berlalu pergi, putra mahkota yang tadinya memegang tengkuk leher belakang, menahan tangan Zili untuk tetap berada disana.
Hal tersebut sontak menghentikan langkah gadis itu dan membuatnya memutarkan kembali tubuhnya menundukan kepala “shisou, aku akan menunggumu” ucap gadis itu cepat “akan selalu menunggumu”lanjutnya lagi membuat putra mahkota tersenyum menghadap kearahnya lagi dan memandang kepala Zili yang terlihat menunduk.
“Terima kasih” ucapnya mengangkat tangan, mencoba meraih tubuh Zili untuk memeluk gadis itu kesekian kalinya.
“Kenapa kau lama sekali?”
Suara penasihat putra mahkota yang telah datang menghampiri mereka dengan texchi burung rajawali miliknya sontak mengurungkan Niat putra mahkota memeluk istrinya yang telah memandang melihat penasihat putra mahkota dan kedua pelindung putra mahkota yang mulai berdatangan menaiki texchi mereka masing-masing, menghampiri kedua pasangan tersebut.
“Waahhh...
Pelindung putra mahkota Shin ji datang mendekati Zili “kau nekad sekali menjatuhkan diri dari atas Tebing” ucapnya kepada Zili sembari menggelengkan kepala tidak menyangka.
“Ahh itu....
“Berhentilah basa-basi,..
Ucap putra mahkota tampak tidak senang melihat temannya mendekati Zili “pergi saja dulu sana”
“Haaa...
Perintah putra mahkota mengejutkan temannya yang bahkan tidak menyangka akan diperintah pergi lebih dahulu karena sebelumnya ia tidak pernah mendapatkan perintah seperti itu. “Xu’i...
“Sudahlah sudah, ayo kita pergi saja...
Ucap penasihat putra mahkota yang memahami keadaan saat itu, “jangan mengulur waktu terlalu lama “ ucap penasihat putra mahkota mengingatkan “atau mereka akan bergerak lebih cepat dari kita” lanjutnya lagi lalu bergerak pergi meninggalkan putra mahkota dan zili diikuti oleh kedua temannya.
“Pergilah,..
Perintah putra mahkota yang langsung naik keatas texchi pegasus miliknya diikuti Zili yang juga naik keatas texchi burung falcon milik putra mahkota.
__ADS_1
“Shisou...
Zili yang telah berada diatas texchi menatap lekat kearah putra mahkota yang juga membalas tatapan lekatnya “berhati-hatilah” ucap gadis itu tersenyum lembut lalu texchi yang ia naiki pergi meninggalkan putra mahkota yang masih berdiri menatap kepergiannya.