
Waktu berjalan begitu lambat,
Setiap saat hembusan nafas terasa begitu berat.
Tiga hari telah berlalu sejak pertemuannya dengan laki-laki yang dia cinta.
Setelah itu, tidak sedikitpun Zili mendengar kabarnya.
Berdiri didepan kaca, memakai jubah warna putih, mengikat rambut satu ikatan kebelakang, dan memakai jepit rambut diponinya agar tidak jatuh menutupi wajah.
Sehari telah berlalu sejak ia keluar dari ruangan mengerikan, Kini gadis itu mulai menuju kelangkah berikutnya. Mulai mendapatkan izin memasuki ruangan laboratorium penelitian, memperlihatkan hasil kerja kerasnya kepada dokter hewan yang ia telah anggap sebagai gurunya didesa ann meskipun panggilan tersebut ditolaknya.
Suara sepatu hitam berhak sedang berbunyi menggema didalam ruangan pribadi yang telah jatuh ketangan zili dirumah tersebut.
Ruangan pemberian Putra mahkota yang merupakan Donatur terbesar laboratorium yang dijalankan diwilayah utara.
Memperbaiki jas putihnya sembari berjalan keluar ruangan kamar, menekan hati merindukan putra mahkota, menguatkan diri diantara kegugupan, zili, kini tengah berjuang selangkah lebih maju demi menggapai tingginya Kedudukan putra mahkota, laki-laki yang dicintainya.
“Shisou, Cepatlah kembali.”
Ucapnya sembari berjalan memasuki koridor rumah yang dipenuhi dengan ruangan pribadi milik para peneliti berbakat desa Ann dan juga pejabat tinggi yang memiliki hak dan Izin menetap disana.
********
AUTHORIZED PERSONAL ONLY.
Tanda larangan masuk terlihat berada tepat di pertengahan Pintu yang terbuat dari Kaca.
Tanda tersebut menghentikan langkah Zili karena merasa ia belum menjadi bagian dari anggota laboratorium dihadapannya.
Puluhan Microscope terlihat berada diatas puluhan meja, dari luar tampak jelas ruangan tersebut dipenuhi deengan gelas-gelas kaca, serta lemari kaca yang didalamnya terdapat banyak sekali bubuk serta minuman fermentasi yang mungkin telah siap diteliti.
Haaah.
Suara desahan terdengar hingga membuat Zili menoleh arah kesampingnya “sensei...
Panggil gadis itu ketika melihat dokter hewan telah berdiri mengenakan jubah putih dan kacamata.
Poni Rambutnya yang menutup dahi, dan kacamata yang ia kenakan membuatnya tampak seperti seorang murid SMA, padahal usianya sudah memasuki angka 23 Tahun.
Meskipun demikian, laki-laki tersebut tidak memilik tunangan seperti pejabat tinggi lainnya, itu karena Fobia terhadap sentuhan wanita yang ia derita selama ini.
“Kenapa kau masih berdiri disini?”
Tanyanya membalas tatapan Zili, “kau ini penakut sekali” lanjutnya lagi sedikit kesal.
“Aku hanya tidak berani melangkah tanpa seizin pemiliknya” Jelas gadis itu sembari menundukan kepala sejenak lalu menarik nafas kemudian tersenyum tipis memandang kembali kearah Dokter hewan.
Laki-laki disampingnya tersenyum geli menahan tawa melihat kebodohan Zili “memangnya kau tahu pemilik tempat itu?” lanjut tanya laki-laki tersebut.
“kalau bukan kau jadi siapa lagi?” tanya balik Zili menurunkan kepalanya menghadap kepintu masuk.
“Tentu saja bukan aku..
__ADS_1
Jawab laki-laki tersebut, mulai membuka pintu “kaulah pemilik tempat ini” lanjut laki-laki tersebut mengejutkan Zili tidak percaya, bahkan matanya sampai berkaca-kaca saking bingungnya dia mendengar jawaban laki-laki yang kini telah berdiri membukakan pintu untuk Zili.
“Aku?”.
“Xu’i mengalihkan hak kepemilikannya kepadamu,” Laki-laki itu mulai melangkah masuk diikuti oleh Zili dengan langkah cepatnya. “bersyukurlah kau menikahi Laki-laki paling kaya dinegara ini” lanjut laki-laki tersebut “bahkan 100pulau pun mampu ia berikan untukmu jika ia mau”
Zili mulai berjalan mengimbangi Laki-laki disampingnya “aku tidak ingin satu pulaupun darinya”
“Dasar munafik”
Sindir dokter hewan yang telah mengambil beberapa peralatan menuju satu meja tempat Zili berdiri saat itu.
“Aku...
Zili meghela nafas berat “ ingin yang lebih mahal dan berharga dibandingkan 100pulau”
“emmmm...
Dokter hewan mulai mendekat “jadi kau mau negara dan seisinya?”
“Bukan, ..
Jawab Zili cepat “tentu yang aku inginkan adalah Hati putra mahkota” lanjut gadis itu mencengangkan dokter hewan.
“Kau...
“Kalau aku bisa mendapatkan hatinya, pasti, aku bisa mendapatkan semua miliknya, bukan?” lanjut gadis itu lagi menerima peralatan Dari dokter hewan.
Dokter hewan tersenyum kecut “benar-benar wanita licik”
“Beruntung apanya...
Dokter hewan tersenyum geli, entah mengapa, tapi tampaknya dia mulai menyukai Sifat Zili “orang licik sepertimu pasti akan merugikanku dimasa depan”
“Hahaha..
Zili mulai tertawa kecil “tepat sekali,” jawabnya membenarkan “setelah aku mendapatkan hati putra mahkota, aku akan memintanya untuk membelimu sensei, dan kau akan ku jadikan boneka mainanku” lanjutnya dengan tawa lucu.
“Hahahahah.. tinggi sekali mimpi”
Tawa geli Dokter hewan yang telah meletakan Potongan hewan kemicroscope.
“Hehehe ....
Balas tawa Zili yang telah mengambil potongan tubuh hewan dan meletakkannya ke microscope yang berbeda.
“Kau disini?”
Suara seseorang menegakan tubuh dokter hewan dan Zili yang tadinya membungkuk melihat potongan hewan dari microscope.
“Ohh Sehan,...
Panggil dokter hewan kepada seorang laki-laki yang baru saja datang membawa tiga orang laki-laki lain bersamanya.
__ADS_1
“So’a, siapa wanita disampingmu itu?” tanya seorang lagi dari mereka “tidak biasanya kau membawa orang bersamamu terlebih lagi wanita”
“Kalian tidak mengenalnya?”
Dokter hewan mulai membuka sarung tangannya, lalu melepas tali masker disalah satu telinga Zili. “dia adalah pemilik baru laboratorium ini”
“Benarkah?”
Semua orang mulai berdatangan menghampiri mereka “waaah hebat sekali”
Puji seorang dari mereka “bagaimana caramu mendapatkan laboratorium terbaik ditempat ini?”
Tanyanya kemudian.
“Benar, padahal tidak mudah mendapatkannya karena putra mahkota sendiri selalu menolak untuk menjualnya sekeras apapun kami meminta”
Tambah seorang lainnya yang berdiri tepat disamping Zili.
“Kalian tidak mengenalnya?”
Tanya dokter hewan untuk kedua kalinya.
“Jangan bilang dia putri mahkota?”
Sontak Zili terkejut melihat ekspresi wajah semua orang berubah menjadi sangat membenci.
“Tentu saja bukan,..
Jawab Dokter hewan yang telah menyadari suasana tidak mendukung untuk memperkenalkan Zili kepada para anggota laboratorium tersebut. “dia Sun Liyura”
“Syukurlah,..
Jawab seorang dari mereka “jadi kau berasal dari Klan Sun ternyata”
“Memangnya kenapa dengan putri mahkota?” tanya Zili terang-terangan karena merasa sangat penasaran dengan perubahan wajah mereka.
“Mendengar namanya saja sudah membuat aku muak”
Jawab seorang dari mereka menyakiti hati Zili.
“Apa lagi dia berasal dari Klan zin?”
Tambah seorang dari mereka.
“Para penduduk Klan Zin memang sangat licik mereka juga sangat rakus, berapa banyak uang dari saudara kita didesa Ann yang mereka santap begitu serakahnya” jelas seorang disamping Zili.
Dokter hewan mulai menghela nafas “tidak semua dari mereka sama”
“Mereka semua sama, menjijikan,..
Hina seorang dari mereka “kau tahu, saking jijiknya, sampai sekarang keluargaku bahkan masih memendam benci karena kerugian yang kami dapatkan saat bekerjasama dengan mereka”
“Kau...
__ADS_1
Zili mulai memandang seorang yang baru saja membuka suara “memangnya apa yang telah dilakukan warga Klan Zin kepada keluargamu?” tanya Zili semakin penasaran.