
Detik-detik menegangkan dimana waktu terus berjalan diantara suara ketikan keyboard yang menggema didalam ruangan.
Mengerjakan 50 jenis soal pilihan berganda dan 5 jenis soal esai di satu keahlian Klan membuat detak jantung Zili terpacu kencang saking khawatirnya.
Telah menyelesaikan satu keahlian, kini gadis tersebut beralih ke keahlian yang lainnya.
Suara jarum jam dinding berdetik tak lagi terdengar.
Dengan santai, putra mahkota yang telah menyelesaikan 7 keahlian klan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit sedang duduk santai melipat kedua tangan kebelakang kepala serta menyandarkan tubuh dikursi dan memainkan permen lolipop dimulutnya sembari melihat jawaban yang Zili telah masukan didalam layar laptop tanpa memberikan sedikitpun bantuan untuk gadis itu.
Untuk pertama kali dalam hidup zili mengerjakan soal-soal ujian dari kelas khusus, menegangkan dan mengkhawatirkan, tetapi semua soal yang tertulis pernah ia pelajari sebelumnya disekolah militer dan juga sekolah peternakan.
Hal itu memudahkannya menjawab soal-soal diantara waktu singkat yang ia miliki.
Zili telah mengalihkan tanda panah kearah Tombol penyerahan disisa waktu 50 detik, mengerjakan 2 keahlian klan dalam jangka waktu kurang dari 1 jam sungguh membuatnya takjub pada dirinya sendiri.
“Eeehhh... hanya dua”
Suara seseorang mengejutkan Zili yang sontak menoleh kepala kebelakang, kearah sumber suara terdengar. “Pangeran Xu...
Panggil gadis itu kepada pangeran Xu yuhan yang tadinya ingin melihat hasil ujian gadis itu.
“Teman, kenapa kau bodoh sekali?” hina nya terang-terangan.
Putra mahkota tersenyum lucu mendengar hinaan untuk istrinya “me.. memangnya kau mengerjakan berapa keahlian?”
“Tentu saja 7 keahlian”
“Tujuh?”Sontak Zili membelalak mata
“Hmm..
Angguk pangeran Xu yuhan, “semua orang disini mengerjakan tujuh keahlian Klan, meskipun belum tentu benar semua tetapi tetap saja seluruh keahlian umum Klan NC pernah kami pelajari disekolah khusus,”
“Tapi ..
Ragu-ragu zili berkata, ia bahkan sampai menundukan kepala “aku tidak pernah masuk kekelas khusus sebelumnya”
“Meskipun kau tidak pernah masuk kekelas khusus, bukan berarti kau tidak bisa menjawab semua soal umum keahlian klan lain diusiamu yang saat ini sudah cukup Dewasa untuk menguasai beberapa keahlian klan dengan sempurna” tambah pelindung putra mahkota Shin ji yang telah datang menghampiri Zili.
Tersentak,
Gadis itu merasa sangat tidak berguna menjadi penduduk negara NC.
Putra mahkota melirik sedikit kearah Wajah Sedih istrinya, ia menggigit permen yang tersisa lalu melemparkan gagang permen tersebut ketempat sampah dan masuk dengan sempurna meskipun laki-laki tersebut tidak melihatnya.
“Itu karena dia tidak pernah sekalipun mengunjungi seluruh desa sebelumnya” jelas putra mahkota mengejutkan semua orang yang ada disana.
__ADS_1
“Benarkah?” Tanya penasihat putra mahkota yang telah duduk didepan Zili.
Ragu-ragu Zili menganggukan kepala.
“tentu saja benar” jawab putra mahkota, “keahlian Klannya dimatikan, untuk menguasai keahlian klannya sendiripun ia tidak diizinkan.” tambah putra mahkota lagi memperpiluh perasaan Zili.
“Sudah sudah jangan bersedih, kau masih memiliki kami yang akan membawamu berkeliling wilayah” ucap pelindung putra mahkota Shin jo yang telah membereskan mejanya lalu datang menghampiri Zili.
Zili tersentuh, ia mulai memandang kearah Pelindung putra mahkota Shin jo yang telah berdiri disamping penasihat putra mahkota “benarkah?”
“Tentu saja” jawab putra mahkota cepat dengan sedikit suara tawa karena merasa lucu melihat ekspresi wajah Zili.
“kau ini benar-benar polos sekali” ucap pelindung putra mahkota Shin Ji “berusahalah, aku yakin kau pasti bisa menguasai 7 keahlian umum klan Negara dengan mudah” lanjut laki-laki tersebut memberi Semangat lalu bergerak pergi diikuti teman-temannya yang lain.
“Teman, sampai jumpa lagi,” ucap pangeran Xu sembari melangkah menuju keluar pintu.
“Sudah mau pergi?”
Tanya Zili keheranan, karena baru saja menyelesaikan ujian, mereka harus pergi lagi menyelesaikan tugas negara.
“Hmm..
Angguk putra mahkota “masih sangat banyak tugas yang harus kami selesaikan,” dia mulai berdiri diikuti oleh Zili. “saking banyaknya bahkan untuk pergi kesekolah saja kami tidak memiliki waktu” lanjut laki-laki yang kini telah berada dihadapan Zili dan menyingkirkan helaian rambut gadis itu kebelakang telinganya “tunggu aku...
Pinta putra mahkota piluh, matanya bahkan mulai memerah karena sedih harus meninggalkan Zili lagi.
“Shisou...
“Jika aku memiliki waktu luang, aku akan mengutamakan untuk mengunjungimu lebih dulu, jadi tenang saja...
Ucapnya mempererat pelukannya “kita pasti akan bertemu lagi” lanjut laki-laki tersebut lalu melepaskan pelukannya. “aku pergi..
Tambahnya lagi memperperih hati Zili, lalu bergerak melangkah kaki.
“Hmm..
Putra mahkota menghentikan langkahnya karena tangan Zili menahan telapak tangan laki-laki tersebut “aku...
Zili menggenggam tangan putra mahkota dengan kedua tangannya. “aku ingin mengantarmu sampai keluar rumah” pinta gadis itu tampak sangat memohon.
“Baiklah baiklah..
Jawab putra mahkota lalu memeluk bahu istrinya, membawa gadis yang masih terkejut dengan perilaku suaminya berjalan keluar ruangan bersama.
“Apa kau sudah makan?”
Tanya putra mahkota diperjalanan mereka menuju pintu keluar rumah kali ini ia mulai menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
“Hmm tentu saja sudah”
Zili mulai terbuka, ia bahkan tidak ragu-ragu lagi menjawab “bagaimana dengan selera makanmu akhir-akhir ini shisou?” Zili mulai melontarkan pertanyaan.
Putra mahkota tersenyum lembut memandang kedepan, masih dengan berjalan menyesuaikan langkah kaki Zili yang tampak berusaha mengimbangi langkah lebar laki-laki disampingnya. “aku tidak sedang berselera...
Jawab laki-laki tersebut menghela nafas berat.
“Kenapa?”
Zili mulai mendongak wajah menatap Putra mahkota dari arah samping dan masih tetap berjalan.
“Itu karena aku terus menerus memikirkanmu”
jawaban putra mahkota menghentikan langkah Zili, hal itu sontak membuat laki-laki tersebut juga menghentikan langkah kakinya.
“Aku....
Getiran hati mulai terasa menyakitkan, disisi lain ucapan putra mahkota sungguh sangat menyenangkan hatinya, namun disisi lain, hatinya terasa sangat sakit karena akan melihat kepergian laki-laki yang masih sangat ingin ia dengar suaranya “aku juga terus memikirkanmu, bahkan setiap detik aku berusaha keras untuk tidak mengingatmu agar perasaan rindu ini tidak menyakitiku” ucap gadis itu mulai menitihkan air mata.
“Maaf..
“Akulah yang harusnya minta maaf,..
Ucap Zili cepat “karena mempertimbangkan perasaanku yang mencintaimu dan menginginkan balasan atas cintaku, kau...
Putra mahkota mulai menghadap kearah Istrinya “kau jadi terbebani dengan memikirkan keinginanku yang memaksa ini”
“Bodoh, ...
Ucap putra mahkota menghapus air mata Zili “aku memikirkanmu bukan karena memikirkan perasaanmu,” jawab laki-laki itu dengan senyuman lembut yang bahkan tidak terlihat Zili karena gadis tersebut menundukan kepala “aku memikirkanmu karena memang perasaanku sendirilah yang ingin memikirkannya” jawab laki-laki itu menggetarkan hati Zili.
“shisou...
“Kembalilah...
“Haa...
“Sampai disini saja, aku tidak ingin melukaimu dengan kepergianku” ucap laki-laki tersebut “walaubagaimanapun, ditinggalkan lebih menyakitkan dibanding meninggalkan”lanjutnya lagi “jadi pergilah keruanganmu,”
“Shisou..
“Biar kau saja yang pergi dulu untuk mengurangi perasaan sakit yang saat ini sama-sama kita rasakan”
“Shisou..
“Pergilah..
__ADS_1
Perintah laki-laki itu lagi dengan lembutnya, membuat aliran air mata Zili semakin deras jatuh membasahi pipi.
“aku pergi” jawab gadis itu mulai melangkah kaki pergi berbalik arah, meninggalkan putra mahkota yang memandang punggungnya penuh dengan kepedihan.