
“Kau kembali...”
“Kembali...?” Senyuman remeh menghiasi bibir laki-laki yang saat ini berada tepat didepan Taman Istana yang telah Selesai diperbaiki, setelah sebelumnya hancur lebur karena ulah laki-laki tersebut. “aku datang hanya untuk membuat penawaran..” lanjut ucap laki-laki tersebut begitu sombongnya.
“Xu’i..” panggil Seorang laki-laki lainnya yang berdiri dihadapan laki-laki tersebut “semakin hari kau terlihat semakin mengerikan..” Keluh laki-laki tersebut yang tak lain adalah Pangeran Xu. bertugas mencari keberadaan Musuh, ia yang baru saja kembali telah dikejutkan dengan Kerusakan yang dibuat putra mahkota pada negaranya.
Ya,
Menjabat sebagai tentara pengintai memang hal yang sangat Sulit dilakukan, terlebih lagi, kadang ia harus masuk kekandang musuh, guna mencari-cari informasi tentang Keberadaan tempat dan Pemimpin musuh negara NC.
Semakin memperlebar senyuman remehnya “hmm..” mengabaikan begitu saja, memang putra mahkota bukanlah orang yang mudah mempedulikan perkataan orang lain, hatinya telah tertutup untuk hanya sekedar mendengarkan kalimat penilaian tentang dirinya, mungkin, dia hanya ingin menjadi dirinya sendiri, dan tidak perlu orang lain untuk menilainya.
“Xu’i...” panggil seorang laki-laki lain, muncul dari dalam istana “bagaimana ini, aku tidak lagi menjabat menjadi pelindungmu,..?” keluhnya juga, dia terlihat begitu Manja kepada laki-laki dihadapannya, memang, pertemanan yang telah dijalin sejak kecil mampu membuat mereka terlihat lebih dekat. “kembalilah menjadi putra mahkota Xu’i “ pintanya yang tak lain adalah pelindung putra mahkota Shin Jo, laki-laki tersebut sebelumnya juga ikut dalam Misi pengintaian bersama Ayahnya dan juga pangeran Xu Yuhan, jadi dia baru saja mengetahui bahwa jabatannya Kini telah berganti.
Melirik sekilas, memang Menakutkan, tetapi Pelindung putra mahkota shin jo telah terbiasa. Dia yang terbiasa hanya Diam dan berharap Putra mahkota memenuhi permintaannya, setidaknya, ia telah meminta, terpenuhi ataupun tidak, hal itu menurutnya, tergantung kepada keberuntungan.
Terus melangkah, melewati pangeran Xu yang tetap berdiri diposisinya, putra mahkota mulai memasuki Koridor Istana, berjalan menuju Ruang peristirahatan Raja.
Ruangan tersebut merupakan tempat berkumpul para teman-teman Raja disela-sela kesibukan mereka.
Ya,
Setelah memerintahkan Bawahannya untuk menghubungi Ayahnya, yang biasanya berada diperusahaan Xu dan terkadang juga berada dirumah Sakit terbesar negara, putra mahkota mulai bergerak menuju Istana.
Mengunjungi para Pemimpin, yang mengendalikan negara NC.
Terus melangkah hingga masuk kedalam ruang besar yang sering ia kunjungi sebelumnya “kau sudah datang..?” semua orang sepertinya telah menunggu kedatangan putra mahkota.
Tidak menjawab, dia memang tidak menyukai semua orang disana.
Menurutnya, semua orang disana hanyalah sekumpulan orang-orang yang selalu memaksakan kehendak mereka sendiri dan tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.
Duduk, memandang tiga orang pemimpin negara yang ada dihadapannya,
Pelindung raja, terlihat sedang meembaca buku, duduk dilantai, menyandar punggung Dilemari Rak buku yang berada disisi dinding Sebelah kanan.
__ADS_1
Mentri keuangan terlihat duduk diKursi kerja, dihadapannya tampak sebuah Komputer yang menyala.
Sementara penasihat Raja terlihat sedang duduk diSofa kecil, samping depan putra mahkota.
Stylist terkenal negara NC, Lu arra, yang selamaa ini sangat sibuk dan tak pernah terlihat sekalipun, saat itu tampak sedang berdiri, menyandar punggung didinding sebrang Pelindung raja, sembari melipat kedua tangan memandang putra mahkota.
Hanya ratu bayangan yang tak terlihat disana,
Mungkin, putra mahkota tidak ingin berurusan dengan Wanita dewasa itu, mengingat bahwa dia adalah ibu Kandungnya yang tak mungkin ia lawan begitu saja.
Mengerti,
Bahwa Ibu adalah orang yang sangat berharga, putra mahkota sungguh tidak ingin wanita itu melihat sisi mengerikan dari dirinya.
Teman-teman ibunya juga sepertinya tidak menginginkan Wanita dewasa tersebut terus menerus melihat Sisi mengerikan dari putranya sendiri.
“aku mengambil kembali jabatanku..” putra mahkota mulai membuka suara,
Benar saja sesuai perkiraan mereka, rencana Penasihat Raja sungguh berhasil mengingat Sifat dari Putri mentri keuangan negara yang begitu menyayangi ratu negara. “tapi aku akan meminta banyak syarat kepada kalian..” Mulai membuat penawaran,
“Aku pikir, kau tidak memiliki pilihan lain selain hanya satu syarat saja yang dapat kau minta” Penasihat raja mulai membuka suara, memainkan kecerdasannya untuk melawan Kecerdasan putra mahkota.
“Hmm” tersenyum remeh, Berhadapan dengan orang tercerdik dinegara NC memang bukan pilihan yang baik, hanya saja,
Lawan yang dipilih Laki-laki dewasa tersebut bukanlah lawan yang sepadan untuk dikalahkannya. “Hebat sekali karena aku bisa mengetahui masa Lalu Yuanna dan juga yang lebih hebat....” Semua orang terlihat sedikit khawatir dengan Kalimat yang akan dilontarkan lagi oleh putra mahkota “aku bisa mengetahui cara pembuatan mesin pencuci Otak Sempurna..” lanjutnya membuat mata seluruh Pemimpin negara memerah karena marah.
“Xu’i...” mentri keuangan mulai berdiri dari kursinya karena tak lagi tahan dengan putra mahkota “berani sekali kau...”
“Sudah kukatakan, aku meminta banyak syarat..” Balas cepat putra mahkota “penuhi atau tidak, itu bukan urusanku” lanjut jawab laki-laki tersebut “hanya ....” tersenyum penuh dengan kepuasan “cukup mencuci otak putri dari Paman Lian saja dan Membuat kenaangan baru sampai ia lupa dengan permintaannya untuk menyelamatkan putra dari raja negara..” Lanjut laki-laki tersebut, membuat semua orang disana tidak lagi memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan dari remaja laki-laki yang ada dihadapannya.
Memandang penuh Emosi “Xu’i,..” raja bayangan terlihat sangat kecewa dengan putranya, “kau benar-benar sangat mengerikan..”
“Aku menjadi seperti ini karena didikan dari orang tuaku..” ucapan Putra mahkota menyengat Hati semua orang yang ada disana. “ bukankah kau mendidikku terlalu keras hingga hatiku sekalipun ikut menjadi keras..?” lanjut laki-laki tersebut memang memperparah perasaan kecewa didalam hati para pemimpin negara “menjadi seperti apa seorang Anak dimasa depan, itu tergantung bagaimana Orang tua mendidik anak mereka..” tambah putra mahkota menyayat hati raja bayangan “membunuh, bertarung, kesepian, Darah dan kematian..” tersenyum kecut mengingat masa lalu “semua itu pernah kulalui serta kulihat dengan mata kepalaku sendiri dan bahkan Ayahku sendiri yang memerintakanku untuk membunuh manusia”
“Cukup..” Sela raja negara, terlihat jelas ia tidak ingin Putra mahkota menambah keperihan didalam hati raja bayangan. “katakan saja semua syarat yang kau butuhkan Xu’i..” perintah laki-laki dewasa itu, menyerah untuk berurusan dengan putra mahkota.
__ADS_1
“Lepaskan Shin’A, jadikan dia sebagai Direktur Perusahaan Xu.” Ucap putra mahkota memberikan penawaran.
“Apa kau gila..?, bagaimana dengan perusahaan sun..?” sepertinya ratu negara tidak terima putranya menduduki posisi Direktur diperusahaan kakaknya.
“Bukankah kau memiliki Saham diperusahaan Xu,..?”
“Sudahlah..” tidak ingin berdebat terlalu lama yang akan membuat Putra mahkota semakin memperberat permintaannya “Aku akan membuat shin’A, yu’A dan Yuhan, membantu Zili ketika ia menduduki posisi direktur nanti,” Raja bayangan mulai mengajukan penawaran “aku pastikan...” ucapnya Melanjutkan kalimat “Zili akan memiliki waktu Luang untuk mengunjungimu nanti” kepastian Yang sungguh mampu memenangkan putra mahkota dari perdebatan yang saat ini mereka Jalani.
Taaaakkk..
Mengembalikan Lencana putra mahkota kepada remaja laki-laki dihadapannya “ Penawaran seles...
“Selesai..?” tidak henti-hentinya mengejutkan semua orang “sudah kukatakan bahwa aku menginginkan banyak permintaan..” benar saja, memang putra mahkota sungguh sangat Teliti dalam membuat suatu perjanjian.
“Xu’i..” Geram, raja bayangan begitu Tak kuasa menghadapi Kelicikan putranya sendiri.
“Katakan saja, “ raja negara tidak ingin menambah perdebatan yang lebih panjang, mengingat betapa berbahayanya laki-laki dihadapan mereka.
Tersenyum senang, penuh dengan kepuasan “Hanya akulah yang berhak mengatur diriku sendiri ketika menjabat kembali sebagai putra mahkota” Ucap putra mahkota, mengatakan keinginannya.
“Xu’i, kau benar-benar..” raja bayangan dan ratu negara memang tak lagi tahan dengan sikap keterlaluan putra mahkota.
“Batalkan saj...
“Baiklah, aku menerimanya..” jawab raja negara menyetujui, menyela perkataan raja bayangan yang tidak ingin putra mahkota berlaku semena-mena kepada para pemimpin negara.
“Shin..” bentak ratu negara tidak terima.
“Aku adalah raja nya disini..” terlihat berbeda dari sebelumnya, sepertinya Raja negara Kini mulai serius memimpin negara menimbang bahwa ia telah mengetahui Banyaknya penderitaan yang dilalui teman-temannya. “aku berhak menentukan apa yang ingin aku tentukan” tegasnya menegunkan siapapun kecuali Penasihat raja yang memang telah mengetahui bahwa temannya mungkin memiliki alternatif lain untuk menghindari Konflik dengan putra mahkota.
Tersenyum senang, meraih Lencana putra mahkota, “Baiklah, waktu sudah habis,” ucap remaja laki-laki itu mulai berdiri “segera Lepaskan Shin’A, dan aku akan mulai bekerja setelah sebulan penuh beristirahat.”
“Xu’i..” Amarah raja bayangan mulai tak terkendali.
“Akulah yang berhak menentukan apapun yang ingin aku tentukan” Tegas putra mahkota, mengingatkan kembali perjanjian yang baru saja mereka Lakukan.
__ADS_1