
Cahaya lampu berwarna kuning perlahan-lahan berkurang, berganti dengan cahaya remang-remang yang menyinari langkah kaki mereka.
Seperti tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan perjalanan yang belum tentu diketahui bagian mana akan berakhir, kedua pejabat tinggi yang berada di koridor panjang dan sempit, terpaksa harus terus melangkah kaki dengan cahaya lampu seadanya.
Meskipun memiliki Lampu senter di jam tangan masing-masing, tetap saja mereka berdua harus memikirkan daya tahan baterai, terlebih lagi saat ini mereka berada di wilayah musuh.
Terus melangkah mengikuti Penasihat Putra Mahkota, Langkah kaki Putri Kelincahan terhenti karena menemukan persimpangan empat disana.
Tidak ada pertanda apapun ataupun petunjuk jalan, Cahaya di tempat tersebut juga masih remang-remang.
“kiri.”
“Lurus.”
Sepertinya mereka berdua memiliki perbedaan pilihan. ketika Putri Kelincahan lebih memilih untuk pergi ke arah kiri, Penasihat Putra Mahkota malah lebih memilih untuk melangkah Lurus.
Saling memandang,
Saat itu bukanlah hal yang baik untuk mereka beradu pilihan ataupun berdebat.”Baiklah karena kau adalah bagian dari keluarga kerajaan, jadi aku akan mengikutimu.” Tersentak, Sedikit membelalak mata mendengar ucapan Putri Kelincahan yang menurutnya merupakan sebuah sindiran,Penasihat Putra mahkota yang biasanya sering mengalah terlihat sedikit marah saat itu.
“ Seperti Xu’i yang lebih senang dipanggil dengan nama dibandingkan gelar kedudukannya, Aku juga lebih menyenangimu untuk tidak membeda-bedakan keluarga kerajaan dengan penduduk biasa.” Kini giliran Putri Kelincahan yang tersentak mendengarkan ucapan laki-laki di sebelah kanannya tersebut.
“Maaf.” Ucap Putri kelincahan, menunduk terlihat merasa bersalah.
“Kenapa...?”
“Ha..” Mulai mengangkat kepala, menoleh ke arah Penasihat Putra Mahkota.” Tentu saja karena aku telah mengatakan hal yang tidak menyenangkan hatimu.” Jawab Putri Kelincahan, mulai berjalan kembali di Pusat persimpangan koridor menuju ke koridor lain di hadapannya.
Mengikuti Langkah gadis tersebut, lalu berjalan beriringan. Kelihatannya Koridor yang saat itu akan mereka lewati sedikit lebih lebar dibandingkan dengan Koridor sebelumnya, hal itu terlihat jelas ketika Penasihat Putra Mahkota masih bisa berjalan beriringan dengan gadis di sebelahnya. “ Bukan itu maksudku.” Ucapan Laki-laki tersebut menghentikan langkah kaki Putri Kelincahan sejenak. Langkah terhentinya membuat Penasihat Putra Mahkota juga menghentikan langkah kaki dan mulai berbalik menghadap gadis yang saat itu berada dibelakangnya.
“Jadi apa maksud pertanyaanmu...?” Gadis itu mengernyitkan dahinya sebentar saja, lalu berjalan kembali melewati Penasihat Putra Mahkota.
Berbalik, lalu berjalan beriring kembali dengan Putri Kelincahan, “Kenapa kau harus mengikuti keinginan keluarga kerajaan...?” Laki-laki tersebut mulai menjelaskan pertanyaannya.
“Bagi kami keluarga kerajaan lebih berharga dibandingkan harta ataupun gelar.” Jawab gadis itu masih berjalan sembari tersenyum lembut terlihat sedang memikirkan sesuatu. “meskipun sangat kaya, pengusaha tetap akan tunduk kepada keluarga kerajaan, meskipun terkenal hingga sampai ke seluruh dunia, tetap saja yang terkenal juga akan tunduk kepada keluarga kerajaan di Negara ini.” Lanjut jawab gadis itu menjelaskan.
__ADS_1
Cahaya remang-remang saat itu mulai menghilang, berganti dengan gelapnya koridor hingga Putri Kelincahan mulai menghidupkan lampu senternya.”Jadi itulah yang menyebabkan kau selalu mematuhi kami...?” Penasihat Putra Mahkota terlihat begitu kecewa mendengarkan penjelasan gadis yang kini telah menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah pintu.
Mencari lubang kunci lalu mengeluarkan kawat besi ujung tali benang pancing di dalam jam tangannya kemudian memasukan benda tersebut ke dalam lubang kunci pintu, Putri Kelincahan terlihat sedang berusaha membuka pintu di depannya dengan bantuan senter jam tangan Penasihat Putra Mahkota. “Kedudukan kami akan meningkat jika kami bisa terus bersama dengan keluarga kerajaan.”
“Jadi kalian memanfaatkan kami, begitu ya...?” kraaaakkk, Pertanyaan Penasihat Putra Mahkota terlontarkan bersamaan dengan pintu yang telah berhasil dibuka.
“Kami tidak memanfaatkan, kami hanya berlindung.” Jawab gadis tersebut mengejutkan laki-laki di sebelahnya.
“Berlindung...?” Sangat bingung mendengar jawaban gadis di sebelahnya, Penasihat Putra Mahkota bahkan tidak menyadari bahwa Cahaya lampu yang sangat terang telah menyinari dia dan Putri Kelincahan saat Pintu telah terbuka.
“Harga diri, kehormatan.” Tersenyum pahit mengingat masa lalunya. “Jika bukan karena Keluarga kerajaan, mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang dari saudara-saudaraku.” Lanjut gadis tersebut mulai melangkah kaki memasuki ruangan bercahaya putih yang terpancar melalui sebuah lampu di dalam tabung kaca tinggi hingga sampai ke atap ruangan tepat di pertengahan ruangan.
Terkejut,
Nafasnya terlihat sedikit tidak beraturan. “Bahasa Indonesia.” Ucap gadis tersebut ketika melihat dinding-dinding yang beberapa bagiannya terukirkan tulisan berbahasa indonesia di ruangan tersebut.
Melupakan keinginan hati untuk mengetahui masa lalu Putri Kelincahan, Penasihat Putra Mahkota mulai memasuki ruangan tersebut tanpa menutup pintu. “ Kau bisa berbahasa Indonesia...?” Tanya laki-laki tersebut ketika telah mendekat.
“Tentu saja aku bisa.” Jawab gadis itu tersenyum senang seperti sedang mengingat sesuatu yang membahagiakan di masa lalu.
“Tentu saja orang yang aku cintai.” Jawab gadis tersebut mulai mendekati sisi kanan ruangan dan melihat tulisan Bahasa Indonesia yang terukir di dinding yang terbuat dari batu alam tersebut.
Batu alam berwarna abu-abu tersebut terlihat sangat terang dengan pencahayaan lampu yang entah mengapa tetap menyala disana.
“Xu’i...?”
“Mungkinkah Xu’i akan mengajari wanita yang tidak disukainya...?” Tanya balik Putri Kelincahan mulai melihat dengan seksama ukiran kata per kata di dinding depannya.
“Aku tidak tahu, tapi aku sedikit penasaran.” Berdiri tepat di samping Putri Kelincahan. “ Bukankah kau telah berjanji menjadi kekasihku...?” Mengingatkan kesepakatan mereka beberapa minggu yang lalu. “sebagai sepasang kekasih walaupun hanya sebatas kesepakatan, harusnya kau menjawab jujur pertanyaanku.” Lanjut laki-laki tersebut tampak memaksa.
“Bagus.” Jawab gadis tersebut mulai mengernyitkan kepala kebingungan dengan kalimat di hadapannya.
“Hm” Tersenyum tipis, membayangkan wajah laki-laki yang dicintai oleh Putri Kelincahan. “Pantas saja kau bisa berbahasa Indonesia, ternyata darah keturunan negara tersebut yang telah mengajarimu secara langsung.” Penasihat Putra Mahkota menganggukan kepala karena telah memahami.
“Benar, Kakek dan nenek Bagus berada di Indonesia, begitupula dengan kakek dan nenek Xu’i.” Jelas gadis itu mulai menghela nafas berat. “bawa aku ..” Mulai mengeja kosa kata, “ke mesin waktu.” Lanjut gadis tersebut mengartikan bahasa indonesia ke dalam bahasa Nasional Negara NC.
__ADS_1
“Maksudmu TAKE ME TO THE TIME MACHINE...?” Tanya Penasihat Putra Mahkota sedikit terkejut lalu memastikan Kalimat terbesar di dinding hadapannya.
“Kau mengetahuinya...?” Tanya balik Putri Kelincahan mulai menoleh ke arah Penasihat Putra Mahkota.
“Aku pernah membaca Novelnya.” Jawab Penasihat Putra Mahkota mengejutkan Zili.
“Novel...?”
“Aku kira awalnya itu hanyalah sebuah Mitos,” Jawab Penasihat Putra Mahkota sembari mengartikan kalimat lain di dinding ruangan tersebut. “maka dari itu aku tidak melanjutkannya tapi sekarang aku sangat terkejut melihat ini semua.” Lanjut laki-laki tersebut mengingat sedikit novel yang pernah ia baca.
“Aku akan mengartikannya kembali.”
“Biar aku saja.” Sela Penasihat Putra Mahkota yang memang telah belajar banyak bahasa Negara lain meskipun tidak sepenuhnya menguasai. “AKU PENGECUT” ucap laki-laki tersebut mulai mengeja. “ ANDAI AKU BISA DI BAWA MESIN WAKTU KEMBALI KE MASA LALU.” Lanjut laki-laki tersebut mengartikan kalimat setelahnya. “AKU AKAN MATI BERSAMAMU MESKIPUN KAU TIDAK PERNAH MENCINTAIKU”. Tambahnya lagi sedikit mengejutkan Putri Kelincahan. “ATAU SETIDAKNYA AKU AKAN MENYELAMATKANMU DARI KEMATIAN,” Kalimat tersebut terputus, dan mereka mulai beralih ke sisi dinding yang lain.
“Biar aku saja yang mengartikannya.”Ucap Putri Kelincahan sangat penasaran dengan kalimat lanjutannya di dinding yang berbeda. Menghela nafas lalu mulai mengartikan bahasa.“ CLAYA BERHENTILAH MENGHANTUIKU, CLAYA BERHENTILAH MENGHANTUIKU CLAYA AKU TIDAK SANGGUP MEMBUNUHNYA, CLAYA BIARKAN MESIN WAKTU SAJA YANG MEMBAWAKU KEMBALI KE MASA LALU, CLAYA AKU AKAN MENGHENTIKANMU BERJUMPA DENGAN IBLIS ITU....
“siapa...?”Sontak terkejut, belum menyelesaikan bacaannya beberapa orang telah datang dan masuk ke ruangan tersebut.
“Siapa...?” Bentak seorang lainnya terlihat marah.
“Tentu saja sesama anggota.” Jawab Penasihat Putra Mahkota berpura.
“Ini adalah tempat terlarang, bagaimana mungkin kalian begitu berani memasukinya...?” Mulai meraih Pistol.
BAaaakkkk...
Buuukkk...
Dengan langkah cepat Penasihat dan Putri Kelincahan menyerang mereka.
Baakkk..
DOOORRR....
Melarikan diri setelah melumpuhkan beberapa orang.
__ADS_1
Pikir mereka akan sangat berbahaya jika melakukan perkelahian di sana. Terlebih lagi mereka hanya berdua saja di wilayah musuh.