Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
S2 TAMAT


__ADS_3

Masih terasa kejutan yang mendalam dihati Zili karena mengira bahwa ia telah mencintai tiga laki-laki didalam hatinya.


Berada diruang perpustakaan, gadis itu masih memandang kemeja abu-abu yang dikenakan putra mahkota.


“Bagaimana ini?”


Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri karena merasa telah mengkhianati putra mahkota, mengalihkan pandangan dan mulai menundukkan kepala.


“Mau bagaimana lagi,...


Jawab putra mahkota, kali ini melepaskan topangan wajah lalu mulai mengelus kepala Zili yang sangat dirindukannya “itulah mengapa pejabat muda kerajaan diwajibkan untuk bertunangan” jelas laki-laki tersebut mulai melepaskan tangannya dari kepala Zili.


“Begitukah?”


“Hmm..


Angguk putra mahkota mengiyakan, ia mulai memandang wajah Zili yang telah naik memandang kemejanya lagi, membuat putra mahkota tersenyum tipis karena tingkah gadis itu, dia anggap sangat lucu “pejabat muda diwajibkan mematuhi aturan negara, tidak diperkenankan terlalu banyak bermain bersama pasangan yang akan mengganggu pekerjaan dan kesibukan mereka, itulah mengapa mereka harus memiliki tunangan agar tidak sibuk mencari pasangan ketika sedang menjalankan tugas negara” jelas putra mahkota kembali menopang wajah memandang kearah zili yang telah menghadap kearah depan.


“Lalu bagaimana dengan nasibku?”


“Terima saja kami semua” jawab putra mahkota cepat.


“Tuan, ..


Zili mulai memandang tidak suka “kau ini bukan memberi solusi malah mencari masalah” ucap kesal gadis itu “sudahlah pergi saja, kesal sekali...


Keluh gadis itu semakin membuat putra mahkota tersenyum geli saking lucunya wajah gadis tersebut terlihat dimatanya “minggir lah tuan, aku ingin kembali keruanganku” usir gadis itu mulai berdiri.


“Maafkan aku” ucapan putra mahkota membuat zili tersentak lalu duduk kembali.


“Akulah yang harusnya minta maaf karena sudah sangat emosi dengan perasaanku sendiri” zili menghela nafas berat lagi sembari menutup wajah dikedua tangannya yang dilipat diatas meja.


Putra mahkota mengikuti perilaku zili, tetapi dia tidak menyembunyikan wajahnya. Ia meletakkan kepala menyamping hingga kedua matanya masih bisa melihat gadis itu “kalau begitu, setialah” sarannya membuat Zili menolehkan kepala menghadap laki-laki tersebut masih dengan meletakan kepala diatas kedua lipatan tangan.


Jantungnya berdetak begitu kencang, rasanya sangat malu ketika saling bertatap mata, sejenak kemudian Zili menyembunyikan wajahnya lagi kedalam lipatan tangan “tentu saja” ucap Zili mulai mengangkat kepala dan menegakkan tubuh “meskipun saat ini aku menyukai laki-laki lain..


Dia mulai menguatkan diri “aku akan tetap setia kepada suamiku” tambah zili meyakinkan dirinya sendiri.


“Bagus, begitulah seharusnya yang kau lakukan” ucap putra mahkota mendukungnya.


Zili mulai mengernyitkan dahi “tuan, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya kepada putra mahkota yang sedang menyamar.


“Tentu saja melihat wajahmu” jawab putra mahkota terang-terangan “bukankah kau tahu sendiri bahwa aku menyukaimu dan saat ini sangat merindukanmu?” jawab laki-laki tersebut sekaligus memberikan pertanyaan yang menegunkan Zili.


“Maaf tuan, lebih baik jangan datang lagi” ucap Zili sedikit merasa bersalah “hubungan kita ini, tidak bisa dijalani sedikitpun walauhanya sekedar pertemanan” lanjut gadis tersebut mulai berdiri.


“Aku tidak akan menyerah”

__ADS_1


“Haaa...


Zili tertegun, ia bahkan sempat mendongakkan wajah sebentar memandang putra mahkota yang telah berdiri.


“Jadi jangan paksa aku menyerah” tambahnya lagi sembari mengelus kepala Zili “waktuku sudah habis, aku pergi dulu” lanjut laki-laki itu menghela nafas berat karena akan pergi meninggalkan Zili lagi.


“Tuan,..


Panggil Zili sebelum putra mahkota membalikan tubuh “maafkan aku tidak bisa menerima cintamu meskipun aku juga mencintaimu”


Putra mahkota tersenyum lembut “tidak masalah” jawabnya “cukup setialah kepada putra mahkota dan jangan pernah mengkhianatinya” lanjut laki-laki tersebut mulai berbalik.


“Aku janji..


Ucap Zili menghentikan langkah putra mahkota yang tadinya mulai bergerak maju, “aku akan selalu setia padanya” ucap gadis itu meyakinkan lalu memandang punggung putra mahkota yang telah berjalan menjauh.


*********


Seharian melamun membuat Suasana hati zili tidak sedang baik untuk belajar.


Ia mulai menutup buku dan berjalan meletakannya kembali diatas rak buku kemudian mematikan AC perpustakaan lalu berjalan menuju pintu keluar.


Terus berjalan melewati koridor rumah yang disetiap sisinya dipenuhi dengan ruangan tertutup, langkah kaki Zili mulai terhenti ketika melihat kedua pelindung putra mahkota sedang berjalan cepat masuk kedalam rumah.


“Shisou...


Ucap gadis itu mulai menitihkan air mata yang langsung dihapusnya.


Terus berlari hingga tidak sengaja melihat keluar rumah dan menemukan mobil kerajaan pribadi milik putra mahkota. “shiso....


Panggilannya terhenti ketika melihat Putra mahkota yang sedang menyamar berjalan bersama dokter hewan dan juga penasihat putra mahkota menuju kesamping rumah. “shi yun” ucapnya ketika melihat wajah putra mahkota yang telah berganti topeng menjadi shen shi yun.


“Haruskah dia menyamar menjadi shen shi yun lagi?” suara seseorang dari belakang terdengar zili.


Menyamar.


Gumam zili sangat penasaran lalu mengira bahwa putra mahkota yang saat itu menyamar menjadi sun shin sa’i, sedang menyamar menjadi shen shi yun.


Bergerak cepat,


Zili mulai berlari menuju samping rumah, terus berlari hingga rasa kesal karena merasa ditipu semakin menyelimuti hatinya.


Brengsekkkk...


Maki Zili penuh emosi dari dalam hatinya, melihat putra mahkota yang sedang meraih beberapa debu bakteri serta cairan virus didalam botol dari tangan Dokter hewan yang diambil dari balik jendela.


Zili mulai mengulurkan tangannya, mengeluarkan tali dijam tangan kedinding rumah dan melompat cepat menuju Putra mahkota.

__ADS_1


“Musuh” ucap penasihat putra mahkota ketika melihat tali jam tangan.


Baaaakkk...


Aaaakhhhh...


“Sampai kapan kau mau menipuku?” teriak zili setelah tubuhnya terhempas menabrak dinding karena pukulan putra mahkota yang mengira bahwa dia adalah musuhnya.


“Kau...


“Brengsek... keterlaluan”


Zili mulai menyerang lagi, menendang, meninju, melompat, tak satupun dari serangannya mengenai putra mahkota hingga membuat kedua teman putra mahkota berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


“Kau lemah sekali” ucap putra mahkota tersenyum lucu melihat kemarahan Zili yang masih menyerangnya.


“Lemah kau bilang?,” zili mulai memandang mata putra mahkota dengan tatapan lembut yang membuat putra mahkota sontak mengalihkan pandangannya. “hmmm... bagaimana kalau aku menciummu?” Goda Zili, memasang cara karena mengira laki-laki dihadapannya adalah Sa’i yang mencintainya.


“Ka.. kau bilang ap...


Buuuukkk..


“Kena....


Betapa girangnya zili ketika mengira kakinya mengenai wajah putra mahkota yang ternyata telah melompat menjauh dan tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu dari kantung celananya. “Itu..


Dengan kecepatan tinggi, zili berlari meraih sebuah botol kecil yang juga sedang diraih putra mahkota yang jaraknya lebih jauh.


Minyak


Gumam zili dalam hati yang telah berhasil meraih minyak tersebut dan membuka tutupnya sebelum kedatangan putra mahkota yang langsung meraih tangan Zili dan mencoba mengambil botol tersebut “sayang, aku mencintaimu” ucap zili begitu memikat hati putra mahkota hingga membuat laki-laki tersebut mengalihkan wajahnya “tapi dalam mimpi”


Cipraaaakkk..


Zili menyiramkan isi botol kewajah putra mahkota “brengsekk “ lalu menampar pria tersebut.


Betapa terkejutnya dia ketika topeng laki-laki tersebut terbuka “shi... shisou”


“Ke.. ketahuan”


“Hiks...


Air mata Zili mulai mengalir deras, gadis itu dengan segera memeluk tubuh suaminya hingga mereka berdua jatuh keatas tanah “syukurlah hiks.. syukurlah,” ucapnya mengeratkan pelukan “aku mencintai orang yang sama.. hikss..” tangis zili pecah diatas pelukan putra mahkota yang telah terbaring telentang, mengembangkan senyuman, membalas pelukan Zili.


 


TAMAT

__ADS_1


 


S3’s coming soooon.


__ADS_2