
Hiruk pikuk kota dimalam hari sungguh masih sangat ramai.
Bintang-bintang dilangit bersinar menerangi kegelapan.
Duduk bersama diatas sebuah bangku panjang dibawah pohon tepi jalan, bangku yang terbuat dari Kayu tersebut terlihat jelas karena pantulan Cahaya lampu-lampu pinggiran jalan.
Menghadapkan tubuh kejalanan kota sembari membuka Bungkus Es Krim, es krim rasa coklat berbentuk Petak bertangkai dengan pecahan kacang yang mengelilingnya tersebut siap disantap oleh Zili dan juga putra mahkota secara bersamaan ditempat yang sama dengan pemandangan yang juga sama.
Melepaskan Es krim dari mulutnya “kau ini benar-benar keterlaluan..”keluh Zili mulai memasukan es krim lagi kedalam mulutnya.
“mau bagaimana lagi..!” putra mahkota tampak menggigit ujung es krim masih dengan memandang jalanan kota dan Earphone yang melingkari lehernya “karena kau adalah Pelayan, maka kau juga harus bertanggung jawab atas pekerjaanmu” lanjutnya lagi mulai memasukan es krim kembali kedalam mulutnya.
Zili menoleh kesampingnya, Ketempat dimana putra mahkota saat itu sedang duduk sembari mengambil sesuatu didalam kantong plastik besar yang berisi penuh dengan makanan Siap saji dan minuman berbotol maupun berkaleng “aneh sekali..” Ucap gadis itu tampak sangat kesal lalu menoleh kepala kembali kearah jalanan kota setelah putra mahkota berhasil meraih sebungkus cemilan Kacang pilus “Pelayan mana yang membayarkan semua keperluan Tuannya..?” keluh gadis itu lagi “ dan juga, sudah membayarkan, semua barang belanjaan harus Si pelayan lagi yang membawakannya”
“Ya sudah berhenti saja menjadi pelayan,” Jawab cepat putra mahkota sembari membuka bungkus pilus setelah ia menghabiskan es krim ditangannya “ganti saja jabatanmu menjadi seorang Babu..”
“Apa bedanya pelayan dengan babu..?” tanya keras Zili begitu kesal dengan laki-laki disampingnya.
Putra mahkota mulai memasukan pilus kedalam mulutnya, “ panggilan Pelayan lebih keren dibandingkan panggilan babu” jawab santai putra mahkota masih dengan memasukan beberapa pilus dimulutnya.
Setelah menghabiskan es krim, Zili mulai membungkuk meraih sesuatu kekantong plastik besar dibawah bangku mereka duduk “tidak ada bedanya buk....
Paaaaakkkk...
Mata Zili sontak membelalak, masih dengan membungkuk, ia menoleh kepala keatas, kearah dimana wajah putra mahkota saat itu berada karena laki-laki tersebut telah memukul tangannya saat akan meraih cemilan disana “kau masih belum kenyang juga ya setelah menghabiskan dua mie cup diwaktu yang sama ..?” tanya putra mahkota terlihat tidak ingin Zili mengambil makanan Lain lagi.
Geram “bukankah aku yang membeli semua ini dengan uang kusendiri...?”
“Hmm...” putra mahkota mulai menghentikan makanannya “bukankah kau sendiri yang mau menjadi pelayanku..?”
Menghela nafas berat “memang benar, tapi bukankah kau sudah sangat keterlaluan pada pelayanmu sendiri...?” menegakan kembali tubuhnya, mengurungkan niat untuk mengambil cemilan.
Putra mahkota meraih tangan Zili “baiklah-baiklah, makan saja yang ini” memberikan bungkus cemilan yang masih tersisa ketangannya.
__ADS_1
“Kenapa aku harus makan cemilan bekas darimu..?” keluh gadis itu lagi sembari memasukan pilus kedalam mulutnya.
Memandang dengan tatapan tajam kearah depannya, putra mahkota mengabaikan begitu saja pertanyaan Zili “kembalilah...” seseorang telah datang menghampiri mereka berdua, melihat Putra mahkota bersama orang lain, dia mengurungkan niat untuk memanggil nama putra mahkota.
“Heee...keterlaluan..” Zili meletakan bungkus cemilan pilus kepaha kaki putra mahkota hingga membuat laki-laki yang masih duduk tersebut terkejut ketika melihat gadis itu berdiri menutupi tubuhnya dari laki-laki dihadapan mereka sembari meraih sapu Jalanan yang tadinya tersandar dipohon, memutar dengan satu tangan lalu tersenyum kecut memegang sapu disampingnya. “kau ingin menyiksanya lagi ya..?” ucapan Zili sontak mengejutkan laki-laki yang tak lain adalah pelindung putra mahkota Shin ji dan juga putra mahkota yang saat itu sedang kebingungan memandang punggung Zili. “Sebelum kau membawanya pergi langkahi dulu mayatku ini”
“Apa maksudmu..?” tanya serius pelindung putra mahkota Shin ji memandang lekat kearah zili.
Membalas tatapan laki-laki dihadapannya “bukankah kau tahu sendiri saat ini dia sedang menderita..?”
“Maka dari itu aku memintanya kembali.” Jawab pelindung Putra mahkota shin ji cepat.
“Setelah disembunyikan ayahmu, lalu mencintai orang yang salah dan....
“Kenapa aku mencintai orang yang salah..?” tanya putra mahkota menyela ucapan Zili
Menoleh kepala kebelakang “bodoh, tentu saja salah, karena kau mencintai istri orang” jawab gadis itu cepat menyadarkan putra mahkota bahwa saat itu ia sedang menyamar, mulai memandang kearah Pelindung putra mahkota Shin ji kembali “kau,...” terlihat sangat kesal “berhentilah menyiksa saudaramu sendiri meskipun kalian berdua berbeda ibu..” jelas Zili mengejutkan semua orang termasuk para pejalan kaki dan juga pelindung putra mahkota serta putra mahkota sendiri yang langsung berdiri, meraih bahu belakang Zili dan memutar tubuhnya.
“Memangnya kau tahu siapa ayahku.. ?” tanya putra mahkota sedikit tersenyum geli.
“Benar” jawaban putra mahkota malah semakin membuat pelindungnya kebingungan “sudahlah lebih baik kita kembali saja” ucap laki-laki tersebut sembari mengambil sapu digenggaman Zili dan meletakannya keposisi semula “hatiku semakin sakit karena melihat saudara yang selalu menyiksaku didepan mata”
“Tenang tuan,” zili mulai berbalik kembali “aku akan selalu menolong mulai dari sekarang”
Meraih semua barang-barang belanjaan, sembari mengangkat tubuh Zili dipinggangnya dengan satu tangan “baiklah-baiklah, besok besok saja kau menolongku, malam ini aku sangat lelah” jawab putra mahkota sembari berjalan meninggalkan temannya.
“Hei, apa yang kau lakukan..?” teriak Zili mencoba melepaskan Diri dari tangan putra mahkora yang begitu mudah mengangkat pinggang gadis itu kesamping pinggangnya “lepaskan aku...” pintanya mulai meronta-ronta diudara tetapi tangan putra mahkota begitu kuat menahannya untuk tetap berada diudara.
“Kau ini cerewet sekali” cibir putra mahkota masih terus berjalan.
“Xu...
Belum sempat melanjutkan ucapannya, putra mahkota telah menoleh kepala memandang tajam kearah temannya sembari berhenti berjalan.
__ADS_1
“Xu....?” tanya Zili kebingungan sembari menghentikan gerakannya melepaskan tubuh dari tangan putra mahkota
“Xudahlah kalau begitu mau mu..” jawab pelindung putra mahkota Shin ji lemah karena gagal membawa putra mahkota kembali keistana.
“Tuan, kau jangan mau lagi kembali kepada mereka yang selalu menyiksamu” pinta Zili masih diatas udara.
“Baiklah..”
Jawab putra mahkota sembari tersenyum lucu mulai berjalan kembali menjauhi temannya...
“Kau juga jangan mau dekat dengan mereka, takutnya, diam-diam mereka akan menusukmu dari belakang”
“baiklah baiklah”
“Kau juga jangan percaya dengan omongan mereka, yang namanya saudara tiri itu kadang sangat berbahaya”
“Baiklah tenang saja,” jawab putra mahkota lagi “bukankah aku masih memilikimu yang bisa membiayai hidupku..?”
“Ehhh kenapa aku harus membiayai hidupmu..?”
Tanya Zili terkejut masih diatas tangan putra mahkota.
“Bukankah kau barusan bilang akan menolongku..?”
“Benar juga,” jawab Zili mengingat ucapannya kembali “tapi maksudku menolong dari kejahatan mereka, bukan membiayai hidupmu tuan”
“Saat ini aku tidak punya uang,” jawab putra mahkota cepat “kalau aku ingin memiliki uang, aku harus kembali kepada mereka, dan saat kembali, mereka pasti akan menyiksaku lagi.”
“Hmm benar juga” jawab Zili menyetujui “ tenang saja tuan, aku akan meminta gaji yang lebih besar dari ayahmu nanti untuk menghidupi keperluan kita berdua” lanjut gadis itu lagi.
“Bagus..” puji putra mahkota sembari tersenyum nakal “kita akan mengambil harta mereka perlahan-lahan hingga mereka menyesal karena telah menyiksaku selama ini”
“kenapa anda bisa sejahat ini tuan..?” Jawab Zili menolak ide dari putra mahkota.
__ADS_1
“Aku tidak jahat, aku hanya mengambil harta yang seharusnya menjadi milikku” jawab putra mahkota meyakinkan Zili masih dengan membawa gadis itu ditangannya.
“Benar juga” jawab Zili tampak begitu saja percaya kepada laki-laki yang saat ini telah menurunkannya keatas tanah.