Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
merindukan kenangan


__ADS_3

Detik demi detik terasa begitu cepat dilalui,


Anggapan mereka, baru saja beberapa menit bersama kini matahari telah terbenam dan berganti malam.


Masih menyetir mobil, tangan putra mahkota yang mendapati genggaman dari tangan Zili, mulai membalasnya, merasakan kelembutan tangan wanita miliknya yang entah mengapa mampu membuat hatinya sangat bahagia setelah sekian lamanya kebahagiaan tersebut hilang dan tak kunjung kembali.


“Dia temanmu, iya kan shisou?” Senyuman manis yang berkembang berganti dengan senyuman lucu karena dengan polosnya Zili masih menganggap samaran yang ia lakukan adalah orang lain. “Kenapa waktu itu kau berbohong dengan mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang ditugaskan untuk memata-matai desa shen?”


“Hmmm...


Tidak ingin membalas pertanyaan yang mungkin akan membuat Zili curiga “kenapa kau sangat penasaran dengannya?” putra mahkota malah berbalik menanyai gadis itu dengan pertanyaan yang sudah diyakininya pasti akan membuat wanita miliknya mengalihkan Pembicaraan “kau...


Putra mahkota memang sangat cerdik “darimana kau tahu dia adalah temanku?” saat itu tampaknya dia sedang memojokan Zili untuk segera berhenti membahas tentang penyamarannya “mungkinkah selama aku pergi kau sering...


“Ma.. ma.. mana mungkin” gugup, hingga getaran tangannya mampu dirasakan putra mahkota yang masih tetap menggenggam erat tangannya agar tidak terlepas. Tampaknya laki-laki tersebut telah menduga bahwa zili akan menarik tangannya kembali. maka dari itu, dia mencoba menahan tangan kecil gadis itu untuk tetap berada didalam genggaman dan merasakan kelembutan tangan wanita yang mungkin telah memenuhi seluruh hatinya. “ha ha..


Gadis itu tertawa kecil, keringatnya mulai menetes jatuh saking takutnya ia jika putra mahkota mengetahui bahwa dirinya mencintai laki-laki lain selain putra mahkota dan berakhir ditinggal kan laki-laki yang sangat dicintainya. “Aku pernah melihatnya bersama Shin ji dan teman-teman shisou yang lain maka dari itu....


“Lupakan tentang dia, bisakah kau melakukannya?” Pinta putra mahkota semakin mengeratkan genggaman tangannya.


“Tentu saja Shisou, ..


Jawab Zili cepat “aku akan melupakannya”


“Hanya...


Putra mahkota mulai menghentikan Mobil tepat Di Bawah pohon besar yang berada dipinggir jalanan Sepi, jalanan yang sedikit menanjak berada hampir dekat dengan pusat perbelanjaan Desa CO 1. “Ingat aku saja didalam pikiranmu”


“Hmm...

__ADS_1


Angguk Zili mengiyakan “tentu saja aku akan selalu mengingatmu shisou”


“Itu artinya kita sama” ucapan putra mahkota memperparah rasa bersalah zili yang mengira bahwa saat itu dirinya tengah menduakan laki-laki sempurna seperti putra mahkota.


Haaa...


Zili mulai menoleh kepala ketika putra mahkota memakaikan topi keatas kepala gadis itu“pakai ini” ucap laki-laki tersebut lalu memakaikan kacamata lagi untuk Zili “juga ini” dia mulai memakai topi dan kacamata untuk dirinya sendiri “keluarlah sebentar” perintah laki-laki tersebut disela-sela keterkejutan Zili yang lagi-lagi menerima perlakuan lembut dari laki-laki tersebut.


Zili mulai membuka Handle pintu, diikuti putra mahkota yang sedang meraih lipatan Jaket hoodie miliknya, jaket kasual bertopi yang tadinya berada didalam kantung belakang kursi.


Dengan segera ia membuka pintu mobil, lalu berjalan mendekati Zili yang sedang berdiri didepan pintu mobil menunggu kedatangannya.


“Shisou...


Putra mahkota membentangkan jaket berseleting yang telah dibuka tepat dibelakang Zili.


“Masukan tanganmu” perintahnya kepada zili yang langsung memasukan kedua tangannya kedalam Lengan jaket tersebut. Setelah zili menyelesaikan perintah, laki-laki tersebut mulai merapikan jaket ditubuh wanita miliknya kemudian menutup kembali reseleting jaket tersebut “tidak baik mengenakan seragam sekolah ketika memasuki Departemen store”


“Shisou..


“Benarkah?” tanya laki-laki itu sejenak sembari mengalihkan tangan memegang pipi wanita miliknya, merasakan degup jantung yang sangat kencang bahkan hembusan nafasnya yang juga ikut tidak beraturan.


Zili merasa sangat tergoda, sungguh luar biasa wangi dan aroma nafas putra mahkota yang masuk dan tercium hingga kerongga hidung gadis itu, perlahan-lahan tangannya mulai ia angkat menuju pipi putra mahkota “shisou...


Matanya mulai sayu, merasa sangat merindukan laki-laki yang padahal berada didepan matanya. “Kau sungguh sangat tamp......


“Kalian berdua..


Suara seseorang sontak mengejutkan Zili yang langsung menundukan kepala dan putra mahkota yang langsung berdiri tegak menghadap kesamping, merasa kesal dengan gangguan yang selalu saja menghalanginya memandang mata wanita miliknya. “Berhentilah bermesraan dipinggir jalan” seru seorang laki-laki pejalan kaki yang sedang berjalan berdua bersama temannya melewati putra mahkota dan Zili.

__ADS_1


“Remaja Co zaman sekarang memang sangat buruk, bukannya belajar dan berusaha mendapatkan gelar kebanggaan negara malah melakukan hal konyol dipinggiran jalan “ sindir temannya yang tampak sangat kesal mengira bahwa putra mahkota dan Zili berasal dari Klan Co.


“Pantas saja Klan co kalah dan hanya menduduki peringkat ke 5 dipertandingan antar Klan, kelakuan anggota mereka saja seperti itu” tambah laki-laki pertama yang juga terlihat saangat kesal.


“Kalau bukan karena berdagang saja, aku lebih baik tinggal di Barat daya dan menyaksikan kehebatan anggota klanku disana” tampaknya seorang dari mereka berasal dari Klan Sun yang sangat mendominasi dan bahkan merupakan Klan kedua terbaik setelah Klan Xu.


“Aku juga demikian, lebih nyaman tinggal didesa sendiri dibandingkan desa panas seperti desa ini” lanjut teman sebelahnya yang juga mungkin berasal dari Klan berbeda.


Sempat kesal dan ingin marah, putra mahkota yang memakai topi dan kacamata hingga tidak dikenali warga negara nya sendiri mulai melangkah kaki ingin memberi peringatan kepada dua laki-laki yang telah berjalan menjauh.


“Shisou...


Zili yang menyadari kekesalan putra mahkota mulai menggenggam telapak tangan laki-laki tersebut dengan kedua tangannya, dia membawanya naik hingga kedepan mata “aku lapar sekali” ucapnya ketika putra mahkota mulai menoleh kearah wanitanya lagi.


“Kau mau makan sesuatu?”putra mahkota melepaskan salah satu tangan Zili, menurunkan tangan lain gadis itu yang masih menggenggam tangannya dan mulai mengajak dia berjalan setelah mengunci mobil dan memasukan kuncinya kembali kedalam kantung celana polosnya.


Zili mulai melangkah kaki mengikuti putra mahkota “bagaimana dengan bakso?”


“Bakso?”


Tanya putra mahkota terkejut,


Bagaimana tidak!


Terakhir kali mereka makan bersama, gadis itu saja tampak sangat enggan ketika ia menawari makanan tersebut kepadanya didesa Xu 15 lebih dari setengah tahun yang lalu.


Ya, benar,


Tampaknya pernikahan mereka berdua telah berjalan begitu lama dan baru sekarang mereka makan Bersama diluar kembali setelah sekian lamanya selalu memakan masakan koki kerajaan. “Bukankah kau tidak menyukai makanan itu?” tanya putra mahkota sangat penasaran sembari terus berjalan beriringan dengan Zili, saling berpegangan tangan menuju pusat perbelanjaan desa Co 1 yang jaraknya tidak jauh dari posisi mereka berada.

__ADS_1


“Sepertinya mulai sekarang makanan itu akan menjadi makanan kesukaanku” dia mulai menundukan kepala merindukan sesuatu, sesuatu yang sangat berharga sama halnya dengan putra mahkota “karena saat ini aku,...


Matanya mulai berkaca-kaca “sangat merindukan ratu yuanna dan ibu nana” lanjut gadis itu menghentikan langkah kaki putra mahkota yang langsung melepaskan genggaman tangan lalu memeluknya.


__ADS_2