Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
menemani pergi


__ADS_3

Berjalan lunglai tak tentu arah,


Terus berjalan memikirkan keadaannya.


Kepalanya terasa sangat sakit, tubuhnya gemetaran ketika mengingat bahwa laki-laki yang berada didalam rumah sakit ternyata bukan Ayahnya sendiri.


Terlebih lagi, Ayahnya saat ini ternyata berada ditangan Musuh.


Disatu sisi, ingin sekali ia kembali ke Desa Co, bergabung bersama Presiden sekolah teknologi untuk menyelamatkan Ayah dan teman ayahnya, disisi lain, ia harus terus bersembunyi agar Putra mahkota tidak dalam bahaya.


Terus melangkah, air mata tak kunjung berhenti mengalir membasahi pipi.


Ditrotoar pinggir jalanan kota,


Diantara keramaian para pejalan kaki,


Dibawah cahaya Matahari yang mulai terasa panas membakar Kulit.


Gadis itu mulai berpikir untuk pergi menjauhi Apartemennya, meninggalkan Laki-laki yang mungkin akan mengenalinya lalu mengundang musuh datang dan menemukan Identitasnya serta akan mendapatkan putra mahkota ditangan mereka.


Teeeeerrttttttt...


Getaran Jam tangan bergerak berguncang cepat membangunkan Zili dari lamunannya.


Meraih Headset dari kantung dengan cepat “Suho..” panggil gadis itu berharap mendengarkan kabar dari presiden sekolah teknologi.


“Suho...?” tanya laki-laki dari balik headset terdengar marah.


Menyadari salah orang “aahh maaf..” ucapnya ketika mengetahui bahwa yang menghubunginya adalah Pemilik Apartemen dan bukan orang yang dinantikannya.


“Kunci Apartemen..”


“Haa...”


“Dimana kunci Apartemenku..?” tanya laki-laki tersebut mengingatkan Zili dari Kelupaannya bahwa ia belum bisa pergi sebelum mengembalikan Kunci Apartemen kepada pemiliknya.


Tertegun “aku ada di....” panggilan terputus, sepertinya putra mahkota menginginkan Zili yang langsung mengantar Kunci Apartemen kepadanya.


Rasa sedih, perlahan-lahan berubah menjadi kesal.


Meskipun demikian, hatinya mulai senang karena akan melihat laki-laki yang selalu mengisi hatinya meskipun ia sendiri mencoba menghilangkan rasa senang tersebut berkali-kali mengingat bahwa saat ini gadis itu telah menikah.


Mulai berbalik,


Lalu berlari cepat menuju Gedung Apartemennya.


*********


Huh..

__ADS_1


Menghembus nafas keras ketika telah sampai didalam Apartemen miliknya.


Menunggu Lift terangkat keatas lalu terbuka.


Saat itu, ia berpikir untuk pergi dari Apartemennya setelah mengembalikan Kunci agar persembunyiannya tak diketahui oraang lain, terutama pemilik Apartemen yang mungkin juga berada dipihak musuh.


Mengingat, orang secerdas Penasihat raja saja berhasil ditangkap musuh, apalagi dia yang hanyalah Orang biasa dan tidak memiliki pengalaman banyak didunia Kemiliteran maupun formalitas.


“Xu’i benar-benar kacau...” suara Pelindung putra mahkota Shin Ji terdengar ketika pintu lift terbuka.


Tersenyum nakal melirik kearah Zili yang telah melangkah kaki keluar pintu Lift “ aku takut sekali dia mati bunuh diri karena kehilangan wanita miliknya..” lanjut penasihat putra mahkota terlihat menyandarkan kepala didinding, berpura-pura bersedih. ucapan Penasihat putra mahkota sontak membuat Zili bersembunyi dibalik Dinding.


“Benarkah dia kabur dari rumahnya..?” tanya putra mahkota terlihat berdiri melipat tangan, menyandarkan punggung dipintu masuk apartemen.


“Dia bilang dia tidak percaya wanitanya mati, lalu mencari-cari wanitanya keliling negara..” jawab pelindung putra mahkota Shin Jo yang terlihat berdiri menyamping menghadap putra mahkota sembari bermain game kesayangannya.


Shisou..


Gumam gadis itu dalam hati,


Kalau dia pergi bebas begitu, bisa saja musuh menangkapnya dengan mudah.


Lanjut gadis itu lagi dalam hatinya.


“Mungkinkah Xu’i sekarang dalam bahaya hingga tidak ada kabar sama sekali....?” lanjut pelindung putra mahkota Shin ji mulai terduduk menundukan kepala berpura-pura sedih.


“Kabar terakhir yang aku dengar..” Mulai menghentikan jari-jari tangan dilayar ponsel “dia berada DiDesa Ou, mencoba mencekik leher sendiri..” ucapan Laki-laki tersebut sontak membuat putra mahkota geram hingga melirik tajam kearahnya, Lirikan tajam tersebut sampai membuat laki-laki tersebut menghentikan permainannya lalu mengantungi Ponsel.


Gumam Zili dalam hati.


“Benar-benar brengsek wanita itu..”


HAaa...


Menoleh kesamping.


Betapa terkejutnya Zili hingga terperanjat ketika melihat Wajah marah putri kelincahan dan putri keagungan ketika mendengar ucapan pelindung putra mahkota shin jo.


“Bisa-bisanya dia membuat Xu’i ku mencekik lehernya sendiri..” ucap geram putri kelincahan membuat Zili tertegun.


“aku sangat membencinya..” ucap putri keagungan mulai pergi meninggalkan Zili yang tertunduk sedih karena teman yang baru ia dapatkan mulai membencinya.


“Kau juga membencinya bukan..?” tanya putri kelincahan Kepada Zili “aku sangat membencinya karena telah membuat Xu’i menderita” lanjut gadis itu mulai tersenyum kepada Zili. “aahh iya, ayo kerumahku.” Ajak gadis itu mencoba menghilangkan kekesalannya dan mulai menarik tangan Zili.


“Hmmmm” geleng Zili menolak, dalam hati gadis itu sangat sedih karena ucapan temannya. Saat itu, ia sangat takut jika teman-temannya mengetahui bahwa Dihadapannya adalah Orang yang mereka benci, ia tidak akan lagi bisa berteman dengan mereka. “aku harus membukakan pintu untuk tuanku” lanjut gadis itu.


Tersenyum lembut “hmm baiklah, “ jawab putri kelincahan melepaskan tangannya lalu memeluk Zili “aku akan menunggumu datang berkunjung” ucapnya membuat hati gadis tersebut perih.


“Hmm” angguk Zili menyetujui lalu melepaskan pelukan Putri kelincahan kemudian keluar dari tempat persembunyiannya.

__ADS_1


Tersenyum nakal memandang Zili yang telah keluar dari balik dinding “Aku akan membantu kalian mencari Xu’i kedesa Ou,”


“Benarkah...?” tanya penasihat putra mahkota mulai berbalik badan, berpura-pura senang.


Saling memandang, Zili mulai membuang wajah, tidak ingin menatap mata putra mahkota yang akan membuat degup jantungnya tak karuan kembali. “tentu saja, aku akan mencari Zili bersamaan dengan mencari Xu’i tapi...”


“tapi...?”


“Aku tidak ingin pergi sendirian..” Lanjut putra mahkota mengejutkan zili.


“Ahh baiklah, aku akan menemanimu...”


“Biar aku saja yang menemani Tuanku..” sambut Zili cepat, menyela perkataan penasihat putra mahkota lalu bergegas bergerak cepat mendekati Putra mahkota.


“Tidak mau..” tolak putra mahkota, penolakannya sontak membuat Zili kesal. “aku tidak mau ditemani orang yang suka melawan perintah.” Lanjut laki-laki tersebut.


Menundukan kepala “maafkan aku..” ucap Zili merasa bersalah “kejadian tadi,..” mulai mengangkat kepala menatap mata putra mahkota dengan pandangan sedih “aku minta maaf..” mata sedihnya sontak membuat putra mahkota menoleh kepala tidak tega. “Aku janji, tidak akan melawanmu lagi nanti..”


“Kunci..?”


Laki-laki itu mulai mengangkat tangan meminta Kunci Apartemen.


“Aku tidak akan memberikannya sebelum kau mengizinkanku ikut bersamaku..” jawab Zili menolak memberikan Kunci ke tangan putra mahkota.


Tersenyum nakal “hmmm” ucapnya “sekarang saja kau sudah melawan perintah.” Lanjut laki-laki tersebut menegunkan zili.


“Aku hanya ingin menemukan Zili saja,” Zili mulai mengambil kunci dikantung celana “aku mohon, biarkan aku ikut bersamamu” lanjut gadis itu memelas.


Mengisyaratkan teman-temannya untuk pergi dengan mata.


Putra mahkota lalu meraih kunci dari tangan Zili.


“Aku mohon tuan,” pinta gadis itu lagi ketika pintu terbuka.


“Hm.. “ semakin tersenyum nakal.


Haaaa...


Putra mahkota menarik tangan Zili masuk kedalam Apartemen lalu menutup pintu.


Menyandarkan gadis itu dibalik pintu lalu membungkukan tubuh mendekati wajahnya, mata mereka saling beradu, sangat dekat hingga aroma nafas putra mahkota yang sangat wangi tercium masuk kedalam hidung gadis itu “bagaimana kalau kau berpura-pura menjadi Zili..?” Ucap putra mahkota memberi penawar.


Ucapannya sontak mengejutkan Zili “tidak mau..” jawab gadis itu tetap pada pendiriannya.


“Hmm ,” tersenyum tipis “ya sudah “ menghempaskan tubuh Zili kebelakang lalu membuka pintu. “sepertinya aku membutuhkan salah seorang dari kalian untuk menem....”


Bergerak cepat menutup pintu, lalu berdiri disamping putra mahkota “baiklah..” jawab gadis itu, “aku akan menjadi Zil...


EMmmmmm...

__ADS_1


Putra mahkota mengecup bibir gadis itu sejenak.


“Baiklah “ dia memeluk erat wanita miliknya dengan tubuhnya yang gemetaran “mulai sekarang kau adalah zili.” Lanjutnya lagi tersenyum bahagia.


__ADS_2