Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Yellow sprayer


__ADS_3

PAMER,


DI DALAM DIRI MANUSIA TERKADANG MEMILIKI KEINGINAN HATI UNTUK MEMAMERKAN KEBANGGAANNYA, HANYA SAJA, TERKADANG BUKANLAH PUJIAN YANG AKAN MEREKA DAPATKAN, MELAINKAN KEBENCIAN KARENA SIFAT IRI DARI SEBAGIAN HATI MANUSIA.


MAKA BERHATI-HATILAH JIKA INGIN MEMAMERKAN SESUATU, KARENA TIDAK BANYAK ORANG YANG AKAN BERPIKIR POSITIF TENTANGNYA, MALAHAN ORANG AKAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI KESOMBONGAN PADAHAL BEBERAPA ORANG PAMER HANYA HAUS AKAN PUJIAN.


Mengingat kembali perkataan putra mahkota, Zili mulai datang menghampiri Seniornya yang saat itu masih terlihat kesal dan marah dengan beberapa orang Karyawan-karyawan disana karena kejadian yang disebabkan gadis itu kemarin. “Senior” sapa Zili sembari memberikan secangkir kopi yang ia telah seduh guna untuk menjalankan Rencananya.


“Kau lagi..?” Sepertinya Senior Zili tidak menyukai gadis itu, ia bahkan hanya melirik sejenak lalu mengabaikannya.


Benar,


Orang yang Sombong adalah orang yang merasa tidak membutuhkan sesuatu, dia menganggap Bahwa dirinya Sendiri mampu menjalani hidup tanpa bantuan orang Lain.


Orang sombong biasanya hanya Dimanfaatkan oleh orang-orang disekitarnya saja, mereka yang memanfaatkannya biasanya adalah orang-orang bermuka Dua.


Bermuka Dua,


meletakan cangkir kopi “Ahh benar senior, tanpa sengaja aku pernah melihatmu berjalan bersama dengan pacarmu, sungguh aku tidak menyangka bahwa pejabat Tinggi Petani Cabai berbakat adalah kekasihmu” Mulai menjalankan Aksinya, saat Itu Zili yang sedang berdiri berusaha keras agar wanita dihadapannya segera memamerkan kebanggaannya.


Menoleh kearah Zili “haa benarkah..?” tanya wanita tersebut mulai mengingat waktu terakhir bertemu dengan kekasihnya.


“Hmm” angguk Zili “melirik sejenak kearah leher seniornya “bukankah itu adalah pemberian darinya..?” tanya Zili sembari menunjuk kearah kalung yang melingkar dileher Wanita tersebut “Cantik ya, aku sungguh penasaran, terbuat dari apa Kalung itu..?” lanjut gadis itu berusaha memancing.


Tersenyum senang “tentu saja terbuat dari Emas Murni yang sangat mahal,” jawab Wanita tersebut mulai memamerkan kebanggaannya “Benar, ini adalah pemberian dari kekasihku tercinta, dia sungguh sangat baik padaku, hingga apapun yang aku mau selalu ia berikan”


“Wah luarbiasa” puji Zili.


“Hebat bukan..?” Tanya wanita tersebut kegirangan.


“Hebat sekali” jawab Zili cepat.


“Apanya yang hebat, baru kalung emas saja kau sudah bangga” seseorang lainnya mulai masuk kedalam pembicaraan mereka sesuai dengan rencana gadis itu.

__ADS_1


“Kau lagi..” geram, senior gadis itu ingin sekali datang menghampiri seorang karyawan yang berada tak jauh darinya.


Tersenyum senang tipis “Tenang senior” jawab Zili “meski mereka tidak menyukai kalung itu, tetapi menurutku kalung itu sangat cantik dan aku bahkan tidak memilikinya” Lanjut gadis itu mulai membela.


“Benarkah...?”


“Hmm” angguk Zili, “sudahlah abaikan saja dia, lalu lanjutkan kembali ucapan senior tadi” tambah gadis itu memang sengaja melakukannya.


“kekasihku sangat tampan dan aku menyukainya, kekasihku adalah orang yang perhatian......


Terus berdiri, meskipun tidak nyaman tetapi tetap Zili lakukan,


Hari terus berganti, dan Zili tetap mendengarkan ucapan wanita yang terus menerus memamerkan kebanggaannya hingga tak seorangpun lagi yang menyukai wanita tersebut karena terlalu membanggakan apa yang ia miliki.


Semua orang mulai menjauhi senior Zili karena dirasa sangat membosankan mendengarnya berbicara, pada saat itu, Zili lah satu-satunya orang yang tetap berada disamping seniornya meskipun sangat tidak nyaman, tetapi demi menyelesaikan tugasnya, ia akan bertahan hingga mendapatkan kepercayaan darinya.


Mulai keluar dari ruangan, Zili dengan Sengaja terus berjalan beriringan dengan seniornya.


Mulai mengunci pintu “Senior, kepala divisi memanggilmu.” Ucap seseorang mengantarkan pesan lalu pergi begitu cepat meninggalkan mereka karena mungkin Gerah melihat seniornya yang sering memamerkan kebangaannya tersebut.


Bahkan Jika tidak hati-hati, Musuh akan Lari dengan cepat dan jejaknya tidak lagi dapat ditemukan, maka dari itu, Untuk membuka pintu, dia memerlukan Kunci karena CCTV yang menyala tidak mungkin diretas, hal itu pasti akan menyebabkan Musuh mencurigai kedatangan mereka.


“tapi..


“Tenang saja, aku akan menunggumu dan memberikannya kepadamu nanti” lanjut gadis itu berusaha meyakinkan.


“Hmm baiklah, aku percaya padamu” ucap Senior Zili lalu memberikan kunci Pintu Ruangan divisi kepadanya.


Tersenyum senang, Zili mulai meraih kunci tersebut, setelah seniornya berlalu pergi, gadis itu mulai memasuki ruangan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan kecurigaan Musuh yang mungkin menyelinap disana.


“Zu Wui Zi,” gumam Zili pelan sembari mencari-cari meja milik Nama tersebut.


Tersenyum senang setelah mendapatkannya, Zili mulai menyalakan komputer dan mencari-cari sesuatu dilaci-laci meja komputer milik Nama yang saat itu dicurigainya sebelum komputer berhasil menyala dengan sempurna.

__ADS_1


Terkejut mendapatkan sesuatu, Zili mulai membuka sebuah Dokumen yang terselipkan sebuah kartu didalamnya “YELLOW SPRAYER” gumam gadis itu pelan, lalu meletakan kembali barang-barang tersebut pada tempatnya kemudian mulai memainkam jari-jari tangannya diatas keyboard Komputer milik Zu Wui Zi, pemilik komputer yang saat ini sedang berada didalam kecurigaan gadis itu.


"Zi-Xu"


"yes milady." jawab akun virtual Zili mulai masuk kedalam Komputer dihadapan gadis itu.


"Dobrak saja pintu itu" perintah Zili ketika melihat sebuah akun berpintu yang tergembok Dilayar monitor komputer.


"yes milady" jawab akun virtualnya kembali, lalu mulai bergerak cepat mendobrak bersamaan dengan tangan-tangan Zili yang terus bermain diatas keyboard komputer disana.


berhasil membuka gembok dan pintu.


betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat sebuah Situs didalam sana.


menyimpan sesuatu yang dianggap penting, gadis itu mulai memikirkan cara agar bisa bergabung menjadi bagian dari anggota kelompok Yellow Sprayer yang saat itu Wilayahnya sedang dijelajahi Zili dengan Peta yang ia telah temukan.


meraih headset miliknya yang ia simpan didalam kantung setelan jas, "Tuan.." panggil Zili yang telah berhasil memanggil putra mahkota dengan Jam Miliknya, tentu saja Jam pemanggil Texchi yang sudah lama ia lepaskan dan kini ia kenakan kembali.


"kau menemukannya..?" tanya putra mahkota dari balik headset milik Zili.


"Yellow Sprayer, aku menemukan tempat persembunyiannya" jawab gadis itu mulai membelalak mata ketika menemukan seseorang datang dan masuk kedalam ruangan tersebut.


gemetaran,


headset gadis tersebut masih terpasang ditelinga.


terus melangkah "ehmm aku..." serba salah karena tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah yang saat itu sedang terjadi.


"pergilah" ucap putri kekayaan pelan, dia yang telah diperintahkan putra mahkota untuk bergabung dalam misi penting tersebut dengan cepat berjalan kearah Zili "aku datang kemari untuk mengecohkan Musuh memperhatikan kedatanganmu" Lanjut gadis itu menjelaskan Tugasnya.


"begitu ya..?"


"cepatlah pergi, tidak akan ada orang yang menyadari kepergianmu sama halnya dengan tidak ada orang yang menyadari kedatanganmu ketempat ini sebelumnya" tambah putri kekayaan yang langsung mematikan komputer yang masih menyala disana.

__ADS_1


"tapi seniorku..


"tenang saja, aku akan mengurusnya untukmu nanti" jawab gadis itu melegakan Zili yang langsung pergi meninggalkan Putri kekayaan dan kunci Ruangan diatas meja.


__ADS_2