
“Shin...” tubuh yang kurus mulai bergerak mendekati tubuh tegap dengan dada bidang, tubuh seorang tentara militer yang terlatih meskipun masih diusia remaja terlihat begitu atletis “A....”,
Ha...
Dua buah lengan tangan tampak memegang erat punggung belakang, begitu erat hingga untuk melepaskan diri saja sangatlah sulit.
Ditengah-tengah hirup pikuk kota yang begitu ramah, dengan kendaraan serta para pejalan kaki yang berlalu lalang.
Diantara penjagaan ketat dua orang pengawal pangeran istana yang terlihat berdiri tegap membelakangi junjungannya.
Dan diantara perasaan kacau serta kebingungan karena laki-laki dihadapannya yang merupakan seorang pangeran, putra dari seorang raja menyapa gadis lain dipinggiran jalan.
Zili mulai berusaha keras melepaskan pelukan erat laki-laki tersebut “berhentilah memeluk orang sembarangan...”keluh Zili mendorong tubuhnya kebelakang agar terlepas dari pelukan pangeran istana.
Tampaknya gadis itu mulai terbiasa dengan laki-laki dihadapannya, setelah sekian lama perasaan takut serta tertekan menyelimuti hati bahkan hingga mengalami gangguan kejiwaan sementara ketika berada disisi laki-laki tersebut dimasa lalu.
Melepaskan pelukan dengan membungkuk karena tubuhnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tubuh gadis yang mungkin hanya setinggi dadanya dan juga memegang kedua bahu gadis itu serta mendekatkan wajahnya tepat diwajah gadis didepannya sembari tersenyum lembut dan bahagia “kenapa tidak...?” ucapnya membuat Zili tersenyum kecut “bukankah kau adalah wanitaku...?”
“Wanitamu wanitamu, omong kosong..” tolak gadis itu cepat, mulai menghempaskan kedua tangan pangeran istana “kau harus tahu, aku ini sudah bersuami..”
“Bukankah suamimu sudah mati..?” tanya cepat pangeran istana sembari menarik siku tangan Zili yang tadinya akan berlalu pergi dengan keranjang digenggaman tangannya hingga membuat gadis tersebut berbalik keposisi semula.
Menghempaskan kembali tangan pangeran istana“mati apanya..” ucap gadis itu mulai berpikir “ asal kau tahu saja, saat ini aku sedang bersama suamiku” ucap gadis itu sembari tersenyum penuh kemenangan. “jadi pergilah..” perintahnya berbalik arah lalu melangkah..
“Hmmm...” tersenyum tidak senang “benarkah....?” Tanya laki-laki tersebut mengikuti langkah Zili.
Diantara keramaian orang-orang yang mulai berkumpul melihat pangeran negara mereka sedang mengikuti langkah Kaki Zili, Rasa malu yang begitu dalam mulai menyelimuti hati gadis itu karena merasa menjadi tontonan banyak orang yang mungkin akan mencibirnya karena berani mendekati pangeran Negara NC.
Berbalik dan geram karena diikuti “pergilah Shin’A..” usir Zili dengan gertakan gigi geram.
__ADS_1
“Aku akan pergi kalau kau ikut bersamaku..” jawab laki-laki tersebut semakin membuat kacau perasaan gadis itu.
Memejamkan mata sejenak “suamiku sedang menungguku, bagaimana mungkin aku ikut bersamamu..?” jelas gadis itu begitu kesalnya.
“Kalau begitu..” tersenyum lembut “ayo kita pergi meminta izin kepada Suamimu” jawab laki-laki tersebut sontak mengejutkan Zili.
Dia benar-benar gila.
Gumam gadis itu dalam hati mulai memikirkan cara menghindarinya.
Berbalik arah, lalu berjalan,
Masih diikuti pangeran istana dan dua orang pengawalnya, memasuki Taman kota.
“Saaayyaang....” panggil gadis itu kearah putra mahkota yang tampak sedang berbaring memegang ponsel miring sembari menutup telinga dengan earphone dan juga memainkan game dilayar ponsel miliknya “sayangku, cintaku, suamiku, honey bunny sweety oh pujaan hati” Lanjut panggil gadis itu dari jauh membuat putra mahkota sontak melirik kearahnya dan menghentikan gerakan tangan.
Haaa..
Tubuh Zili terjatuh duduk ketika putra mahkota mendorong wajah gadis yang tadinya ingin membisikan sesuatu kepada laki-laki tersebut.
Si brengseekkk ini...
Maki gadis itu lalu berdiri ketika putra mahkota telah duduk lalu memainkan game nya kembali.
“Hmm, jadi kau suaminya...?” tanya pangeran istana yang baru saja datang mendekati mereka, mengantungi sebelah tangan kedalam kantung celana, dan berdiri dihadapan putra mahkota yang sedang duduk serta disamping Zili yang tampak ketakutan kebohongannya terungkap.
Menghentikan gerakan tangan, meletakan Earphone kebelakang leher “suami..?” tanya laki-laki tersebut keheranan lalu melirik kearah Zili, gadis itu tampak tersenyum begitu santai.
“Aahh sayang jangan begitu..” Zili mulai duduk disamping putra mahkota “meskipun kau tidak pernah mencintaiku” gadis itu mulai menundukan kepala, dalam hatinya berharap laki-laki disampingnya mau membantu ia keluar dari masalah dengan pangeran istana “tapi hatiku ini akan selalu mencintaimu..”
__ADS_1
“Konyol..”jawab putra mahkota tidak menyukai ucapan Zili. “ berhentilah...
“Pantas saja..” suara pangeran istana terdengar menyela “selama ini kau menyakitinya hanya untuk mengejar wanita yang kini telah mati ya..” Marah, ucapan putra mahkota membuat mata putra mahkota sontak memerah.
“Dia belum mati..” jawab Zili cepat mulai mengangkat wajah, “Zili masih belum mati..” lanjut gadis itu menghapus air mata cepat, “mungkin kalian tidak akan pernah mempercayaiku” dia mulai berdiri “tapi aku yakin..” tersenyum menatap pangeran istana yang masih diam “yang mulia putra mahkota saat ini pasti merasakan hal yang sama denganku..” Lanjut gadis itu mengejutkan putra mahkota yang berada disampingnya.
Mulai mengendalikan amarah karena tidak ingin penyamarannya diketahui, hingga ia harus berurusan kembali dengan pihak kerajaan “benar, aku mencintainya.” Jawab putra mahkota membuat Zili tersenyum kecut “aku sangat mencintai wanita yang kau maksudkan tadi” lanjut putra mahkota mulai memasukan Ponsel kekantung celana, dan berdiri “dan kau....”
Dia mulai menoleh kearah Zili yang mulai berdiri disampingnya “menikahimu adalah kesalahan terbesar yang pernah kulakukan” ucapnya membantu gadis itu yang ia ketahui sedang melakukan kebohongan.
“Kalau kesalahan besar..”Giliran pangeran istana yang kini terlihat marah “maka ceraikan lah dia saat ini juga” lanjutnya lagi mengejutkan Zili.
“Aahh tidak mau tidak mau tidak mau...” jawab Zili cepat lalu memeluk lengan putra mahkota yang terkejut hingga melepaskan tangan gadis itu tetapi gadis tersebut memeluknya kembali “sampai kapanpun aku tidak akan bercerai denganmu” teriaknya mengejutkan banyak orang yang tampak memandangi pangeran istana dari jarak jauh.
“Bercerailah, “ pinta pangeran istana “aku akan menikahimu dan membuat hidupmu bahagia” ucap laki-laki tersebut mengejutkan Zili dan juga putra mahkota yang mendengarnya.
Tersenyum geli, hingga ingin tertawa “kau ingin menikahinya..?” ucap putra mahkota menahan tawa, meraih tangan Zili lalu memegang kedua bahu belakang dan menyodorkan gadis itu kehadapan pangeran istana “nikahilah dia..”ucap laki-laki tersebut mulai melangkah kaki.
Memegang Lengan putra mahkota cepat“aku tidak ingin menikah dengan laki-laki lain..” ucap gadis itu “bukankah aku harus melayanimu malam ini sayang..?” lanjut gadis itu menahan kepergiannya.
“Me..me..melayani..” pangeran istana terlihat begitu terkejut.
“Tentu saja,..” jawab Zili cepat “walaubagaimanapun , aku ini adalah seorang istri” lanjut gadis itu mulai melangkah kaki pergi menarik tangan putra mahkota.
“Setidaknya biarkan hari ini aku membawanya pergi” ucap pangeran istana kepada putra mahkota, menghentikan langkah Zili dengan menggenggam lengan tangan atas gadis itu.
Diantara gengaman erat tangan Zili ditangan putra mahkota, diantara genggaman tangan Pangeran istana ditangan Zili, diantara kekesalan putra mahkota yang tampak merasa begitu terganggu “kau boleh membawanya pergi hari ini dengan membayar uang ganti rugi kepadaku..” jawaban putra mahkota sontak membuat Zili tercengang hingga menengadah kepala geram “bukankah karenamu acara malam kami berdua gagal...?” lanjut laki-laki tersebut semakin menambah kekesalan dalam hati gadis itu.
“Ahhh tentu saja, “ jawab pangeran istana semakin membuat hati Zili bertambah kesal “aku akan mengganti uang kerugian acara malam kalian hari ini”
__ADS_1