
Ujung topi menghalangi,
Bahkan hendak memeluk istrinya sendiripun, putra mahkota masih dibuat kesal dengan Topi yang berada diatas kepala wanita miliknya tersebut.
Petang kini berganti dengan gelapnya malam yang diisi ribuan bintang diatas langit. Bintang-bintang tersebut berhamburan Mengelilingi Bulan sabit yang tampak begitu jauh dipandangan mata.
Suara kendaraan berlalu lalang terdengar mulai meramaikan suasana, dipinggir jalan yang diterangi dengan Lampu-lampu jalanan kota, putra mahkota masih berdiri berhadapan dengan Zili, meraih topi gadis itu lalu membuangnya jauh kebelakang punggung saking kesalnya ia mendapati gangguan yang terus-menerus menggagalkan keinginan hati untuk menatap mata wanita miliknya.
“ibu..
Suara teriakan seorang anak laki-laki terdengar sekilas melewati putra mahkota yang telah memeluk istrinya “Topi ini milik siapa?” suara anak laki-laki yang berada didalam mobil masih terdengar dari kejauhan.
Tampaknya anak laki-laki yang tadinya membuka jendela kaca berhasil meraih topi lemparan putra mahkota.
“Ini topi mahal...
Seru suara seorang wanita terdengar “beruntung seka..
Suaranya mulai menghilang dan tak terdengar lagi, mungkin karena mobil mereka telah pergi semakin menjauh dari posisi dimana putra mahkota sedang memeluk wanita miliknya.
Jaket yang longgar dan kebesaran membuat gadis itu terlihat sedikit gemuk, meskipun demikian, tampaknya dia merasa sangat nyaman menggunakan kain halus yang menutupi tubuhnya, belum lagi dengan pelukan erat suaminya, perilaku tersebut semakin menambah kenyamanan gadis yang sedang tersenyum sangat bahagia, sungguh kebahagiaan tersebut terus menerus mengisi hati gadis itu dimalam yang sama.
Beratnya Rasa rindu terhadap dua orang wanita yang sering mengunjunginya ketika dia berada diapartemen sendirian dan tidak memiliki seorang temanpun disana, serta dua wanita yang juga selalu mendukung dan menyayanginya, kini telah terobati dengan pelukan menenangkan suami yang sangat dicintai.
Sayup-sayup hembusan angin panas kota menerpa kedua pasangan suami istri yang saling merindukan dimalam hari itu. setelah melepas pelukan hangatnya, putra mahkota mulai meraih topi jaket hoodie lalu menutup kepala Zili menggunakan benda tersebut, kemudian ia meraih telapak tangan gadis itu, menggenggamnya, dan membawa wanita miliknya berjalan bersama menuju warung bakso terdekat yang mungkin dapat dengan mudah mereka temukan dipusat perbelanjaan desa Co 1.
*******
Wajah memerah begitupula dengan mata.
Keringat dingin mengguyur tubuh ditambah lagi dengan Jaket yang menutupinya.
Putra mahkota tersenyum lucu tak terhindari, bahkan saking lucunya, suara laki-laki tersebut sampai terdengar hingga ketelinga Zili yang masih belum menyelesaikan satu mangkok bakso dihadapannya.
Memesan satu mangkuk bakso ukuran Besar, membuat gadis itu harus menahan rasa mual yang teramat menyiksa. Bahkan tangannya sampai menggigil ketika sedang mengangkat sendok dan mencoba memasukan potongan bakso kedalam mulutnya.
Zili mulai memejamkan mata, perlahan-lahan tangannya mulai mendekati mulut.
Haaa...
__ADS_1
Keringat mulai jatuh menetes keatas paha kakinya, gadis itu menolehkan kepala ketika putra mahkota meraih tangan gadis itu dan memasukan bakso kedalam mulutnya, menggantikan Zili yang sudah tidak kuasa lagi menyantap makanan yang sebenarnya tidak akan pernah menjadi makanan kesukaannya.
Mungkin, hanya karena rasa rindunya lah yang menyebabkan gadis itu menginginkan untuk memakan makanan yang sebenarnya tidak ia sukai.
“Shisou...
Air mata gadis itu mulai menetes, saking harunya ia dengan perilaku putra mahkota yang lagi dan lagi selalu membantunya dalam kesusahan.
Putra mahkota mengunyah bakso dalam mulutnya, lalu menelan “jangan dimakan lagi,”dia melarang Zili untuk mengambil bakso yang masih tersisa.
“Tapi...
Gadis itu menghela nafas berat “tidak baik jika menyisakan makanan sebanyak ini” ucapnya memandang setengah bakso yang masih tersisa dengan penuh rasa bersalah.
Putra mahkota menghela nafas berat, dia yang telah menghabiskan satu mangkok bakso dengan tambahan mie terpaksa menggeser mangkok yang ada dihadapan Zili lalu membawa mangkok tersebut kehadapannya.
“Shisou, apa yang kau lak...
“Aku masih lapar” ucapnya bohong “biarkan aku makan sisamu ini” senyumnya yang manis mampu membuat Zili tak berdaya menolak permintaannya.
Zili memandang sendok yang diraih putra mahkota “shisou, tidak baik bagimu memakan sisa makananku” tolak gadis itu sembari menghentikan tangan putra mahkota yang hendak memasukan potongan bakso kedalam mulutnya.
Putra mahkota meletakan kembali potongan bakso kedalam mangkoknya “bukankah kau adalah istriku?...
Pertanyaan putra mahkota menyenangkan perasaan Zili yang tadinya Kacau “jadi tidak masalah bagiku untuk memakan sis...
“Tenang saja shisou, perutku sudah membaik”
Dengan cepat Zili mengambil sendok Garpu, lalu menusuk sisa bakso dalam mangkok kemudian dengan gerakan lincah, ia memasukan seluruh bakso tersebut kedalam mulutnya, hingga membuat mulut gadis itu penuh dan dia kesulitan untuk memakannya.
“Apa yang kau lakukan?” putra mahkota mencoba menepuk-nepuk punggung Zili yang terlihat kesulitan mengunyah serta menelan bakso dalam mulutnya, ia sungguh, tampak sangat mengkhawatirkan Wanita miliknya yang sedang menitihkan air mata menahan rasa mual diperutnya
********
Lemas, lemah.
Bahkan kakinya masih gemetaran karena tidak kuat lagi menahan rasa mual didalam perutnya.
Belum sempat memasuki pusat perbelanjaan, putra mahkota yang tidak tega melihat wajah pucat istrinya langsung berjongkok didepan gadis tersebut setelah membayar makanan dimeja kasir. “naiklah” perintah laki-laki tersebut.
__ADS_1
“Shisou...
“Lama sekali, kau mau membuat suamimu ini malu ya?” putra mahkota menoleh kebelakang, dia tersenyum lembut.
Dengan segera, zili meletakan tubuhnya dipunggung putra mahkota, merasakan kakinya mulai naik ke udara secara cepat.
Langkah demi langkah berjalan menapaki jalanan pavling blok didepan pusat perbelanjaan, melingkari tangan memeluk leher putra mahkota sungguh membuatnya semakin bahagia.
Malam itu, zili berharap waktu berhenti saja, membiarkannya berdua bersama putra mahkota dan berada dipunggung tersebut untuk selamanya.
Sangat nyaman, sungguh tenang,
Zili mulai menyandarkan kepala dipunggung nyaman tersebut, menutup mata dan merasakan gerakan tubuh putra mahkota yang masih berjalan.
“Shisou...
Panggilnya lembut dan pelan hingga tak terdengar ditelinga laki-laki tersebut.
“Kau sudah tidur?”
Tanya putra mahkota mulai membuka suara.
“belum..
Zili mulai menegakkan kepala dari sandarannya “aku sungguh ingin memilihkan rasa permen lolipop untukmu shisou” ucapnya lembut dengan sangat memohon.
“Baiklah,...
Putra mahkota tersenyum lembut, masih membawa Zili dipunggungnya dan mulai memasuki pintu masuk toko Makanan Klan Sun disana. “tutup kepalamu” perintahnya ketika melihat beberapa orang mulai memandangi mereka keheranan.
Zili melakukan perintah segera, setelah itu ia menyandarkan kepalanya lagi kepunggung putra mahkota sembari melingkarkan kembali tangan yang tadinya terlepas dari leher laki-laki yang dicintainya.
Suasana pusat perbelanjaan yang tidak begitu ramai terisi penuh dengan rasa bahagia dikedua orang yang sedang dimabuk cinta, saking mabuknya, mereka berdua bahkan tidak mempedulikan pandangan orang terhadap perilaku aneh yang mereka lakukan.
Mulai masuk kedalam toko, putra mahkota segera menurunkan zili, meraih tangannya lalu membawa gadis itu ketempat Rak lolipop berada.
“Shisou...
Panggil Zili pelan memandaang putra mahkota yang menarik tangannya dari depan.
__ADS_1