
Sebuah ruangan terlihat begitu Luas.
Diisi dua buah lemari yang saling berdampingan disisi belakang bagian Kanannya, didalam Lemari terdapat ratusan Buku-buku dan dokumen-dokumen penting yang tertata dan tersusun rapi berdasarkan Jenis-jenisnya.
Diruangan tersebut juga terdapat Sofa, dan juga Kamar mandi dibagian Sisi kirinya.
Seorang Laki-laki dewasa terlihat duduk diatas kursi memegang pena, mencoret sesuatu dilembaran Kertas diatas meja, meja yang penuh dengan buku-buku dan juga alat tulis, serta sebuah perangkat Komputer Yang sedang menyala.
Pintu yang tertutup, kini terbuka,
Memandang terkejut,
Pikir laki-laki tersebut, tidak biasanya laki-laki dewasa dihadapan Dia muncul tiba-tiba disana.
“Kau membiarkannya melunasi Hutang ean...?” tanya seorang yang baru saja tiba, sepertinya dia tidak menyukai Perilaku raja bayangan yang kini telah berdiri, meletakan penanya diatas sebuah Tempat alat tulis khusus yang berbentuk seperti cangkir dan menutup lembaran Kertas disana.
Mulai melangkah kaki mendekati Mentri keuangan yang baru saja tiba keruangannya, diperusahaan utama Xu “mungkinkah kau datang untuk mengatakan bahwa kau telah mengganti uang Xu’i...?” sambil berjalan, raja bayangan mulai bertanya terang-terangan.
“Tidak masalah bagiku untuk mengganti..” mulai melangkah mengikuti Raja bayangan yang telah duduk diatas sofa “masalahnya..” Mentri keuangan mulai mendaratkan tubuh diatas sofa seberang temannya tersebut “kenapa kau membiarkan Xu’i melakukannya...?” tanya ulang mentri Keuangan menginginkan penjelasan.
Mulai melipat kedua kaki yang tadinya terbuka lebar “aku percaya pada penilaian putraku” jawab santai raja bayangan, mengejutkan mentri keuangan.
“Apa maksudmu..?” sepertinya mentri keuangan tidak menyenangi Jawaban Temannya, ia bahkan terlihat berpura-pura tidak tahu.
Menghela nafas berat sembari menahan Lutut dengan kedua genggaman tangan “masalah perceraian rumah tanggamu” memandang mata mentri keuangan yang juga membalas pandangannya “Aku hanya mengetahui ceritanya dari sisimu saja dan belum mengetahui cerita kalian dari sisi ean” lanjut raja bayangan terang-terangan “karenanya, aku selalu menyalahkan Ean tanpa tahu penjelasan darinya” tambah raja bayangan menyentakan hati mentri keuangan.
“Idris..” panggil teman dihadapan raja bayangan “jadi kau tidak mempercayaiku...?” tanyanya tidak percaya.
“Bukan tidak percaya” jawab raja bayangan kini telah melepaskan lipatan kaki “Aku hanya tidak mengetahui..” lanjut laki-laki tersebut lagi “diantara kalian berdua, manakah sebenarnya yang lebih bersalah..?” Raja bayangan mulai berdiri, mungkin hari itu dia sangat sibuk dan tidak memiliki banyak waktu hanya untuk sekedar melanjutkan obrolan mereka.
__ADS_1
********
Langkah kakinya telah berhenti,
Sayup-sayup angin menggoyangkan setiap helaian rambut halusnya yang terurai.
Berdiri didepan sebuah Kursi pertengahan Taman samping kediaman Zin, Zili memandang wajah putra mahkota yang terlihat sedang duduk membaca buku dengan sesekali menyeruput Teh Hijau didalam cangkir Kecil diatas meja.
Tiga hari telah berlalu,
Dan hari Libur Mingguan kini telah tiba.
Mengistirahatkan diri dipagi hari yang cerah dengan pergi ke Taman.
Tanpa sengaja gadis itu menemukan Laki-laki yang dia cintai duduk Dibangku taman.
“shisou..” panggil gadis itu sembari melihat wajah putra mahkota yang telah terangkat.
“Hm” angguk gadis itu masih tetap berdiri, sungguh, tidak ada keberaniannya untuk duduk disisi putra mahkota tanpa perintah dari laki-laki tersebut.
Masih saling memandang, putra mahkota mulai menundukan kembali kepalanya, memfokuskan diri untuk membaca buku dibandingkan harus menahan keinginan hati untuk terus menatap mata Zili “duduklah” perintah laki-laki tersebut menyenangkan hati Gadis yang langsung bergerak mendekati bangku yang sama.
Angin segar dipagi hari masih terus berhembus, wangi semerbak Bunga Mawar terbawa oleh arus angin hingga masuk kedalam rongga hidung,
Ahhh...
Ternyata bukan Wangi bunga yang berada pada jarak yang lumayan jauh dari mereka, tetapi wangi aroma tubuh putra mahkota yang begitu lembut mampu menenangkan Otak Zili disana.
Telah duduk disebelah laki-laki tersebut dengan menjaga sedikit jarak, putra mahkota yang tadinya melipat kaki, kini melepaskan lipatannya, “kenapa kau duduk jauh sekali..?” tanya putra mahkota mengejutkan Zili yang langsung bergeser menyentuh Tubuh samping putra mahkota. Aroma tubuh yang wangi semakin tercium dekat, sungguh, rasanya sangat ingin tertidur diLengan laki-laki tersebut karena aromannya yang begitu menenangkan hati. “bagaimana pekerjaanmu akhir-akhir ini..?” tanya putra mahkota sembari tersenyum senang karena Zili telah duduk tepat disampingnya yang kini meraih Gagang cangkir Kaca dengan satu tangan, dan tangan lainnya memegang buku.
__ADS_1
Menoleh kesamping, memandang kagum karena melihat Betapa elegannya perilaku laki-laki disampingnya hingga membuat Zili tertegun dan ingin sekali memiliki putra mahkota untuk dirinya sendiri serta bahkan sangat ingin memeluknya. Masih melamun karena melihat ketampanan putra mahkota yang mampu membuat degup jantungnya memompa kencang “hah..?” tanya gadis itu tidak mendengar pertanyaan putra mahkota hingga membuat sang penanya membelalak mata sejenak sebelum menyeruput teh yang telah berada ditepi gelas dan hampir masuk kedalam mulut laki-laki tersebut.
Meletakan gelas dengan cepat lalu menoleh kesamping “oh..” saling memandang, Wajah kedua orang tersebut memerah, dengan cepat keduanya saling bergeser menjauh berlainan arah hingga membuat Buku putra mahkota terjatuh keatas rerumputan hias disana.
“ehmm” saling mendehem, keduanya melakukan hal yang sama.
“shisou..” panggil Zili sembari menundukan kepala mencoba mencairkan ketegangan.
Mengambil bukunya yang terjatuh “Hmm” putra mahkota mulai membaca bukunya kembali namun tidak mampu memfokuskan diri.
Menoleh kearah putra mahkota untuk bertanya “shisou, kenapa bukumu terbalik...?” tanya Zili sebelum melontarkan pertanyaan yang tadinya ingin ia ucapkan.
“Terbalik..?” tanya putra mahkota menyadari setiap huruf pada lembaran yang terbalik “ahh, bukan terbalik” ucapnya berbohong karena tidak ingin mempermalukan diri sendiri dihadapan wanita miliknya “Cover bukunya memang terbalik karena buku ini adalah buku langkah” ucap putra mahkota berbohong sembari menutup Cepat buku miliknya.
“Benarkah..?”
“Tentu saja benar” jawab cepat putra mahkota meyakinkan.
“Wahhh hebat sekali” Puji Zili begitu mengaguminya, walaubagaimanapun, gadis itu tidak sedikitpun menyimpan rasa curiga karena sangat mengetahui kehebatan putra mahkota dan tentu saja dia mempercayai setiap Ucapan Laki-laki yang dia cintai “ini pertama kalinya bagiku mengetahui bahwa ada buku langkah dengan Cover yang terbalik” lanjut gadis itu memuji, pujiannya sungguh membuat putra mahkota tersenyum getir hingga menghela nafas tidak percaya.
“Kau percaya padaku..?” tanya laki-laki tersebut dengan cepat menoleh kepala kearah Zili.
Tersenyum menundukan kepala “tentu saja aku percaya padamu Shisou”jawab gadis tersebut dari jarak jauh.
Tersenyum senang “kalau kau percaya padaku maka jaga rahasia ini untukku” pinta putra mahkota membingungkan zili hingga mengernyitkan dahinya.
“Rahasia..?” tanya gadis itu menoleh kearah putra mahkota lagi yang kini telah berdiri mengantongi Tangan.
“Rahasia bahwa aku memiliki buku langkah Dengan cover terbalik” jawab putra mahkota menjelaskan.
__ADS_1
“Ahh” menganggukan kepala beberapa kali sembari masih melihat sisi samping putra mahkota “ baiklah shisou” jawab gadis itu menyenangkan hati putra mahkota hingga membuat laki-laki tersebut tersenyum senang, Tipis Tanpa ketahuan, lalu mulai berbalik menghadap Zili dan menghampiri gadis itu hingga membuat gadis yang dihampiri menundukan kepala berusaha mengendalikan detak jantungnya.