
Detak jantungnya memompa begitu Cepat.
Kali ini bukan karena Sedang jatuh Cinta kepada putra mahkota, malahan detak jantung karena perasaan Cinta tertutup dengan detak jantung karena perasaan Gelisah.
Seperti mimpi,
Yang mungkin semua remaja yang melaluinya juga akan berpikiran sama kecuali putra mahkota dan pangeran istana yang memang telah terbiasa dengan perlakuan Sopan para Perwira Tentara Militer negara NC.
Perwira sendiri merupakan Para pemimpin tentara tingkat atas, para pemimpin yang biasanya mengendalikan ratusan hinga jutaan Tentara bawahan Didalam negara NC seperti Letnan, Brigadir dan bahkan Jendral besar sekalipun merupakan seorang Perwira.
Pikirnya,
Bagaimana mungkin, dia yang hanya seorang Gadis remaja biasa bisa memimpin Para pemimpin tentara militer negara NC..?
Gugup dan gelisah,
Pikirnya lagi,
Semua orang yang saat ini memberikan hormat kepadanya merupakan orang-orang dewasa yang umurnya jauh dibandingkan dengan dirinya.
Hanya dewa kemenangan dan Pelindung putra mahkota Shin Ji lah yang mungkin usianya hampir setara dengannya.
Yang Lainnya, mungkin Berusia dua puluh tahunan keatas.
Ahhh...
Gemetar, menggigil.
Putra mahkota sendiri terlihat duduk dengan santai dibelakang sampingnya, sembari melipat kaki dan membaca Buku.
Sementara mereka kini tengah berada dilapangan Luas yang dipenuhi Ratusan Perwira disana.
Bahkan empat orang jendral besar sekalipun memberi hormat kepadanya, mereka tampak sedang berdiri didepan ratusan perwira, seorang lagi terlihat berdiri tepat dihadapan Zili dan putra mahkota.
“Pe..pe...ehmm” gugup, bahkan hanya untuk mengucapkan kata penerimaan saja ia terlihat begitu gugup “penghormatan diterima” jawab Zili pelan hampir tak terdengar.
“Penghormatan telah diterima” ucap keras seorang jendral besar dengan Bintang lima dibahunya sembari menurunkan tangan yang diikuti oleh ratusan perwira disana.
__ADS_1
“Silahkan memilih yang mulia...” Ucap jendral besar yang terlihat sedikit Tua, mungkin usianya sudah mencapai lima puluh tahunan keatas.
“Apa..!” tanya Zili kebingungan, dia saja tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba dipanggil untuk datang ketempat tersebut,
Sebuah Lapangan yang pernah ia Lihat sebelumnya ketika misi pertamanya bersama Shen Shi Yun menghancurkan Puluhan Robot manusia didesa Ann dimasa lalu, ketika itu putra mahkota yang telah berhasil mengalahkan salah satu putri mantan Presiden NC telah keluar dari Gua bersamanya dan berakhir dengan Berada dilapangan tersebut.
Sama-sama kebingungan, jendral Besar tentara Negara NC juga terlihat kebingungan melihat kebingungan Zili “bukankah anda memanggil seluruh perwira untuk memilih Pasukan, yang mulia....?” tanya jendral besar yang sedari tadi berdiri dihadapan Zili dan putra mahkota.
Masih santai dengan buku bacaannya, Zili yang menoleh kepala kearah putra mahkota sangat berharap bahwa laki-laki tersebut akan membantunya menyelesaikan masalah.
cahaya pagi menjelang siang mulai menembus Kulit tubuh, memang, jarak antara desa Co dan Desa Zin tidak terlalu jauh, hanya beberapa jam saja menggunakan mobil, mereka telah sampai dan tak perlu berlama-lama serta menggunakan jalan Lintas Cepat.
Tidak seperti desa Ann yang memiliki perbatasan jauh, dan harus melewati Puluhan desa-desa lainnya diwilayah Utara untuk sampai kedesa Co1, perbatasan antara desa Zin dan desa Co sangatlah dekat,
Desa Zin 1 sendiri berbatasan dengan desa Co 1, sementara Desa Ann 58 berbatasan dengan Desa Co 4.
“Pasukan ya..” tidak mendapati bantuan dari putra mahkota, Zili mulai menenangkan diri untuk memikirkan jawaban “bisakah kau memilihkan tujuh orang dari perwira terbaikmu..?” pinta gadis itu.
“Semua Perwira disini adalah perwira terbaik yang mulia, saya sendiri bahkan tidak mampu untuk membedakannya” jawab cepat jendral besar menegunkan Zili.
Ahh..
Pikir gadis itu,
Mungkinkah putra mahkota saat ini sedang mengujinya, memilih perwira terbaik yang mungkin bisa sangat berguna untuk Membantu menyelesaikan tugasnya nanti..?
Tambahnya lagi berpikir.
“Kalau begitu,..” mulai menundukan kepala sejenak. “Ketika sedang dalam Tugas, Antara komandan yang memimpin tugas dan letnan yang baru saja tiba ditempat..” menghela nafas berat dengan pertanyaan yang diajukannya sendiri “manakah dari mereka yang akan kalian patuhi perintahnya..?” tanya Zili mengejutkan semua orang tetapi tidak dengan putra mahkota. “Bergeserlah kekanan jika Kalian memilih letnan, dan kekiri jika kalian memilih komandan..” lanjut gadis itu lagi memberi perintah.
Mulai tersenyum senang, “hmm” putra mahkota menghentikan bacaannya, dan mulai tertarik untuk melihat tindakan wanita miliknya.
Memberanikan Diri untuk berjalan mendekati sekumpulan pasukan yang telah memilih jawaban “ pada dasarnya, posisi seorang Letnan memang lebih tinggi dari posisi seorang komandan, hanya saja..” berhenti tepat didepan pasukan “Ketika menjalankan Tugas, Komandanlah yang bertindak paling Penting dalam menyusun strategi yang saat itu sedang dijalankan, dan tentu saja, jika Seorang letnan yang baru saja datang memberikan perintah, pasti, dia yang belum mengetahui susunan strategi akan mengacaukan tugas yang saat itu sedang dijalankan, jadi..” menghela nafas berat “meskipun hal tersebut melanggar peraturan negara NC, tetap saja kalian harus mematuhi perintah dari seorang komandan agar tidak merugikan sesama Anggota yang saat itu mungkin belum mengetahui perubahan perintah” lanjut gadis itu menyenangkan hati putra mahkota.
“benar yang mulia” jawab serentak semua para perwira begitu menggema Dilapangan sana, bahkan Dewa kemenangan dan pelindung putra mahkota Shin Ji saja telah berada dibarisan Kiri pasukan perwira.
Masih terasa gelisah, Zili bahkan tidak sadar bahwa putra mahkota terlihat sedang memandanginya, sembari menggenggam Lutut dengan Kedua tangan disana.
__ADS_1
Tertegun lagi “Antara aku dan putra mahkota, “ sontak semua orang mulai membelalak mata mendengar ucapan Zili “manakah diantara kami berdua yang saat ini harus kalian Lindungi..?” tanya gadis itu mengejutkan semua orang termasuk putra mahkota yang mulai merasa aneh dengan pertanyaannya “kearah kanan jika putra mahkota dan kearah kiri Jika kalian memilih aku” ragu-ragu, sejenak memandang putra mahkota, para perwira mulai bergeser kesisi Kiri dan hanya beberapa orang saja yang bergeser kesisi kanan.
Mendekati Sisi kiri pasukan “Kalian pasti berpikir bahwa aku adalah Orang yang lebih lemah dibandingkan putra mahkota bukan..?” tanya Zili kepada para perwira disana.
“Benar yang mulia..” jawab mereka serentak, menggema dilapangan sana.
“Terima kasih karena telah memilihku” ucapnya mengejutkan Semua orang disana termasuk putra mahkota “tapi menurutku, kalian salah dalam memilih” sontak semua orang tidak percaya mendengar ucapan Zili “walaubagaimanapun, Putra mahkota akan menjadi pemimpin Mutlak negara NC, sekuat apapun dia, kalian tidak boleh sedikitpun lengah untuk melindunginya” lanjut gadis itu lagi memberikan penjelasan “dibandingkan denganku, Putra mahkota jauh lebih berharga dan Harus dilindungi dengan seluruh nyawa kalian jadi maaf..” lanjut gadis itu lagi “aku tidak bisa memilih kalian untuk ikut serta bergabung denganku menjalankan misi penting ini” mulai melangkah, “aku menunggu kalian dikediaman Zin” ucap Zili kepada para pasukan perwira yang berada disisi kanan.
“Baiklah yang mulia, kami siap melaksanakan perintah” ucap serentak para perwira disana bersamaan Dengan Zili yang mulai berbalik badan dan memandang putra mahkota yang saat itu sedang berdiri tersenyum menatap kearahnya.
Shisou
Panggil gadis itu dalam hati.
“Ayo kita kembali “ ajak putra mahkota mulai melangkah menghampiri Zili “Bubarkan” perintah laki-laki tersebut kepada jendral besar disana.
“Baiklah yang mulia, Saya siap melaksanakan perintah”
Sayup-sayup angin, menerbangkan rambut yang diikat satu ikatan kebelakang, Hembusannya menerpa kulit dan menyegarkan, mengurangi rasa panas karena desa Co memang sangat terkenal dengan Cuaca panasnya.
Meraih tangan putra lalu menggenggamnya, gadis itu mulai melangkah kaki beriringan dengan laki-laki tersebut.
Perjalanannya sebagai putri Mahkota negara NC dimulai sudah,
Dia tidak lagi Lemah seperti gadis kesepian dimasa lalu.
Tidak lagi sendirian, karena memiliki Putra mahkota selalu.
Tidak lagi Ketakutan karena memiliki kekuatan dan ketegaran didalam hatinya,
Tidak lagi Bersedih hati, karena kini, telah datang banyak orang memenuhi kehidupannya.
SHISHOU TERIMA KASIH.
Ungkapnya dalam hati untuk yang kesekian kali.
*******
__ADS_1
Bersambung.