
“Strawberry.”
“Kau sungguh menyukainya?”
“Sangat menyukainya shisou,...
Zili yang telah duduk dibelakang mobil putra mahkota dengan lampu menyala, mulai memilih rasa permen yang dia sukai untuk laki-laki yang juga duduk disamping dan menghadap kearahnya.
Tiga toples telah terbuka, dua isi toples dituang keatas kursi dipertengahan zili dan putra mahkota duduk saat itu. Zili mulai meletakan permen rasa strawberry kedalam satu toples kosong dan meletakan permen rasa papermint di toples kosong lainnya.
“Kenapa kau meletakan rasa papermint disana?”
“Itu karena aku tidak menyukainya” jawab Zili cepat lalu meletakan rasa anggur didalam toples pertama.
“Lalu anggur?”
“Itu karena aku menyukainya” jawab zili lagi tanpa ragu-ragu. Dia mulai meletakan rasa permen yang tidak ia sukai ditoples lainnya.
Melihat tingkah Zili, membuat putra mahkota tersenyum lucu sembari memandang wajah serius gadis yang tengah memilah permen untuknya.
Terus membiarkan Zili melakukan kegiatannya seembari bersandar dikursi dan meletakan kedua tangan dibelakang kepala “aku ingin satu” putra mahkota mulai menginginkan satu permen untuk dilahapnya saat itu juga.
“Shisou...
Zili memberikan permen rasa apel untuk putra mahkota. “Ini”
“Kau menyukainya?”
“Sangat menyukainya” jawab Zili cepat sembari menyodorkan permen tanpa menatap mata laki-laki yang dia cinta.
Putra mahkota tersenyum lalu meraih permen dari tangan zili,
“Hee...
Laki-laki itu sungguh terkejut ketika Zili mengambil kembali permen rasa apel yang hampir saja diraih putra mahkota “tunggu dulu” pinta gadis itu “aku ingin membukakan pembungkusnya untukmu, shisou” dia mulai membuka plastik yang menyelimuti permen berbentuk bulat ditangannya.
Setelah pembungkusnya terbuka, ia memberikannya lagi kepada Putra mahkota dan kali ini memberanikan diri untuk menatap mata laki-laki tersebut “ini shisou...
Ucapnya dengan senyuman lembut, sungguh, mampu menggoda putra mahkota yang langsung membuang wajah kejendela disampingnya sembari menarik pergelangan tangan Zili mendekati wajahnya lalu menoleh kembali kewajah Zili yang telah dekat dengannya “terima kasih” ucap putra mahkota tersenyum manis memandang mata Zili yang mulai membelalak lebar membalas tatapan putra mahkota dengan degupan jantung yang tak terkira kencangnya.
Putra mahkota segera memasukan permen yang dipegang Zili kemulutnya, masih dengan menahan kepala belakang dengan salah satu telapak tangan dan menggenggam pergelangan tangan Zili dengan tangan lainnya.
Pandangan yang saling beradu sontak membuat Zili mengalihkan mata membuat putra mahkota semakin tergoda lalu menarik tangan gadis itu membawa tubuhnya mendekat, semakin mendekat dan duduk dipangkuan salah satu paha kakinya.
__ADS_1
“Shisou...
“Sebentar saja” ucap putra mahkota dengan cepat memeluk tubuh Zili dipangkuan kakinya setelah melepaskan permen dari mulutnya, menghindari tatapan mata lagi agar dia mampu menahan keinginan hatinya. “biarkan aku memelukmu sebentar saja” lanjut laki-laki tersebut semakin mengeratkan pelukannya ketubuh zili yang telah melingkarkan kedua tangannya dileher putra mahkota sembari menyentuh belakang kepalanya, membalas pelukan laki-laki tersebut.
********
Waktu sudah hampir habis,
Jarum jam telah menunjukan angka 11 malam,
Beruntungnya Zili karena ia bersama putra mahkota, kalau tidak, mungkin gadis itu tidak bisa masuk kedalam Asrama putri yang dijaga ketat oleh dua orang penjaga asrama setiap malamnya.
Para Penjaga asrama tampak duduk dipos penjaga, sesekali mereka melirik sejenak kearah putra mahkota yang sedang berdiri dihadapan Zili, secara diam-diam, mereka bahkan mencoba mengambil gambar Calon raja mereka saking kagumnya mereka kepada laki-laki tersebut.
Ya..
Mau bagaimana lagi!
Putra mahkota memang sangat jarang berbaur dengan rakyat biasa karena pekerjaan dan tugasnya yang begitu padat, meskipun demikian, sesekali warga negaranya bisa memandang putra mahkota dari jauh Jika laki-laki tersebut mulai bertugas didesa mereka.
Sungguh sangat mengagumkan, laki-laki tersebut bahkan tidak mengusir mereka yang ingin melihatnya, hanya saja, dia tidak menyukai untuk dikagumi atau diperlakukan secara berlebihan.
“Shisou...
Zili, lagi-lagi gadis itu dibuat terkejut dengan pemberian dua toples permen lolipop yang telah ia pilah beberapa jam yang lalu didalam mobil oleh putra mahkota. “kenapa kau malah memberikan ini untukku?” tanya Zili mulai kesal,
Dengan segenap hati ia memilihkan rasa permen untuk putra mahkota tetapi laki-laki tersebut malah memberikan permen yang dipilihnya tersebut untuk Zili.
Rasanya sedih,
Meskipun dalam hati Zili sangat menginginkan permen yang dia telah pilih, tetapi tetap saja ia lebih menyenangi permen tersebut untuk dikonsumsi oleh laki-laki yang dia cinta.
“sebenarnya Aku tidak menyukai rasa itu” ucap putra mahkota, membuat Zili sedikit bersedih.
Dalam hati gadis itu bahkan sempat berkata,
Untuk apa dia menyuruh zili memilihkan rasa permen kalau putra mahkota sendiri tidak menyukai rasa tersebut. “aku sangat menyukai rasa papermint dan vanila, entah mengapa, aku mulai bosan dengan rasa yang lainnya” lanjut putra mahkota lagi membuat kesedihan Zili perlahan-lahan pergi.
“Sungguh?”
Zili mulai bertanya sembari menerima dua kait penutup Toples yang dipegang putra mahkota.
“Tentu saja, ...
__ADS_1
Jawab putra mahkota tersenyum menatap kepala wanita miliknya “percaya lah padaku” lanjut laki-laki tersebut meyakinkankannya.
“Baiklah shisou...
Zili menerima pemberian putra mahkota, ada rasa senang didalam hatinya karena malam itu, ia bisa merasakan makanan yang selama ini sering dikonsumsi oleh laki-laki yang dicintainya. “terima kasih” mulai mendongakan wajah menatap putra mahkota, mata mereka mulai beradu.
“Sama-sama”
Sungguh, putra mahkota yang sangat kuat masih belum sanggup mengatasi detak jantungnya ketika memandang mata wanita miliknya. ia bahkan sampai menoleh kepala kesamping dengan cepatnya sembari menggaruk-garuk pipi yang tidak gatal.
Perilaku putra mahkota sontak membuat Zili menundukan kepala lagi,
Malu dan senang bercampur aduk menjadi satu.
Bagaimana rasanya! Akupun tidak tahu.
Putra mahkota menghela nafas berat karena detak jantungnya yang begitu kencang tak terkendali “masuklah” perintah laki-laki tersebut kepada wanita miliknya.
Pasti, perasaan putra mahkota saangat berat ketika memerintahkan Zili untuk masuk kedalam gedung asrama.
“Shisou..
Begitupula dengan Zili yang harus menerima lagi perpisahan yang akan terjadi.
Semalaman bersama putra mahkota membuat hatinya berat untuk melangkah kaki pergi. “Terima kasih” ucapnya sebelum membalikan tubuh karena tidak ingin melanggar perintah suaminya.
Berat hati,
Putra mahkota sempat mengulurkan tangannya ketika Zili mulai berbalik dan melangkah pergi namun Kewajiban dan tanggung jawabnya kepada negara mengurungkan Niat laki-laki tersebut untuk membawa Zili menyertainya dalam tugas berat yang kini sedang ia kerjakan.
Terus memandang punggung gadis yang telah melewati pintu gerbang dan berbalik sejenak menatap perih putra mahkota yang juga membalas tatapan matanya penuh dengan kesedihan dari jauh, putra mahkota terpaksa harus mengepalkan erat kedua tangannya, merasakan perih didalam hati.
Pintu gerbang perlahan-lahan bergerak karena penjaga asrama mulai menutupnya, menghilangkan pandangan putra mahkota dari mata Zili yang kini telah dipenuhi dengan air mata.
Masih memegang kedua kait penutup toples, gadis itu mulai memeluk kedua toples tersebut dengan kedua tangannya, memandang pintu gerbang hitam yang memisahkan dia dengan laki-laki yang dicintainya.
“Shisou...
Tubuhnya gemetaran merindukan putra mahkota kembali, rasanya malam itu belum cukup untuk melepaskan kerinduannya kepada laki-laki yang dicintai.
Dia mulai berbalik dan melangkah kaki menuju pintu masuk gedung asrama putri. Mengenakan Jaket Hoodie milik putra mahkota yang belum sempat ia lepaskan malam itu.
Aliran air mata terus mengalir tak terbendung hingga membuat nya mulai menangis tersedak-sedak dan sesekali menghapus air matanya.
__ADS_1
“Shisou..
panggilnya lagi penuh dengan kerinduan yang mendalam.