Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
menunggu jawaban


__ADS_3

“Maafkan aku” di hadapan ayah dan ibunya, pangeran istana mengulurkan tangannya kepada Zili. “Maaf untuk semua yang pernah kulakukan padamu”tambahnya lagi sembari menunggu balasan tangan gadis yang sedang bersandar dengan ibu laki-laki tersebut.


“Aku yang harusnya minta maaf yang mulia” Zili memandang sejenak Pangeran istana lalu menunduk kembali “harusnya saat itu, aku menerima pemberianmu bukannya malah menolaknya” tambah gadis itu merasa sangat bersalah menjadi penyebab masalah antara putra mahkota dan pangeran istana.


Pangeran istana tersenyum, lalu menundukan tubuh sedikit, mendekatkan wajahnya mendekati wajah Zili.


Dengan senyumannya, ia memandang Zili lekat, zili bahkan sampai terkejut dengan perilaku pangeran istana yang jauh lebih tinggi darinya. “Terima kasih” ucapnya lalu menegakan tubuhnya. Setelah itu, pangeran istana mengelus kepala zili masih dengan tersenyum kepada gadis itu “yang tadi, tidak usah dipikirkan. Wajar saja kau belum bisa mempercayaiku, tetapi mulai dari sekarang, aku akan berusaha membuatmu percaya padaku” tambahnya lagi.


Zili hanya bisa menganggukan kepala, dalam pikirannya masih mengira-ngira, benarkah apa yang dikatakan pangeran istana? Ataukah hal tersebut hanyalah sebuah tipu daya seperti sebelumnya karena saat ini mereka tengah berada diantara raja dan ratu negara.


Ragu-ragu Zili memandang Pangeran istana lalu tersenyum kepadanya.


Putra mahkota tersenyum kecut, ia bahkan tak senang mendengar suara akting dan tipu daya pangeran istana yang begitu sempurna.


Betapa hebatnya putra dari adik ayahnya tersebut. Berkali-kali, ia mampu mengecohkan semua orang dengan kamuflasenya.


Putra mahkota hanya bisa duduk membaca buku diantara cahaya aurora berwarna-warni dan baterai lampu menghadap keluar rumah.


Tampaknya remaja laki-laki yang sedang duduk bersandar dinding sedaang memikirkan sesuatu, ia bahkan tidak membalik Satu lembar pun dari bukunya sedari tadi yang biasanya ia lakukan dengan cepat.


Disampingnya, putri Istana sedang mengingat kembali wajah laki-laki yang telah menyiksa kehidupan ibu dan ayahnya dimasa lalu. Ia bahkan tidak menyangka bahwa harta klan menyimpan sesuatu luar biasa yang mampu mengubah dunianya.


Bisa saja, jika rancangan tersebut, jatuh ketangan orang berbahaya, ia tidak akan lagi hidup dengan mudah sebagai seorang putri raja lagi.


Terlebih lagi, ucapan terakhir sebelum Laki-laki yang pernah menjadi tunangan ibunya pergi, semakin membuatnya berpikir keras untuk melindungi barang tersebut.


*******


Pagi cerah telah tiba, suara kokokan ayam hutan seperti biasa terdengar berisik ditelinga, apalagi hewan tersebut berada disekitaran desa.


Embun pagi menerpa begitu dinginnya, membuat menggigil pangeran Xu yang memakai pakaian tidak terlalu tebal.

__ADS_1


Ia merelakan jaket yang ia kenakan untuk putri istana karena permintaan gadis tersebut malam itu.


Pangeran Xu memandang sejenak kearah Putra mahkota yang telah bangun lebih dahulu darinya dan membaca buku. Laki-laki itu menggelengkan kepala berkali-kali melihat putra mahkota yang telah terbiasa dengan kedinginan.


Kemeja Extra Limited edition yang hanya dirancang untuk putra mahkota dari klan Lu bahkan lebih tipis dari Kemeja Biru tua yang ia kenakan. Bagaimana mungkin, dia tidak kedinginan bahkan bersin sekalipun sedari tadi?. Itu lah yang ada dipikiran pangeran Xu sedari tadi.


Berada diluar rumah semalaman, menjaga ratu dan raja negara serta putrinya, membuat tubuh tiga orang remaja laki-laki yang telah bangun tersebut dikelilingi puluhan nyamuk yang tidak sanggup menghisap darah mereka karena kulit mereka yang pahit ketika disinggahi.


Lotion anti nyamuk buatan klan Ou memang sangat efektif menghindari kulit dari gigitan nyamuk meskipun tidak membantu menghilangkan Suara lengkingan hewan tersebut. Hanya saja, kulit yang pahit ketika dihinggapi menghentikan Nyamuk untuk mengisapnya bahkan hanya untuk singgah karena racun yang mampu melukai bagian tubuh mereka.


Pangeran istana turun dari atas reruntuhan Rumah. dua ekor ayam hutan telah berada disalah satu tangannya. Tetesan darah masih mengalir jatuh keatas tanah setelah laki-laki tersebut memotongnya.


Over Coat, limited editon berwarna cream yang hanya dimiliki keluarga kerajaan dengan panjang hampir selutut kaki menghangatkan tubuhnya, memudahkan laki-laki berambut hitam tersebut bergerak bebas dikedinginan pagi.


“Ibu, bagaimana apinya?” tanyanya setelah melangkah masuk kedalam Rumah.


“Uhuk uhuk,,”


“Sudah puas” ratu negara tampak kesal dengan tingkah putrinya, sementara Zili yang duduk dipintu belakang rumah tersenyum senang melihat kebahagiaan dipagi hari yang belum pernah ia alami selama ini.


Semua orang tampak bersahabat, ia seperti memiliki keluarga lain yang sangat berbeda, terlebih lagi, disaat ia sedang sakit, semua orang memperhatikannya.


Pangeran istana datang mengusap rambut zili sebelum melewatinya. Zili mendongakan wajahnya memandang pangeran istana yang ia kira putra mahkota. Senyuman yang tadinya mengembang seketika berubah menatap punggung pangeran istana.


Benar sekali!


Meskipun wajah pangeran istana sangatlah tampan dan mempesona, tetap saja tidak mampu menyembuhkan luka hati Zili yang semakin hari semakin melebar.


Sekali lagi, seseorang mengusap kepala Zili, gadis itu sudah tidak berharap lagi itu adalah Putra mahkota, bisa jadi yang mengusapnya adalah raja negara ataupun pangeran Xu.


Seseorang melewatinya, benar saja, sesuai dugaannya, ia adalah raja negara yang telah datang membawa empat ekor ayam hutan ditangannya.

__ADS_1


“Yoooo....


Zili menoleh kesampingnya, ia melihat pangeran xu duduk tepat disampingnya. “kau ingin ayam apa?”


Zili mengerutkan dahinya “ ma.. mak..


“Teman, sebenarnya aku sangat ingin ayam goreng sambal lado, hanya saja, dihutan seperti ini mana mungkin ada minyak goreng”


Paakkkk... “akh” pangeran Xu memegang kepalanya setelah putra mahkota memukul dia dengan bukunya. “Xu’i”


Putra mahkota berdiri tepat dibelakang Pangeran Xu, Zilu mendongakan wajahnya, menatap putra mahkota sedikit malu dan merasa tidak enak diri. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah satu keluarga yang sedang mengolah ayam hutam didepannya.


“Bisa makan saja sudah bagus, kau malah menginginkan lebih” suara putra mahkota lagi, dan lagi. Selalu saja membuat jantung Zili berdebar-debar.


Rasanya berat bagi orang yang selalu sendiri, bahkan tidak pernah memiliki seseorang disampingnya, bila orang tersebut menyukai orang lain yang kedudukannya bahkan jauh melebihinya.


Zili menahan nafas berat sesaat, perlahan-lahan ia menghembuskannya. Ingin sekali ia berlari karena malu dengan kejadian menimpanya terhadap putra mahkota naamun apa daya, kakinya yang terkilir belum sepenuhnya pulih. Meskipun luka goresan perlahan-lahan mulai membaik dengan salep buatan Perusahaan Xu tetapi tetap saja masih memiliki sedikit bekas yang membuatnya tidak percaya diri.


“Apa salahnya, aku kan sedang mengeluh dengan temanku....


“Teman???” putri istana langsung berdiri mendengar ucapan pangeran Xu, ia tampak senang mendengarnya lalu menghampiri putra dari kakeknya tersebut. “bukankah paman menyukainya”


“Tentu saja aku menyukainya melebihi teman” ucapan pangeran Xu membuat Putri istana mulai marah hingga terlihat dari nafas nya yang berat.


“Kau tidak boleh menyukainya,” larang putri istana lalu mengalihkan pandangan kearah Zili “kau tidak menyukainya, iya kan?”


“Haa...


Sontak putra mahkota dan pangeran istana serentak menatap Zili. Padahal sebelumnya mereka berdua sama sekali tidak mempedulikan pertengkaran pangeran Xu dan putri istana. Putra mahkota yang membaca buku, menghentikan bacaannya, memandang zili untuk mendengarkan jawabannya, sementara pangeran istana yang sedang membantu ibunya, sontak memandang Zili juga untuk menunggu jawabannya.


“Aku....

__ADS_1


__ADS_2