Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tidak mampu melawan


__ADS_3

“Hei hei, kau melihatnya sendiri, bukan? Tunangan pangeran istana memukuli adikku, “ suara seorang gadis kecil terdengar hingga ketelinga pangeran istana kecil yang sedang berjalan dikoridor menuju keperpustakaan sekolah “dia bahkan dengan sombongnya mengatakan bahwa dia adalah tunangan pangeran istana dan tidak seorangpun bisa melawannya” suara kerasnya terdengar hingga membuat pangeran istana menghentikan langkah kaki dan memutar langkahnya mendekati kedua gadis kecil yang sedang mengobrol membicarakan Tentang Zili.


“Kau bilang apa barusan?”


Pangeran istana kecil, dengan mata emosi dan berapi-rapi mulai menatap tajam kearah dua gadis kecil yang saat itu berada didepan matanya.


Dengan ragu-ragu, salah seorang dari mereka yang telah menundukkan kepala mulai mengadu “benar yang mulia, tunangan anda sangat mengerikan, setiap kali kami menolak perintahnya, ia bahkan memukuli kami dan lihat...


Ia menunjukan luka membiru bekas pukulan seseorang dilengan atas tangannya “dia bahkan memukul saya sekuat tenaga, dan mengancam akan melaporkan kepada anda jika saya berusaha membela diri”


Kesal mendengar pengaduan dan melihat bukti yang belum tentu fakta,


Pangeran istana mengurungkan niat pergi keperpustakaan, saat itu, ia sungguh sangat membenci tunangannya karena bukan hanya satu atau dua pengaduan saja yang ia terima dalam satu hari sama, ada puluhan gadis yang mengeluh telah mendapatkan siksaan dari tunangannya.


Pangeran istana telah berjalan pergi, menghilang, meninggalkan kedua gadis yang sedang ketakutan karena memberikan informasi salah atas perintah seseorang.


Dua gadis kecil lainnya mulai datang mendekati, seragam mereka yang begitu mewah dan berbeda menandakan bahwa mereka bukan berasal dari kelas yang sama.


Tentu saja,


Mereka adalah dua gadis kebanggaan klan mereka masing-masing karena gadis-gadis kecil tersebut telah berhasil memasuki kelas spesial Sekolah dasar high raise yang begitu susah untuk dijamah oleh rakyat biasa.


“Bagus..


Ucap seorang dari mereka lalu memberikan lembaran kertas uang yang jumlahnya mungkin adalah 50 neceri.


Tidak tanggung-tanggung, demi menghancurkan hubungan pangeran istana dengan tunangannya dan bahkan memberi tambahan kebencian laki-laki tersebut kepada gadis itu, mereka rela mengeluarkan banyak uang yang mereka anggap tidak seberapa hanya untuk memerintahkan orang menginformasikan berita palsu tentang Zili kepada pangeran istana.


Miris,


Pangeran istana yang sudah sangat benci karena merasa Zili telah mengambil ibunya, dibuat semakin benci karena mengetahui gadis itu berbuat semena-mena kepada murid-murid SD high raise dan bahkan hingga membawa nama baik laki-laki tersebut.


kebenciannya semakin mendarah daging, setiap saat, setiap waktu hingga ia telah Tamat SMP, tidak ada habis-habisnya setiap orang mengadu dan mengeluh bahwa zili selalu membuat saja keonaran atas namanya, padahal hukuman telah diberikan untuk gadis itu, hingga bulian para penggemar pangeran istana telah dilakukan tetapi tidak juga membuat Zili jerah membawa nama baiknya untuk membanggakan dirinya.


Itulah yang selama ini diketahui pangeran istana hingga ia benci setengah mati kepada Zili dan memutuskan untuk berpisah, ia bahkan terpaksa berpacaran dengan Co seyin, demi memaksa Zili untuk memutuskan ikatan tali pertunangan mereka, tetapi gadis itu malah tetap diam dan tidak pernah sekalipun meminta ibunya untuk memisahkan mereka.


********

__ADS_1


Zili menghela nafas berat, bersiap-siap menahan rasa sakit karena pangeran istana mulai menuangkan cairan antiseptik keatas kapas putih yang akan segera ia gunakan untuk membersihkan luka diwajah gadis itu.


Ia mulai menggertakan gigi menahan rasa sakit ketika tangan pangeran istana telah mencapai bibirnya yang terluka dan membersihkan sedikit darah kering yang masih tersisa setelah putra mahkota membersihkannya beberapa jam yang lalu saat mereka berada diudara.


Memejamkan mata karena terasa perih, tatapan mata pangeran istana terlihat begitu lembut hingga membuatnya tersenyum sedikit geli melihat tingkah Zili “sepertinya aku akan memaafkanmu” ucapnya menggetarkan hati zili, gadis itu tersenyum getir hingga menimbulkan rasa sakit dibibirnya yang masih terluka, “bersyukurlah karena aku tidak lagi membencimu” tambahnya membuka mata gadis yang merasa sangat kesal dengan ucapan pangeran istana.


Bagaimana tidak kesal!


Selama hidupnya yang diperlakukan tidak adil dan mendapati banyaknya penyiksaan, ia juga tidak memiliki sedikitpun keahlian yang dapat ia gunakan untuk bersama dan membantu putra mahkota, sekarang harus mendengar ucapan pangeran istana yang memberikan maaf kepadanya, padahal seharusnya dia lah yang menerima ucapan tersebut dari mulut laki- laki dihadapannya.


“ucapkan lah...


Perintah laki-laki itu sembari menatap mata Zili yang sangat dekat dengan matanya karena ia sedang mengoleskan antiseptik diwajah gadis itu.


“Maksudmu?..


Zili memberanikan diri melawan laki-laki itu, jelas saja, dia bahkan bukan tunangan gadis itu lagi, dan kenapa juga ia harus berterima kasih dengan pangeran istana yang tidak memberikan sesuatu apapun kepadanya.


“Kau tidak dengar kataku?”


Duduk disatu sofa yang sama, mereka berdua tampak saling beradu tatapan tidak suka, terlebih lagi pangeran istana yang mulai terpancing emosi karena penolakan Zili untuk mengucapkan kata terima kasih kepadanya.


Zili menunduk kepala kesal,


Kesal karena lagi-lagi hatinya tidak kuat menahan tekanan yang diberikan pangeran istana terhadapnya.


Rasa takut mulai bergejolak kembali terlebih ketika mengingat rasa sakit pukulan tangan laki-laki dihadapannya. “terima kasih” ucapnya terpaksa, hampir saja ia menitihkan air mata.


Pangeran istana meraih dagu Zili, memberikan isyarat kepadanya untuk tidak lagi menundukan kepala karena ia mulai mengoleskan salep luka buatan Perusahaan Xu di bagian wajah Zili yang terluka. “kau tahu, dulu aku sangat membencimu karena terus menerus membawa namaku untuk mengancam teman-temanmu?....


“Aku?”


Sontak Zili mengernyitkan dahi tidak terima hingga menghempaskan Tangan pangeran istana.


“Kau berani menyingkirkan tanganku?” ucap keras pangeran istana memberi tekanan kedalam hati Zili yang langsung bergetar.


Zili mulai menundukkan kepala lagi tetapi Dagunya kembali diraih pangeran istana karena ia belum selesai mengoleskan salep diwajahnya. “berani sekali kau....

__ADS_1


“Maaf, ...


Ucap Zili perlahan “maafkan aku” lanjutnya lagi mengalah karena ia mengetahui dengan pasti bahwa ia tidak akan mampu melawan pangeran istana.


Tidak lagi mampu menahan luka perih dihati, kini Zili merasa ingin sekali segera menjauh dari pandangan pangeran istana.


Hatinya,


Lagi dan lagi.


Selalu saja merindukan putra mahkota.


Ingin sekali ia terbaring lalu mengingat wajah laki-laki tersebut dibandingkan harus berada dihadapan pangeran istana yang telah meletakan perban kecil di luka Gadis itu.


“Aku...


Ragu-ragu zili berkata “aku mau tidur” lanjutnya langsung berdiri cepat dan mulai melangkah kaki,


Baaaakkk...


Haaaa....


“Kau kira bisa pergi begitu saja sebelum aku tidur” ucap pangeran istana yaang telah menarik tangan gadis itu dan menjatuhkannya duduk dipangkuan laki-laki tersebut, membelakanginya dan dikunci dengan lingkaran tangan pangeran istana yang memeluk perutnya.


“Shin’A...


Berusaha keras melepaskan diri, Zili bahkan tidak lagi memiliki energi untuk melawan laki-laki kuat dibelakangnya “aku mohon Shin’A...


Pinta Zili sangat memelas karena memang ia tidak lagi kuat bersama Pangeran istana.


“Hmmm....


Laki-laki itu tersenyum nakal, lalu meletak Zili duduk disofa kembali seperti semula kemudian menyandarkan Kepala dibahu gadis yang telah pasrah menuruti perintahnya “aku mau tidur,..


Ucapnya mulai memejamkan mata “jadi jangan berani pergi dariku atau aku...


Kepalanya mulai ia turunkan keatas paha Zili “.... akan menghukummu” lanjutnya lagi memaksa Zili mengalah.

__ADS_1


__ADS_2