Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kepribadian ganda


__ADS_3

Malam terasa teramat panjang dan lama berlalu.


Tetesan air terdengar diantara keheningan malam didalam sebuah gua.


Hujan tiba-tiba mengguyur begitu deras malam itu. Kedinginan menusuk Hingga kedalam tulang-tulang tubuhnya.


Masih mengenakan seragam olahraga, Zili memeluk tubuhnya yang menggigil kedinginan.


Dengan lelap, laki-laki yang memakai jubah hitam tertidur menyandar dinding gua. Meninggalkan Zili yang teramat lelah namun tak kunjung mampu ikut tidur menyertainya.


Rasa takut mulai menyiksa.


Lagi, ingatannya muncul ketika ia bersama putra mahkota didesa Xu 48.


Sedih dan pilu, pikirnya, masih beruntung saat itu ia berada didalam tenda meskipun Dingin dan menggigil, putra mahkota sekalipun masih mempedulikannya dengan memberikan selimut untuk menghangatkan tubuhnya.


Zili, sekuat tenaga memanggil nama gurunya, menegaskan dirinya sendiri bahwa dia harus kuat agar bisa bertahan dan menemui laki-laki yang ia cinta.


Lagi, untuk kesekian kalinya, dimalam hari penuh dengan kedinginan, perutnya mulai terasa lapar. Tapi sayang, kali ini ia tidak bersama dengan putra mahkota yang dulunya selalu ada disaat ia susah.


Shisou.


Sekuat tenaga ia terus meyakinkan dirinya bahwa pasti, dia akan bertemu dengan gurunya jika mampu bertahan ditengah-tengah kesulitan yang saat ini ia jalani.


Dan juga, pikirnya,


Mana mungkin laki-laki dihadapannya itu akan membiarkannya mati begitu saja, terlebih lagi, dia adalah utusan dari putra mahkota.


Krruuuuukkk


Kruuuukk


Bunyi suara perut nya kian mengeras, ia bahkan sampai menekannya sekuat tenaga agar tidak terasa sakit.


Gigilan tubuh membuatnya semakin merasa kelaparan. Ingin sekali ia menitihkan air mata, tapi sayang, gadis itu menggantikan kesedihannya dengan senyuman harapan.


Ia tidak ingin lagi menangis,


Ia tidak ingin lagi lemah dan tak berdaya,


Ia tidak ingin begitu mudah menyerah,


Dan ia tidak ingin begitu mudah pasrah seperti ia yang biasanya.


Derasnya hujan perlahan-lahan mulai berhenti.


Dengan sekuat tenaga, ia berdiri.


Menyalakan lampu dijam tangannya yang tadi telah mati, lalu mencoba mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa untuk mengisi kekosongan perutnya.


Kruuuukkk

__ADS_1


Kruuuukkk


Suara perutnya tak juga berhenti, hal itu sontak membangunkan Laki-laki berjubah hitam yang langsung menyadari. “hmmm...


Dia tersenyum remeh,


“Ckkk,,


Zili membuang pandangannya malas.


“Kau lapar?”


Dia mulai menegakkan tubuh yang tadinya bersandar. “ya sudah kalau tidak lapa...


“Aku lapar,”


Tidak lagi ragu untuk menjawab “sangat lapar” terang-terangan zili mengatakan apa yang dia rasakan.


“Hmm...


Masih dengan senyuman remeh, laki-laki itu berdiri, memandang zili dengan tatapan hina karena menurutnya gadis itu sangatlah lemah dan hanya bisa menyusahkan saja “tunggu dan jangan pergi kemanapun” perintahnya yang langsung dianggukkan Zili karena memang gadis itu saat ini sangat bergantung kepadanya.


Memandang punggung laki-laki berjubah hitam yang kini telah menjauh, Zili sedikit merasa lega karena mungkin malam itu ia masih memiliki harapan untuk mengisi kekosongan perutnya.


Dia yang tadinya berdiri, kini telah duduk lagi, menunggu laki-laki berjubah Hitam datang kembali dan berharap ia membawa makanan bersamanya.


Masih menunggu, masih menunggu.


“Hey baby..


Ucapnya mengernyitkan dahi Zili.


“Baby, baby,..


Zili merasa sedikit aneh “kau bilang tidak selera denganku”


“Lalu...


Laki-laki itu mulai duduk tepat dihadapan Zili “memangnya salah jika aku memanggilmu baby” lanjutnya lagi.


Zili mendesah, dia terlihat sedikit kesal “sudahlah, terserah kau saja mau menyebutku seperti apa” ucapnya tidak ingin memulai pertengkaran, “sekarang nyalakan saja apinya, biar aku yang membersihkan bulu ayam. “lanjutnya lagi mencoba meraih ayam yang sudah tidak lagi meneteskan darah dari tangan laki-laki itu.


Laki-laki dihadapannya tersenyum lembut, senyumannya menggetarkan hati Zili yang terpaksa langsung membuang wajah karena menyadari ada masalah dengan jantungnya. “tidak usah, biar aku saja yang mengerjakan semuanya, kau...


Laki-laki itu melepaskan kaki ayam yang ia genggam dengan salah satu tangannya, membuka jubah hitamnya yang langsung memperlihatkan kemeja Limited edition berwarna merah maron yang mungkin terbuat dari kain katun lembut. “Duduk saja dengan tenang” ucapnya lalu menyelimuti Zili dengan jubah hitam miliknya “dan tunggu aku” lanjutnya mencengangkan Zili seketika.


Laki-laki itu mulai berdiri dan berbalik, tetapi tangan Zili tiba-tiba menarik celana polos hitam yang ia kenakan “kau...


Merasa sangat keheranan, zili mendongak kepala menatap laki-laki yang langsung menolehkan kepala, sedikit memiringkan tubuh memandang Zili “ada yang salah dengan otakmu ya?” tanya Zili terang-terangan.


Laki-laki itu tersenyum geli, ia bahkan menoleh balik kedepan lalu tertawa kecil kamudian membalikan tubuhnya yang membuat tangan Zili melepaskan celana polosnya “kubilang padamu..

__ADS_1


Ia kembali berjongkok menghadap wajah Zili “aku ini memiliki kepribadian ganda” lanjutnya lagi.


“Astaga...


Hal itu sontak mengejutkan Zili.


“Karena nya aku sering minum obat ini”


Laki-laki itu mengeluarkan botol kecil yang berisi pil-pil putih didalamnya.


“Jadi kau...


“Aku ini sebenarnya menderita penyakit parah, bahkan sewaktu-waktu suaraku bisa berubah” jelasnya lagi semakin mengejutkan Zili.


“Pantas saja sekarang kau terlihat sangat baik...


Ucap Zili memandang sedih kewajah laki-laki yang telah duduk dihadapannya sejenak, lalu mengalihkannya lagi karena degup jantungnya yang bermasalah.


“Jangan sedih...


Laki-laki itu mulai mengelus kepala Zili, sontak gadis itu merasa sangat familiar dengan elusan tangannya “aku yang kau anggap baik ini adalah Louise dan aku yang kau anggap buruk itu adalah Shi yun”


“Jadi kau yang mencuri ciumanku ya?”


“Hmm..


Angguk laki-laki itu semakin menambah keterkejutan didalam hati Zili.


“Kau tidak boleh melakukan itu lagi”


Larang gadis itu yang masih tidak berani menatap wajah laki-laki dihadapannya.


“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, kadang kala, karena terlalu sakit, aku tidak sengaja mencium orang lain” ucapnya membuat Zili sontak kembali menatapnya “kau harus bersiap-siap terima dengan pasrah jika sewaktu-waktu aku menciummu kembali” lanjutnya lagi yang langsung membuat Zili menghempaskan tangannya.


“Tidak mau..


Tolak Zili keras “sampai matipun aku tidak mau kau cium lagi” ucapnya penuh amarah.


Melihat Sikap Zili yang mulai emosi, laki-laki itu menghela nafas berat “baiklah, aku akan berusaha menahan kesadaranku dan jika sewaktu-waktu aku menciummu, ...


Dia membalas lembut tatapan marah Zili “kau boleh memukulku” Lanjutnya lagi “aku harap, kau segera menjadi wanita yang kuat agar mampu menahanku untuk menciummu jika sewaktu-waktu hal itu terjadi” tambah laki-laki itu yang langsung berdiri membawa ayam, dan berbalik meninggalkan Zili yang hanya mampu terpaku diam membisu mendengarkan ucapan laki-laki yang kini telah pergi keluar gua.


Malam yang tadinya dingin dan membuatnya menggigil saat itu telah berubah menjadi panas karena detak jantung yang berdegup kencang.


Merasa sangat kebingungan diantara kekhawatiran, entah mengapa, hati Zili mulai tenang ketika laki-laki dihadapannya tadi kembali datang.


Dia tersenyum lembut, membuat Zili membuang wajah karena takut jantungnya semakin bermasalah.


Api unggun telah dinyalakan begitu mudah, panggangan ayam hampir matang sudah, sesekali Zili melirik kearah laki-laki dihadapannya yang telah mengerjakan semua penyediaan makan malamnya.


Sungguh, rasa rindunya terhadap putra mahkota telah sepenuhnya hilang saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2