
Seorang Kasir laki-laki dewasa sedang duduk dikursinya sembari sesekali mengawasi layar Cctv.
Berkali-kali ia menggelengkan kepala melihat seorang Laki-laki berkacamata mengenakan topi dan seorang wanita berkacamata menutup kepala menggunakan topi jaket Hoodie miliknya.
Dia menunduk, kadang juga menengadah menatap langit-langit tokonya.
Dalam pandangannya,
Mereka berdua sangat familiar. Saking familiarnya, dia bahkan mampu mengira bahwa dua orang didalam layar CCTV tersebut berasal dari keluarga kerajaan.
“Mungkinkah putra mahkota dan istrinya sedang berada ditokoku?” Tanyanya pada dirinya sendiri yang sedari tadi sangat penasaran dengan apa yang dia lihat.
Seseorang meletakan beberapa Kaleng minuman serta dua bungkus roti keatas meja kasir tersebut “berhentilah bermimpi tokomu akan dikunjungi putra mahkota” ucap pelanggan yang tidak sengaja mendengar gumaman penjaga kasir “dulu aku juga pernah mengira bahwa dia berada ditokoku, dan setelah kucari tahu, ternyata hanya orang bodoh biasa yang mengubah wajahnya mirip dengan putra mahkota.” lanjut pelanggan laki-laki tersebut berusaha meyakinkan Penjaga kasir yang sedang memeriksa harga barang.
“15 neceri 3 neci” ucap penjaga kasir sembari meletakan barang-barang pembelian pelanggan didepannya kedalam sebungkus plastik. “benar juga” lanjut penjaga kasir tersebut menerima uang Pas dari laki-laki dihadapannya. “mana mungkin putra mahkota yang begitu kaya mau belanja ditoko biasa seperti ini” tambahnya menebak, mulai mengabaikan Layar Cctv setelah pelanggan dihadapannya menerima barang pembelian dan melangkah pergi keluar toko.
Terus berjalan hingga menghilang dari pandangan penjaga kasir, pelanggan tersebut menghela nafas lega karena telah berhasil mengecohkan Penjaga kasir agar laki-laki tersebut tidak mengganggu waktu berharga junjungannya.
Siapa lagi junjungannya kalau bukan putra mahkota.
Dia mulai memanggil seseorang dari jam tangan yang ia kenakan, “sudah kau berikan?” tanyanya ketika panggilan telah terhubung dengan seseorang yang ditugaskan untuk menjadi bendahara kepercayaan putra mahkota.
Tampaknya pelanggan tersebut merupakan agen Rahasia kepercayaan putra mahkota yang bertugas untuk mengawasi keadaan sekitar laki-laki tersebut.
Bahkan tanpa diperintah sekalipun, dengan mudah ia bisa mengetahui tugas yang harus ia kerjakannya.
“Mereka lebih memilih makanan dibandingkan uang tuan” jawab suara seorang wanita dari balik headset, mungkin saat itu ia tengah bersama dengan tiga teman baru putri mahkota diasrama Putri Sekolah teknologi.
Mulai menghela nafas berat karena merasa kesal dengan permintaan teman-teman putri mahkota “catat saja apa yang mereka minta, aku akan membelikan semuanya malam ini juga” perintah laki-laki tersebut lagi sembari membalikan tubuh memasuki Pusat perbelanjaan untuk kedua kalinya dimalam yang sama.
__ADS_1
*********
“Duduklah...
Putra mahkota memerintahkan Zili dengan memegang kedua bahu gadis itu lalu menurunkan tubuhnya tepat didepan rak cemilan diatas lantai “tunggu disini sebentar” perintahnya lagi yang langsung dianggukan oleh Zili. putra mahkota yang tadinya berjongkok segera berdiri lalu meninggalkan Gadis yang tampak sedang melipat kedua kaki dan memeluknya, menahan rasa mual didalam perut, bahkan saking mualnya, meskipun ia berada didalam AC , keringat dingin masih menetes membasahi pipi dan tubuhnya juga terasa panas.
Taaakkk..
Tusss...
“Minumlah”
Putra mahkota yang telah kembali, berjongkok dihadapan Zili, dia memberikan sebuah minuman kaleng yang telah ia buka penutupnya. “teh bunga chamomile ini sangat baik untuk perut mualmu” ucap laki-laki tersebut setelah Zili meraih minuman kaleng dari tangannya.
“Shisou...
Putra mahkota mulai duduk disamping Zili yang belum berani memandang matanya. Meskipun demikian, tampaknya zili sedang berusaha keras mengendalikan detak jantung dan perasaan cinta yang mungkin semakin dalam ketika melihat kelembutan perilaku putra mahkota terhadapnya. “terima kasih” lanjut gadis itu yang kini telah meneguk sekaleng teh bunga Chamomile perlahan-lahan.
Masih memegang kaleng minuman ditangan “kenapa semua rasa ada disana?” tanya gadis itu kesal dengan benda dihadapannya “kalau begini, bagaimana mungkin aku bisa memilihkannya untukmu?” lanjutnya lagi geram karena ternyata semua rasa permen didalam toples besar tersebut telah bercampur menjadi satu.
“Kita beli saja semua,”
“Haa...
Zili mulai menoleh kearah putra mahkota yang berada disampingnya “shisou, satu saja sudah sangat mahal apalagi semuanya” ucap gadis itu terkejut ketika melihat bandrol harga yang tertera didepan Rak tersebut. “aku tidak tahu ternyata selera Permen lolipopmu semahal ini,” lanjut gadis itu lagi tidak menyangka bahwa ada harga lolipop yang lebih tinggi dari harga buku edisi terbatas yang ia miliki. Tidak tanggung-tanggung harga satu buah toplesnya bahkan Sampai dengan 100 neceri atau setara dengan satu juta rupiah.
“Itu karena permen tersebut dibuat dari bahan campuran yang berkualitas tinggi, tentu saja harga mahalnya sebanding dengan rasa nikmatnya” jelas putra mahkota mulai menoleh kepala membalas tatapan Zili, perilaku putra mahkota tersebut membuat gadis itu meneguk habis isi kaleng minuman yang dia pegang.
“Astaga, kalian ini berniat membeli atau hanya sekedar mengobrol ditokoku” tampaknya penjaga kasir mulai kesal melihat tingkah putra mahkota dan zili yang tidak kunjung menyelesaikan pembeliannya.
__ADS_1
Putra mahkota juga ikut kesal, ia mulai menatap tajam kearah penjaga kasir yang telah berdiri disamping zili, tatapan tajam dibalik kacamata yang ia kenakan sontak membuat laki-laki tersebut tertegun, hingga kakinya gemetaran dan merasa takut.
Tidak ingin terjadi masalah dengannya, ia berbalik arah lalu mulai melangkah meninggalkan Zili dan putra mahkota.
Zili yang tadinya menoleh kearah laki-laki tersebut merasa aneh karena melihat wajah pucatnya “shisou..
Ia mulai berbalik arah menoleh kearah putra mahkota yang telah tersenyum lembut memandang gadis itu “kita beli dua saja”
“Dua?”
Tanya putra mahkota menatap Kepala Zili yang berada dibawahnya, tampaknya lagi-lagi gadis itu tidak berani menatap mata putra mahkota. Terlihat jelas pandangannya hanya tertuju pada jakun dileher laki-laki tersebut.
“Hmm.
Angguk Zili mulai mengambil dua toples “aku akan memilihkan rasa untukmu nanti didalam mobil, dan rasa yang lain, ...
Ragu-ragu Zili mulai meminta, sepertinya ia mulai menginginkan permen mahal kesukaan putra mahkota “bisakah kau memberikannya padak...
“Tentu saja” jawab putra mahkota cepat sebelum Zili menyelesaikan permintaannya. Putra mahkota menarik satu toples lagi, menambahkan dua toples yang ada ditangan Zili “ayo” ajaknya berdiri, mengajak Wanita miliknya untuk segera mendekati meja kasir.
Melihat zili Membawa sekaleng botol minuman yang telah kosong dan dua kait tutup toples ditangan lainnya, menyebabkan putra mahkota tidak bisa menggenggam tangan wanita miliknya, dengan berat hati, ia terpaksa merelakan beberapa detik waktunya yang berharga untuk menahan keinginan hati menyentuh kulit tangan lembut gadis itu.
Meraih kedua toples lainnya serta kaleng kosong dari tangan Zili, putra mahkota tersenyum lembut dan tanpa sengaja, matanya tertatap gadis itu hingga membuat langkah kaki gadis yang menatap matanya tersebut terhenti dan hanya berdiri memandang punggung laki-laki yang sangat dicintainya.
SHisou..
Lagi debaran jantung semakin tak kuasa terkendali, hati gadis itu sangat menyukai putra mahkota hingga ia sangat menginginkan laki-laki tersebut hanya untuk menjadi miliknya seorang saja.
Mungkinkah begitu yang dirasakan Ou nura selama ini?
__ADS_1
Tanyanya pada dirinya sendiri didalam hati.