Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tidak akan menyerah


__ADS_3

“Aaannnnaaa......”


“U-texchieesss...” dengan kecepatan tinggi, puluhan payung berterbangan diatas udara, Payung yang atap nya terbuat dari Seng aluminium tersebut merupakan sebuah texchi bertenaga panas matahari.


Aluminium yang bisa tertutup dan terbuka keatas tersebut berwarna hijau seperti warna Klan dari putri kelincahan, Klan Sun diwilayah barat daya


“Buka...” perintah putra mahkota kepada hacker kecil kebanggaannya yang tampak sedang santai duduk diatas Punggung raja ular kobra sembari memainkan jari-jari tangannya.


“Yes my lord..” takkkk....


Grudukkk....


Gruuuduuukkk...


Pintu-pintu ruang bawah tanah terbuka secara bersamaan.


Duuuuaammmm....


Melancarkan granat hingga masuk kedalam pintu, menghancurkan Beberapa robot manusia yang tadinya mulai berhamburan keluar dari sana.


“Spray out.” Ucap putra mahkota, seketika layar dijam tangan laki-laki tersebut yang tadinya bergambar Naga hitam, berubah menjadi gambar raja ular kobra.


“I am A death Pecker, code name king of cobra 00A, your commands are absolutely Obeyed my Lord”


Byuuuuuurrrrrr....


“brengseeekkk...” pangeran istana lompat meraih gagang payung milik putri kelincahan ketika melihat Zili hanya Duduk diam memandang putra mahkota dari bawah dengan butiran penuh air mata, tanpa mengetahui bahwa saat itu, Texchi raja ular kobra milik laki-laki tersebut sedang menyemburkan Racun mematikan dari atas udara.


Shisou...


Gumam Zili dalam hatinya, merasa sangat lega melihat laki-laki yang sangat dirindukan telah tiba.


Pangeran istana berhasil Meraih tangan Zili lalu memeluknya erat dibawah payung yang ia genggam, membangunkan gadis itu dari lamunannya memandang putra mahkota.


HUuussshhhhh...


Duaaaammmmm...


Semua orang tampak berlindung dibawah payung ketika tetesan racun diudara jatuh keatas tanah dan juga dedaunan serta tumbuh-tumbuhan yang saat itu tampak berasap serta berlayuan hingga dedauanan yang tadinya menutupi cahaya matahari kini telah berguguran jatuh dan tampak tak segar lagi.


Tak lama setelah semburan Racun berakhir, tempat yang tadinya dingin, kini telah berubah menjadi sangat panas.


Duuaammmm...


Robot-robot manusia yang tadinya keluar dari ruangan bawah tanah tampak jatuh berserakan terkena racun dan Granat milik putra mahkota,


Hutan yang lembat telah menjadi tempat yang gersang karena sulutan kobaran api yang membakar lahan.


Berada ditengah-tengah kebakaran hutan yang begitu panas, lalu api yang telah menghanguskan sebagian Tempat tiba-tiba padam ketika texchi ular kobra yang sangat panjang menyemburkan cairan racun kembali, Zili mulai menatap sayu mata pangeran istana yang sedang memandangnya dengan tatapan lembut dibawah payung aluminium. “kau baik-baik saja....?” tanya pangeran istana membuang payungnya lalu membersihkan sisa darah dimulut zili dan juga menghapus air mata gadis itu.


“Shin’A....”


Wuuuzzzz...

__ADS_1


Zili mulai menoleh kepala, memandang putra mahkota yang telah berada didepan matanya.


Aliran air mata yang telah terhapus keluar kembali.


Shisou....


Gumam gadis itu didalam hati.


Bukkkkk...


Uhuk uhukk...


Dewa kemenangan tampak terbang diatas pintu keluar ruang bawah tanah,


Mulai melompat diudara.


Baaakkkkkk..


Putra mahkota dengan kecepatan tinggi meraih tangan Dewa kemenangan, menghempaskannya keudara Untuk menghindari tendangan dari guru putra mahkota yang saat itu tampak saangat terkejut melihat kedatangan muridnya.


Buuukkk...


Uhuk .. uhukkk..


“70%...” ucap putra mahkota masih berada diatas udara setelah berhasil menendang laki-laki tua tersebut naik keatas udara.


Baakkkkkk...


“75%” ucap nya lagi menendang perut laki-laki tua dari atas hingga membuatnya jatuh kebawah tanah sembari menyemburkan darah keluar.


Laki-laki tua dengan cepat berguling saat siku kaki putra mahkota hendak menghantam perutnya kembali.


Berdiri terengah-engah...


BAaaaakkk..


Uhhuuukk uhukkkk... mantan presiden NC terbang keudara menabrak pohon hingga mulutnya berdarah karena tidak mampu menyadari pergerakan putra mahkota yang tiba-tiba datang menyerangnya. “50%” ucap laki-laki muda calon raja negara NC begitu remehnya.


Darah menyembur terus keluar dari mulut laki-laki tua yang terlihat gemetaran memandang kedatangan putra mahkota yang begitu cepat.


BAaakkkk...


Kedatangannya berhasil dihalangi Guru putra mahkota. “Menyingkir” ucap laki-laki muda itu tampak tidak ingin diganggu.


Baaaakkkk...


Uhuk uhukkk...


Lagi semburan darah keluar akibat hempasan tangan putra mahkota kepadanya yang membuat laki-laki tua tersebut jatuh menabrak pohon.


“Yuan....” teriak Mantan ketua klan Co dari balik headset yang ia kenakan setelah keluar dari ruang bawah tanah, meminta perintah mundur karena merasa tak satupun dari anggotanya mampu melawan putra mahkota.


“Tangkap Xu’i.” Perintah pimpinan mereka tegas hingga sampai membuat hati laki-laki tua tersebut bergetar tak karuan.

__ADS_1


Sementara putra mahkota menyeraang kedua laki-laki tua secara terus menerus, Pangeran istana yang telah melepaskan pelukannya dari tubuh zili, mulai bergerak cepat meraih tubuh dewa kemenangan yang tampak tak berdaya lagi menahan rasa sakit yang teramat dari guru putra mahkota, dan membaringkan laki-laki tersebut diatas tanah.


“Aahhh dia membawa kedua texchi besarnya pasti karena ingin cepat menyelesaikan masalah dan menemui wanita miliknya” ucap pelindung putra mahkota shin ji, tampak sedaang memegang perut menahan rasa sakit bergerak melangkah mendekati penasihat putra mahkota yang telah menghela nafas lega, memegangi perutnya juga sembari bersandar dipohon dan menyaksikan temannya memukul Telak dua musuh kuat negara.


“Dia sungguh gila,” balas laki-laki tersebut mulai duduk, setelah pelindung putra mahkota Shin jo datang dan duduk bersandar disisi pohon lainnya sembari membersihkan darah dibibir. “hanya karena ingin bertemu wanitanya, dia sampai membakar hangus sebagian pulau.” Lanjutnya lagi masih menahan rasa sakit yang teramat.


“Ahh benar” Melihat Zili yang masih berdiri memandang putra mahkota “siapa dia.. ?” tanya laki-laki tersebut kepada dua orang disekitarnya sembari menunjuk Zili dengan gerakan kepala.


Kedua orang disekitarnya memandang Zili yang telah dihampiri Putri kelincahan dan putri keagungan “aku pun tidak tahu” jawab pelindung putra mahkota Shin ji.


“Mungkin dia teman Shin’A..” tebak penasihat putra mahkota.


“Dia kuat sekali, bahkan telah menyelamatkanku berkali-kali ” puji pelindung putra mahkota Shin ji memandang kagum kearah Zili.


Tak jauh dari tempat mereka berada, putri kelincahan telah mendekati Zili.


“kau baik-baik saja...?” tanya putri kelincahan kepada Zili yang masih terus memandangi putra mahkota “tenang saja, Xu’i sudah datang, jadi tidak perlu khawatir lagi” ucapnya mencoba menenangkan karena melihat aliran air mata Zili yang tidak juga berhenti sedari tadi.


“Dia siapa...?” tanya putri keagungan yang baru saja datang setelah kepergiannya kekanada bersama putra mahkota.


“Heii.. kau dengar aku...?” panggil Putri kelincahan karena melihat Zili tak juga menjawab pertanyaannya.


Melihat keanehan Zili, putri kelincahan dan keagungan mengikuti pandangan bola mata gadis itu “aahhh kau juga mencintainya..?”tanya putri kelincahan lagi kepada zili.


Gadis itu mulai menundukan kepala, karena merasa dibenci oleh kedua gadis dihadapannya “aku juga mencintainya..” ucap putri kelincahan tersenyum lembut.


“Aku juga mencintainya..” lanjut putri keagungan. “Tapi sayang, kita bertiga hanya bisa mencintai tanpa dicintai” tambahnya lagi membuat Zili tersenyum getir.


“Benar..”gadis itu mulai membuka suara “aku juga mencintainya tetapi cintaku masih belum terbalaskan” mulai menghapus aliran air mata dipipi.


“Itu karena dia hanya mencintai istrinya” ucap pelindung putra mahkota shin jo yang telah datang diikuti kedua orang lainnya mendekati mereka.


Zili tersenyum getir “dia hanya menyayangi istrinya sebagai seorang murid sa...”


“Benarkaannn...?”


HAaa...


Putri kelincahan terlihat begitu bahagia mendengar jawaban zili “hmm.. “angguk Zili cepat.


“Itu artinya kita berdua masih memiliki kesempatan mendapatkan hatinya” lanjut gadis itu.


Paaakkk..


“Aura..” bentak putri kelincahan kepada putri keagungan yang telah memukul kepala belakangnya.


“Berhentilah berharap hal yang tidak mungkin terjadi” ucap putri keagungan tampak tidak menyenangi perkataan putri kelincahan.


Zili memandang kedua gadis didepannya “aku tidak akan menyerah,” ucap gadis itu begitu tegas “sampai putra mahkota sendiri yang menentukan siapa yang ingin dicintainya” lanjut gadis itu lagi membuat tersenyum kedua gadis didepannya.


“Aku juga tidak akan pernah menyerah” jawab putri kelincahan sembari mengelus kepala Zili.


“Aaahh para wanita bodoh” hina penasihat putra mahkota remeh.

__ADS_1


“Apa kau bilang...?” putri kelincahan tampak tidak terima.


“Wanita bodoh, percayalah kalian tidak bisa mengalahkan besarnya rasa cinta Wanita itu untuk Xu’i” lanjut Pelindung putra mahkota Shin ji, mencengangkan ketiga gadis dihadapannya.


__ADS_2