
Perisai penahan terbuka,
Di halaman berumput sebuah rumah besar, luas dan megah, yang mungkin hampir setara dengan istana kerajaan negara NC, texchi milik putra mahkota mendarat.
Sungguh sangat menakjubkan.
Dari jauh terlihat popohonan bonsai bercabang begitu indah serta taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga mawar berwarna merah dan didalam taman tersebut terdapat patung lompatan ikan yang dialiri air pancuran.
Bangunan tersebut mungkin memiliki ratusan ruangan didalamnya, hal itu dapat dilihat dari banyaknya balkon yang berada disana.
Jauh dipandang mata, terdapat tembok besar yang mengelilingi bangunan rumah tinggi dan luas tersebut, dinding rumah yang mungkin terbuat dari batu alam berwarna abu-abu sungguh tidak perlu membutuhkan pewarna untuk menghiasinya.
Serta beberapa bagian dinding juga terlihat terbuat dari kayu jati berwarna coklat kemerah-merahan.
Zili, saat itu merasa seperti berada didalam mimpi, berdiri ditempat Mengagumkan bak negeri dongeng dalam sebuah buku cerita bergambar.
Entah mengapa ia berada disana, tapi tampaknya putra mahkota memang sengaja mengatur texchi miliknya untuk membawa Zili ketempat tersebut.
Yang lebih anehnya,
ditempat yang begitu luas dan bersih tersebut, tidak terlihat seorang pelayanpun bahkan hanya untuk sekedar menyapu ataupun berjalan di beberapa jalanan paving block yang mengisi halaman.
Texchi mulai bergerak naik setelah Zili menuruninya, menuju kearah Timur laut, wilayah desa Co berada.
Masih dengan kebingungan,
“Kau sudah datang?”
Suara seorang laki-laki sontak mengejutkan Zili hingga ia terperanjat dan dengan cepat berbalik menghadap kesumber suara tersebut lalu menemukan seseorang yang dikenal sedang berjalan menghampiri Gadis itu sembari membawa lembaran kertas ditangannya.
Zili tertegun,
Hatinya mulai ia persiapkan untuk menerima hinaan dari laki-laki tersebut.
Jelas ia mengetahui bahwa laki-laki yang kini telah berada dihadapannya sangat tidak menyukai gadis itu.
“Hmm..
Zili mendongakkan kepala, menatap wajah laki-laki dihadapannya bertanya-tanya, itu karena laki-laki tersebut memberikan lembaran kertas ditangannya kepada Zili “ini...
__ADS_1
Zili menerima lembaran kertas tersebut, lalu membacanya.
Kata demi kata ia perhatikan, sesekali ia menarik nafas berat karena mengetahui fakta bahwa hewan-hewan yang sakit ketika ia tengah menjalankan misi merawat ternak didesa ann 37 ternyata disebabkan oleh para pemberontak negara yang sengaja menebarkan cacing Berbahaya dimakanan ternak.
Tujuan mereka sebenarnya adalah mengacaukan keamanan desa Ann demi mendapatkan kamus bahasa agar mereka mampu menguasai keahlian Klan tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, dilembaran kertas juga terdapat pernyataan bahwa Adik dari laki-laki dihadapan Zili telah mengakui kesalahan dan meminta maaf atas tuduhannya terhadap putri mahkota yang ia anggap sebagai tersangka.
“sudah selesai?”
Dokter hewan kebanggaan negara menatap tajam kearah Zili yang langsung menundukkan kepala.
Berkali-kali menghela nafas “jadi memang kau yang meminta putra mahkota untuk membawaku ketempatmu?” dia memberanikan diri bertanya diantara rasa takut akan hinaan.
Dokter hewan mengambil kembali lembaran Kertas dari tangan Zili “kuingatkan padamu, jangan pernah jatuh cinta kepadaku” ucap laki-laki tersebut tiba-tiba melarang, membuat Zili merasa aneh dan berpikir bahwa mana mungkin dirinya berani mencintai pejabat tinggi apalagi pejabat tinggi tersebut merupakan pejabat muda terkaya nomor dua dinegara NC setelah putra mahkota. “jangan pernah sentuh aku” larangnya lagi “karena aku adalah laki-laki kaya, dan banyak wanita yang menginginkan aku untuk menikahi mereka terlebih lagi wanita bodoh sepertimu, maka kuperingatkan kepadamu, jangan sekali-kali mencoba menggodaku dengan pesona burukmu yang bahkan lebih buruk dari Kadal yang paling kubenci sekalipun” lanjutnya lagi sedikit menyakiti hati Zili.
“Aku tidak akan melakukannya tetapi...
Zili mulai menaikan kepala, memandang lurus, kearah dada dokter hewan “kenapa kau tiba-tiba melarangku yang aneh-aneh, bukankah kau bilang tidak ingin membuang-buang waktu mengajariku?”
“haaaah...
“Karena aku bodoh makanya aku butuh penjelasanmu” balas Zili sedikit mengeraskan suara.
“Baiklah karena kau bodoh dan mengakui kebodohanmu sendiri, maka akan aku jelaskan..
Ucap laki-laki tersebut memandang geram “mulai sekarang kau akan tinggal disini”
“Disini?”
Ucap gadis itu terkejut,
Bahkan sampai tidak menyangka dia bisa tinggal ditempat semewah dan semegah tersebut, meskipun dia pernah tinggal diistana tetapi tetap saja, perasaan belum terbiasa hidup dalam kemewahan masih ada didalam hatinya.
“Laboratorium Penelitian dan pembuatan bakteri dan virus” jelas laki-laki tersebut.
“Disini?”
“Kenapa kau malah mengulang pertanyaan?” Tanya kesal laki-laki tersebut yang bahkan terlihat menghela nafas keras.
__ADS_1
“Maaf” ucapan Zili malah semakin memperparah rasa kesal didalam hati laki-laki yang telah menggertakkan giginya.
Dokter hewan mulai melipat lembaran kertas “dengan terpaksa aku akan mengajarkan mu semua keahlian klan ann, itu semua kulakukan demi adikku bukan demimu, jadi sadar diri lah dan jangan banyak menyusahkan serta merepotkanku”
“Benarkah?” Tanya Zili kegirangan, mungkin ia ingin sekali menguasai keahlian tersebut untuk membantu putra mahkota dikemudian hari.
“Hmm..
Jawab laki-laki tersebut menaikan salah satu alis matanya “Suami pelitmu itu yang memaksaku, ya ...
Dia tersenyum remeh “mau bagaimana lagi, karena dia tidak mencintaimu dan mana mungkin orang yang serakah ilmu seperti dia mau mencintai wanita bodoh sepertimu jadi dia memaksaku untuk mengajarimu yang bodoh ini” Hina laki-laki itu sontak membuat Zili mendongakkan wajah menatap tajam kearahnya
Dokter hewan tersentak, ia tidak menyukai tatapan Zili kepadanya “kau boleh menghinaku, tapi jangan pernah menghina putra mahkota, mulutmu yang tajam sebaiknya dijaga”
Ucap Zili terang-terangan membuat laki-laki dihadapannya tersenyum nakal.
“Kalau bukan pelit, jadi sebutan apa yang pantas untuknya?..
Dia membalas tatapan tajam Zili, mengangkat kepala sedikit, begitu sombongnya “ semua keahlian dia kuasai, dia bahkan menemukan ilmu baru tapi sedikitpun tidak membaginya kepada siapapun bahkan ayahnya sendiri,” lanjut laki-laki itu “dia juga tidak mengajarkanmu sendiri malah memaksaku untuk melakukannya, padahal Keahliannya sendiri lebih sempurna dibanding keahlian Kami yang adalah penduduk asli Klan ini”
“Itu karena dia sangat sib..
“Itu karena dia tidak mencintaimu dan selamanya tidak akan pernah mencintaimu, dia hanya mencintai ratu yuanna yang tidak akan pernah sedikitpun merepotkannya karena memang ratu kami adalah wanita yang sangat sempurna untuk dinikahi” jelas laki-laki tersebut lagi hingga Zili tidak lagi mampu membalas ucapannya.
Gadis itu mulai menyadari bahwa mungkin perkataan laki-laki dihadapannya adalah benar. Rasa tertekan mulai menghantuinya, ia bahkan mulai merasa ingin menyerah untuk mendapatkan cinta putra mahkota.
“kenapa Kau bisa ada disini?”
Suara seseorang sontak mengejutkan Zili lagi, dia mulai berbalik menghadap kesumber suara yang sangat dia kenal.
“Shin’A..
Sebutnya ketika melihat pangeran istana sedang berdiri didepan pintu lalu mulai melangkah kaki menghampiri mereka.
Zili menundukkan kepala, ia sangat tidak ingin bertemu dengan laki-laki tersebut.
“Hmmm..
Suara dokter hewan terdengar lagi “karena gagal mendapatkan hati Xu’i, sekarang kau pasti sedang berusaha menggoda Shin’A,?” sindirnya halus “aahhh semua wanita memang sama,” ucapnya mulai melangkah kaki meninggalkan Zili.
__ADS_1