Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kenapa harus dia?


__ADS_3

Angin berhembus kencang.


Diatas tembok besar seorang anak laki-laki sedang berdiri.


Angin menerpa tubuhnya, ia memandang jauh kebawah. Tampak seorang anak kecil lainnya sedang berusaha mati-matian melawan seekor harimau besar yang tengah mengejarnya.


Dia melompat keatas dahan pohon dengan tali dijam tangannya. Tampak terengah-engah karena lelah berlari, Sejenak dia memejamkan matanya “perkiraan ketinggian, kecepatan, gaya gravitasi bumi, momentum” tampaknya laki-laki tersebut tengah menggunakan keahlian klan Zin dalam menghitung. “berat tubuhku.... “ dia terlihat tersenyum lega memandaang harimau yang masih berdiri di bawahnya.


Anak laki-laki itu mulai Melompat kedahan lainnya “78 derajat sisi kanan” ucapnya dengan senyuman remeh “catch you”


Anak laki-laki diatas tembok tersenyum senang memandang keberhasilan anak laki-laki yang kini telah duduk diatas tubuh harimau besar dan juga berhasil menjinakkan hewan tersebut menggunakan keahlian Klan Ann.


Ingin sekali, ingin sekali ia menghampirinya, tampak jelas kekagumannya dibola mata. “Shin’A” teriak seorang wanita tua dibawah tembok yang berada dibelakang anak laki-laki tersebut.


Terlihat sangat marah, anak laki-laki yang telah berbalik tersebut pun terpaksa turun kebawah. Melompat menggunakan tali jam tangannya yang diulurkan kearah dahan pohon didekatnya.


Menuruni tembok dengan mudah, mendarat tepat dihadapan wanita tua yang tak lain adalah neneknya. “tidak seharusnya kau berada disini” dia menarik tangan anak laki-laki yang terpaksa mengikuti keinginan neneknya.


Sejenak menoleh kearah pintu tembok yang menghubungkan antara tempat nya dengan kengerian hutan, ia mulai memandang tajam seorang anak laki-laki yang mungkin lebih tua darinya sedang berdiri tepat disamping pintu mobil.


Setelah nenek anak tersebut masuk, dia tersenyum kecut “kau... “ ucapnya geram “yang mengadu bukan?” lanjutnya lagi “ruan”


Anak laki-laki yang sedang membawa buku ditangannya tersenyum “ini demi kebaikan anda yang mulia” ucapnya lalu meraih handle pintu mobil bagian depan dan masuk, meninggalkan anak laki-laki yang masih berdiri kesal sembari sesekali melihat kearah pintu tembok.


**********


“Kau kembali”


“Xu’i, kau baik-baik saja”


“Xu’i, aku sungguh merindukanmu” seorang anak laki-laki terlihat sedang mengacak-acak rambut putra mahkota kecil yang baru saja memasuki taman istana.

__ADS_1


Pangeran istana kecil yang sedang memeluk beberapa buku, memandangnya dari kejauhan sedang dikerumuni oleh orang-orang tulus yang tersenyum ceria karena kedatangannya.


Tubuh putra mahkota memang terlihat penuh luka, meskipun demikian, ia tidak sedikitpun merasa kesakitan.


Semakin banyak yang menghampiri, semakin besar keinginan pangeran istana untuk menghampirinya juga.


“Hanya” dia tersenyum getir, tubuhnya mulai gemetaran “aku hanya akan tanya kabar saja” ucapnya pada diri sendiri mulai melangkah kaki.


“Haaa.....


Pangeran istana mendongak keatas karena tangan seseorang telah meraih lengannya “nenek” ucapnya mulai menunduk sedih karena gagal mendekati putra mahkota untuk kesekian kalinya.


“Kita pulang” wanita tua menarik tangan pangeran istana menjauhi putra mahkota kecil yang sedang tersenyum tipis kearahnya.


********


Suara tangisan yang begitu menyesakkan.


“Selamatkan ayahku Shin’A” tangan putri klan Lu kecil menggenggam erat kerah kemeja pangeran istana.”Hiks.. haa... bukankah ibumu berasal dari klan Xu?, kenapa kau bodoh sekali, bahkan ilmu obat-obatan sedikitpun tidak kau kuasai” teriak anak perempuan tersebut sembari mendorong pangeran istana jatuh keatas lantai koridor rumah sakit.”tidak berguna, untuk apa kau bermain denganku kalau sedikitpun tidak ada kegunaanmu hiks hiks ..”maki anak perempuan itu lagi sembari duduk menopang tubuh dengan lipatan kaki dan menutup wajah. Menangis sesunggukkan karena sangat takut akan kehilangan ayahnya.


“Aku sudah menyuntikan obat di diarteri yang tepat, jadi kakek leo sudah pasti akan selamat” suara putra mahkota kecil terdengar menenangkan ibu kandung raja negara yang terlihat lega dan langsung terduduk dikursi saking lemahnya karena seharian mengkhawatirkan keadaan suaminya.


Tidak hanya wanita tua, tampaknya putri klan lu juga ikut lega hingga menghapus air mata dan berlari menghampiri putra mahkota kecil yang telah berjalan diikuti tiga orang dokter, seseorang dari mereka sesekali terlihat sedang bertanya, dengan membawa buku kecil serta pena, dia berusaha mencatat jawaban dari putra mahkota.


“Xu’i” panggil anak perempuan tersebut namun tampaknya putra mahkota kecil tidak mendengarnya. Terus melewati putri klan Lu, putra mahkota sedikitpun tidak memandang anak perempuan yang telah menantapnya penuh dengan kekaguman “aku, akan memberikan hidup dan matiku untuknya” ucapnya menyentakkan hati pangeran istana yang telah berdiri lalu berjalan menghampirinya.


“Ayya, kau bilang, kau tidak akan menyukai Xu’i karena dia sangat sombong, tapi...


Pangeran istana menundukkan kepala, sangat sedih, bahkan dadanya mulai terasa menyesakkan.”kenapa sekarang kau bilang begitu?”


“Jangan ikut campur urusanku lagi” ucap putri Klan lu dengan kasarnya lalu pergi berlari meninggalkan pangeran istana yang hampir saja menangis mendengar ucapan gadis yang disukainya.

__ADS_1


*********


Pangeran istana dengan kepalan tangan geram berjalan menelusuri lantai papan salah satu rumah didesa terisolasi setelah tangannya lepas dari ayah yang menghentikannya untuk memukul putra mahkota.


Langkah nya sontak terhenti ketika mendengar suara permohonan tepat didepan pintu rumah.


“meskipun begitu, aku akan berusaha mulai dari sekarang, menjadi kuat dan pantas menjadi pendampingmu dengan usahaku sendiri. Jadi.....” pangeran istana memandang zili melepaskan tangan putra mahkota dan berdiri tegak menghadap serta memandang laki-laki berwajah tampan dengan dagu runcing tersebut “shisou, buka lah sedikit hatimu untukku, hanya...” air mata zili mulai mengalir deras menggetarkan hati pangeran istana. “hanya sedikit saja, berikan cintamu kepadaku hanya sedikit saja ketika aku sudah kuat nanti” laki-laki tersebut membalikkan tubuhnya karena tidak ingin mendengar penolakan“berjanjilah Shisou, tolonglah, agar aku memiliki semangat untuk berusaha”


belum melangkah kaki, laki-laki itu tersenyum kecut “bodoh, sia-sia saja kau meminta” ucapnya pelan, ditujukan untuk Gadis yang sedang memohon tersebut.


“Maaf” jawab putra mahkota.


“Lihat...” pangeran istana tersenyum menghina “wanita bodoh” ucapnya masih belum melangkah juga.


“ayo kita bercerai” hampir saja ia melepaskan tawanya mendengar ajakan Zili kepada putra mahkota. Dengan senang dia mulai melangkah kaki kedepan.


“bukan itu yang aku maksud” langkahnya terhenti, ia mulai mengernyitkan dahi bingung mendengar perkataan putra mahkota.


“maaf, karena belum bisa membuka hatiku untukmu saat ini, jadi berjuanglah..


Pangeran istana berbalik kembali memandang dua orang yang sedang berdiri dihadapannya.


“Berjuanglah, aku akan menunggumu membuka hatiku” betapa terkejutnya laki-laki itu mendengar ucapan saudaranya.


“Dia memberi kesempatan”ucapnya dalam hati “kenapa?” lanjut nya lagi masih dengan keterkejutan yang amat mendalam memandang saudaranya yang tersenyum cerah, senyuman yang telah lama tidak ia lihat lagi tersebut telah kembali. “Gadis itu, kenapa harus dia?” ucapnya berbalik mengepalkan tangan sejenak lalu meranggangkannya “kenapa harus dia?”


*********


Pangeran istana perlahan-lahan membuka mata, ia menghela nafas, lalu tersenyum lembut. Diatasnya terlihat Zili sedang tertidur duduk karena pahanya digunakan untuk menopang kepala pangeran istana yang kini telah bangun.


Tangan pangeran istana ia angkat, diarahkannya menuju pipi gadis itu “kenapa harus kau?” ucapnya sembari mengelus bagian wajah zili tersebut.

__ADS_1


__ADS_2