
Kelas Khusus,
kelas yang hanya diisi oleh beberapa murid pilihan disekolah high raise memang begitu banyak diincar oleh seluruh murid-murid dinegara NC.
tidak seperti kelas pada umumnya, tempat tersebut terlihat begitu mewah dengan Beberapa Sofa pendek yang lembut dan meja komputer berlocker menghadap kearah Layar monitor Besar yang menggantung diatas dinding.
layar monitor yang biasanya digunakan untuk belajar tersebut, berukuran hampir sebesar papan tulis pada umumnya, dan akan menyala ketika seorang pengajar Tiba dan menyambungkan kabel Monitor yang menggantung didinding tersebut dengan kabel adapter laptop miliknya.
tidak hanya itu saja, Sebagian kaca dinding yang tertutup dengan Gorden cantik juga menambah kemewahan ruangan tersebut.
dari dalam Kelas, jika seorang siswa kelas khusus merasa bosan dengan sang pengajar, mereka akan menolak untuk belajar dan diperkenankan untuk memandang taman labirin di balik kaca dinding kelas.
mereka juga bisa melihat para pengunjung labirin dari atas sana.
labirin yang terbentuk dari Tumbuhan Hias yang tinggi dan mengagumkan mata karena dikelilingi oleh kolam panjang yang memiliki beberapa jembatan serta bunga-bunga teratai dipermukaan airnya.
bertambah tenang dengan adanya alunan musik yang bisa didengarkan melalui earphone Kelas khusus. earphone Canggih tanpa perlu bersambung lagi dengan perangkat Musik karena terdapat Lubang memori dipinggir lubang-lubang suara, sisi kanan earphone tersebut.
duduk santai di atas sofa nyaman, sembari mendengarkan alunan musik serta melihat taman Labirin adalah hal yang paling baik untuk menenangkan diri.
begitulah yang dilakukan putri istana didalam kelas khusus, mengabaikan pengajar Yang saat itu terlihat berdiri menjelaskan Pelajaran kepada beberapa murid khusus dikelas tersebut.
sekretaris sekolah ann mozi, putri keagungan, putri kecepatan, putri kekayaan, dan putri kecantikan serta mantan kekasih pangeran istana, Co seyin terlihat begitu fokus memperhatikan pengajar, sementara putri ketelitian terlihat sedang tertegun melirik Zili sesekali, mungkin terjadi sesuatu antara dia dengan putra mahkota sebelumnya.
sofa lembut disamping Zili terlihat berbeda dan lebih mewah, mejanya juga terdesain unik, meskipun demikian, sofa tersebut tampak kosong tak berpenghuni, mungkin sofa tersebut adalah sofa pribadi milik pangeran istana.
diposisi lain juga tampak mantan pelindung pangeran istana, Sun Shin Sura , dewa kemenangan dan pangeran Xu serta Presiden sekolah Ou natsu yang juga memandang fokus kearah pengajar disana, lalu beberapa murid lain yang tak Zili kenali, mungkin mereka berasal dari luar negeri.
sungguh, tempat yang sangat tenang. bahkan suara Ac pun tak terdengar.
hanya suara pengajarlah yang kadang-kadang terdengar saat itu.
mungkin ruangan tersebut memang didesain kedap suara.
puuuuuusssssshhh..
suara semprotan wewangian Ruangan kadang-kadang hampir tak terdengar.
semua indera tubuh manusia sungguh dibinarkan dengan ruangan tersebut.
__ADS_1
mulai dari ruangan yang begitu mewah untuk indera penglihatan, Suasana yang begitu tenang untuk indera pendengaran, wewangian yang begitu lembut untuk indera penciuman, Lalu tempat yang begitu sejuk untuk indera perabaan, serta permen-permen lolipop limited edition yang bisa dimakan kapanpun mereka mau, yang terdapat di dalam kotak bulat atas meja, meskipun saat itu mereka sedang dalam pembelajaran, untuk melengkapi indera perasa para penghuni kelas disana.
dimana lagi kalau bukan di Kelas Khusus yang menyediakan kemewahan dalam belajar.
beberapa desain gambar terlihat berada di dalam layar monitor.
mungkin saat itu mereka sedang belajar ilmu teknologi.
hal itu terlihat jelas dengan adanya Desain Gambar sebuah Pesawat terbang yang terpisah-pisah.
membuat pesawat terbang.
mungkinkah pelajaran tersebut yang saat itu sedang dibahas di dalam pertemuan mereka..?
entahlah.
pintu terbuka,
hal tersebut sontak mengejutkan semua orang disana "bukankah waktu pelajaran telah selesai..?" suara seorang gadis terdengar menggema didalam ruangan.
"anna.." panggil Putri keagungan tidak menyangka bahwa putri kelincahan saat itu memaksa masuk kedalam ruangan kelas Sepuluh, Kelas satu Tingkat SMA sekolah high raise.
"benarkah..?" tanya pengajar yang mulai melihat jam tangannya. "aneh sekali, kenapa jam alarm Ruangan ini tidak berfungsi..?" tanya wanita dewasa tersebut kepada para murid di dalam kelas yang juga merasakan keanehan yang sama.
"begitu ya.." ucap Gadis itu, mulai berdiri.
tersenyum kecut "kau yang menentangku kau pula yang melupakannya" sindir putri kelincahan begitu kesal.
tersenyum lembut "aku tidak melupakannya, aku hanya tidak ingin mengingatnya" ucap zili, membalas sindiran putri kelincahan yang mulai terpancing emosi.
"kau..?" bentak nya keras.
"pergilah" usir putri istana yang tampak tidak nyaman mendengar keributan saat itu, ia yang telah melepaskan earphone nya, duduk membalikan tubuh menghadap kearah Zili dan putri kelincahan "jangan mengganggu ketenanganku" larangnya keras, begitu emosi mengingat tingkah putra mahkota yang selalu mengabaikannya dan bahkan menjadi berubah ketika bersama dengan Zili.
mulai melangkah kaki "cepatlah" berjalan menuju kearah pintu keluar kelas "kau ingin segera bertanding, bukan..?" lanjut Zili dari kejauhan semakin menambah perasaan emosi untuk putri kelincahan.
"aku tidak tahan lagi" bentak putri kelincahan hingga Zili menghentikan langkah kaki. "tidak perlu kelantai 7, kita akan bertanding didepan halaman sekolah saja" ucap gadis itu memutuskan kehendaknya sendiri.
"buru-buru sekali" Ucap zili masih belum membalikan tubuh "sungguh kau tidak takut aku akan mengalahkanmu ya..?" lanjut gadis itu memang sengaja memancing emosi, walaubagaimanapun, dia pasti telah menyadari bahwa saat itu putra mahkota telah mendengarkan percakapannya dengan Putri kelincahan.
__ADS_1
andaikan dia berlaku lemah, pasti, tugas yang diberikan raja negara akan sangat lama untuk dilaksanakannya.
karena tidak ingin membuang-buang waktu, Zili terpaksa memikirkan cara agar berhasil melewati ujian dari gurunya.
"pergilah.." ucap geram putri istana yang mulai merasa kesal dengan kedua orang tersebut karena mereka mengabaikan perintahnya.
"hmm" tersenyum kecut mulai berjalan mengikuti Zili yang telah melangkah kaki kembali "akan kubuat kau malu dengan kesombonganmu itu nanti" ancam putri kelincahan mulai melangkah kaki keluar pintu ruangan.
berjalan dikoridor Sekolah dan berlainan arah di dalam koridor lantai paling atas yang di pagari Aluminium pembatas dan biasanya digunakan oleh para siswa-siswi bersandar untuk melihat suasana lantai bawah, sepertinya putri kelincahan mengambil Eskalator lainnya dan menolak untuk mengikuti langkah Zili, padahal jalan yang dilalui gadis itu sangat dekat dengan tangga bergerak menurun yang akan membawa mereka keluar gedung sekolah High raise.
ramai,
begitu ramai.
berita tentang putri mahkota yang akan bertanding melawan putri kelincahan didepan halaman sekolah dengan secepat Kilat menyebar begitu menggemparkan seisi sekolah.
para murid yang akan melakukan kegiatan ekstrakulikuler mengurungkan niat mereka, para murid yang hendak kembali kerumah masing-masing juga melakukan hal yang sama.
para murid SMP, SD dan mahasiswa universitas juga ikut berdatangan untuk meyaksikan pertandingan yang akan segera berlangsung.
padat,
penuh,
suasana tersebut mengingatkan Mereka pada kejadian dimana putra mahkota dan para keluarga kerajaan bertanding bermain bola voli setelah beberapa minggu acara pesta pernikahan Putra mahkota dan Putri mahkota selesai dilaksanakan.
memanjat diatas dahan Pohon-pohon sekalipun terpaksa dilakukan oleh kebanyakan murid karena sangat ingin menyaksikan pertandingan yang menggemparkan tersebut.
beberapa pengajar juga melakukan hal yang sama,
gorden-gorden dinding kaca terbuka lebar.
terlihat jelas para siswa dan siswi sedang berhimpit-himpitan hanya untuk menyaksikan pertandingan dari atas sana.
putra mahkota tersenyum senang.
ia bahkan tampak duduk disebuah kursi yang telah disediakan para bawahannya diikuti dengan teman-temannya yang juga melakukan hal yang sama.
dengan beberapa Siswa elite yang berdiri memayungi mereka dari terik Panas sinar matahari.
__ADS_1
seorang siswa tampak mulai meletakan meja di depan putra mahkota, lalu seorang lainnya meletakan teh diatas meja tersebut.
Detik-detik pertandingan Putri mahkota melawan Putri Kelincahan Dimulai sudah.