
“Aku juga menyukai Tuan sa’i .....
Sontak semua mata memandang tidak percaya mendengar ucapan dilontarkan oleh zili.
“Tu.. tuan sa’i,?? Kau ini bicara apa? Yang aku tanya kan tentang pamanku, xu yuhan,” putri istana mengernyitkan dahinya, merasa sebal mendengar jawaban Zili yang sebenarnya belum ia selesaikan.
Sementara ratu dan raja membersihkan Bulu ayam ditempat yang agak jauh dan tidak mempedulikan percakapan mereka, putra mahkota malah memandang tak senang terhadap Pangeran Xu yang langsung dibalas dengan senyuman meremehkan laki-laki tersebut.
Zili mulai merasakan suasana tertekan, “bukan kah pangeran xu adalah tuan sa’i?” dia malah berbalik menanyai putri mahkota yang sama sekali tidak mengenali tuan sa’i yang Zili maksud.
“Maksudmu sun shin sa’i?”
Zili menggelengkan kepala “ bukan,...
“Bodoh sekali putri istana,” sindir Pangeran istana yang telah mendekati kerumunan Orang-orang yang berada dibelakang pintu rumah. “jelas saja, Sa’i yang menciumnya ketika tidur karenanya Wanita ini mendapati hukuman untuk.....
“Me.. me...men...ci..cium” putri istana terperanjat. padahal sebelumnya ia mengetahui dari foto mereka. meskipun demikian, ia terlihat sangat tidak terima jika mengingat hal tersebut lagi. Wajahnya bahkan memerah penuh amarah dan terlihat sangat jelas “kau sudah mengambil ibuku dan xu’i, sekarang kau mau mengambil pamanku lagi” teriak Putri istana memaki Zili yang kebingungan.
Suasana penuh ketegangan menyelimuti tempat tersebut. Pangeran istana dan pangeran Xu tengah menahan putri istana yang ingin mendekati Zili dan meminta penjelasan.
Zili mencoba berdiri, ia sangat kebingungan dengan kemarahan Putri istana, bagaimana tidak? Dia hanya ingin mengatakan bahwa dia menyukai tuan sa’i sebagai seorang teman tetapi belum mendengar jawabannya, putri istana telah terbawa emosi.
“Brengsek, wanita penggoda, perusak hubungan orang...
Makian putri istana terus dia lontarkan, sementara tubuh zili mulai gemetaran lagi.
Putra mahkota memijat dahinya yang sangat sakit. Belum lagi satu masalah selesai, kini putri istana malah mulai mencari masalah lain.
“tenang lah yu’a, kami saling menyukai agar dia dan Xu’i berpisah, dan kau akan bersama Xu’i dimasa depan” jelas pangeran Xu menenangkan putri istana.
Putri istana yang tadinya meronta-ronta, saat itu juga mulai tenang kembali “benarkah Xu’i?” tanya nya memastikan kepada orang yang sudah lama ia sukai.
__ADS_1
Putra mahkota menghela nafas berat lalu membantu zili naik keatas lantai rumah panggung. “aku tidak menyukai sifatmu yang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan” sindirnya kepada pangeran Xu, namun laki-laki itu, tidak mempedulikan sindirian putra mahkota.
Baginya tidak masalah bagaimana dia akan hidup selanjutnya, yang lebih penting bagi laki-laki yang hampir mirip dengan kakak laki-lakinya tersebut adalah putri istana bisa bahagia bersama orang yang dia cintai.
“Xu’i, benarkah apa yang dikatakan paman?” tanya putri istana sekali lagi memastikan ketika melihat putra mahkota telah menopang tubuh zili yang menundukan kepala.
Putra mahkota memandang lekat mata Putri istana “aku hanya ingin menikah sekali, jika pun harus menikah untuk kedua kalinya, pasanganku selanjutnya hanyalah Yuanna” jawaban Xu’i membuat geram pangeran Xu dan juga pangeran istana.
Hampir saja kedua orang tersebut melayangkan tangan mereka jika raja dan ratu negara tidak menghentikan.
Tanpa rasa bersalah sedikitpun, putra mahkota membawa Zili pergi dari tempat tersebut, Menuju kedepan rumah agar Suasana yang tegang dan rasa takut gadis itu hilang.
*********
Mata zili memerah menahan tangis, ia memang sangat ingin menangis terlebih lagi ada putra mahkota disampingnya.
Terbiasa dengan kemanjaannya yang selalu bergantung dengan putra mahkota membuat gadis itu menyesal karena terlalu berharap banyak.
Zili mulai tertekan dengan perasaannya, dia memang sangat lemah karena sebelumnya tidak pernah berlatih apa-apa. Berdiam diri dirumah dan hanya sendirian memang membuat dirinya menjadi orang yang paling lemah dinegara NC yang dipenuhi dengan ratusan ribu orang-orang cerdas, kuat dan terlatih.
Apa yang mau disesali?
selama hidupnya memang tidak dibiarkan untuk berlatih! Jangankan untuk berlatih, bahkan, hanya untuk bergabung dikegiatan sekolah ataupun memasuki perpustakaan, dia sama sekali tidak diberi kesempatan. Hanya buku-buku pemberian ayahnya dan buku-buku sekolah lah yang ia pelajari selama ini.
Memang tampaknya, dimasa lalu, pangeran istana tidak ingin gadis itu memiliki sedikitpun keahlian. bahkan untuk mengasah keahliannya sendiri didesa Zin pun, ia tidak diperbolehkan.
Menjadi lemah dan tidak memiliki satupun Penghargaan adalah hal yang paling memalukan bagi masyarakat NC, karenanya, Zili selalu dihina dan dianggap orang yang tidak pantas mendampingi putra mahkota.
“benarkah kau menyukai tuan Sa’i mu itu?” suara putra mahkota membangunkan Zili dari lamunan. Lamunan yang amat menyakitkan dimana ia harus bertahan hidup dengan cap sebagai wanita lemah.
“Aku menyukainya karena dia sangat baik padaku, aku bukan menyukainya sebagai seorang laki-laki” zili, ia sedikitpun tidak bersemangat untuk berbicara dengan putra mahkota.
__ADS_1
Terasa sangat sakit didadanya, bahkan hingga menusuk ulu hati bagian terdalam.
Putra mahkota tersenyum getir, sepertinya ia tidak menyukai jawaban Zili “hmm begitu”
“Shisou, bisakah kau lepaskan tanganmu?” wajah putra mahkota sontak berubah, ia memandang tajam kearah kepala zili yang ada dibawahnya.
“Kenapa?” mungkin putra mahkota penasaran dengan perubahan yang terjadi dengan cara bicara Zili yang sedikit berbeda. Ia bahkan sempat bertanya tetapi tidak juga melepaskan tangannya dari tubuh zili.
“Kau tahu shisou, aku mencintaimu,” masih berjalan selangkah demi selangkah, zili menatap lantai papan dengan wajah sedih “kalau aku terus dekat denganmu, dan kau terus menolak perasaanku, lama kelamaan mungkin aku akan sakit jiwa” lanjutnya lagi, kali ini dengan mata berkaca-kaca.
“Hmmm...
“Shisou,” air matanya mulai menetes jatuh keatas lantai setelah kedua oraang tersebut keluar rumah dan memasuki teras yang terbuat dari papan kayu jati “meskipun begitu, aku akan berusaha mulai dari sekarang, menjadi kuat dan pantas menjadi pendampingmu dengan usahaku sendiri. Jadi.....” zili melepaskan tangan putra mahkota dan berdiri tegak menghadap dan memandang laki-laki berwajah tampan dan berdagu runcing tersebut “shisou, buka lah sedikit hatimu untukku, hanya...” air mata zili mulai mengalir deras, suaranyapun mulai berubah menjadi parau “hanya sedikit saja, berikan cintamu kepadaku hanya sedikit saja ketika aku sudah kuat nanti” zili memandang lekat mata putra mahkota. Putra mahkota bahkan sempat mengembangkan senyumannya. Ntah senyuman apa yang dia maksudkan “berjanjilah Shisou, tolonglah, agar aku memiliki semangat untuk berusaha” pinta gadis yang sudah menundukan kepala karena malu.
“Maaf” jawaban putra mahkota sontak menyayat hati Zili.
Ya,
Wanita itu sadar, sudah pasti dia akan ditolak. Tidak mudah bagi putra mahkota untuk menyukai wanita apalagi jika wanita tersebut berasal dari bangsawan kelas bawah.
Terlebih lagi, wanita yang meminta tersebut adalah wanita paling lemah yang mungkin pernah putra mahkota temui.
ZIli menggelengkan kepala, ia menatap kembali wajah putra mahkota lekat “ayo kita bercerai”
Putra mahkota tersenyum lebar, senyumannya bahkan mampu membuat Zili menghentikan tangisannya “bukan itu yang aku maksud”
“Shis...
Putra mahkota mengelus kepala Zili “maaf, karena belum bisa membuka hatiku untukmu saat ini, jadi berjuanglah..
“Haaa...
__ADS_1
“Berjuanglah, aku akan menunggumu membuka hatiku” tambah laki-laki tersebut sontak membuat Zili terperanjat senang.