
Putra mahkota berjalan dikoridor sekolah High raise diikuti oleh kedua pelindungnya.
Hiruk pikuk keramaian murid-murid Berbakat high raise terdengar sungguh mengganggu telinganya.
Ia terus berjalan sembari meletakan kedua tangan dikepala belakang sembari memainkah permen lolipop yang berada didalam mulut menuju keruang pribadinya yang tak lagi jauh dari tempat dia berada.
“Hiks hiks... Putri mahkota sungguh sangat kejam”
Suara seseorang terdengar menarik perhatian putra mahkota yang baru saja menikah dengan Zili beberapa minggu. “Dia memukuliku hingga aku muntah darah dan mengancam akan mengadukannya kepada putra mahkota jika aku melawannya” lanjut ucap gadis itu kepada teman disampingnya.
“Bersabarlah, ..
Balas ucap temannya “bukan hanya kau saja, aku dan Teman-teman lainnya juga merasakan hal yang sama” lanjut temannya menambah keluhan.
“Hmmmm...
Putra mahkota tersenyum kecut melirik sejenak kearah dua orang gadis yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya berjalan, lalu mengalihkan lirikannya kearah pelindung putra mahkota, Shin ji, memberi isyarat sesuatu.
Pelindung putra mahkota Shin ji mengangguk sekali “baiklah” ucapnya lalu pergi meninggalkan putra mahkota dan saudaranya.
*********
Pelindung putra mahkota Shin ji tengah berdiri memakai topi, menyamar diri, menutup wajah.
Dia tampak sedang memperhatikan Zili yang saat itu sedang memasuki toilet khusus wanita.
Menunggu lama sembari membaca buku hingga siang mulai berganti sore, dia mengernyitkan dahi karena belum melihat Zili keluar dari ruangan tersebut. merasa mungkin ada sesuatu hal yang terjadi kepada istri baru temannya, ia mulai melangkah kaki mendekati toilet tersebut.
Memasukinya, Membuka satu persatu ruangan didalam tempat tersebut dan menemukan satu toilet yang terlihat rusak karena ada kertas pengumuman perbaikan didinding pintunya.
“Haaa...
Suara nafas berat terdengar,
Dengan mudah nya laki-laki itu membuka Pintu yang ditandai rusak tersebut dan sontak terkejut menemukan istri temannya hampir terjatuh tak sadar kan diri.
Pelindung putra mahkota mengambil headsetnya, menghubungi seseorang dengan ponsel jam tangannya “kau dimana?...
__ADS_1
“Tempat biasa,..
Jawab penerima panggilan “ada yang terjadi?” Tanya balik suara dari balik headset.
“Menarik...
Jawab pelindung putra mahkota yang saat itu telah mengangkat tubuh Zili dari depan. “istrimu ternyata memiliki banyak musuh”
“Shin ji...
Ucap Zili membuka mata sejenak lalu menutupnya kembali.
“Waahhhh...
Suara dari balik headset terdengar begitu penasaran “bawa dia keruanganku, akan kupasangkan Crackr untuknya” panggilan ditutup, pelindung putra mahkota shin ji mulai melangkah menuju ruangan pribadi putra mahkota disekolah High raise.
***********
Sebuah mobil BMW berwarna hitam mulai memasuki halaman pesta. Bergerak perlahan-lahan menuju parkir mobil yang terdapat dilantai dasar Villa pribadi pangeran istana.
Lantunan suara musik berhenti, penasihat pangeran istana keluar dari mobilnya dan tanpa sengaja melihat penasihat putra mahkota terburu-buru melompat dari texchi Burung rajawali miliknya.
Menegunkan penasihat pangeran istana yang langsung berlari melihat keadaan disana.
“Aaaaaakhhhhh...
Suara keras penasihat putra mahkota terdengar menyakitkan.
Penasihat pangeran istana sontak terkejut menemukan wajah putra mahkota yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Wajah marah dengan mata merah berapi-api mulai mengangkat kaki, menendang putri kelincahan yang sedang melindungi kekasih junjungannya.
“Tidak bisa kau lihat saat ini istrimu sedang sekarat....
Teriak penasihat putra mahkota menghentikan langkah putra mahkota mendekati Putri kelincahan yang tengah menahan tubuh kekasih pangeran istana dan terlihat menahan kesakitan “kau mau dia mati ya” tambah teriak laki-laki tersebut membuat putra mahkota sontak memandang wajah istrinya yang lagi-lagi penuh dengan luka.
Geram..
__ADS_1
Putra mahkota terlihat sedang menahan rasa yang teramat geram hingga berkali-kali menghembuskan nafas berat.
Puluhan pejabat tinggi membungkuk, “Hormat kami yang mulia” ucap mereka bersamaan memberi hormat kepada Calon raja mereka.
Putra mahkota memandang tajam, penuh dengan kehinaan yang bahkan tidak ada seorang pun berani menegakkan tubuh mereka terkecuali pangeran istana yang sedang melangkah mendekati putra mahkota “tidak perlu memberi hormat” ucap tajam putra mahkota “aku datang kemari bukan sebagai putra mahkota “ lanjut laki-laki itu lagi begitu tampak marah karena tidak seorangpun dari pejabat tinggi yang mau menolong istrinya. “melainkan sebagai seorang suami dari wanita yang kalian abaikan ini” ucapnya geram, ingin sekali memukul satu persatu semua orang yang ada dihadapannya .
Pangeran istana telah berada dihadapan putra mahkota “berikan padaku” pintanya “aku akan memanggil dokter kemari” lanjutnya lagi teramat bersalah tetapi tampak sedang menahannya.
“Hmmm...
Putra mahkota tersenyum Hina, ia bahkan sampai menaikan kepalanya begitu sombong menatap pangeran istana “kau...
Ucapnya menggertak “berhentilah mendekati istriku,” lanjutnya lagi “ Dasar tidak tahu malu,” tambahnya menghina “putra raja macam apa yang bersenang-senang ketika calon ratu negara dihajar habis-habisan oleh pelindungnya”sindirnya “sekali sampah, selamanya tetap akan menjadi sampah”
“Xu’i...
Bentak geram pangeran istana yang tidak kuat lagi menahan hinaan putra mahkota.
Putra mahkota yang tadinya mulai melangkah kaki kini menghentikan kembali “kalau bukan karena kau adalah putra dari paman yang kuhormati, pasti....
Putra mahkota mulai melangkah tepat disamping pangeran istana “aku akan mematahkan setiap tulang ditubuhmu hingga kau tak lagi bisa bergerak” Lanjut geram putra mahkota, mulai melangkah menuju Mobil BMW milik penasihat pangeraan istana yang masih berada dihalaman samping depan villa pribadi pangeran istana, diikuti oleh penasihatnya yang telah merebut kunci tersebut dari tangan Penasihat pangeran istana.
“Berhentilah menyusahkan orang Shin’A” sindir Penasihat putra mahkota sembari memberikan sebuah alat perekam kepada pangeran istana, tetapi tampaknya pangeran istana mengabaikan alat perekam yang telah jatuh tersebut “itulah mengapa Kami lebih menyukai untuk mendengarnya secara langsung dibandingkan mendengar ucapan dari orang lain” tambah laki-laki tersebut ketika alat perekam mulai menyala dan mengeluarkan suara.
“Mungkinkah kalian juga yang telah memfitnahku dan menyuruh teman-teman sekelasku mengadu yang bukan-bukan kepada pangeran istana dimasa lalu?
Haahahahahhaah...bingo!...Tepat sekali
“Apa salahku? Kalau kalian menyukai pangeran istana hanya katakan saja, kenapa harus bersusah payah menfitnahku, selama ini aku bahkan mengira bahwa semua kejahatan yang aku terima adalah ulah pangeran istana saking pandainya kalian bermain Peran,
itu karena kami tidak menyukaimu yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari ratu negara”
Terdiam, hingga tak mampu lagi berbicara,
Pangeran istana hanya bisa memandang alat perekam yang telah memperdengarkan percakapan Zili dengan kedua gadis yang menyukainya.
Berbalik badan, ia memandang penuh dengan rasa bersalah kepunggung putra mahkota yang saat itu sedang membawa zili masuk kedalam mobil penasihatnya.
__ADS_1