
Gerakan rambut terhembus angin.
Berdiri dijalanan paving blok masih memandang laki-laki tua dihadapannya.
Nyeri, piluh.
Rasa itu datang menghampiri,menyelimuti dan bercampur satu menjadi rasa Rindu.
Cahaya matahari mulai menyinari karena awan yang menutupinya telah bergerak pergi dan berlalu, Terhembus angin dan berpindah ke bagian tertentu.
Gigilan kaki masih terasa, mendengar ucapan ketua Klan Co yang membuat hatinya merasa bersalah.
Pikirnya,
Mungkinkah saat ia berniat menjual jam tangan, putra mahkota telah membencinya!.
Haaaa...
Wajah gadis itu mulai pucat, keringat dingin bercucuran ketika mengingat kebodohannya.
“Lepaskan jam itu..” perintah ketua Klan Co sontak membuat zili menolak dengan menyembunyikan tangan kebelakang tubuhnya. Mengetahui penolakan Zili “meskipun kau berhasil memanggil texchi putra mahkota, tetap saja kau tidak akan bisa mengendalikannya” dia memberikan Alasan atas perintahnya.
Masih menyembunyikan jam dibelakang tubuh “aku hanya ingin menggunakannya” terus menolak perintah dengan menundukan kepala “sungguh, tidak ada niatku sama sekali untuk memanggil texchi putra mahkota” jelasnya memberi alasan penolakan.
Ketua Klan co tersenyum geli, melihat sifat keras kepala Zili yang tetap tidak ingin melepaskan jam tangan miliknya “pakailah jam tangan pemberianku ini” dia mulai memohon “aku hanya ingin memberimu texchi buatanku” jelasnya sontak mengejutkan Zili yang tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan sebuah texchi.
“Su.. sungguh..?”, matanya berbinar-binar sangat senang, sungguh sangat senang karena menurutnya, orang biasa seperti dia masih bisa memiliki Texchi apalagi texchi tersebut merupakan texchi buatan Guru putra mahkota.
“Hmm” angguk ketua Klan Co meyakinkan Zili, dia bahkan sedikit senang karena melihat wajah bahagia gadis itu.
“Hiks... “ mulai menitihkan air mata karena rasa haru dan tidak menyangka “benarkah aku akan memiliki texchi..?” tanya gadis itu lagi memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
“Tentu saja,ya...”
Ketua Klan Co mulai menggaruk kepala belakang yang tidak gatal “meskipun salah satunya adalah texchi lama haha haha haha “ dia tertawa dengan sendirinya karena mengingat apa yang akan diberi untuk Zili.
__ADS_1
“Salah satunya.. ?” gadis itu mulai menyadari sesuatu “itu artinya, tidak hanya satu texchi yang akan kakek berikan padaku?” dia mulai sangat penasaran.
“Tentu saja tidak hanya satu,” sebuah kejutan mendalam lagi lagi masuk kedalam hati Zili. “aku memberikanmu sebuah texchi kendaraan dan dua buah texchi senjata”
Telah selesai menghapus air mata “kakek.....
“Texchi burung bangau dan dua buah texchi tongkat, bukan kau bilang ingin menolong warga desa Kami?” tanya laki-laki tua itu memastikan.
“Hmm” angguk Zili penuh keyakinan “kakek, biarkan aku membantumu”
**********
“Zi-Xu, masuklah ke pintu gerbang didepanmu..”
“yes milady”
Virtual kelinci Zili menghilang dari jam tangannya, mulai muncul kelayar komputer yang saat ini tengah berada didepan mata.
Jari jemari tangan sangat lincah bergerak diatas keyboard komputer.
Kacamata Juga terlihat menaut dikedua telinga gadis itu.
Memang,
Obat mata didalam lensa yang selalu dikenakan Zili sangat ampun mengobati penyakit matanya, siapa lagi kalau bukan Keluarga Xu yang memberikan lensa tersebut, keluarga Xu sendiri memang sangat dikenal dengan ahli dalam bidang ilmu obat-obatan, pantas saja selama lebih dari enam bulan terakhir ini, Zili tidak pernah mengenakan kacamata lagi.
Dan sekarang, karena berada didepan layar komputer, dia yang tidak ingin matanya rusak kembali, mulai mengenakan kacamata anti radiasi.
Dua minggu telah berlalu sejak kepergian laki-laki yang dia cinta.
Selama dua minggu dia terus berlatih disekolah teknologi dibawah pengawasan Ketua Klan co dan sesekali presiden Sekolah juga turut membantunya.
Dan selama dua minggu itu pulalah, dia sama sekali tidak mendengar berita dan kabar tentang putra mahkota. Menghubungipun percuma, sekalipun panggilannya tidak pernah terhubung dengan laki-laki tersebut.
Mau bagaimana lagi, Nomor yang ada didalam Jam tangan Zili juga merupakan Nomor dalam Negara, tentu saja putra mahkota yang berada diluar negera tidak mungkin menggunakan nomor tersebut.
__ADS_1
Aplikasi komunikasi lainnya juga tidak bisa terhubung dengan laki-laki tersebut, dalam hatinya berpikir mungkin saat ini putra mahkota sedang sangat sibuk dengan seluruh pasiennya.
Bukan hanya dia saja, bahkan Ratu bayangan sudah terbiasa tidak menerima kabar dari Suami dan putranya ketika mereka berada diluar negara.
Masih mengetik dengan lincahnya, virtualnya mulai memasuki sebuah Area Biru. “Suho..” panggil Zili kepada presiden sekolah yang juga sedang Sibuk dengan komputer miliknya dan berada tepat disamping Zili “Blue-sprayer...” gadis itu mulai menoleh kearah Presiden sekolah yang juga menoleh kearahnya.
Mata presiden sekolah mulai melebar “jangan bilang virtualmu memaksa masuk kearea mereka..?”
“Maafkan ak....
Presiden sekolah bergerak cepat, ia menyingkirkan zili dari kursinya, lalu menyembunyikan paksa tubuh gadis itu dibawah meja miliknya.
Seseorang tiba-tiba muncul dilayar komputer milik Zili. “Suho” suara seseorang mengejutkan zili yang sedang bersembunyi dibawah meja.
“Kakak...” sapa presiden sekolah kepada laki-laki didalam layar komputer.
Kakak.
Gumam Zili dalam hati, dia bertanya-tanya, kenapa presiden sekolah memanggil kakak kepada orang yang dianggap musuh karena berada diarea kelompok musuh.
“Berani sekali kau mengganggu database BS,” Ucap keras laki-laki tersebut, tampaknya ia sangat marah “kau bahkan sampai mengacaukan sistem keamanan Kami” ucapan laki-laki didalam layar monitor membuat presiden sekolah tertegun, ia mungkin sangat ketakutan hingga kakinya sedikit menggigil dan terlihat oleh Zili yang sontak merasa bersalah karena perilakunya.
Tampak menahan rasa takut “maaf, aku hanya sedang menguji karakter virtual baruku, dan tidak sengaja menemukan Area blue-sprayer lalu sangat tertarik untuk memasukinya” jawab presiden sekolah berbohong agar musuh tidak mengetahui Bahwa putri mahkota negara NC lah yang telah melakukan pengacauan sistem keamanan mereka.
Terdengar menghela nafas “jangan ikut campur,” larang laki-laki tersebut “cukup belajar saja disekolah dan jangan berani masuk kekelompok kami” Lanjut laki-laki tersebut “aku melakukan semua ini agar kau dan ibu baik-baik saja jadi tolonglah Suho,” wajahnya berubah menjadi sangat sedih dan tertekan “jangan mencari masalah” pintanya lalu layar monitor kembali seperti semula, memiliki kotak hitam disamping kanannya dan juga terlihat sebuah Peta yang dipenuhi dengan tanda warna-warni.
Presiden Sekolah menghela nafas lega “sudah selesai” dia menurunkan kepala melihat Zili yang berada dibawahnya.
Memandang mata presiden sekolah dengan rasa bersalah “maafkan aku” Ucap Zili kepada laki-laki yang telah tersenyum lembut kepadanya.
“Tidak usah dipikirkan lagi,” presiden sekolah mencoba menenangkan zili yang kini telah keluar dari persembunyiannya dan berdiri. “Sekarang sudah baik-baik saja” ucapnya yang sedang menengadah menatap mata Zili.
Zili menghela nafas lega “terima kasih telah menolongku” ucapnya kepada Presiden Sekolah yang langsung memeriksa Sistem Virtualisasi Zili.
“sepertinya virtualmu diterima menjadi anggota” ucap laki-laki tersebut selesai menerima dan membuka sebuah pesan yang tiba-tiba muncul diAkun virtual milik Zili.
__ADS_1
Tampak terkejut dan begitu senang “benarkah?” tanya gadis itu cepat kepada presiden sekolah.
“Hmm, kakakku.., “ laki-laki tersebut diam sejenak “mungkin dia hanya tidak ingin aku terkena masalah dan membiarkan virtualmu menjadi anggota agar tidak mengundang kecurigaan musuh”