Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
mudah saja


__ADS_3

“Shield..”


Bergerak cepat, melayang keudara,


Pisau-pisau dan peluru-peluru yang tadinya pergi kesegala penjuru arah mulai berdatangan kembali kehadapan putra mahkota, membentuk perisai dan menutupi kedua orang tersebut dari pandangan musuh.


“Shisou...”panggil Zili lagi, mulai menitihkan air mata ditengah-tengah keributan suara tembakan senjata Api.


Tersenyum lembut lalu menjetikan kedua jari tangannya didahi Zili “kau tahu, kenapa aku bisa menjadi pengawal rahasia Xu’i.. ?” Pertanyaan laki-laki dihadapannya sontak membuat Zili terkejut hingga menghentikan tangisannya dan merasa kecewa karena perkiraannya berhasil ditepih putra mahkota “itu karena aku memiliki kemampuan yang sebanding dengannya..” lanjut laki-laki tersebut berbohong, sungguh, ucapannya melemahkan hati gadis yang tadinya sangat sangat berharap bahwa laki-laki tersebut merupakan Suaminya.


“Benarkah..?”


Tanya Zili merasa kecewa hingga terlihat jelas nafas beratnya.


Memandang getir “aku bukan Xu’i..” jawab putra mahkota tegas, sungguh, tidak ingin sekali kembali menjadi dirinya sendiri yang merupakan Calon raja negara NC, penguasa mutlak yang telah diakui.


Drurururduuruukk..


Suara tembakan terdengar semakin mendekat.


Tersenyum lembut, lalu mengelus kepala Zili.


“Tunggu aku..” ucapnya mulai bergerak melompati perisai yang melindung Mereka dari serangan musuh tadinya. “jangan bergeser sedikitpun dari sini..” teriaknya diatas udara lalu menghilang dari pandaangan Zili.


BAaaaakk...


Druuudududukkk...


“Disini..” ucap putra mahkota telah berada dibelakang seorang musuh yang tadinya mendekat.


“Tembak...”


dUrurrududududkk..


Akkkkhhhhhhhh.


“Ckckckck..” putra mahkota tersenyum kecut, percikan darah menempel diwajahnya ketika ia berhasil menggunakan tubuh tinggi musuh sebagai perisai dari serangan tembakan musuh.


Mulai bergerak cepat


‘” dimana..?” tanya seorang dari mereka kebingungan.


Gerakan Tubuh putra mahkota tak mampu terlihat dipandaangan mata.


Seorang dari mereka mulai terlihat panik.


“Disini..” ucap putra mahkota tersenyum remeh,


“Ja.. ja..jangan bunuh aku.. “ pinta dengan sangat seorang musuh yang telah dijadikan perisai oleh putra mahkota dan senjatanya berhasil diraih.


“Kecepatan melesat 0,3 detik dijarak Seperti ini..” drdurukk... masih dengan mudah membawa laki-laki dihadapannya dengan perisai lalu menembak beberapa musuh yang akan menembak kearahnya.


AKkkhhhh... Teriak kesakitan Laki-laki didepannya ketika menerima peluru masuk kedalam tubuhnya. Peluru hasil dari tembakan teman-temannya sendiri.


”senjata kalian murahan sekali..” durururukk hina putra mahkota mulai menembak lagi.


Durururkruruk


Cipratan darah mengenai wajah putra mahkota lagi.


Tidak menyukainya,

__ADS_1


Menurut laki-laki itu sangat mengotori wajahnya.


Membuang Tubuh yang terlihat lemah dan tak berdaya.


Melangkah kaki dengan sangat cepat.


Baaaaakkkk...


Buuuuukkkkk....


“Dibelakangmu..” menoleh kebelakang ..


Akkkhhhh seorang musuh telah terpental menjauh.


“Maafkan aku yang mulia..” ucapnya menyadari bahwa orang yang ada dihadapannya adalah Putra Mahkota.


Bagaimana mungkin tidak menyadari..?


Siapapun yang pernah masuk dan belajar seni beladiri didesa Shen, pasti, telah mengenal sekali kehebatan putra mahkota.


Baaaaakkk..


Tidak ada ampun.


Menangis memohonpun percuma.


Pataahh sekali tendang,


Bahkan tidak ada lagi nafas yang tersisa karena begitu marahnya putra mahkota mengetahui bahwa mereka semua berbalik arah membantu musuh.


Apa lagi penyebabnya..!


Setia..


Lalu, bukankah Obat antigila telah ditemukan dan bisa dengan mudah Didapatkan..!


Luar biasa, sungguh pengkhianat nyata.


Bahkan putra mahkota dibuat begitu geram hingga tiada lagi ampunan untuk mereka.


BAaaakkk..


“Maafkan aku yang mulia...” membuang senjata, bersujud jatuh dikaki putra mahkota, semua musuh tak lagi mampu berkutik dihadapan calon penguasa mereka “aku akan memberitahukan semua informasi yang anda butuhkan..” lanjut salah seorang dari mereka lagi menukar nyawa.


Sayang,


Sungguh sayang.


Memang putra mahkota sendiri terkenal kejam dan tak mengenal kata Ampun.


Sengaja tidak membuka perisai meskipun musuh tidak lagi mampu melukai wanita miliknya, itu karena saat itu, putra mahkota sangat bersenang-senang menyiksa para pengkhianat didepan matanya.


“Hmm.. ha.. ha.. ha..” terkekeh tertahan,


Tentu saja dia tidak leluasa tertawa mengingat ada wanita miliknya disana, “kau kira aku membutuhkan informasi darimu..” ucap putra mahkota memang tidak ingin mengampuni mereka “bahkan informasi yang kuketahui mungkin jauh lebih banyak dari informasi yang ada diotakmu..”


Baaaakkkkk..


Akkkhh...


Tertendang menabrak dinding,

__ADS_1


Pasti,


Putra mahkota menggunakan hampir seluruh tenaganya, buktinya saja laki-laki yang tertendang tersebut mengeluarkan darah dan langsung terjatuh tak sadarkan diri.


“Tuan..” panggilan Zili membuat putra mahkota tersenyum kecut “tuan..” suara panggilannya semakin membuat putra mahkota menyesali membawa gadis itu bersamanya. “ kau baik-baik saja..?” mulai bertanya karena tidak ada lagi keributan terdengar ditelinga.


Jarak mereka juga cukup jauh, hingga percakapan putra mahkota tak terdengar hingga ketelingannya.


Membuka perisai texchii..


Mengembalikan seluruh texchi kembali kebukit tempat teman-temannya berada.


Texchi-texchinya juga tidak akan berfungsi dengan baik didalam ruangan tertutup,


Terlebih lagi, menimbang bahwa putra mahkota bukanlah orang boros yang suka menghambur-hamburkan harta kekayaaan layaknya pangeran istana,


Dia lebih memilih texchinya kembali, dibandingkan harus berada didalam ruangan yang menyebabkan mereka kehabisan baterai lalu Jatuh berserakan dan membebaninya jika harus membawa texchi yang tak berfungsi bersamanya.


YA,


Walau bagaimanapun, kapasitas baterai texchi miliknya tidak terlalu tinggi, itu karena texchi miliknya juga kecil, sehingga akan sulit memasukan Baterai berkapasitas tinggi kedalamnya.


Perisai texchi telah terbuka,


Memandang Sekitar tujuh orang laki-laki bertubuh tegap yang sedang bersujud dibawah kaki putra mahkota membuat Zili tertegun.


Bergerak cepat menghampiri putra mahkota “tuan..” sungguh, gadis itu merasa sangat khawatir ketika melihat darah mengotori wajah dan pakaian laki-laki tersebut.


Merobek sedikit ujung kaos, “apa yang kau lakukan..?” tanya putra mahkota menghentikan tangan Zili ketika ingin membersihkan darah diwajah laki-laki tersebut.


Khawatir, tangan gemetarannya bahkan mampu dirasakan putra mahkota “kau baik-baik saja..?” tanya keras Zili mengulang kembali, dia begitu takut melihat laki-laki tersebut terluka.


“aku baik-baik saja..” melepaskan tangan Zili lalu membiarkan gadis itu membersihkan darah diwajah kotornya “buka pakaianmu..” perintah putra mahkota bersamaan dengan teman-temannya yang mulai datang ketempat tersebut.


YAa,


Karena mengetahui seluruh texchi telah kembali, mereka juga pasti menyadari bahwa putra mahkota telah berhasil melumpuhkan musuh.


Seorang dari mereka mulai menegakan tubuh “pakaianku..?” Tanyanya kepada putra mahkota yang tadinya telah menyentuh tangan laki-laki tersebut dengan kaki.


“Perlukah kuulangi kembali perkataanku..?” ucap geram putra mahkota yang langsung dilaksanakan laki-laki tersebut.


Meraih kemeja dari laki-laki tersebut “pakai ini..” putra mahkota memberikan Kemeja hitam tersebut untuk Zili karena dia tidak nyaman memandang kaos robek yang dikenakan gadis itu.


“Hmm” mengangguk karena mengetahui wajah marah putra mahkota, Zili bergegas memakai kemeja tersebut.


Mulai menghampiri dan mendekati “aktifkan Kembali penghubung sinyal...” perintah putra mahkota kepada dua temannya, lalu membawa masuk Zili ikut bersamanya .


Mulai mengikuti mereka,


“Tidak seorangpun Kuizinkan masuk mengikutiku..” ucap tegas putra mahkota mengejutkan dua orang gadis yang tadinya akan mengikuti Zili.


“Ahh..” menghentikan kaki mereka, memandaang punggung putra mahkota yang telah masuk meembawa Zili bersamanya.


“Mungkinkah dia Xu’i..?” tanya Putri keagungan yang mengenal persis sifat Direktur diperusahaan tempat ia bekerja sewaktu-waktu.


“Bukan..” jawab penasihat putra mahkota mulai memainkan jari-jari tangannya, begitupula dengan pelindung putra mahkota yang juga melakukan hal tersebut.


“Benar, dia seperti Xu’i..” tebak putri kelincahan yang mengenal Putra mahkota karena dia adalah pemimpin dari kelompok paling tinggi keamanan negara.


“Bukan, dia hanyalah kembarannya” jawab pelindung putra mahkota menegaskan, tetapi tetap saja berbohong.

__ADS_1


“Kembaran..?” tanya kedua gadis itu bersamaan.


“sifatnya saja yang kembar..” lanjut jawab penasihat putra mahkota mulai berhasil memperbaiki sistem jaringan.


__ADS_2