Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kejadian paling menakutkan mulai terjadi.


__ADS_3

Bakkk..


Ratu Negara masuk.


Dengan mengenakan seragam formal, ia terlihat sedang berdiri memandang Putra Mahkota yang tampak tidak mempedulikan wanita dewasa itu dan hanya membaca beberapa lembaran dokumen penting di dalam ruangan pribadi Putra Mahkota di istana kerajaan.


“Bercerailah!“ Perintah Ratu Negara.


Braakkkk..


Dengan gerakan cepat ia mendekat lalu menggebrak meja ketika mengetahui bahwa Putra Mahkota negara NC menolak untuk menandatangani surat perceraian sebelumnya. “Xu’i!" Karena terus-menerus mengabaikan ucapannya, Ratu Negara begitu marah, "dengarkan aku brengsek?” hingga ia menendang kaki meja dengan luapan emosi yang membara.


“Hanya karena aku pernah menuruti perintahmu untuk menikah dengan wanita itu, hm, bukan berarti aku juga mau kau perintah untuk menceraikannya." Putra Mahkota membuka suara, ia bahkan sempat melayangkan senyuman remeh, tanda bahwa tidak ada seorangpun yang bisa melawan apapun keputusannya. "Pergilah! kau hanya membuang-buang waktuku saja.” Sepertinya Putra Mahkota bersikeras untuk mempertahankan Zili, mengingat ia telah kalah dalam pertaruhan yang ia sepakati dengan Raja Negara sebelumnya.


“Kau mau main-main denganku?, hah.” Ratu Negara tahu bahwa ia tidak mungkin bisa memaksa Putra Mahkota jika laki-laki itu telah membuat keputusan.


Dengan menahan kesal, Wanita dewasa tersebut mengambil sebuah dokumen surat perceraian lalu melangkah pergi dari sana. “Kalau kau tidak ingin menceraikannya, maka akulah yang akan mengumumkan perceraian kalian di depan publik. Meskipun tidak bercerai, Yang terpenting semua orang mengetahui perpisahan kalian, begitu saja tidak masalah asalkan Zili baik-baik saja ke depannya. ” Lanjut Ratu Negara yang telah membelakang Putra Mahkota sebelum ia keluar pintu ruangan yang telah dibukakan oleh beberapa tentara penjaga di sana.


“Yuana!” tidak dapat menerima, Putra Mahkota bahkan sempat berdiri menggertakan giginya geram hari itu. tetapi sayang, kemarahannya sedikitpun tidak dipedulikan oleh Ratu Negara yang telah keluar dari ruangan itu.


******


Hari itu,


Ada yang aneh dari hari-hari biasanya.


Zili terlihat sedang duduk berpikir sembari memegang pena tetapi belum juga menyalin coretan di atas papan tulis.


Tidak ada lagi gangguan seperti biasa. Semua murid-murid sekolah juga tidak menatapnya dengan tatapan kebencian lagi.


Kelas telah di mulai, seseorang murid baru tiba-tiba datang memasuki kelas mereka.


Semua mata terlihat memandangi murid itu aneh, memang wajahnya lumayan tampan, hanya saja tatapannya sangar, ia sepertinya bukan berasal dari kebanyakan murid kelas biasa di sekolah. Murid itu lebih pantas untuk berada di kelas spesial, menurut mereka.


“Shen Shi Lan, dari desa Shen 2,mohon bantuannya!” Murid itu memperkenalkan diri, dia adalah seorang murid laki laki yang memiliki suara tegas, layaknya seperti seorang Prajurit negara.


Benar saja, semua orang juga sudah bisa menebak bahwa laki laki itu mungkin adalah salah satu anggota militer yang ditugaskan pemerintah untuk menjaga keluarga kerajaan.


Tapi anehnya menurut mereka, bagaimana mungkin murid sehebat dia yang pasti merupakan salah seorang pejabat tinggi kerajaan berada di kelas biasa?


Guru yang mengajar kelas itu menyuruh murid laki-laki tersebut untuk duduk dikursi kosong yang sudah disediakan.


“Minggir!" tapi sayang, murid baru itu menolaknya lalu mengusir seorang murid yang duduk tepat di samping Zili.


Memang saat ini, Posisi duduk Zili berada di dekat jendela dan di kursi pada bagian paling belakang hingga hanya ada satu kursi saja yang memungkinkan orang untuk dekat dengannya dan juga bisa mengawasi keadaan gadis itu setiap detiknya.


Segera seorang murid yang diperintahkan untuk berpindah karena ia tidak ingin mencari masalah dengan Klan Shen, walaubagaimanapun Klan Shen merupakan Klan Militer Negara NC, maka tentu saja untuk menanding kehebatan seni bela diri mereka, tidak hanya cukup belajar di sekolah High Raise, terlebih lagi saat ini mereka hanya berada dikelas biasa, tidak seperti para pejabat tinggi yang berada di kelas khusus. Kelas bagi kalangan elite dan kalangan petinggi yang bisa leluasa untuk pergi dan tidak berada di sekolah sesuka hati mereka.


“Nona, perkenalkan, Saya Shen Shi Lan." Masih berdiri dan kali ini tepat di samping Zili, perkataan murid baru itu mengejutkan seisi kelas hari itu.


Ahh benar,


mereka semua mulai menyadari bahwa di dalam kelas, ada seorang murid yang baru saja menerima jabatan tinggi tanpa melakukan usaha apapun, pikir mereka, "mulai saat ini, saya telah bertugas untuk menjadi pengawal anda.”


Sungguh, Zili tidak percaya.


Bagaimana mungkin orang sepertinya mendapatkan seorang pengawal hari itu?


*********


Seperti biasanya.


Ratu Negara dan Raja Negara memang selalu mesra. Mereka adalah pasangan yang penuh dengan cinta meskipun memiliki masa lalu pahit yang pernah terjadi selama hidup mereka.


“Shin, Benarkah tidak masalah jika menugaskan anggota Klan Shen untuk menjaga Zili?, Sungguh shin, entah mengapa aku semakin takut nyawa Zili akan lebih berbahaya jika bersama dengannya?, kau mengenal sendiri Klan Shen bukan?" Ratu Negara yang berada di atas pangkuan suaminya mulai gelisah, sedari tadi ia hanya bisa menatap wajah suamunya yang terlihat sedang membaca sebuah dokumen di tangan.


Raja Negara menutup dokumen di tangan lalu mengisyaratkan salah seorang prajurit yang berjaga untuk mengambil benda tersebut. " Hanya Shi Lan saja yang saat ini masih bisa kupercayai, tapi memang benar, aku tidak bisa menjaminnya mengingat ada begitu banyak orang-orang dari klan Shen yang ingin ke keluarga kerajaan saat ini." Raja Negara menghela nafas lalu memeluk erat istrinya tepat ketika Penasihat Raja, Ou Natto berbalik ketika sebelumnya Penasihat Raja tersebut sedang mengambil beberapa buku di dalam lemari yang tak jauh dari sana.


Sontak saja, kemesraan kedua pasangan tersebut membuatnya gerah.


"Tidak mudah menjadi Raja, sesungguhnya. Meskipun kita memiliki Remote Control, pengendali bom bawah tanah, bukan berarti kita bisa menggunakan benda itu sesuka hati kita. Ada begitu banyak masyarakat Shen yang tidak bersalah sekalipun beberapa dari mereka terlibat dalam masalah nantinya. Menghukum Pejabat yang bersalah juga tidak mudah seperti membalikan telapak tangan." Penasihat Raja yang gerah mulai melangkah menuju kursi yang berada di belakang Takhta Raja setelah memberikan penjelasan tersebut, lalu mulai membaca buku yang telah ia ambil.


*********


Zili terlihat sedang berjalan menelusuri koridor menuju kantin sekolah diikuti oleh Murid baru yang tampak berjalan di belakang gadis itu. sesekali ia berhenti lalu menolehkan kepala, menatap laki laki tersebut kemudian kembali berjalan lagi.

__ADS_1


Sedikit,


Hati gadis tersebut sedikit lebih lega dari sebelumnya. Pikir gadis itu, yang terpenting sekarang penderitaannya mulai berkurang.


Dia, sungguh selalu tertekan dengan tatapan tidak menyenangi dari para murid yang berasal dari setiap Klan.


Sun merupakan Klan Koki terbaik di negara NC, rasa dan aroma masakan mereka tidak diragukan kenikmatannya. Keahlian memasak dan mengolah makanan dari Klan Sun memang menjadi daya tarik tersendiri untuk Negara NC mempekerjakan penduduk Klan Sun ke luar dan dalam negeri.


Ditambah lagi, Klan Sun memanglah penghasil orang-orang tampan dan cantik di negara NC.


Lalu Klan Lu,


Klan Lu merupakan Klan Seni di negara NC. Salah satu Klan yang memberikan penghasilan tinggi untuk negara dari hasil kesenian mereka yang luar biasa.


Orang-orang yang berasal dari Klan Lu memiliki kehebatan tangan yang luar biasa. Dengan tangan mereka, mereka bisa merubah siapapun pria ataupun wanita yang jelek atau berwajah biasa saja menjadi penuh dengan kecantikan dan ketampanan yang mampu memikat hati.


Setelahnya, ada Klan Co.


Klan Co merupakan Klan penghasil teknologi di negara NC. Klan yang menyimpan banyaknya catatan dan rancangan benda-benda canggih pada masa lalu. Klan ini merupakan Klan yang menyimpan begitu banyak rahasia negara NC, tentu saja keahlian teknologi mereka membuat para penduduknya menempatkan diri pada bagian-bagian penting di negara NC dan banyak dari mereka merupakan pejabat tinggi yang sangat di butuhkan.


Kemudian Klan Ou.


Klan Ou merupakan Klan penghasil pertanian tertinggi di negara NC. Klan ini adalah Klan penghasil orang-orang cerdas dan berbakat. Mereka juga merupakan Salah satu Klan Penghasil keuangan tertinggi di negara NC.


Banyak dari Klan Ou yanh sering masuk ke dalam acara pertelevisian negara NC karena kecerdasan tutur bahasa mereka yang begitu sopan dan penuh kearifan.


Setelah Klan Ou, maka Klan Ann merupakan kunci keuangan tertinggi di Negara NC.


Klan Ann merupakan Klan penghasil perternakan.


Ternak-ternak terbaik dari Klan Ann menjadi Prioritas negara dalam mengekspor hewan-hewan ke berbagai negara di penjuru dunia.


Sungguh, kekayaan dari setiap penduduk Klan tidak lagi di ragukan.


Tetapi ada kemungkinan bahwa ada satu klan yang tidak akan memusuhi Zili. Klan itu merupakan Klan Campuran. Klan campuran adalah Klan yang tidak memiliki darah asli seperti darah-darah Klan asli negara NC lainnya.


Mereka adalah Klan yang tidak memiliki kekuasaan di negara tersebut karena golongan darah mereka yang berbeda akibat pernikahan dari salah seorang wanita penduduk asli klan negara dengan laki-laki yang berasal dari luar negara NC.


Yang terakhir adalah Klan Zili sendiri, Klan Zin.


Klan Zin merupakan Klan penghitung. Mereka mengendalikan seluruh keuangan negara NC, meskipun demikian, ada begitu banyak klan-klan negara NC yang tidak menyukai Klan Zin karena Klan tersebut tidaklah memberi penghasilan untuk negara NC seperti Klan Shen.


Semua Klan tersebut merupakan klan yang tersisa setelah kepunahan Klan Xu pada masa lalu.


“Hei kau!” Suara seseorang terdengar berteriak. Zili terpaksa menghentikan langkah karena sangat mengenali suara tersebut.


“Yang mulia Putri Istana, yang terhormat.” Sungguh, mata murid baru berbinar-binar. ia memandang wajah cantik Putri Istana begitu terpukau saat itu ketika gadis tersebut datang menghampiri Zili. “Ahh, benar-benar, baru saja aku mengetahui, sungguh, kau.." Setelah mendekat, Putri Istana berdiri di hadapan Zili yang menghela nafas berat, menundukan kepala berkali-kali. Walaubagaimanapun, gadis di depannya adalah seorang putri dari raja yang memimpin negara, maka dari itu, ia tidak memiliki keberanian untuk memandangnya "Bukankah kau adalah bekas tunangan Shin A yang terbuang? iya kan," Deggggg... Jantung Zili berdetak kencang, rasa takut menyelimuti hati ketika mendengar nama tersebut di ucapkan. "Ckckckck sudah puas dengan Shin A, sekarang masih tidak tahu malu menikahi Putra Mahkota.” Lanjut Putri Istana memberikan sindiran yang menusuk hati.


Murid baru bahkan sampai terkejut mendengar ucapan Putri raja tersebut.


“Astaga, benarkah?" karena tidak menyangka, murid baru sontak bertanya. "Sungguh, kenapa kau tidak punya rasa malu sama sekali?" sakit sekali mendengarnya. Zili bahkan tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih. ia juga tidak pernah dekat dengan Pangeran Istana sebelumnya. Mengapa semua orang terus-menerus menyakiti hatinya?


gumam gadis itu di dalam hati merasa tersakiti, “kalau tahu kau wanita seperti itu, harusnya waktu itu aku menolak perintah raja untuk menjadi pengawalmu." Murid baru melanjutkan perkataannya lalu berjalan meninggalkan Zili yang masih berdiri diam dengan menahan kesakitan yang menusuk hati.


Apa yang bisa ia perbuat karena ia hanyalah bangsawan biasa? Melawan sekalipun, maka tentu saja, tidak hanya seisi sekolah, bahkan penduduk negara NC juga pasti akan membenci gadis itu karena telah melukai Putri kesayangan negara NC.


Murid baru melangkah pergi meninggalkan Zili. Sepertinya ia akan pergi mengunjungi istana untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai pengawal Putri Mahkota.


“Bahkan pengawalmu sendiri saja malu memiliki tuan sepertimu, hee.." Putri Istana menyindir lagi, kali ini semakin menjadi jadi. Sungguh, Zili hanya bisa diam dan menahan rasa sedih yang menyelimuti hati. Dia tidak bisa melawan bahkan untuk membenci sekalipun ia tidak memiliki keberanian mengingat ibu dari gadis tersebut yang selalu bersikap baik dan lembut kepada Zili selama ini. “Ceraikan Xu’i!" kali ini Putri Istana terang-terangan memerintah. "Jauhi dia dan jangan pernah dekati lagi!”


"Hm." Zili menganggukan kepala, menyetujui.


Anggukan gadis tersebut tentu saja membuat Putri Istana tersenyum senang lalu segera pergi meninggalkan Zili yang masih berdiri menerima tatapan tajam dari banyaknya murid-murid di sana.


“ Bagus." Kali ini Pelindung yang selalu mengikuti Putri Istana, Shen Shi Wa memberi pujian sembari mengelus kepala Zili lalu mengikuti langkah kaki tuannya.


**********


Putra Mahkota tersenyum kecut.


Sebuah headset terpasang pada salah satu telinga.


Sepertinya ia mendengarkan perkataan Putri Istana untuk istrinya, Putri Mahkoya.


Laki-laki itu terlihat sedang duduk pada kursi di dalam ruang pribadinya sekolah High raise. Dia mengangkat kaki ke atas meja dan melipatnya lalu punggung laki-laki tersebut dengan begitu santai bersandar pada penyanggah kursi di sana.

__ADS_1


“Sepertinya kau memang harus bercerai Xu’i,” Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang sedang menggerakan cepat tangannya dilayar ponsel, bermain game, mulai menebak-nebak saat itu.


“Tentu saja itu tidak akan pernah mungkin terjadi,“ Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menjawabnya. Benar sungguh, ia sangat mengenal sifat asli Putra Mahkota karena mereka adalah teman sejak kecil.


“Hm.. kau meremehkanku Jo, “ Putra Mahkota mengembangkan senyum liciknya sembari menutup wajah dengan sebuah buku yang terbuka.


*********


Hari telah berganti, belum sehari memiliki pengawal, saat itu Zili telah sendiri lagi.


Semua orang yang mengetahui Zili tidak lagi memiliki pelindung, mulai menyerang kembali.


Melempar permen karet, kulit pisang di lantai saat gadis itu lewat, hingga bahkan sampai menjanggal kakinya yang membuat gadis itu terpaksa menahan rasa sakit di lutut karena luka yang ia dapatkan.


Tidak ada yang mengetahui siapa yang melakukan perbuatan tersebut karena begitu ramai murid-murid di dekat sana.


Siapa yang tidak bisa bertahan, dialah orang yang lemah, dan jika ia lemah, tidak sepantasnya dia menikah dengan salah satu anggota keluarga kerajaan, terlebih lagi Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang sangat jarang sekali muncul, tiba-tiba terlihat berjalan di koridor sekolah, tentu saja hal itu sontak membuat semua mata yang memandang ketakutan.


Semua murid yang berada di dekatnya, berlarian menjauh dan menghindar. Begitu juga dengan Zili yang langsung bergerak cepat menuju ke kelasnya.


Putra Mahkota memandang Zili dengan senyuman lucu, ia terus berjalan hingga sampai ke kelas gadis itu. “Keluar!" Perintahnya dengan nada dingin.


Tidak memakan waktu lama, seisi ruangan segera menghilang secepat kilat dari sana. Mereka yang melewati Putra Mahkota hanya bisa menundukan kepala, meskipun sebenarnya mereka sangat ingin melihat wajah yang sangat tampan tersebut dari jarak dekat.


Segera Zili juga ikut bergerak keluar ruangan, tetapi ketika ia melewati Putra Mahkota. " Haaa.."


Lengan tangan gadis itu merasa digenggam erat. tubuhnya bahkan bergerak dengan sendiri ke depan tubuh Putra Mahkota.


Semua mata murid-murid di sana, tidak satupun yang berani memandang karena Pelindung Putra Mahkota Shin Jo terlihat berdiri, bersandar di samping pintu kelas.


Keseimbangan Zili kacau, hampir saja ia terjatuh jika saja Putra Mahkota tidak memeluknya. " Hm, kurus sekali." Keringat dingin gadis itu bercucuran. ia sungguh sangat takut hari itu. Berhadapan dengan Putra Mahkota yang sangat terkenal, begitu menggetarkan hatinya. “Maaf, tapi bersabarlah sedikit saja!” Bisik Putra Mahkota lembut lalu menarik tangan Zili masuk lebih ke dalam, di ruangan tersebut.


Tangan yang menggenggam lengan terlepas, lalu kedua tangan Putra Mahkota terangkat dan kini memegang kedua Zili, mengisyaratkan pada Zili untuk duduk di lantai saat itu.


Tidak ada yang bisa gadis itu lakukan kecuali hanya menuruti perintah.


Matanya sayu karena takut, ia melihat Putra Mahkota membuka beberapa kancing seragam milik Zili lalu melepaskan dasi kemudian membuka kancing seragamnya sendiri hingga tak tersisa satu kancingpun di sana.


Sontak perilaku Putra Mahkota membuat Zili tertunduk dan tubuhnya semakin bergetar kencang.


Putra Mahkota mengeluarkan alat aneh, mungkin itu adalah alat tekhnologi canggih kedokteran negara yang biasa digunakan untuk membuang angin bagi orang yang menderita kembung. Dia mulai meletakan alat tersebut di leher Zili dan membuat puluhan tanda merah di sana.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Putra Mahkota tersenyum nakal. Segera dia mengeluarkan sebotol darah kecil yang diambil dari kantung celana dan Disiram ke atas lantai tepat di antara kedua paha Zili dengan menyingkirkan sedikit ke atas rok sekolah yang Zili kenakan hari itu.


Masih dengan senyuman nakalnya, Putra Mahkota segera menyimpan kembali botol kecil tersebut lalu dengan sigap menarik pinggang Zili yang hampir kesusahan bernafas dan meraih bibir wanita kecil itu.


"Emmm.." Zili tidak lagi mengerti apa yang sedang terjadi, pikirannya kacau, kepalanya bahkan sangat pusing saking tertekannya gadis itu.


“XU’iiiiiiiii” teriak Ratu Negara yang telah berlari terburu buru diikuti oleh Ratu Bayangan masuk ke dalam kelas milik Zili.


Dengan senyuman senang, Putra Mahkota segera melepaskan ciumannya dari zili dan menarik tangan gadis yang ketakutan itu untuk berdiri disampingnya.


“Kau berengs...”


“Jangan mendekat!, atau nyawanya mati” Ancam Putra Mahkota dengan memeluk Punggung Zili dengan salah satu tangan dan tangan yang lain bersiap untuk mencekik leher gadis tersebut di hadapan Ratu Negara dan ibunya yang tadinya akan bergerak, menyelamatkan gadis itu.


“Apa yang kau lakukan kepadanya?” bentak Ratu Bayangan tidak terima dengan perlakuan kasar putra nya terhadap Zili.


“Lihatlah ibu, aku sudah memperkosanya.” Jawab Putra Mahkota dengan begitu santai. Jawabannya sungguh-sungguh mengejutkan kedua pemimpin negara tersebut. “aku bahkan sudah mengancamnya untuk tidak akan pernah berbicara jujur kepada kalian tentang apa yang akan aku lakukan selanjutnya, jadi wanita ini sekarang mungkin akan mengandung anak dariku." Jelas Putra Mahkota lagi sembari menunjuk ke arah cairan merah di atas lantai lalu mencium pipi Zili kemudian melepaskan gadis yang hanya bisa terduduk lemas dan tidak berdaya dengan apa yang telah dilakukan oleh putra mahkota kepadanya.


“Xu’i, kau brengsek” Tamparan mendarat pada pipi Putra Mahkota, tamparan itu berasal dari ibunya.


Sungguh, Putra Mahkota telah menduga dan dia terlihat biasa saja.


Tidak banyak waktu lagi untuk berdebat, setelah menampar, Ratu Negara dan Ratu Bayangan segera menghampiri dan memeluk gadis itu untuk menenangkan ia dari ketakutannya.


“Putra Mahkota memperkosa wanita.. putra mahkota memperko....”


“Buuukkk” kepala sekolah menatap tajam ke seorang murid laki-laki yang sedang berlari, menyebarkan berita penting tentang Putra Mahkota negara mereka.


“Pak ke.. ke.. kepala sekolah!" panggilnya yang telah jatuh terduduk di atas lantai dengan menengadah wajah, melihat kepala sekolah telah berdiri di hadapannya.


Dengan Sigapnya kepala sekolah menarik murid penyebar berita dari arah belakang dan menggeretnya.

__ADS_1


“Ampun pak kepala sekolah, Ampuni aku! aku hanyalah anggota klub berita biasa." Teriaknya meminta meminta maaf setelah ditarik paksa menuju keruang kepala sekolah hari itu.


Berita tentang Putra Mahkota yang telah memperkosa wanitapun tidak jadi menyebar keseluruh pelosok sekolah mulai dari SD,,SMP, SMA bahkan hingga universitas negara karena si penyebar berita telah tertangkap basah oleh kepala sekolah.


__ADS_2