
Menghela nafas,
Berdiri dengan mengenakan seragam Latihan berwarna merah longgar dan begitu nyaman yang terbuat dari bahan sintesis dan mudah menyerap keringat didalam ruangan Kosong berdinding Putih.
Zili yang menunduk mulai memandang wajah putra mahkota dihadapannya.
Laki-laki tersebut juga terlihat mengenakan seragam yang sama dengan Seragam Zili.
Bergerak cepat,
Melompat,
Tendangan berhasil di terima putra mahkota, meskipun demikian laki-laki tersebut terlihat tak sedikitpun bergeser dari posisinya.
Memukul,
Berhasil ditahan putra mahkota.
Berjongkok kebawah dan menendang ujung kaki putra mahkota sekuat tenaga, namun sayang, sedikitpun kaki laki-laki tersebut tetap tidak bergeser dari tempatnya.
Berusaha sekuat tenaga,
Menendang, memukul, meninju, menyerang dari bagian sisi manapun.
Haaah..
Haaah...
Percuma saja, Semua Yang dilakukan sia-sia karena sungguh, putra mahkota tak sedikitpun bergerak dari posisinya.
Satu jam, dua jam bahkan tiga jam telah berlalu,
Begitu hebat,
Bahkan berdiri selama 3 jam sekalipun putra mahkota tidak kesulitan, padahal laki-laki tersebut adalah bagian dari anggota keluarga kerajaan. Juga putra dari pemilik Kekayaan tertinggi dinegaranya.
bagaimana mungkin orang yang menurut Zili memiliki segalanya, mampu menahan rasa Lelah yang biasanya hanya dapat dirasakan oleh orang-orang Susah...?
Baaaakkkk...
bUuuukkkkk...
Terus menendang, terus memukul.
Keringat Jatuh bercucuran membasahi tubuh.
Lelah,
Lelah sekali tetapi tidak dengan putra mahkota.
Membungkuk, menahan tubuh dengan kedua tangan dilutut kaki. “Shisou..” panggil gadis yang telah menghempaskan nafasnya. “maafkan aku yang lemah ini..” ucap Zili mulai menegakan tubuh kembali lalu membelalak mata ketika tidak mampu melihat putra mahkota dihadapannya. “shisou.”
“Aku disini” ucap putra mahkota terdengar mengejutkan Zili.
Berbalik, menuju kearah sumber suara berada. “shisou, Kapan kau berada dibelakangku..?” tanya Zili tidak menyangka. Baru beberapa detik saja ia membungkukan tubuh menahan rasa lelah, dan putra mahkota telah berada dibelakangnya.
“Jangan Lengah” ucap laki-laki tersebut memperingati. “pukul lagi” lanjut putra mahkota memerintah.
__ADS_1
Mengepalkan tangannya,
Meninju, berhasil ditahan dengan telapak tangan.
Mengulang tinjuan dengan tangan yang berbeda, terus menerus bisa ditahan.
Sekuat tenaga ia melakukannya, berganti-ganti posisi kadangan ke bagian kepala, kadangan kedada, bahkan sekalipun ia berhasil meraih tangan putra mahkota dan berusaha mengangkatnya, namun tetap saja ia tidak berhasil menggeser posisi laki-laki tersebut.
Menyerah,
Ingin sekali ia menangisi kelemahannya.
Sedikit saja,
Sedikit saja,
Dia berharap bisa menggeser posisi putra mahkota meskipun hanya sedikit saja.
Raut wajahnya telah berubah menjadi penuh kekecewaan.
Haaaa...
Menarik tangan Zili lalu membawanya kepelukan, putra mahkota mulai melingkarkan salah satu tangannya dipinggang gadis itu “haruskah aku mengganti diriku dengan orang lain agar kau tidak kecewa...?” tanya putra mahkota yang telah memandang mata Zili.
Saling memandang, Zili mulai menundukan kepala “jangan menunduk” larang putra mahkota hingga membuat Zili menaikan kembali kepala yang mulai menunduk tadinya.
“Maafkan aku shisou..” ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca memandang mata putra mahkota.
Tersenyum lembut “bukan itu jawaban yang ingin aku dengarkan” ucap putra mahkota masih memandang mata Zili dengan menikmati detak jantungnya sendiri.
“Maksudmu..?” tanya laki-laki tersebut melepaskan kepalan tangan Zili digenggaman telapak tangannya, tetapi lingkaran Tangan dipinggang zili masih belum terlepas.
Memandang lekat mata putra mahkota “kau tahu aku mencintaimu, bukan..?” tanya Zili memastikan, mengalihkan pandangan mata, namun masih mempertahankan posisi kepalanya “kalau kau memelukku seperti ini, aku tidak akan lagi mampu menahan godaan darimu” jelas gadis itu terang-terangan, mengejutkan putra mahkota hingga laki-laki tersebut melepaskan pelukannya.
Mundur beberapa langkah “jadi begitu ya..?” ucap putra mahkota tersenyum geli tipis, disembunyikan. “Jantungmu akan meledak Duam, seperti itukah...?” lalu memandang wajah menunduk wanita miliknya.
“Haa, bagaimana kau bisa mengetahuinya..?” tanya Zili langsung mengangkat kepala,
Membalas tatapan Zili, lalu berbalik “jantungku juga meledak Duammm sama seperti jantungmu” jawab putra mahkota mulai melangkah kaki menuju pintu keluar ruangan “maka tentu saja aku bisa mengetahuinya” lanjut laki-laki tersebut mengejutkan gadis itu.
Jantung yang memompa kencang semakin bertambah kencang “shisou” panggil gadis itu, ragu-ragu bertanya “mungkinkah..” menarik nafas lalu membuangnya. “mungkinkah kau telah membalas cintaku..?” tanya gadis itu menundukan kepala, sedikit takut jika ia akan mendengarkan jawaban yang mengecewakan.
“Menurutmu..?”
Haaa..
Kapan..?
Tanya gadis itu ketika putra mahkota telah berada dihadapannya begitu saja.
Mengangkat kepala “shisou” panggil gadis itu.
“ menurutmu bagaimana..?” tanya putra mahkota yang telah melingkarkan kembali tangannya dipinggang Zili dan mendekatkan tubuh gadis itu ketubuhnya.
Gugup,
Sungguh gugup “aku takut untuk menebaknya” ucap gadis itu langsung menundukan kepala.
__ADS_1
“Angkat kepalamu” perintah putra mahkota begitu lembut.
Meneguhkan hati, Zili mulai mengangkat kepalanya “Shisou, kau tidak perlu menjawabnya”
“Bagaimana kalau aku menjawabnya dengan tindakan..?” ucap putra mahkota memberi pilihan.
Huh,
Berusaha keras mengendalikan Nafasnya yang tak beraturan “ma.. maaf shisou, aku tidak mengerti maksudmu” ucap Zili gelagapan.
Tersenyum nakal lalu meraih Pipi Zili “aku akan menciummu,” bisik putra mahkota semakin mengejutkan zili “bolehkah aku melakukannya..?” tanya laki-laki tersebut yang telah memandang mata Zili kembali setelah sebelumnya, wajah laki-laki tersebut berada ditelinga gadis itu.
Sungguh gelisah, tubuhnya bahkan sampai menggigil gemetaran “hiks hiks, “ mulai mengeluarkan air mata karena perasaannya yang serba salah “Shisou, kau boleh melakukan apapun yang kau mau kepadaku” jawab gadis itu masih menangis memandang lekat mata putra mahkota.
“Baiklah aku akan mencium..
Baaammm
“Xu’i, aku mendapatkannya..”
Geram,
Melepaskan tubuh Zili, lalu bergerak cepat hingga pergerakannya tak mampu dilihat oleh kasat mata.
Buuuukkk
Akhhhhhh...
Uhuk-uhukkk...
Pangeran Xu terpental jatuh menabrak dinding,
Merasakan sakit karena menerima tendaangan menyamping putra mahkota.
Baaaaammm..
Pintu ruangan tertutup keras.
Putra mahkota pergi meninggalkan Ruangan begitu saja.
Meninggalkan Zili dan juga pangeran Xu dengan keterkejutan mereka yang mendalam.
“Kau..” mulai berdiri menahan perutnya yang sakit “kau membuatnya marah, ya..?” tanya pangeran Xu kepada Zili yang tidak memahami apapun saat itu.
Menggeleng kepala “benarkah aku telah melakukannya..?” tanya balik Zili yang telah jatuh terduduk lemah karena tak sanggup menahan gigilan tubuhnya sembari mengusap air mata dipipi.
“Mana kutahu” jawab pangeran Xu yang mulai memandang kepintu Ruangan yang tertutup “karena tidak tahu, maka dari itu aku bertanya padamu” lanjut laki-laki tersebut melangkah mendekati Zili “kenapa kau begitu terlihat ketakutan..?” tanyanya lagi.
“Shisou bilang akan menciumku lalu ketika kau datang...
“Aahhh” keluh pangeran Xu mulai memejamkan mata sejenak “matilah aku” lanjut laki-laki tersebut memotong kalimat Zili.
“Mati..” terkejut, hingga menengadah kepala memandang wajah pangeran Xu “mungkinkah aku juga akan mati..?” tanyanya begitu tidak memahami situasi yang saat itu sedang terjadi.
Berjongkok, tepat disamping zili “teman, kau ini bodoh sekali” hina laki-laki tersebut, mengernyitkan dahi Zili. “kalau dia bilang ingin menciummu, maka kau harus menciumnya terlebih dahulu, “ jelas laki-laki tersebut sembari menepuk-nepuk bahu Gadis itu “jangan pernah membiarkannya menunggu.” lanjut jelas laki-laki tersebut mulai berdiri “mulai sekarang kau harus memperbaiki kesalahanmu itu, kau paham..?”tambahnya sembari tersenyum nakal lalu melangkah kaki meninggalkan Zili.
“Jadi begitu ya,..?” tanya gadis itu merasa bersalah.
__ADS_1