Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Permainan Putra Mahkota III


__ADS_3

Kapal Pesiar melaju perlahan-lahan menerjang ombak lautan.


Angin malam yang kencang menerpa kulit, sungguh begitu dingin hingga tubuh mulai menggigil.


Di tepi kapal, dekat dengan dinding pembatas, sebuah jas hitam terlentang lebar lalu mendarat, menyelimuti tubuh Putri Keagungan.


Di bawah langit yang di penuhi bintang, Di pertengahan samudra yang di kuasai air lautan, Di atas kapal yang di terangi cahaya lampu terang benderang, gadis itu mengangkat kepala penuh dengan kebingungan.


“Ini?” Melepaskan jas yang menyelimuti tubuh lalu memberikan kembali kepada pemiliknya, sepertinya Putri Keagungan enggan menerima barang mahal yang di desain khusus dengan kemungkinan harga hingga mencapai ratusan ribu Yen di tangannya.


“Pakai saja.”


“Hm.” Gadis itu menggelengkan kepala tegas menolaknya, “ Maaf, Yang Mulia.”


“Aku hanya meminjamkannya padamu saja, lalu kau boleh mengembalikannya setelah selesai menemani istirahatku di tempat ini.” Paksa keras laki-laki di hadapan gadis tersebut, mungkin tidak ingin melihat Putri Keagungan menggigil kedinginan di sana.


“Hm, Baiklah, Terima kasih.” Gadis itu mulai menganggukan kepala sembari memakai kembali jas mahal itu ke tubuhnya.


“Laki-laki tadi?”


“Tunanganku.” Jawab cepat Putri Keagungan.


Mendengar jawab gadis itu sepertinya hati Pangeran Negeri Sakura sedikit kecewa.


Mungkin ia merasa tidak memiliki banyak kesempatan untuk mendekati gadis cantik beralis mata tebal di hadapannya.

__ADS_1


“Tapi sepertinya dia tidak menyukaimu,” Tebak laki-laki itu mengira-ngira, mengingat kembali perilaku Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terhadap gadis tersebut beberapa saat yang lalu.


Putri Keagungan tersenyum getir, Ia mulai menghela nafas, “ Aku hanya kurang berusaha,” jawab gadis itu sungguh mengejutkan laki-laki di hadapannya. “Tunanganku sangatlah hebat, dia juga kuat dan pintar Karenanya aku hanya perlu berusaha keras untuk sedikit saja setara dengannya, lalu pasti, sedikit demi sedikit dia akan melihat ke arahku.” Lanjut gadis itu menjelaskan dengan percaya diri yang berusaha ia ciptakan pada malam hari itu.


“Lucu sekali,” Laki-laki di hadapannya tersenyum geli, “ Kenapa harus bersusah payah berusaha?, Kau sangat cantik dan cerdas, bukankah akan lebih baik jika kau mencari penggantinya saja?” Sepertinya laki-laki itu mulai menawarkan diri untuk menjadi pengganti bagi Tunangan gadis di hadapannya.


“Hm..” Gadis itu menggelengkan kepala untuk kesekian kalinya di malam yang sama. “Aku hanya ingin pernikahanku dibangun atas dasar cinta, dan sejujurnya pernikahan seperti itu sangat sulit didapatkan oleh kebanyakan manusia. Jika aku harus memilih antara menderita ketika menikah karena tidak ada perasaan cinta atau menderita sebelum menikah karena berjuang untuk mendapatkan Cinta. Sungguh, aku akan lebih memilih Menderita sebelum menikah untuk mendapatkan hati orang yang kucintai, meskipun belum pasti bersama, setidaknya aku pernah berusaha.” Jelas gadis itu memperteguh hatinya yang terasa masih sangat sakit mengingat kejadian bersama tunangannya beberapa saat yang lalu.


“Bukankah itu hanya akan membuang-buang waktumu saja?” Laki-laki itu sangat berusaha untuk meyakinkan gadis di hadapannya, menimbang ia ternyata masih memiliki kesempatan untuk mendekati karena ketidakpedulian tunangan gadis itu sendiri.


“Tidak, Sungguh tidak ada sedikitpun waktu yang kubuang sia-sia karena aku berusaha semaksimal mungkin menjadi yang terbaik agar dia bisa melihat ke arahku, Aku banyak belajar untuknya, Aku berusaha menjadi kuat agar tidak membebaninya, aku terus berlatih agar suatu hari nanti, perasaannya berbalik ke arahku karena sampai saat ini juga, tunanganku sendiri tidak pernah sekalipun mendekati wanita lain, maka dari itu kemungkinan peluang harapanku lumayan tinggi.” Sungguh, Kepercayaan diri gadis itu yang sangat tinggi tidak lagi mampu membuat laki-laki di hadapannya berbicara. Laki-laki itu hanya menghela nafas berat dan tidak lagi berniat untuk melanjutkan usahanya agar gadis itu melihat ke arahnya.


“Ayo kita makan, Kau belum makan bukan?” Ajak laki-laki tersebut mulai mengalihkan pembicaraan.


“Hmm, Silakan.” Jawab laki-laki tersebut terpaksa bersamaan dengan matanya yang terus memandang kepergian gadis yang semakin menarik perhatiannya masuk ke dalam kapal miliknya.


*******


Tidak henti-hentinya ia tertawa hingga memegang perutnya yang sakit, saking senangnya laki-laki tersebut memandang wajah marah laki-laki tua di balik layar robot di depannya.


Hari itu, Zili sungguh menemukan sifat lain dari laki-laki yang ia cintai, Tidak sedikipun ia merasa aneh maupun tidak menyukainya malahan ia sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat sisi lain dari Putra Mahkota.


Gadis itu bergerak cepat membantu wanita dewasa yang duduk ketakutan untuk berdiri, sementara itu, perkelahian antarsekutu masih terus terjadi di ruangan lain di luar ruangan tempatnya berada.


“Kau hanya terlalu sombong hahaha..” Tawa Putra Mahkota diikuti dengan tubuhnya yang telah tegak kembali. “Begitu sombong hingga melupakan keahlian dari Klanmu sendiri.” Lanjut Putra Mahkota menghina masih dengan tawa di dalam mulutnya yang tertutup.

__ADS_1


Laki-laki tua tampak terdiam, ia mulai mengingat kesalahan fatalnya yang membiarkan Putra Mahkota berkeliaran di tempat tersebut.


“Katakan, Katakan apa yang telah kau lakukan?” Bentak laki-laki tua sungguh marah diiringi dengan rasa penasaran yang begitu dalam.


“Psikedelik.”


“Apa?”


“Hahahahaha..” Putra Mahkota terlihat begitu senang melihat wajah terkejut laki-laki tua di balik layar, “Seluruh ruangan di sini telah terisi dengan obat-obatan Halusinasi, Aku bahkan telah melakukannya sejak dari sebulan yang lalu.” Kini Putra Mahkota mulai serius berbicara, “Pergilah!” Perintah laki-laki tersebut beralih ke arah wanita dewasa yang telah berdiri dengan bantuan Zili. Wanita dewasa tersebut sebenarnya adalah penjaga bayi yang berada di bagian selatan kapal.


“Terima kasih, Yang Mulia.” Ucapnya membungkuk sopan,


“Begitu juga denganku,”Jawab Putra Mahkota, mengejutkan wanita tersebut yang tidak mengira bahwa orang terhormat seperti Putra Mahkota mau membalas ucapan syukur dari orang biasa sepertinya. Tidak lagi menyia-nyiakan waktu, Wanita penjaga bayi segera berlari keluar ruangan, menuju ruangan lain yang dipenuhi dengan perkelahian kemudian bergegas keluar dari laboratorium, mencari kendaraan Roll-V untuk melarikan diri.


“Shisou, ayo kita pergi.” Ajak Zili sembari menggengam salah satu tangan Putra Mahkota yang tengah membalas tatapan tajam laki-laki tua di balik layar di hadapannya.


“Tunggu, Aku masih ingin menikmati kekalahannya.” Jawab Putra Mahkota sembari melayangkan senyuman penuh kehinaan.


“Kau kira dengan begini saja, kau telah mengalahkanku?” Sepertinya laki-laki tua tidak sedikitpun ingin mengakui kekalahannya.


“Tentu saja, aku bahkan telah menguasai database milikmu dari kebodohanmu yang mempercayai cerita Novel kisah nyata yang belum tentu keseluruhan isinya adalah benar adanya.” Jawab Putra Mahkota dengan santainya sembari mengelus pipi Zili di depannya namun pandangan mata tajam masih tertuju kepada laki-laki tua di balik layar. “Kau mendengar apa yang kukatakan pada Sien, Bukan? Tentang hal-hal tidak berlogika yang sudah menjadi bagian dari hidupku, hahaha, dan bodohnya kau mempercayaiku padahal aku sengaja mengatakannya hanya agar kau percaya sedikit saja bahwa aku telah melukai diriku sendiri dan mendapatkan ingatan Louise dari pecahan otak miliknya yang bahkan itu semua tidak pernah ada sama sekali, lalu aku tambahkan kepercayaan untukmu dengan mengendalikan kapal ini dan kau semakin meyakiniku. Setelahnya aku gunakan laboratorium untuk meracik ratusan obat-obatan Psikedelik dan tidak seorangpun yang menyadari aroma obat-obatan halusinasi itu karena kau tidak memiliki rekan dari Klan Xu di kapal ini. ” Jelas Putra Mahkota dengan senyuman geli menahan tawa. “Orang-orang yang berhalusinasi, Mudah saja bagiku untuk bermain-main di dalam khayalan mereka hanya dengan sedikit menggunakan keahlian Hipnotis, lalu sekarang hmm, semua bawahanmu benar-benar seperti orang bodoh karena termakan hipnotis dariku hahahahaha Yuan, Menyerahlah, Sehebat apapun dirimu, kau hanyalah manusia biasa yang memiliki kelemahan dan kau juga bukanlah manusia sempurna di muka bumi ini.”


“Jadi kau yang melepaskan Yuanna,?”


“Tentu saja Sien yang melepaskannya, dan yang kulakukan hanyalah menghipnotisnya saja.” Jawab cepat Puta Mahkota masih dengan senangnya mempermainkan keadaan di sana.

__ADS_1


__ADS_2