Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
pujian yang menyakitkan


__ADS_3

Pagi yang cerah,


Berjalan keluar pintu Lift melihat puluhan murid perempuan Keluar Asrama menuju sekolah.


Hari itu adalah hari pertama Zili memasuki sekolah teknologi, hari yang mampu merubah suasana dan keadaan hidupnya.


Bagaimana tidak!.


Dipagi hari yang bahkan masih sangat gelap, pangeran istana sudah menghubunginya. Mengatakan bahwa dia akan menjemput Zili dan berjalan bersama menuju sekolah. Tampaknya malam itu, pangeran istana menetap diAsrama Putra yang letaknya tak jauh dari Asrama putri.


Terus berjalan.


“Selamat datang di Desa kami yang mulia”


Sapa seorang gadis Cantik berwajah mungil yang tubuhnya lebih pendek dari Zili.


“Semoga harimu menyenangkan yang mulia” sapa temannya lagi sembari melontarkan senyuman manis untuk zili yang tersentak hatinya dan membalas senyuman mereka.


“Terima kasih..


Ucap Zili sedikit mengejutkan mereka,


“maukah kau berjalan bersama kami menuju sekolah, yang mulia putri mahkota?” ajak seorang lainnya yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


“Hmm...


Angguk Zili merasa senang, itu karena baru pertama kali seorang murid perempuan mengajaknya pergi kesekolah bersama.


semua orang yang melewati Zili terlihat memberikan salam hormat kepadanya yang sedang berjalan bersama tiga orang murid perempuan lainnya.


Bahagia tak terkira,


Pikirnya,


beginikah rasanya memiliki teman wanita.


Terus berjalan beriringan, sesekali dari mereka membuka obrolan keorang lainnya. Meskipun tidak memahami obrolan tersebut, tetapi Zili dengan senang hati terus mendengarkan obrolan tersebut.


Bahkan kadang beberapa dari mereka mulai bertanya tentang kegiatan yang dilalui Zili disekolah peternakan.


Hingga langkah mereka terhenti ketika melihat pangeran istana sedang berdiri bersandar punggung dipagar asrama Putri sembari membaca buku menunggu kedatangan Zili.


“Waaahhhh...


Semua mata orang terlihat berbinar-binar memandang pangeran istana bahkan tanpa sengaja seorang dari Penghuni asrama terjatuh menabrak pohon palem kuning dan terjepit diantara dua pohon yang berada didalam satu pot yang sama.


“Gila...

__ADS_1


Paaaaakkk


Suara tamparan pipi mengejutkan Zili ketika salah seorang teman disampingnya memukul pipinya sendiri. “seperti mimpi melihatnya”.


“Pangeran istana saja setampan itu bagaimana dengan putra mahkota?”


“Sangat tampan” jawab zili cepat “sangat tampan sampai menatap wajahnya saja mampu menggetarkan hati” lanjut gadis itu tersenyum getir merindukan laki-laki yang dia cinta.


“Aaakhh beruntungnya orang hebat sepertimu” ucap seorang dari mereka yang berada tepat disamping Zili.


Zili tertegun, ia sangat memahami maksud dari perkataan murid tersebut karena memang sebelum menikah, ia juga sering mengatakan kalimat tersebut ketika melihat orang yang lebih beruntung darinya tersenyum bahagia. “Aku hanya bersab...


“yang mulia, bisakah kau bagi kami ilmu dan cara untuk menggoda pangeran istana?” pinta seorang dari mereka.


“Aku tidak...


“Aaaahhh ayolah...


Seorang dari mereka mulai memeluk bahu Zili dengan santainya “yang mulia, kau ini sangat cerdas, kami sangat mengagumimu karena bisa dengan mudah merayu ratu yuanna untuk memberikan putra mahkota kepadamu”


“Benar, bukankah harusnya putra mahkota menikah dengan putri istana?” tanya seorang lainnya yang telah berdiri tepat didepan Zili, menutupi gadis tersebut dari pandangan pangeran istana “kau pasti sangat pandai hingga mampu memisahkan mereka dan merebut putra mahkota dari tangan putri istana”


“Iya, kau sungguh hebat yang mulia...


Puji murid lainnya “ bukan hanya itu, sekarang kau bahkan masih sanggup menggenggam Pangeran istana yang dulunya kau campakkan karena lebih memilih putra mahkota yang kedudukannya lebih tinggi. Luar biasa....


Tambah seorang dari mereka yang tadinya memeluk bahu Zili “aku yakin, diam-diam, kau juga pasti sudah berhasil menggoda raja negara, iya kan? “ lanjut nya lagi masih dengan memeluk bahu bahkan kali itu mulai memberi tekanan keatas bahu gadis itu.


“Aku tidak mel...


“Sudahlah jangan sungkan yang mulia, kami ini sungguh sangat mengagumimu kecerdikan otakmu dalam mengendalikan keluarga kerajaan”


Seru murid lainnya cepat, mengkilah perkataan Zili yang sedang mencoba menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.


“Kenapa kau lama sekali?” suara pangeran istana sontak mengejutkan semua orang kecuali Zili yang sedang tertunduk sedih mendengar ucapan teman-teman barunya. “Aku sudah menunggumu lebih dari 15 men...


“Salam hormat yang muli...


“Berani sekali kau mencelah perkataanku” pangeran istana mulai memandang seorang dari mereka yang mencoba menyapa laki-laki tersebut “mungkinkah orang rendah seperti kalian pantas menyapa pangeran kerajaan NC?” lanjut sindir pangeran istana begitu murka nya hingga membuat semua orang yang berada disana tertegun takut.


“Jangan salahkan putri mahkota yang mulia...


Seru murid lain yang telah melepaskan pelukan bahunya kepada Zili “ dia hanya menanggapi pertanyaan dari rakyat biasa seperti kami” lanjut gadis itu membela Zili.


“Be... benar yang mulia, kami hanya ingin mengetahui cara putri mahkota menggoda laki-laki”


“Menggoda kau bilang...

__ADS_1


Bentak pangeran istana semakin marah.


“Benar yang mulia, kami mendengar sendiri ia mengobrol dengan seorang laki-laki melalui ponsel dan terlihat begitu manja” jelas seorang lainnya membuat Zili menghela nafas berat.


“Kau berani menggunakan ponsel yang kuberikan untuk menghubungi laki-laki lain?”tanya pangeran istana mulai emosi melihat kearah Zili.


Masih menundukkan kepala “maka ambil kembali lah ponselmu itu” jawab gadis tersebut ditengah-tengah kerisauan hatinya.


“Kau...


“Aku hanya menghubungi Senseiku dan kebetulan Lord breeder yang sudah aku anggap kakak ada disana” jelas gadis itu sedikit kesal bercampur sedih “sudahlah, menjelaskannya padamu percuma saja” lanjut gadis itu lalu mulai melangkah pergi.


Hmmm..


Dia menghela nafas.


Benar saja,


Seperti biasa, pangeran istana menarik lengan atas zili, menghentikan langkah gadis itu, dan membawanya kembali kehadapan laki-laki yang tampaknya tidak ingin dia berlalu pergi.


“Pergi...


Perintah tajam pangeran istana kepada murid-murid yang tadinya mengelilingi zili.


Dengan bergegas, mereka semua berjalan cepat meninggalkan pangeran istana dan Zili berdua saja dihalaman Asrama yang luas.


Bahkan setiap orang yang melewati tempat tersebut berusaha berjalan menjauh ketika melihat wajah marah pangeran istana yang begitu menegangkan hati mereka.


“Dari mana kau dapatkan Nomor ponsel So’A?” Tanya Pangeran istana setelah Zili berada dihadapannya.


Seperti telah memahami sifat pangeran istana, Zili yang tidak menyenangi terus menerus dimarah, mulai mendongakkan wajah “kartu keanggotaan rumah penelitian desa ann” dia mulai menjawab pertanyaan “disana tercantumkan nomor ponsel senseiku” lanjut jawabnya lagi lalu mulai menurunkan kepala memandang seragam Kerja Pangeran istana yang berwarna putih dengan gambar ular naga didadanya.


Ular naga yang sangat mirip dengan texchi miliknya hanya saja, gambar tersebut dijahit menggunakan benang berwarna Emas.


“Berhentilah...


Pangeran istana mulai memperpelan suaranya, mungkin karena ia telah mengurangi rasa kesalnya “ jangan menghubungi mereka lagi menggunakan ponsel yang kuberikan”


“Maka ambil kembalilah ponsel itu”


Jawab Zili untuk kesekian kalinya.


“Kau kira aku akan mengambil kembali barang yang sudah kuberikan...


“Kalau begitu jangan larang aku untuk menghubungi siapapun yang aku inginkan”


Jawab cepat zili memperparah kembali perasaan emosi pangeran istana.

__ADS_1


Pangeran istana berbalik sangat geram, “kau sungguh sangat mengecewakan” ucapnya lalu bergerak melangkah kaki meninggalkan Zili yang masih berdiri menghela nafas berat.


__ADS_2