
Xu yuanna.
Sun shin ya.
Xu idris.
Ou nana.
Ou natto.
Zin Zilian.
Sun shin Joila.
Lu arra.
Delapan orang pencari harta Klan dimasa lalu yang telah bekerja sama dibantu dengan dua orang rekan dari klan campuran Zu Wan zi dan Shi fan ri untuk Menghentikan peperangan yang terjadi antara dua kubu yang saling beradu menguasai Negara demi menjadi penguasa mutlak.
__ADS_1
Mereka semua adalah bagian dari anggota keluarga kerajaan, kecuali hanya seorang saja, Yaitu Zin zilian.
Sun shin joila adalah sepupu raja negara.
Ou natto adalah Adik ou nana, istri raja bayangan Xu idris.
Dan Lu arra adalah saudara tiri Raja negara, akibat pernikahan Ibu kandungnya dengan laki-laki yang dia cinta. Laki-laki tersebut merupakan ayah kandung Lu arra namun lu arra bukan anak kandung dari ibu raja negara.
Demi memaksa masuk zin Zilian menjadi bagian dari anggota keluarga kerajaan. Ratu negara berinisiatif menunangkan putri zin zilian, zin zilia dengan Putranya, sun Shin'A.
Dengan ceroboh, tanpa pikir panjang. Ratu negara membuat keputusan sepihak menikahkan putri Zin zilian, zin zilia dengan Putra mahkota, Xu xu'i yang terpaksa disetujui oleh semua anggota keluarga kerajaan karena mengetahui sifat keras kepala Wanita tersebut.
Meskipun zin zilian tidak menyetujuinya, namun karena rasa cintanya yang teramat dalam kepada wanita tersebut. Dengan terpaksa ia mengikhlaskan putri satu-satunya berada dalam bahaya menikah dengan putra mahkota.
Zin zilian berdiri penuh emosi. Bola mata biru tampak berapi-api memandang tajam kearah laki-laki tua dihadapannya yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
Ia menahan perasaan sekuat tenaga untuk tidak bertindak gegabah. Bahkan kepalan tangannya meneteskan darah jatuh keatas lantai.
__ADS_1
“Aku tidak pernah memukulnya tapi kau malah melakukannya” suara geram Lian terdengar marah kepada ayahnya yang masih sangat santai duduk dikursi jabatannya. “lama kelamaan kau terlihat sangat memuakan Zidan” dia bahkan sampai memanggil nama ayahnya sendiri tanpa ada lagi rasa hormat dihati.
“Harusnya yang menikah dengan putra mahkota adalah Ziya bukan Zili”
“Hahahaha” tawa Lian diiringi tetesan air mata membasahi pipi saking marahnya dengan laki-laki tua tersebut “bodoh sekali," ucapnya lantang " Klan Zin selamanya tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga kerajaan kalau bukan karena zili. "lanjutnya "Sadar dirilah kau wahai ketua Zin, zin Zidan” tambahnya memberi sindiran. “sejak Kakek meninggal. Klan Zin telah jatuh, tidak memiliki harga diri dan semua itu karena kau yang memegang kendali”
“Anak tidak tahu diri, beraninya kau berkata seperti itu kepada ayahmu ini” balas bentak ketua Zin kepada Lian.
“Aku bukan anakmu, dan Zili juga bukan cucumu. Jadi mulai detik ini, jangan pernah Bertindak sesuka hatimu kepada putriku, kuperingatkan kepadamu, kau sekalipun dilarang memukulnya atau...” lian menggertakan gigi teramat geram "kau pasti akan menyesal". Dengan langkah penuh emosi, ia meninggalkan ayahnya yang masih memandang punggungnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Langkah kaki Lian terhenti ketika melihat saudaranya berada didepan mata. Dia tersenyum kecut masih menahan rasa panas didalam dada. Panas karena emosi yang selalu tertahankan.
“Sekarang kau tidak ada artinya.” Sindir Saudara kandung Lian, dia adalah Zin Zilan, putra pertama ketua Zin.
“Oh iya,” Lian memandang tajam menusuk, membalas tatapan tajam Zilan “dari dulu aku mengalah kepadamu, tampaknya semakin mengalah, keluarga kecilku semakin menderita.” Lian tersenyum remeh “Di Timur aku memang tidak berguna, tetapi Di barat. Semua orang menghargaiku bahkan tidak menganggapmu. Aku yakin, saat ini kau masih berhubungan dengan Sien maka dari itu kau ingin menghancurkan Shin dimulai dari klan Zin, benarkan?” tebak Lian dengan wajah sumringah penuh dengan kepura-puraan bahagia mengetahui rencana Saudaranya.
Ia lalu berlalu pergi meninggalkan Zilan yang masih berdiri didepan pintu ruangan ayah mereka.
__ADS_1