Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Keras kepala


__ADS_3

Cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela, warnanya hampir tak terlihat karena cahaya lampu kamar masih menyala.


Didalam ruangan yang begitu luas serta megah, dengan tatanan ratusan buku didalam satu rak lemari yang Tinggi dan sebuah meja kerja yang dipenuhi tumpukan lembaran kertas yang tampak telah dipisah dan tersusun rapi. Putra mahkota mulai turun dari atas kasurnya.


Dia berjalan mendekati Zili yang sedang berjongkok menangis terisak-isak menyalahkan dirinya sendiri yang telah tidur bersama dengan laki-laki lain.


“Tenang lah...


putra mahkota, dengan Kaos hitam polos lengan pendek yang memperlihatkan otot dikedua lengannya mulai berjalan menghampiri lalu ikut berjongkok tepat dihadapan gadis yang sedang menyembunyikan wajah dibalik kedua tangan yang bersandar dikedua lutut kaki. “Aku sedikitpun tidak melakukan suatu hal buruk terhadapmu” lanjut putra mahkota mencoba mengelus kepala zili namun secara cepat ditepis gadis itu.


Mungkin Zili masih belum bisa menerima keterkejutan hatinya, hingga membuat ia tertekan sedemikian rupa “kalau begitu pergilah...


Pinta zili untuk kesekian kalinya “aku mohon, aku ingin sendiri” lanjutnya meminta, masih dengan tangisan yang begitu memiluhkan.


Putra mahkota menghela nafas berat, “Baiklah, aku akan pergi memanggil Xu’i untukmu” ucapnya mencoba menenangkan Zili yang sontak langsung memperlihatkan wajah yang tadinya bersembunyi. Menatap putra mahkota dengan penuh pengharapan.


“Be... hiks.. benarkah?”


“Tentu saja”


Tangisan gadis itu seketika berhenti, berganti dengan kerinduan yang mendalam “dasar penipu..


Ucapnya sontak membuat putra mahkota tersenyum kecut karena baru kali itu seseorang tidak mempercayai perkataannya.


“Aku tidak bohong”


Kilah putra mahkota tampak tidak senang dengan ucapan Zili.


“Mana mungkin suamiku membiarkan orang lain tidur bersama denganku begitu saja....


Ucap Zili dengan tegasnya “kau kira bisa dengan mudah menipuku ya?” lanjutnya lagi membuat Putra mahkota berpikir sejenak.


“Hmmm, benar juga...


Ucap laki-laki itu membenarkan perkataan Zili.


Mendengar jawaban putra mahkota, gadis itu semakin tidak mempercayainya.


“Benarkan!, kau ini memang penipu”


“Aku tidak menipumu, lihat saja...

__ADS_1


Putra mahkota mulai mendekatkan wajahnya kewajah Zili yang sontak membuat gadis itu jatuh terduduk menarik tubuh mundur dengan bantuan kedua telapak tangan yang bersandar kelantai belakang karena tidak ingin bertatapan terlalu dekat dengan putra mahkota yang akan membuat detak jantungnya semakin berdegup kencang “akan kubawakan dia untukmu”


“Jadi benar dia ada disini?”


Tanya Zili mulai penasaran.


“Tentu saja..


“Kau ini benar-benar keterlaluan...


Ucap Zili membingungkan putra mahkota “bisa-bisanya kau meniduri istrinya ketika berada disatu rumah yang sama dengannya”


“Meniduri??....


Putra mahkota mulai mendongakkan wajah memandang Zili yang telah berdiri membalas pandangannya dari atas.


“Dasar pengkhianat,..


Tuduh Zili begitu kasarnya “teman seperti apa kau ini?” Lanjut gadis itu tampak sangat marah masih memandang putra mahkota yang kini juga telah berdiri “aku yakin saat ini kau sedang ditugaskan untuk menjagaku lalu sifat liarmu mengambil kesempatan dalam kesempitan sama halnya dengan mencuri ciumanku didesa Ann 51 saat itu.” Tambah tuduh gadis itu sembari mendongakkan wajah menatap putra mahkota yang jauh lebih tinggi darinya.


Putra mahkota mulai tersenyum geli, ia bahkan terang-terangan melakukannya yang semakin membuat Zili merasa sangat kesal “benar...


“Astaga, tinggi sekali mimpimu...


Ucap Zili marah “asal kau tahu, sampai matipun aku tidak akan pernah mengkhianati suamiku apalagi mencintaim...


“Ohhhhh...


Putra mahkota meraih pinggang Zili, memeluk gadis itu dengan satu tangannya “buktinya saat ini kau sudah mencintaiku” bisik laki-laki itu ditelinga zili yang langsung ditutup gadis itu dengan kedua tangannya.


“Ma.. mana mungkin...


“Dasar penipu”


Bisik putra mahkota kali ini ditelinga Zili yang lainnya lalu melepaskan pelukan di pinggang gadis itu dan mulai melangkah dengan senyuman lucu, meninggalkan Zili yang sedang diam terpaku membisu mencoba mengendalikan detak jantungnya yang sangat kacau dan berdegup tidak karuan.


********


Terus melangkah kaki menuju keruang kamar lainnya sembari mengembangkan senyuman geli yang belum hilang sedari tadi, putra mahkota kini telah berhadapan dengan penasihatnya, ann sandi.


“Berhentilah membohonginya jika kau tidak ingin menyesal dikemudian hari” ucap penasihat putra mahkota terlihat kesal dengan perilaku putra mahkota yang dia anggap keterlaluan lalu mulai melangkah kaki lagi melewatinya.

__ADS_1


Putra mahkota menghela nafas sejenak “aku hanya ingin melihat sisi lain dari dirinya” ucapnya menolak saran penasihat putra mahkota yang tetap melangkah dan tidak menghiraukan keinginan hati putra mahkota.


“Baiklah baiklah lanjutkan saja jika itu bisa membuatmu senang” ucap pelindung putra mahkota shin ji yang saat itu sedang mengenakan jaket kulit buatan tangannya sendiri dan memeluk bahu putra mahkota.


Putra mahkota melirik sedikit kearah temannya “Kau setuju denganku?”


“Tentu saja,..


Jawab pelindungnya lalu melepaskan Pelukan dibahu putra mahkota “aku yakin, itu pasti lebih baik untuk......


Praaaaaaankkkkkkk


Suara kaca pecah sontak mengejutkan putra mahkota dan juga pelindungnya yang langsung berlari menuju pintu keluar mansion karena sangat yakin bahwa saat itu Zili pasti sedang berusaha untuk melarikan diri.


“Hmmm...


Penasihat putra mahkota yang sedang berdiri dilantai dua tersenyum lucu sembari melipat kedua tangan melihat kekhawatiran teman-temannya “sudah kubilang” ucapnya lalu menyandarkan diri didinding rumah dan melanjutkan bacaan bukunya dengan santai, beberapa saat kemudian ia mulai melangkah lagi menuju tangga naik ke atap mansion.


Terus berlari, langkah putra mahkota terhenti ketika melihat Zili berada ditepi tebing mansion pribadi miliknya. “apa yang kau lakukan?” teriaknya begitu khawatir.


“Jangan mendekat...


Larang Zili terlihat begitu tertekan, tanpa menolehkan kepala, ia memandang kebawah tebing lalu mulai menghitung “perkiraan ketinggian 80 meter,.... “ ucapnya sembari memejamkan mata “ aku pasti akan selamat” tambahnya lagi mulai menjatuhkan diri dari atas tebing kebawah.


“Sial...


Ucap putra mahkota yang terlambat meraih Tangan Zili, “jaketmu..


Pinta putra mahkota kepada temannya.


Dengan gerakan cepat Pelindung putra mahkota shin ji membuka jaket lalu melemparkannya kepada putra mahkota yang telah membuka topeng silicon dengan minyak yang ia simpan dikantung celana dan menjatuhkan kedua benda tersebut diatas tanah.


“Ckckcck....


Penasihat putra mahkota tampak senang menyaksikan keadaan temannya yang begitu keras kepala dari atap mansion sembari menggelengkan kepala berkali-kali. “Itulah mengapa Raja bayangan mengutusku sebagai penasihatmu” ucapnya kepada putra mahkota yang telah melompat kebawah tebing.


“Sekarang....


Zili membuka mata setelah menghitung waktu lalu mengulurkan Jam tangan miliknya, mengarahkan kesebuah pohon yang tubuh menyamping dipertengahan tebing. “Haaa...


Sontak ia terkejut ketika melihat putra mahkota berada diatasnya “shisou...

__ADS_1


__ADS_2