
Hutan yang gersang, memperlihatkan asap api sisa-sisa pembakaran.
Dedauanan layu yang berserakan memenuhi tanah, sesekali berhamburan ketika gerakan kaki mendarat diatasnya.
Dua bangkai helikopter yang hanya tersisa bagian ekor dan sedikit saja kepalanya tampak tak lagi berharga. Berwarna hitam dan juga masih mengeluarkan sisa-sisa asap pengebom granat milik texchi naga hitam putra mahkota.
Hembusan angin membawa awan menutupi matahari, tampaknya siang telah berganti sore sehingga Pusat Tata surya mulai tampak berada dibagian barat bumi.
Rambut yang terikat dengan batang tumbuhan menjalar saat itu terurai, menjatuhkan sisa Batang keatas tanah dan helaiannya bergerak terkena hembusan angin.
Matanya sungguh merah,
Aliran Air tidak ada henti-hentinya.
Merasakan Getiran yang tiba-tiba masuk menyakiti hati putra mahkota “hmmm” mencoba mengabaikan perasaan anehnya “jadi kau wanita milik Shin’A..?” ucap laki-laki itu menurunkan Zili yang saat itu tak beralas kaki keatas tanah, sungguh, gadis itu dengan menahan rasa takut yang luar biasa, memberanikan diri menggenggam Kemeja putih berlengan panjang didada putra mahkota dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedak-sedak menundukan kepala.
“Hiks.. haa... hiksss “ rasa rindu yang tak tertahankan, membuatnya mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu putra mahkota memukulnya karena telah lancang menyentuh kemeja laki-laki tersebut padahal saat itu ia sedang menyamar.
Membiarkan begitu saja perilaku Zili karena perasaan aneh yang dimiliki “wanitaku bahkan jauh lebih sempurna dibandingkan denganmu” ucap putra mahkota bertujuan untuk membuat Zili melepaskan Sendiri kemeja dibagian dadanya.
Masih menangis tersedak-sedak, Zili mulai menengadah, meemandang lekat wajah putra mahkota dengan seluruh tubuhnya yang menggigil “aku mohon hikss.. “ putra mahkota tersentak membalas tatapan gadis itu “aku mohon jangan tinggalkan dia lagi yang mulia, aku mohon hiks...” ucap Zili penuh dengan isak tangis.
Perasaannya yang semakin aneh membuat putra mahkota sontak menoleh kepala “ dia yang kutinggalkan, kenapa kau yang menangis seperti ini parahnya..?”ucap putra mahkota tampak ragu-ragu memandang Zili kembali, bahkan jari-jari tangannya mulai menggaruk pipi yang tidak gatal karena sangat bingung dengan perasaannya sendiri.
Ucapan putra mahkota tersebut sontak membuat Zili menghentikan tangisannya, ia sendiri mulai sadar bahwa jika terus menangis, mungkin akan mengundang kecurigaan bagi putra mahkota “itu karena aku adalah teman putri mahkota.” Jawab gadis itu.
“Benarkah..?” putra mahkota mulai memandang Zili kembali sembari melepaskan tangannya dipipi bersamaan dengan tangan Zili yang telah ia lepaskan.
“Hmm” angguk Zili “karena aku temannya, maka aku sangat mengetahui apa yang dia rasakan saat ini” ucap Zili mulai menunduk menghapus Air matanya.
Wajah putra mahkota sontak berubah menjadi sangat serius, bahkan pandangan matanya mulai berubah “apa yang dia rasakan...?” tanya laki-laki itu kepada Zili yang mulai menengadahkan kepalanya lagi.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum lembut memandang putra mahkota, aliran air mata yang telah berhenti, tiba-tiba muncul kembali “ Putri mahkota, sungguh sangat merindukanmu, yang mulia,hiks.. hiks..” benar-benar tak kuasa menahan tangis “bahkan setiap detik menunggu kabar darimu yang tak pernah terdengar, terasa sangat menyakitkan hingga setiap kali bernafas, rasanya hiks.. hiks “ dia mulai menundukan kepala kembali. “rasanya seperti terjebak didalam Air dan tidak mampu menahan Nafas lagi” jawab gadis itu mulai tersenyum dan menghapus air matanya.
menoleh wajah kearah Musuh yang masih berusaha menyingkirkan sisa texchi pisau miliknya, tubuh putra mahkota terlihat gemetaran, hingga Zili mampu melihat kepalan tangannya bergetar “aku juga sangat merindukannya” ucap laki-laki tersebut sontak membuat Zili Menengadah kepala lagi karena sangat terkejut “aku memiliki alasan tersendiri tidak memberi kabar” laki-laki tersebut mulai menoleh kembali menatap mata Zili “kalau tahu dia juga merasakan sakit yang sama dengan yang kurasakan saat ini, “ mulai tersenyum lembut memandang zili hingga memperparah detak jantung yang tadinya tak karuan “harusnya aku mengabaikan saja larangan Ayahku lalu menghubunginya saat aku merindukannya” lanjut laki-laki tersebut membuat Zili bahagia “aaah.., sepertinya aku harus segera menyelesaikan Masalah ini dan menemuinya secepat mungkin” tambah laki-laki tersebut bersamaan dengan kedatangan musuh yang tiba-tiba hingga membuat Putra mahkota mengangkat tubuh Zili dan menghempaskannya keudara, ketempat dimana Dewa kemenangan yang saat itu sedang berusaha berdiri setelah tenaganya pulih kembali, berada.
Baaaaaakkkk...
Musuh dihadapannya mundur kebelakang, tertegun dengan perubahan wajah Putra mahkota yang tampak tidak ingin lagi membuang-buang waktunya.
Masih terbang diudara, Zili melihat Putra mahkota begitu Cepat menyerang musuh hingga setiap gerakan laki-laki tersebut tak mampu terlihat secara kasat mata.
Tubuhnya datang menghampiri Dewa kemenangan, karena tidak ingin bermasalah karena takutnya Zili yang sedang menyamar akan marah karena membiarkannya jatuh begitu saja, laki-laki tersebut meraih tubuh Zili lalu menghempaskannya kembali keudara.
Haa....
Merasa melayang diudara kembali, Zili mulai menahan nafas berat karena tidak bisa melihat putra mahkota lagi.
“Hei wanita..”
Tubuh Zili yang telah diraih, mulai melihat laki-laki yang telah menangkapnya “shin ji...” ucap gadis itu menerima senyuman lembut pelindung putra mahkota Shin ji.
Mulai menurunkan tubuh Zili ketanah “Kenapa tubuhmu ringan sekali..?” tanya laki-laki tersebut masih dengan senyuman lembut setelah berhasil melumpuhkan satu musuh hingga dia jatuh tak berdaya.
“Maaf...”
Ucap Zili mulai pergi tetapi tangannya berhasil diraih tangan Laki-laki itu.
“Aku menyukai wanita yang ringan tubuhnya” ucap laki-laki itu lagi setelah berhasil memutar tubuh Zili dan memeluk gadis itu dengan satu tangannya.
Zili melepaskan pelukan Pelindung putra mahkota Shin ji “tapi aku sudah punya suami” ucap gadis itu menegunkan Laki-laki tersebut.
Dengan segera dia melepaskan tangan Zili, “maaf”
__ADS_1
“Hmm” angguk Zili kemudian berlalu pergi.
Kreeseeek..
Suara kaki mendarat terdengar “dasar laki-laki Hidung belang” hina putri keagungan yang telah berada disamping pelindung putra mahkota Shin ji.
Tersenyum nakal, laki-laki disampingnya menarik tangan putri keagungan dan memeluk pinggang gadis itu dengan satu tangan “bagaimana kalau kita segera menikah saja..?” ucapnya membuat gadis yang ia peluk tertegun, bahkan jantungnya mulai tak karuan.
Membuang pandangan yang tadinya saling beradu “ka.. ka .. kau melamarku..?” tanya gadis itu ragu-ragu.
Pelindung putra mahkota shin ji dengan cepat melepaskan tangannya “mana mungkin aku melamar wanita gila yang mudah tergoda dengan Xu’i” ucapnya membuat emosi Putri keagungan datang tiba-tiba...
Paaaaaakkk..
Tamparan kuat mengejutkan laki-laki tersebut, dengan segera putri keagungan pergi mengikuti Zili, meninggalkan laki-laki yang terkejut dengan perilakunya.
“Bagaimana rasanya tamparan wanita..?” tanya penasihat putra mahkota yang baru saja datang menghampiri pelindung putra mahkota shin ji.
Melepaskan tangan yang tadinya berada dipipi “benar-benar membuat jantungku berhenti seketika” jawabnya masih terus memandang punggung putri keagungan “inikah rasanya jatuh Cinta..?” tanyanya mulai menoleh kearah penasihat putra mahkota.
“Mungkin..” jawab laki – laki tersebut sembari membuka buku panduan kasih asmara buatan Raja negara.
Terus berjalan hingga langkahnya terhalangi putri kelincahan “ada apa denganmu...?” tanya gadis itu ketika memandang mata bengkak Zili yang begitu parah “kenapa hanya dekat dengan Xu’i saja, kau terlihat begitu menderita..?” lanjutnya lagi menegunkan Zili.
Gadis itu mulai menunduk sejenak, lalu membalas tatapan putri kelincahan dengan senyuman lembut “itu karena putra mahkota sangat menghargai aku, maka aku begitu terpesona dengan Sikapnya” ucap Zili setelah memikirkan jawaban dari putri kelincahan.
“Benar juga” jawab putri kelincahan “kalau itu aku mungkin...”
“Kau akan menangis hingga berguling-guling diatas tanah” jawab putri keagungan ketika telah mendekati mereka.
“Brengsek kau aura..” ucap putri kelincahan tampak tidak terima dengan ucapan gadis yang baru saja datang tersebut.
__ADS_1