Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
pilihan dari putra mahkota


__ADS_3

Menghembuskan nafas berkali-kali.


Ruang tamu istana, tempat biasa teman-teman Ratu negara berkumpul malam itu terlihat begitu sepi, seperti biasa.


Sudah sangat jarang sekali mereka berkumpul bersama, tidak seperti dimasa lalu. Terpecah belah dengan kesibukan yang begitu memadati waktu mereka.


Dua buah Sofa, memanjang menatap sisi dinding, dua buah lagi sedikit lebih pendek berada menyamping saling berhadapan. didepan Sofa terdapat televisi lebar, mungkin ukurannya sekitar 48 inci.


Diatas sofa panjang, berbaring terlentang seorang laki-laki dewasa yang terlihat menahan kepala menggunakan satu tangannya, sementara tangan yang lain menutupi mata “kau benar tidak ingin menemui putrimu dihari ulang tahunnya...?” pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seorang laki-laki dewasa yang terlihat sedang membaca dokumen berhadapan dengan seorang laki-laki dewasa lain yang terlihat sedang menghempaskan tubuh ke sandaran Sofa sembari menatap langit-langit atap Ruangan.


Membuka tangan yang menutup mata, “Xu’i saja sudah cukup untuk memenuhi semua keinginannya” jawab laki-laki dewasa yang berbaring diatas sofa memandang sedih langit-langit atap merindukan putri semata wayangnya.


Menghela nafas sejenak “kau pasti merasa menyesalinya, bukan..?” seorang laki-laki dewasa yang tadinya bersandar diatas kursi, mulai menegakan kembali tubuhnya “padahal berkali-laki sudah kubilang padamu,...”


“Lupakan Yuanna..” sela seorang laki-laki dewasa yang telah menyelesaikan bacaan dokumen ditangannya lalu memandang sejenak kearah laki-laki dewasa yang berbaring diatas sofa.


Tersenyum getir “bicara saja mudah..”


“Lalu bagaimana denganku..?” sela laki-laki dewasa yang telah menengakn tubuhnya, memandang laki-laki yang masih berbaring diatas sofa “Lian, hari itu, aku bahkan menikahi wanita yang tidak aku cintai tetapi perlahan-lahan aku mampu membukakan hatiku untuknya.” Jelas laki-laki dewasa tersebut yang tak lain adalah penasihat raja.


“Berhentilah mencintai istriku..” lanjut laki-laki dewasa yang mulai meletakan dokumen ditangannya keatas meja “karena terlalu mencintainya, kau bahkan sampai mengabaikan putrimu begitu saja.”


“Benar, aku sangat keterlaluan, “ mulai bangkit lalu duduk “pada akhirnya, karena keinginanku yang begitu kuat membantu Yuanna, putriku harus mengalami penderitaan”


Tersenyum kecut melihat keadaan teman-temannya “putrimu menderita karenamu, kau menderita karena yuanna, yuanna menderita karena putra-putrinya, putra-putrinya menderita karena kebodohan Shin, Shin terbebani karena keinginan istrinya, keinginan istrinya membuat idris Ikut menderita, kebodohan idris menyebabkan nana menderita, dan akhirnya,..” senyuman yang kecut saat itu berubah menjadi getir “Xu’i tidak lagi tahan dan mulai memberontak memaksakan keinginannya” menghela nafas berat “bagaimana cara menyelesaikan masalah berat ini...?” mulai berdiri, berjalan mendekati jendela yang terbuka, memandang langit gelap yang diterangi dengan kembang api disana.


“Akulah yang salah disini..” ucap laki-laki yang tadinya memegang dokumen ditangan, ia mulai menyandarkan tubuh disandaran sofa, lalu memandang langit-langit atap ruangan tersebut “harusnya saat itu aku membawa Yuanna lebih cepat pergi kejerman..” Ucap laki-laki dewasa yang tak lain adalah raja negara.


“Pada saat itu terjadi, ..” berdiri tepat didepan jendela memandang langit “pasti saat ini kita tidak akan pernah saling mengenali.” Lanjut penasihat raja.


“Mungkinkah ini takdir..?” Jawab cepat raja negara.


“Jika ini takdir maka..” berbalik tubuh “lewati bersama kembali”


**********


“dimana...?”


Merah, matanya terlihat begitu berapi-api memandang laki-laki dewasa didepan matanya.


“Hilang..” jawab laki-laki dewasa yang saat itu tengah berada dihadapan Tubuh Penasihat putra mahkota yang terbaring lemah diatas kasur salah satu ruangan Rumah sakit istana.


Menitihkan air mata karena marah “haruskah aku memanggilmu ayah lagi..?” tanya putra mahkota “jangan berbohong padaku,” mulai menggenggam erat kerah kemeja laki-laki dewasa dihadapannya.


“Maka kembalilah menjadi putra mahkota jika kau ingin melihatnya lagi “ jawab laki-laki dewasa tersebut menghempaskan tangan putra mahkota.


Tersenyum kecut. “ha.. ha...” menggertakan gigi geram “hahahahaahahah” tawanya keras penuh kekecewaan. Mulai berjalan keluar pintu rumah sakit “hanya ada dua pilihan raja bayangan yang terhormat.” Ucap laki-laki tersebut masih terus berjalan “kematian seluruh rakyatmu atau pengembalian wanitaku...?.” Ucapan putra mahkota sontak mengejutkan raja bayangan.

__ADS_1


“Xu’i...” teriak raja bayangan begitu marah.


“Grimmm reaper.” Panggil putra mahkota.


“Tahan dia...” perintah raja bayangan keseluruh Bawahannya yang berada disana.


************


Malam sebelumnya.


Berdiri,


Memandang sedih kearah penasihat putra mahkota,


Sungguh, malam itu dia memang tidak memiliki pilihan lain selain ikut bersama dengan laki-laki dihadapannya dibandingkan harus menunggu pemilik apartemen tiba.


“Aku akan mempertanggung jawabkan kesalahanku..” ucap Zili mulai melangkah mendekati penasihat putra mahkota.


“Awas..”


Crrrriiit..


Baaaaammm bruuuuukkk.


Duaaaammmmm...


Mobil penasihat putra mahkota tertabrak mobil lain yang tiba-tiba muncul, hingga berguling lalu meledak.


Memeluk tubuh penasihat raja,


Mulai berdiri cepat ketika melihat belasan orang-orang berjubah merah mengelilingi mereka.


“Cckkkk...”


Seorang dari mereka yang sangat dikenal, muncul “kakek Alfa..” panggil Zili ketika melihat laki-laki tua dihadapan mata.


Tersenyum senang “ternyata kau putri mahkota ya..?” ucap laki-laki tua itu kepada Zili.


“Tolong jangan bawa aku..”pinta Zili teramat memohon, gadis itu tidak ingin menjadi beban bagi putra mahkota, karena ia sendiri tahu bahwa dia adalah kelemahan laki-laki tersebut.


Menghalangi tubuh Zili dari laki-laki tua dihadapannya “pergi, usahakan kau lolos dari sini “ bisik pelan Penasihat putra mahkota “kau harus ingat, kau tidak boleh tertangkap” lanjut laki-laki tersebut lagi menghempaskan tubuh Zili menerima serangan laki-laki tua dihadapannya.


Baaaakkk...


Buuuukkkk....


Berdiri dengan sigap, melompati tiap-tiap orang yang menghalanginya.

__ADS_1


Uhuk uhukkk..


Suara penasihat putra mahkota terdengar memperpiluh hati gadis itu ,


Menguatkan hati, Zili mulai mencari celah untuk meloloskan diri.


Baaaakkk...


Tubuh Penasihat putra mahkota terhempas jatuh keatas tanah,


Suara keramaian mulai terdeengar dimalam yang yang diterangi cahaya kembang api.


Berdiri, berjuang mati-matian agar Zili yang saat itu terlihat sedang melawan beberapa musuh lolos dari genggaman Guru putra mahkota.


Baaaaakkkkk...


Uhuk uhuk.. ketika menghalangi kedatangan laki-laki tua tersebut menyerang zili pun, penasihat putra mahkota harus merasakan sakit luar biasa tendangan kuat yang menghantam tubuhnya.


Berbalik,


Melihat kedatangan Guru putra mahkota yang begitu cepat menghampirinya “aku mohon kakek..” pinta Zili meneteskan air mata.


Tersenyum lembut kearah Zili “maafkan aku..” bisik laki-laki tua yang saat itu telah berada didekat Zili “aku akan menendangmu jauh, setelah itu..”


Mulai mundur kebelakang “Larilah...”


bAaaaaakkkkk


Aakkkkhhhh uhuk uhukkk...


Darah keluar dari mulut Zili,


Tubuh gadis itu terbang menyebrangi jalanan kota yang terlihat ramai karena ada banyak orang yang melihat keributan didepan gedung tua yang tak jauh dari jalanan kota.


Baaaakkkk


Akhhh.


Tubuh Zili jatuh menabrak Pagar besi disebrang jalan.


“Kau baik-baik saja...?”


“Hei mulut berdarah..”


“Panggil ambulan..”


Tidak banyak waktu untuk menahan rasa sakit, Zili perlahan-lahan berdiri ..

__ADS_1


“Hey kau..”


“Diamlah..” teriak Zili keras kepada semua orang disana “aku baik-baik saja..” ucapnya sekuat tenaga melangkahkan kaki lari sembari memegang perutnya yang sakit.


__ADS_2