Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
selalu mengawasi


__ADS_3

“Yang mulia”


“Terima ini”


Putra mahkota melemparkan satu toples sisa permen yang tidak disukai wanita miliknya kepada Agen rahasia kepercayaannya ketika laki-laki tersebut datang mendekat untuk memberi laporan.


Malam yang semakin gelap menambah kegelapan perasaan putra mahkota yang baru saja berpisah dengan wanita pengisi ralung hatinya yang paling dalam.


Masih memandang kepintu gerbang, perlahan-lahan ia mengalihkan pandangannya ke satu per satu jendela gedung yang menyala dan tersenyum sedih lalu mulai berbalik setelah melemparkan kunci mobil kepada Pengawalnya.


“Yang mulia ini,..


“belikan yang baru untukku, aku tidak menyukainya”


Perintah putra mahkota mulai melangkah menuju mobilnya.


Dengan senang hati tiada terkira, laki-laki penerima toples permen dari putra mahkota bahkan sempat memeluk toples tersebut dan mengatakan dalam hatinya bahwa ia akan menjadikan barang tersebut sebagai koleksi terbaik pemberian putra mahkota yang sangat dikaguminya.


Mulai melangkah menuju mobil junjungannya, laki-laki tersebut bahkan tidak berhenti menyembunyikan perasaan bahagianya.


*********


Langkah demi langkah kaki terus bergerak menaiki anak tangga.


Tidak ingin menggunakan lift karena masih ingin membayangkan kebersamaan dengan putra mahkota, zili lebih memilih untuk berjalan menaiki tangga menuju Ruangannya yang berada dilantai empat gedung tersebut.


Sedih,


Sangat sedih,


Masih dengan memeluk dua toples permen, zili terus berkata dalam hatinya : “ kapan aku bisa bertemu dengan shisou lagi?” saking takutnya ia tidak bertemu dengan putra mahkota dalam jangka waktu yang lama.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,


Dia yang masih membayangkan saat-saat bersama dengan putra mahkota kini berada didalam koridor lantai kamar miliknya.


“Yang mulia....


Terkejut, bahkan hingga tidak menyangka.

__ADS_1


Terlihat dipandangan matanya, begitu banyak siswi yang mengisi koridor tersebut.


Mereka mendatangi Zili satu persatu “terima kasih yang mulia” ucap mereka tersenyum bahagia sembari memeluk parsel yang berisi campuran makanan ringan, minuman dan juga buah-buahan.


Setelah itu mereka berlalu pergi satu persatu kembali menuju keruangan mereka masing-masing.


Beberapa orang dari mereka bahkan sempat melirik kearah permen yang dipeluk Zili.


“Yang mulia, mungkinkah itu hadiah penyambutan untuk kami juga?” Seorang murid yang telah dikenal Zili mulai datang menghampiri, dia adalah bagian dari tiga teman baru Zili tadi pagi , siswi paling tinggi diantara semuanya tersebut mengambil toples dari tangan Zili secara paksa.


“Apa yang kau lakukan?” teriak Zili tidak terima makanan pemberian putra mahkota diambil gadis tersebut.


Ia mencoba mengambil kembali toples miliknya. “teman-teman, yang mulia putri mahkota telah membelikan permen untuk kita,” teriaknya sontak mengejutkan Zili ketika melihat para siswi yang tadinya telah berjalan menuju kamar mereka masing-masing datang kembali demi mendapatkan sebuah permen mahal pemberian putri mahkota “cepatlah kemari, aku akan membagikan satu untuk kalian semua” lanjut gadis itu terpaksa meembuat Zili pasrah kehilangan permen mahal yang dirinya sendiri bahkan belum pernah merasakannya.


“Ini..


Seseorang siswi bertubuh kecil dengan mata sayu yang juga memeluk parsel mendekati Zili, ia tersenyum sangat bahagia lalu memberikan permen yang ia dapatkan dari teman satu asramanya kepada gadis itu. “terima kasih yang mulia, sungguh kau benar-benar sangat mulia” ucapnya sembari memberikan Permen ketangan Zili yang tadinya belum bergerak untuk menerima kembali makanan pemberiannya tersebut.


Zili mulai tersentak, ia bahkan tidak menyangka siswi yang mungkin seusia dengannya meneteskan air mata penuh kebahagiaan sembari terus melontarkan senyuman kepada Zili, tampaknya ia sudah sangat cukup dengan parsel pemberian putra mahkota yang dibeli oleh Pengawalnya beberapa jam yang lalu dan tidak membutuhkan permen lagi dari zili sehingga ia memberikan kembali permen tersebut kepada gadis itu.


Zili terdiam menerima permen dari nya, ia mulai melangkah kaki menuju kamarnya karena perasaannnya yang mulai tidak menentu.


“Terima kasih yang mulia...


“Yang mulia, terima kasih banyak...


“Sungguh, saya sangat berterima kasih kepada anda yang mulia”


Satu persatu para siswi, baik itu senior zili atau bahkan yang usianya lebih tua sekalipun mengucapkan rasa bersyukur kapada Gadis itu sembari mengembalikan permen miliknya hingga tangan gadis itu mulai penuh dan kesulitan menerima makanan tersebut.


*********


Pagi yang cerah,


Hari kedua ia berada disekolah teknologi telah tiba.


Zili mulai berjalan keluar gedung asrama putri, menggenggam satu buah permen untuk mengingat kenangan bersama putra mahkota malam itu.


Langkahnya mulai terhenti ketika semua siswa dan siswi berbaris rapi menghadap keseseorang.

__ADS_1


Seseorang yang sedang berdiri didepan pintu gerbang.


Setiap kali Siswi keluar dari gedung asrama putri, setiap itu pula lah mereka mulai berlari cepat dan masuk kedalam barisan.


Siapa?...


Gumam zili didalam hatinya, ia terus berjalan menghampiri lalu melihat seorang laki-laki tua dengan kacamata bening berantai dikedua sisinya tampak sedang berdiri menunggu kedatangan seseorang.


Barisan siswa dan siswi mulai berantakan ketika laki-laki tersebut berjalan masuk kepintu gerbang dan mendekati zili setelah memerintah semua murid teknologi untuk segera pergi menuju kesekolah mereka.


“Salam hormat saya yang mulia..


Ucap laki-laki tua tersebut setelah datang menghampiri Zili “ Co Shu Ein, itulah nama saya”


Betapa terkejutnya zili hingga permen ditangannya ikut terjatuh karena tidak menyangka bahwa ketua Klan Co yang begitu tinggi jabatannya datang menyapa gadis yang belum pernah sekalipun disapa oleh ketua Klan di negara NC.


“Salam hormat saya ketua Klan yang terhormat” zili mulai membungkuk, memberikan salam untuk salah satu laki-laki terhormat dinegara NC.


“Astaga...


Laki-laki tua tersebut tersenyum lucu melihat tingkah Zili yang menurutnya aneh karena membalas Sapaan hormatnya.


Bagaimana tidak!.


Saat ini, kedudukan Zili bahkan jauh lebih tinggi dari ketua Klan yang hanya sekedar memimpin satu wilayah saja. “ tidak perlu memberi hormat yang mulia” ucap laki-laki tersebut menolak “mohon tegakkan kembali tubuh anda” lanjut laki-laki tersebut sembari meraih permen rasa Anggur milik Zili yang tadinya jatuh.


Perlahan-lahan zili mulai menegakan tubuhnya, ia memandang ketua Klan Co dengan wajah bertanya-tanya sembari menerima permen yang diberikan laki-laki tua tersebut.


“Ketua klan yang terhormat, adakah keperluan anda datang menemui saya?” tanya Zili tanpa ragu, tampaknya gadis itu sudah sangat berubah dibandingkan saat sebelum ia menikah.


“Saya datang memenuhi perintah putra mahkota yang mulia,” jawab laki-laki tua tersebut “dia sungguh mengawasi anda sampai akan mengancam untuk menutup paksa sekolah teknologi karena perilaku keterlaluan salah satu Siswi kami kepada anda yang dengan seenaknya mengambil permen milik anda secara paksa. saya mohon, maafkan lah dia yang mulia.?”


Mengawasi.


Shisou...


Lagi, tidak henti-hentinya Zili dibuat terkejut dengan pernyataan laki-laki tersebut hingga untuk kedua kalinya permen yang ia pegang jatuh keatas lantai semen didepan asrama putri.


“Ketua klan...

__ADS_1


“Ikutlah dengan saya yang mulia” ajak laki-laki tersebut “mulai hari ini saya akan mengajarkan keahlian Klan Co kepada anda dan anda tidak perlu lagi belajar disekolah teknologi” jelas laki-laki tersebut mencengangkan Gadis yang jaantungnya mulai berdetak tidak normal.


__ADS_2