Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
penghancur rencana


__ADS_3

“Kau tahu apa yang akan terjadi jika Xu’i menerima pernikahannya hari itu...?” Menghempaskan tubuh keatas kasur yang berspreikan kain berwarna hijau, Putri kelincahan memandang Zili yang terlihat duduk menyamping, menolehkan kepala kearahnya.


“Hmmmm....” jawab Zili menggelengkan kepala, mengisyaratkan bahwa ia tidak mengetahui jawabannya.


Memandang satu lembar Foto putra mahkota yang terlihat sedang membaca beberapa lembar dokumen didalam sebuah map dengan kedua tangannya “ pertengkaran Xu’i dan Shin’A pasti tidak akan ada habisnya..” jawab Putri kelincahan mulai duduk kembali, memandang Zili yang terlihat mengernyitkan dahi tidak mengerti “ Setiap kali keinginan Ayya tidak terpenuhi oleh Xu’i, setiap kali itu pulalah Shin’A akan memaksa Xu’i untuk memenuhi keinginan Wanita itu..”


“Begitu ya..?” menundukan kepala merasa sangat lega karena putra mahkota dan Putri kecantikan tidak bersama.


Tersenyum lembut “tentu saja,” jawab Putri kelincahan mangayunkan kakinya diatas kasur “Xu’i pasti telah memikirkan Akibatnya sebelum memutuskan segala sesuatu” lanjut gadis itu lagi “antara Nura dan ayya,..” mulai menghela nafas berat “keduanya sama-sama menggilai Xu’i ..” merasa kesal mengingat masa lalu “padahal keduanya sama-sama wanita yang paling sempurna, Lahir didalam keluarga bangsawan dan terpandang tetapi sayang,..” menghempaskan kembali tubuhnya “mereka belum Puas dengan apa yang mereka miliki sampai harus melakukan segala cara untuk mendapatkan Xu’i ditangan mereka”


Tersenyum pahit “keluarga terpandang ya..?”


“Ahh..” membalikan tubuh, berguling-guling sejenak diatas kasur “jangan berkecil hati..” mengangkat kepala dengan telapak tangan “kita ini sama..”


“Sama...?” memandang Putri kelincahan tidak mengerti.


“Bukankah kau tidak memiliki orang tua..?” dia mulai bangkit duduk kembali “sejak lahir aku juga tidak memiliki ayah dan ibu..” lanjut gadis itu lagi “mereka mati dibunuh .” tersenyum kecut, ucapan Putri kelincahan sontak mengejutkan zili hingga terlihat jelas nafasnya yang ketakutan. “Dan sampai sekarang tidak diketahui siapa pembunuhnya..” lanjut gadis itu lagi.


“Haa..”


Tersenyum geli melihat raut wajah Zili yang pucat “ada apa denganmu...?” tanya putri kelincahan masih tersenyum geli memandang wajah pucat.


“Maaf..”


“Tidak perlu minta maaf” jawab putri kelincahan “karena kau adalah temanku, jadi sudah sewajarnya aku beritahu semua hal tentangku..” lanjut gadis itu.


“Jadi,..” mulai ragu-ragu bertanya “bagaimana kau hidup selama ini..?” Zili mulai memberanikan diri untuk bertanya.


“Tentu saja aku tinggal bersama kakek dan nenekku..” jawab putri kelincahan tersenyum senang karena Zili mulai berani berbicara.


“Kakek dan nenekmu pasti orang yang sangat baik..” miris, terlihat jelas dimata Zili bahwa saat itu ia sedang merasa iri mengingat bahwa ia tidak lagi memiliki nenek dan kakeknya sendiri, tidak mempedulikannya.

__ADS_1


“Hahahha mereka berdua cerewet sekali..” jawab Putri kelincahan mulai bercerita “mereka adalah Orangtua sa’i.” Ucapan putri kelincahan mengejutkan Zili.


“Dewa kemenangan..?”


“Hmm” angguk putri kelincahan “dia adalah Pamanku.” Lanjutnya lagi menjawab.


***********


Panas,


Cuaca yang panas ditambah dengan hiruk pikuk Orang-orang yang terlihat berdesak-desakan menunggu kedatangan Kereta Api, menambah kegerahan Tubuh putra mahkota yang mulai membuka dua kancing kemeja miliknya saat itu dan mengibaskannya.


Keringat tubuh bercucuran, perasaan Risih mulai menyelimuti hatinya, hal tersebut terjadi karena laki-laki tersebut memang tidak terbiasa dengan keramaian kota dinegaranya.


Berdiri menunggu kedatangan kereta api, terasa begitu berat baginya. Apalagi dengan keributan yang ada, semakin memberatkan hatinya karena tidak nyaman untuk meneruskan lembaran bacaan bukunya, ia menutup buka lalu memegangnya ditangan yang telah turun kebawah.


Membawa tas ransel dipunggung, lalu menoleh kearah Zili yang tampak santai berdiri memainkan permen lolipop dengan gulungan rambut dibelakang, sungguh membuat laki-laki itu ingin sekali pergi dari tempat tersebut dan menggunakan mobil pribadi saja untuk menyelamatkan ayah dari istrinya.


Hanya saja,


Tuuuuuutttt...


Suara kereta api mulai berbunyi.


Menggenggam tangan putra mahkota yang terlihat kebingungan, Zili menariknya memasuki kendaraan tersebut dengan cepat disituasi berdesak-desakan yang saat itu sedang terjadi.


Menggenggam erat, perilaku Zili bahkan sampai membuat putra mahkota tersenyum senang lalu berusaha mengikuti langkah gadis tersebut dan membalas genggaman eratnya agar tidak terlepas dan terpisah.


“Huh...” menghela nafas lega setelah mendapatkan kursi untuk duduk, Zili memandang wajah putra mahkota begitu terkejut hingga mengernyitkan dahi,


Membuang pandangan kekaca jendela. “Jangan melihatku seperti itu..” Pinta gadis itu ketika menyadari bahwa mata putra mahkota saat itu terlihat begitu mengagumi wanita miliknya.

__ADS_1


Tersenyum senang, “beruntung sekali aku memilikimu..” puji putra mahkota menggenggam erat tangan Zili yang masih belum terlepas, Duduk disamping Zili dan juga menatap keluar kaca jendela. “Kalau kau tidak ada, mungkin aku masih berdiri disana..” ucap putra mahkota mulai menunjuk kearah tempat ia berdiri tadinya bersama Zili.


Menoleh kearah putra mahkota,


Pandangan mereka berdua saling beradu.


Saling terkejut, lalu membuang wajah berlainan arah “mungkinkah ini pertama kalinya tuan menaiki Kereta Api..?” tanya Zili penasaran.


Mulai memandang kepala Zili yang berada dibawahnya “benar..” tersenyum pahit “aku tidak tahu ternyata sangat sulit untuk menaiki kendaraan ini” lanjut laki-laki tersebut memandang kearah Zili yang masih memandang keluar jendela.


“Kau tahu tuan..” tersenyum getir “ini juga pertama kalinya aku menaiki Kereta api..” ucap Zili mengejutkan putra mahkota.


Wajah putra mahkota seketika berubah menjadi pucat, mungkin dia berpikir bahwa untuk pertama kali dalam hidupnya, ia merasa dikalahkan oleh seorang wanita.


Sama-sama belum memiliki pengalaman menaiki kendaraan tersebut tetapi Zili telah berinisiatif terlebih dahulu menarik tangan dan membawanya masuk kedalam kendaraan tersebut bahkan mendapatkan kursi, sementara ada banyak orang yang terlihat berdiri disana.


“Benar-benar memalukan” gumam putra mahkota pelan, merasa malu memandang zili lalu membuang wajah menyadari sesuatu hingga terlihat marah bersamaan dengan kereta yang mulai berjalan.


“Hai...” sapa penasihat putra mahkota tampak berdiri berdesak-desak dengan pelindung putra mahkota Shin ji yang terlihat sedang emosi karena gagal mendapatkan Kursi.


Menggertakan gigi geram, Tidak jauh dari sana juga putra mahkota dikejutkan dengan kedatangan Putri kelincahan yang terlihat sedang membuat keributan didalam Kereta api.


“Minggir..” perintah gadis itu kepada seorang laki-laki yang duduk dikursi depan putra mahkota, Semua orang mulai memandangi nya terkagum-kagum, mereka juga terkagum-kagum dengan putri keagungan yang terlihat mengikuti langkah putri kelincahan dan duduk dikursi sebelah gadis itu.


Geram karena tidak mendapatkan kursi seperti putri kelincahan, Penasihat dan pelindung putra mahkota mulai membuka topi penyamaran mereka.


“Minggir..” perintah pelindung putra mahkota Shin ji kepada dua Wanita yang duduk dikursi belakang putra mahkota.


Mendengar keributan didalam Kereta api, Zili yang tadinya memandang keluar jendela sontak dikejutkan dengan kedatangan keempat orang yang mulai menyapa nya dari depan dan dari belakang tersebut.


Suasana yang ramai semakin ramai, dengan keributan orang-orang yang mulai mengambil foto Para pejabat tinggi negara ditempat tersebut.

__ADS_1


Berita tentang pejabat tinggi yang menaiki kereta apipun mulai tersebar keseluruh pelosok wilayah, Mulai dari Kota, istana, sekolah hingga sampai keseluruh penjuru desa.


Dan berita tersebut telah menghancurkan rencana putra mahkota yang kini telah berdiri memandaang layar televisi besar dipertengahan kota desa Lu, melirik kesal kearah teman-temannya yang tampak mengikuti langkah kaki laki-laki tersebut kemanapun ia pergi.


__ADS_2