
Gelisah,
berdiri mondar-mandir didepan Pintu.
lalu berhenti sejenak, namun bergerak kembali beberapa saat kemudian. sepertinya Zili telah mengurungkan niat untuk mengetuk pintu.
menyerah karena perasaan takut yang menyelimuti hati,
gadis tersebut mulai melangkah mendekati Sofa ruangan yang tak jauh dari sana.
pintu terbuka,
secara bersamaan.
Sontak mata Zili tertuju pada kedua pintu ruangan yang terbuka.
putra mahkota keluar dari ruangannya bersamaan dengan dua orang Wanita yang baru saja masuk kedalam ruangan tempat ia berdiri saat itu.
"Xu'i " panggil putri istana yang telah berjalan masuk beriringan dengan seorang wanita dewasa cantik yang membinarkan mata.
melirik sejenak kearah Zili yang terlihat telah menghentikan langkah kaki dan menunduk kepala ketika melihat putri istana mulai mendekatinya "kau mencariku..?" tanya putra mahkota kepada Zili yang saat itu tidak memperhatikan laki-laki tersebut hingga mengira bahwa pertanyaan tersebut tertuju untuk putri istana.
"benar aku mencarimu" jawab cepat putri istana tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
memahami bahwa ia tidak berada ditempat yang tepat, Zili mulai melangkah kaki menjauhi mereka dengan membawa rasa bersalah yang masih menyelimuti hati.
haa...
"kau mencariku...?" tanya kembali putra mahkota yang telah meraih tangan Zili dan memutar tubuh gadis itu menghadap kearahnya.
memandang mata putra mahkota gugup, "shisou, kau bertanya padaku..?" tanya gadis itu mulai menundukan kepala bersamaan dengan tangannya yang telah terlepas dari genggaman tangan putra mahkota.
"kau mencariku..?" Tanya kembali putra mahkota mengejutkan Dua orang wanita yang baru saja tiba.
mendekati putra mahkota dan Zili "Xu'i, kenapa kau mengulangi pertanyaanmu..?" tanya Putri istana tidak menyangka bahwa Saudaranya tersebut telah mengulang pertanyaan yang belum pernah terjadi selama ia mengenalnya.
memandang kearah putri istana yang terlihat tidak menyukainya "Shisou maafkan aku" ucap Zili mengejutkan Putra mahkota.
__ADS_1
merasa kesal karena Zili malah berbicara disaat ia belum menerima Jawaban "kenapa kau minta maaf kepadaku...?" ditambah kesal karena lagi dan lagi Putra mahkota mengacuhkannya dan malah membalas ucapan Gadis dihadapannya tersebut.
geram, "aku datang mencari Xu'i" ucap putri istana kepada Zili "dan ingin berbicara padanya jadi kumohon pergilah" usir Gadis tersebut dihadapan putra mahkota.
memahami perkataan Putri istana "maaf" Zili mulai berbalik kembali,
"kenapa kau minta maaf kepadaku..?" tanya ulang putra mahkota dengan memutar tubuh Zili kembali.
"Xu'i, aku ingin bicara padamu" ucap keras putri istana begitu kesal perkataannya diabaikan putra mahkota lagi.
suasana tegang menyelimuti ruangan,
pangeran Xu yang baru saja masuk kedalam ruangan tersebut mampu merasakan hawa mencekam disana.
menghela nafas, ia melihat putra mahkota sedang berhadapan dengan Zili, sementara putri istana memandang kedua pasangan suami istri tersebut dari sisi samping mereka.
ditempat lain, ia melihat Stylist berbakat Lu arra sedang duduk diatas Sofa begitu santai sembari membaca majalah, lalu pelayan Pribadi Keluarga kerajaan terlihat membungkuk menuangkan Teh dalam teko kaca kedalam Cangkir Wanita dewasa tersebut.
"kenapa kau minta maaf padaku..?" tanya putra mahkota lagi yang saat itu belum juga mendengarkan jawaban dari mulut Zili.
"Xu'i.." bentak putri istana begitu kesal karena putra mahkota yang mengabaikannya, tidak juga melepaskan genggaman tangan dari Pergelangan tangan Zili "Cepatlah jawab Zili" pinta keras gadis itu lagi kepada Zili yang sedari tadi diam karena perasaan takut bercampur bingung.
"menunggu..?"
"Xu'i , bukankah dia telah menjawab pertanyaanmu..?" sepertinya putri istana tidak lagi bisa menahan diri "jadi biarkanlah dia pergi" pinta gadis itu lagi.
"apa maksudmu...?" tanya putra mahkota lagi, masih belum ingin membiarkan zili pergi.
geram, hingga mengepalkan tangan "Jawablah Zili" bentak Putri istana mengejutkan gadis itu.
menggigil, berusaha keras menguatkan Hati dengan hal yang menurutnya memalukan untuk dibicarakan didepan banyak orang "shisou, harusnya aku tidak membiarkanmu menunggu untuk menciumku, harusnya aku yang melakukannya terlebih dahulu kepadamu, jadi aku mohon shisou, maafkanlah aku.." ucap Zili terpaksa Melakukannya.
sungguh,
terdiam kaku,
semua orang kecuali pangeran Xu terlihat sangat terkejut Mendengarkan ucapan Zili. hingga Aliran Air yang dituangkan kedalam Gelas lain sekalipun Bertumpahan ketika pelayan keluarga kerajaan mendengarkan kalimat tersebut, begitu pula dengan stylist berbakat Lu arra yang langsung menghentikan gerakan tangannya membawa gelas naik untuk menyeruput teh miliknya.
__ADS_1
"kau..." membuka suara kembali setelah terkejut tadinya "berani sekali kau berbicara seperti itu dihadapan kami.." bentak putri istana tampak begitu emosi.
"ha.." mulai menoleh kesekitarnya, Zili melihat perilaku semua orang telah kembali seperti semula.
mungkin mereka telah memahami situasi yang saat itu sedang terjadi, ditambah lagi dengan senyuman lucu putra mahkota yang terang-terangan dilontarkan oleh laki-laki tersebut,
sungguh membuat semua orang tidak perlu meneruskan keterkejutan mereka.
berjalan ketika putra mahkota menarik tangannya "shisou" panggil Zili terus melangkah mendekati ruangan putra mahkota.
"Xu'i.." teriak putri istana memanggilnya penuh emosi.
baaammmm..
suara bantingan Pintu terdengar mengejutkan gadis tersebut.
begitu kesal hingga ingin sekali ia menangis "Xu'i aku hanya ingin berbicara padamu hiks" ucap pelan gadis itu merasakan sakit didalam hatinya.
terus melangkah, putra mahkota membawa Zili bersamanya, lalu menarik gadis itu dan mendudukannya diatas kasur Empuk miliknya. "pasti Yuhan yang memberitahukanmu bukan..?" ucap putra mahkota yang langsung duduk disamping gadis itu.
menoleh kepala kearah samping "Shisou, sebelumnya aku tidak tahu kenapa kau tiba-tiba marah tadi pagi," mulai menunduk kepala "tapi setelah pangeran Xu memberitahukannya, aku mulai menyadari kesalahanku" mengigit bibir bawah, merasa bersalah "shisou, maafkan aku karena begitu bodoh membiarkanmu lelah menunggu" lanjut ucap gadis itu sontak terkejut menerima Gerakan lembut tangan putra mahkota diatas kepalanya.
menarik tangannya dari atas kepala Zili "jangan dengarkan Yuhan" larang putra mahkota mengejutkan Zili yang langsung menoleh kepala kearahnya lagi "maaf karena telah membuatmu merasa bersalah" lanjut laki-laki tersebut menggenggam kembali tangan Zili yang saat itu terlihat gemetaran "tadi pagi aku hanya sedikit kesal kepada Yuhan, sungguh, bukan kepadamu" jelas Putra mahkota meyakinkan sembari melemparkan senyuman Lembut kepada Zili hingga membuat gadis tersebut menundukan kepala kembali karena merasa sangat malu memandang mata putra mahkota.
"jadi aku tidak harus menciummu terlebih dahulu ya..?" tebak gadis itu memahami larangan putra mahkota.
mengeratkan genggaman tangan "benar, jangan lakukan itu" jawab putra mahkota tegas "atau aku tidak akan bisa menahan diriku lagi" lanjutnya mulai berdiri diikuti dengan Zili.
"menahan Diri..?" tanya Zili sungguh tidak mengerti, ia bahkan hingga menengadah kepala, memandang mata Putra mahkota penuh dengan tanda tanya.
tersenyum kecut melihat kebodohan wanita miliknya, putra mahkota mulai meraih pipi wanita miliknya.
lalu dengan cepat menautkan bibirnya ke bibir mungil milik zili, hingga mengejutkan gadis yang langsung memejamkan mata.
sebentar saja lalu melepaskan tautan bibirnya, menghirup nafas tidak beraturan milik wanitanya "menahan diri untuk tidak melakukan lebih dari pada ini" jawab putra mahkota bersamaan dengan mata Zili yang mulai terbuka.
"shisou, emmm..."
__ADS_1
putra mahkota mengulang kembali ciuman mereka, kali ini berlangsung sangat lama didalam kamar pribadinya.