
Tahun 2352, tahun dimana dunia canggih dimasa lalu kembali lagi keabad modern seperti di awal tahun 2000 an.
Abad kecanggihan punah Ditelan bumi karena gempa silih berganti tiada henti membentuk berbagai lubang lubang yang hampir menelan seluruh permukaan bumi.
Demi mencegah kepunahan manusia, Semua peralatan canggih dibuang kedalam lubang lubang yang telah terbentuk agar tidak semakin membesar dan Demi mempertahankan kelangsungan hidup seluruh dunia berjanji tidak akan lagi mengambil hasil dalam bumi secara besar besaran agar gempa Dimasa lalu tidak terulang kembali.
Suatu negara kecil terbentuk akibat pelepasan dan penyatuan daerah daerah dipinggiran pantai dari berbagai wilayah asia.
Berbagai masyarakat asia di penjuru negara berkumpul menjadi satu tidak saling mengenal satu sama lainnya. Mereka membeda bedakan diri mereka sendiri dengan membentuk bahasa bahasa dan klan klan berdasarkan atas wilayah Mata angin.
Bahkan Dengan sengaja Seluruh Masyarakat Meminum obat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan gila yang berasal dari klan Xu, ilmuwan gila yang Menjadi penyelamat dari keputusasaan masyarakat negara tersebut dalam mengakhiri penderitaan mereka akibat serang virus hasil dari gempa bumi yang menggerogoti tubuh mereka.
Ilmuwan gila memberikan obat pengubah darah. Setiap daerah mata angin, meminum obat yang berbeda. Sebagai gantinya, darah mereka telah berubah menjadi darah spesial. Darah yang dapat menerima pendonor darah manapun namun tidak dapat mendonorkan darah mereka sendiri untuk orang lain kecuali satu klan mereka sendiri.
Timur adalah wilayah asli klan Zin. Peminum obat berwarna kuning. Darah mereka berubah menjadi darah spesial klan Zin serta keturunan keturunan mereka yang hanya bisa membuka pintu darah milik mereka sendiri. Hanya tes DNA lah yang bisa membedakan antar manusia di wilayah Timur akan tetapi jenis darah mereka adalah Sama. Begitu juga dengan klan Ou di wilayah tenggara, klan Lu diwilayah selatan, Klan Sun diwilayah barat daya, Klan shen Diwilayah Barat laut, Klan ann diwilayah Utara, Klan Co diwilayah timur laut. Mereka meminum obat berdasarkan warna obat khusus klan mereka sendiri.
Hanya klan Xu lah yang hampir punah, Wilayah barat bukan lagi tempat dimana masyarakat klan Xu tinggal. Di wilayah tersebut terdapat berbagai jenis klan bahkan kebanyakan dari nya adalah klan campuran, keturunan keturunan dari perkawinan silang antara wanita klan asli negara dengan laki laki Luar negeri.
Sejarah Negara yang telah mengisahkan banyak kepedihan dimasa lalu, menjadikan kerajaan monarki terbentuk atas kekuasaan asli Klan Xu yang telah memegang Erat alat pengontrol Bom Bawah tanah, yang sengaja dipasang nenek moyang terdahulu untuk memilih pemimpin mutlak negara tersebut.
Hanya darah asli klan Xu lah yang dapat mengendalikan alat pengontrol tersebut. Maka kekuasaan Negara saat ini sebenarnya sedang dipimpin oleh seorang ratu yang bersembunyi dibelakang Raja. Ratu penguasa mutlak yuanna yang memiliki seorang anak Laki laki Berwajah tampan mirip dengan ayahnya.
Shin’A, pemilik darah klan Sun. Ia berdiri di depan pintu Kamar memandang kearah wajah pucat seorang gadis yang tubuhnya sedang gemetaran ketakutan.
Mata mereka saling bertatapan, yang satu merasa ketakutan, yang satu lagi merasa senang. Remaja laki laki itu berjalan menghampiri gadis malang yang sedang merasakan detak jantung tidak karuan. Terus mendekat hingga sampai duduk tepat disebelahnya.
“Haaa.. haaa.. haaa” gadis malang jatuh terduduk diatas lantai menjauhi remaja laki laki tersebut. Semua penghuni ruangan sontak terkejut dengan perilaku gadis remaja yang secara perlahan menggeser tubuhnya menjauhi remaja laki laki yang sedang kebingungan atas tingkahnya.
“Kau kenapa?” tanya remaja laki laki yang tadinya sedang membawa sepiring potongan daging panggang, ia meletakkan makanan tersebut diatas meja lalu bergegas menuju Gadis malang yang sedang ketakutan menatap wajah Shin’A.
“Ka... ka..kau ingin membunuhku,, iya kan” teriak Gadis itu mengingat Masa lalu ketika Shin’A mengancamnya karena ia merasa sangat murka dipukul ratu yang membela gadis malang tersebut.
“Kau yang membuka pagar pintu ya?” Tanya Remaja laki laki yang telah mendekat kearah gadis malang yang masih terduduk diatas lantai. Ia membantu gadis tersebut berdiri dengan memeluk punggung dan mengenggam kedua lengan Tangan atas dekat dengan bahu gadis yang tidak kuasa lagi berdiri.
“Eeeeh.. hebat sekali wanita dambaan Putra mahkota bisa mengetahui bahwa aku ingin sekali membunuhnya” Sontak kedua orang dihadapannya terkejut mendengar pernyataan Jujur pangeran istana.
“Kenapa kau bisa masuk keruangan ini?” tanya keras remaja laki laki yang sedang memapa gadis malang dipelukannya
“Tentu saja aku sudah membawa darah kakek”
“Kau gila ya shin’A, memang salah apa dia sampai kau ingin membunuhnya?”
“Tidak ada salah apa apa sih.. hanya saja aku ingin sekali melihat wajah menderita putra mahkota karena kehilangan wanita dambaan hatinya” sontak Zili terkejut kembali mendengar perkataan pangeran istana. Dia yang tadinya merasa akan aman karena tidak mungkin pangeran istana membulinya kembali semakin merasa takut kejadian yang sama akan terulang lagi.
“Shin’A pergilah, ini bukan wilayah mu?”
“Haaa.. omong kosong, jelas jelas wilayah ini milik keluarga kerajaan, untuk apa aku pergi”
“Shin’A” bentak remaja laki laki tersebut geram dengan Pangeran istana.
“Oooh.. jangan marah marah donk.. paman kenapa kau disini, sana pulang ke indonesia. Kakek sedang mencari carimu lho”
“Bukan urusan mu, sekarang pergilah”
“Oh..jadi bukan urusan mu juga donk,, kalau aku ingin mengganggu wanita dambaan putra mahkota”
“hm, kau kira kau sanggup melakukannya, sedikitpun kau tidak akan pernah bisa menyentuhnya, pergi atau aku panggil ayah mu untuk datang kemari”
“Wih wih wih.. meremehkan sekali, “ Shin’A memainkan mata menggoda Gadis malang yang sedang memandangnya penuh dengan rasa takut. “ tunggu aku ya sayang, aku akan kembali untuk menemuimu. “ Ucapnya menggoda. Ia lalu berjalan kearah tangga, membuka pintu yang berada diatas nya dengan menekan tombol merah yang hanya berada didalam ruangan tersebut. “aaaah.. tadinya ingin sekali melihat wajah menderita Xu’i, tapi gagal karena paman bodoh yang tiba tiba muncul menjadi pahlawan kemalaman” ucapnya masih sambil berjalan keluar pintu. “bye bye sayang” sapanya lagi diiringi dengan penutupan pintu.
Keringat mengguyur tubuh membasahi pakaian yang ia kenakan. Rasa takut sedikit demi sedikit mulai menghilang.
“apa dia tidak mengenaliku?” gumam gadis malang tersebut dalam hati sembari memandang kearah tangga pintu tempat Shin’A berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
“Kau baik baik saja”
Zili menolehkan kepalanya menghadap Keremaja laki laki yang masih memeluknya. Dengan segera ia melepaskan pelukan Remaja laki laki tersebut.
“Maaf”
“Tidak,, aku lah yang seharusnya minta maaf main peluk sembarangan”
“Kau.. siapa kau sebenarnya?”
“Belum waktunya ku beri tahu, tidak masalah kan”
“Aaah.. benar.. untuk apa aku bertanya tanya” gumam gadis malang dalam hati.
“Kenapa melamun, katanya tadi lapar”
“Sudah kenyang”
“Kenapa .. apa karena shin’A,?” Zili diam membisu tidak berani membuka suara apalagi saat itu ia sedang mengira ngira mungkinkah remaja laki laki dihadapannya adalah anggota keluarga kerajaan yang bahkan ia tidak kenali sebelumnya. “Kok diam”
“Iya”
“Kau mengenalnya?”
“Iya”
“Hahaha.. hebat sekali putri mahkota yang baru saja masuk menjadi anggota keluarga kerajaan bisa mengenali pangeran istana yang bahkan tidak hadir diacara pesta pernikahamu”
“Hm” Zili tersenyum kecut tanpa berani menceritakan hal yang sebenarnya. Hal yang ia takutkan ialah kisah masa lalunya mungkin akan membuat laki laki dihadapannya memutuskan hubungan pertemanan seperti saat ia berada disekolah bersama Shen Shi lan beberapa minggu yang lalu. Penjaga yang baru bekerja beberapa jam karena mengetahui hubungan pertunangan masa lalunya dengan pangeran istana telah mengundurkan diri untuk manjadi pelindungnya.
Gadis malang tersebut sangat takut kembali dihina. Baginya,, biarlah walau hanya sebentar saja berteman yang terpenting dia pernah merasakan arti dari pertemanan bersama seseorang. Meskipun cepat atau lambat mungkin rahasia yang disembunyikannya akan terbongkar.
“Dari mana kau tahu dia akan membunuhmu?” mata Remaja laki laki itu mulai menatap tajam penuh keseriusan. Tatapan yang hampir sama dengan Milik putra mahkota. Menggigil tubuh gadis tersebut. Rasa lapar dan takut semakin menggerogoti seluruh raganya Mengakibatkan kelemasan yang tidak dapat tertahankan lagi.
Pusing, Mual membuat matanya tiba tiba merasa ingin tertutup. Pandangannya mulai berubah menjadi remang remang.
“Heiiii” teriakan remaja laki laki sudah tidak lagi didengar olehnya. Gadis malang telah tak sadarkan diri.
Malam telah berlalu berganti pagi, suara kokokan ayam hutan terdengar nyaring dari atas atap kamar. Ditambah lagi teriakan burung elang menambah kebisingan ruangan tersebut.
Zili menyingkap Selimut panas, ia bangun dari tidurnya. Dipandang olehnya sekitaran kamar. Dia tidak menemukan siapapun, ia lalu memeriksa tubuhnya kemudian merasa lega karena segalanya masih terlihat sama seperti tadi malam.
“yahooooo wanita dambaan putra mahkota” suara ketukan pintu kamar terdengar dari balik pintu. Dengan segera Gadis malang membuka pintu.
Aroma makanan tercium kuat di hidung gadis yang perutnya sedang kosong kelaparan. Dilihat olehnya dua orang pelayan wanita tengah mempersiapkan berbagai jenis makanan diatas meja makan yang tiba tiba muncul disebelah Sofa tempat ia duduk tadi malam.
“Mau sarapan?”
“Hm.. hm” angguk gadis malang tersebut senang.
“Ayo”
Beberapa jam kemudian, gadis malang telah keluar dari ruang bawah tanah. Disebelahnya remaja laki laki sedang menghirup udara segar berkali kali.
“Ambillah barang barangmu, aku akan antarkanmu pulang kembali hari in”
“Apa tidak masalah”
“Loh. Ya tidaklah, kau bahkan tidak diizinkan mereka masuk kerumah”
“Iya ya kan”
“Ya iya..”
__ADS_1
“Baiklah, aku akan pulang sebentar..”
“Kau tau jalannya tidak”
“Tidak”
“Hah..kau bahkan tidak mau bertanya, selalu diam itu tidak baik lho”
“dimana jalannya?”
“Hm” remaja laki laki itu tersenyum “ lurus saja.. nanti ketemu deh dengan rumah itu”
“hm.. “ Angguk Gadis malang tersebut bergegas pergi menuju rumah keluarga Xu.
“aku akan menunggumu digerbang rumah ya” teriak Remaja laki laki dari kejauhan.
“Iya.. tunggu aku ya teman” teriak Zili sembari menolehkan wajah kearah teman barunya.
Remaja laki laki menatap penuh keseriusan, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Putri mahkota secepat itu menimbang dia baru saja tiba di desa Xu 48 karena mendengar keberadaan yatto dari mulut Shin ji kemarin siang.
“Yahooooo” sapanya setelah mengambil ponsel menghubungi seseorang yang sangat ia kenal dekat.
“Kemana saja kau?” bentak Si penerima telpon.
“Jangan marah donk, sebelum aku jawab, ada hal penting yang ingin aku beritahu”
“Omong kosong, dimana kau sekarang?”
“Wanita idaman hatimu, hampir saja mati dimakan kumpulan srigala, aku menemukannya Di tengah hutan malam malam, wajahnya biru bengkak, bahkan Bibirnya terluka. Dia tidak diizinkan masuk kerumah mu lho”
“wanita idaman” Sontak penerima telpon terkejut “ dimana kau sekarang?” teriaknya penuh kekhawatiran.
“Tentu saja desa Xu 48”
Panggilan ditutup oleh sang penerima panggilan seenaknya.
Jauh di daerah kota wilayah Barat Xu 1. Putra mahkota membanting ponselnya jatuh keatas meja. Pandangannya tajam. Rasa khawatir bercampur marah menjadi satu.
Diambil olehnya alat pendengar jarak jauh buatan asli klan Co. Didengarkan oleh nya rekaman suara kejadian dari jarak jauh ketika istrinya sedang berhadapan dengan mara bahaya di tengah tengah hutan sehari yang lalu.
Sontak ia terkejut. Tidak menyangka bahwa sahabatnya berani melukai Murid kesayangannya.
“Siapkan helikopter!” perintahnya keras kepada Shin ji yang terkejut mendengar perintah tiba tiba putra mahkota, begitu juga dengan Sandi, penasihat putra mahkota yang juga berada di ruang pribadi putra mahkota dalam istana.
Xu’i berjalan cepat dikoridor menuju keluar istana, dipandang nya Yuanna sekilas sedang berjalan menuju ruangan raja namun ia mengabaikan wanita yang ia cintai itu begitu saja tidak seperti ia yang biasa.
Yuanna memandang aneh Xu’i yang tidak biasa. Dilihat nya sebuah helikopter telah mendarat didepan istana.
“Xu’i, apa yang terjadi?” tanya yuanna telah menyadari sesuatu bahaya melihat kemarahan Xu’i.
“Dengarkan sendiri” remaja laki laki melemparkan Sebuah alat pendengar jarak jauh berwarna putih sejenis earphone namun terdapat tombol kecil ditepi alat tersebut yang digunakan untuk memutar ulang kembali suara rekaman yang telah terjadi. Alat itu bahkan telah terselipkan memori yang sangat kecil untuk menyimpan data bukti rekamanan.
Yuanna menekan tombol kecil alat tersebut. Sontak ia terkejut lalu berlari keruang raja istana menemui joila yang sedang duduk diatas lantai bawah lemari seperti biasa.
“Shin jo, hah..hah..shin jo dalam bahaya”
“Apa maksudmu!”
“Dengarkan sendiri!” Yuanna melempar bukti rekaman kearah Joila yang didengarkan langsung melalui telinga.
“Mau bagaimana lagi, dia harus membayar perbuatannya” pasrah. Itulah yang saat itu tengah dipikirkan Pelindung raja setelah mendengar rekaman suara dari yuanna.
“Apa yang terjadi?” Sang raja turut membuka suara mendengar suara sedih Sahabatnya.
__ADS_1
“Zili, dia disiksa oleh Shin jo” jelas pelindung raja mengejutkan semua orang yang berada didalam istana.
“Siapkan helikopter” perintah Shin kepada natto yang masih berdiri tidak percaya. Dengan bergegas ia mengikuti perintah raja yang menguasai negara NC.