
"Bagaimana keadaannya...?" Seorang laki-laki dewasa berjalan menghampiri seorang wanita dewasa yang terlihat mondar-mandir di depan pintu ruang Operasi.
Sepertinya saat itu mereka berada di salah satu rumah sakit Negara NC.
Gelisah, terlihat jelas di raut wajahnya, terlebih lagi dia sangat menyayangi menantunya yang saat ini sedang berjuang keras melahirkan cucunya.
Meraih tangan Suaminya, "Benarkah kau sudah memastikan bahwa Ayahku tidak mengetahui Ean akan melahirkan...?" Tanya wanita dewasa tersebut penuh kekhawatiran.
Hanya terdiam, Laki-laki dewasa tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan istrinya.
"Anakku.. anakku... haaaa hiks haaa.." Suara tangisan histeris terdengar hingga keluar ruangan. Dengan langkah cepat, wanita dewasa memasuki ruangan operasi, meninggalkan laki-laki yang hanya berdiri diam karena mengetahui dengan pasti apa yang saat itu sedang terjadi.
Bau darah yang menyengat tidak lagi menganggunya "hiks hiks.. haaa...hikss.."Dia terjatuh, duduk menopang tubuh dengan lipatan kaki kebelakang. Menangis sesunggukan ketika mengetahui bahwa cucunya telah tiada.
Medengar Suara tangisan dan keadaan parah istri serta menantu yang baru saja di ceraikan oleh Putranya, Laki-laki dewasa dengan segera berlari mencari-cari sesuatu. Melewati banyaknya Wartawan yang saat itu sedang menunggu kabar kelahiran bayi dari artis terkenal tanah air negara mereka.
Terus berlari hingga menemukan Seorang perawat wanita sedang menyerahkan seorang bayi kepada seorang laki-laki tua. "Kembalikan cucuku, Ayah." Pinta laki-laki dewasa teramat memohon dengan air memenuhi kelopak mata. " Kembalikan Cucuku, Ayah. " Lanjut laki-laki tersebut lagi, berteriak keras sembari datang menghampiri namun terhalangi oleh beberapa orang bertubuh Tegap dan berbadan besar.
"Yuan membutuhkan darah percampuran antara Klan Zin dan Klan Campuran." Ucap santai laki-laki yang telah menggendong bayi perempuan di tangan tanpa merasa bersalah.
Berusaha menerobos orang-orang yang menghalangi langkahnya." Kau bisa mencari bayi lain asalkan jangan cucuku, aku mohon haa. .. hiks." Tangisannya pecah, ia hanya bisa melihat mertuanya membawa Cucu yang baru saja lahir pergi meninggalkan laki-laki dewasa tersebut begitu saja.
"Kenapa harus cari yang lain jika bayi ini saja bisa berguna untuk temanku...?" Ucap laki-laki tua dari jauh lalu menghilang masuk ke dalam lift.
Berbalik, berniat untuk mengejar melalui pintu lift lainnya, Laki-laki dewasa tersebut sontak terkejut ketika menemukan istrinya tengah berdiri dengan luka dihati yang sangat menyakitkan. " Aku hiks.. hiks.. " Ucap wanita dewasa tersebut di hadapan suaminya. "Aku akan mengambil Cucuku kembali untuk ean." Lanjut wanita dewasa tersebut sembari menghapus air mata di pipinya. " Ketika aku berhasil nanti, tolong beritahu mereka bahwa aku sudah sangat lama ingin memberi nama Zili'A untuknya." Lanjut wanita dewasa tersebut mulai melangkah lari melewati suaminya dan beberapa Laki-laki yang tidak berani menghalangi langkahnya karena dia adalah Putri dari Tuan mereka.
"Zici'A."Panggil suaminya hanya bisa menangis melihat kepergian istrinya.
Tersenyum bahagia,
Pikirnya, tidak masalah jika saat itu dia tidak berhasil lolos dari genggaman ayahnya karena dia telah bahagia melihat Cucu yang sangat di nantikan kedatangannya di masa lalu saat ini terlihat begitu berusaha ingin menyelamatkannya.
Menutup mata,
Dia akan menunggu hasilnya saja.
Baik Berhasil ataupun gagal, yang terpenting saat itu dia telah melihat wajah cucu yang selama ini di nantikannya dan juga Cucu yang bahkan Fotonya saja terpaksa tidak pernah bisa ia lihat agar keberadaan gadis tersebut tidak diketahui oleh musuh Negara.
Zili terus mendorong tanpa rasa lelah, menelusuri sebuah lorong dengan udara yang lebih panas dibandingkan dengan tempat-tempat sebelumnya.
Suara mesin mulai terdengar ricuh disana, Sepertinya tempat tersebut merupakan Ruang pengendalian kapal.
Terus berjalan dengan bantuan senter jam tangan, Sebuah cahaya telah terlihat di depan mata, tidak hanya hal tersebut saja, di Ujung sana juga terlihat sebuah ruangan luas dan beberapa Sistem Perangkat Keras pengendali canggih yang menyala.
Menghentikan langkah, tidak terlihat satupun ruangan lain di sana. "Buntu." Guman Zili dalam hati merasa sangat kecewa karena salah mengambil jalur.
Menoleh ke segala penjuru arah, gadis tersebut tiba-tiba menghentikan pandangan dan tertuju pada sebuah Foto besar. "Shin'A." Ucap gadis tersebut sungguh sangat terkejut melihat Foto tersebut.
"Kau memanggilku...?" Suara seseorang terdengar dari balik headset milik Zili.
"Shin'A, kenapa kau...
"Aku sudah keluar dari rumah tahanan.”Jawab laki-laki yang telah terhubung di dalam Aplikasi komunikasi milik Negara NC, Aplikasi yang hanya dengan memanggil nama saja bisa langsung terhubung dengan seseorang yang saat itu sedang mengaktifkan Perangkat Lunak tersebut.
"Shin'A, Aku melihat Fotomu di sini dan kau juga terlihat lebih dewasa." Ucap Zili menginformasikan benda yang di lihatnya.
"Hm.." Terdengar tidak menyenangi. "TAKE ME TO THE MACHINE."Jawab Pangeran Istana dari balik Headset miliknya. "Mungkin saja dia adalah pembuat kapal induk raksasa itu. "Jelas laki-laki yang mungkin telah membaca Novel tersebut.
"Take Me to the Time Machine...?"
**********
__ADS_1
"Louise, Aku Mohon Cintailah aku!" Suaranya menggema, terdengar menakuti semua Penduduk di sana yang langsung berlarian masuk ke dalam gedung-gedung serta rumah-rumah mereka lalu menutup dan mengunci seluruh pintu dan jendela.
Ratusan robot-robot manusia terlihat berdatangan untuk menyerang Putra Mahkota. Kedua temannya berusaha keras menghentikan robot-robot itu mendekati laki-laki tersebut.
Duduk bersila lalu memainkan jari-jari tangan di atas keyboard Laptop miliknya. "Aku bukan Louise yang kau cari." Jawab Putra Mahkota masih fokus pada layar monitor berisikan Peta kapal yang berhasil di retas laki-laki tersebut.
Sluurrrrpp...
"Attack."
"Cancel." Berkali-kali serangan Wanita Transparan berhasil di gagalkan Putra Mahkota.
"Louiseeeee..."
srrrkkkkk...
seorang wanita yang sama tiba-tiba muncul di sana, Di bagian Utara Kapal tempat Putra Mahkota negara NC baru saja tiba.
Bakkkkk....
Bukkk..
Manusia robot terhempas jauh setelah menerima tendangan kuat hingga Hancur dan berantakan menabrak sebuah pohon.
Dewa kemenangan yang baru saja tiba di bagian utara setelah berhasil membawa Bahan dan material yang dibutuhkan, dikejutkan dengan kedatangan begitu banyak robot manusia mendekati dan ingin menyerang Putra Mahkota namun berhasil dihalangi oleh Shen Shi Yun dan Pengawal Pribadinya.
"Shin Jo." Panggil laki-laki tersebut kepada Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang masih berada di Bagian Barat kapal untuk memantau keadaan. " Kembalilah!." Perintah laki-laki yang terus bergerak menyerang ratusan robot manusia mendekati Putra Mahkota.
" Tunggu aku." Ucap Pelindung Putra Mahkota dari balik headset terdengar berlari kencang lalu menutup panggilan sementara waktu.
Bergerak cepat mendekati Putra Mahkota yang terlihat sedang dilindungi oleh dua temannya, Dewa Kemenangan terus menerobos masuk ke kumpulan robot manusia untuk membantu melindung Calon Raja di Negaranya.
Setiap Kali Robot mendekat, saat itu tendangan dan pukulan terus menghantam mereka.
Berdiri di depan Putra Mahkota. "Xu'i. " Teriak Shen Shi Yun merasa sangat Khawatir ketika dua orang wanita Transparan berwajah mirip berdiri disamping laki-laki yang masih duduk tersebut.
"Biarkan saja," Ucap santai Putra Mahkota masih memusatkan pandangannya di depan layar laptop. "Dia tidak akan bisa menyentuhku." Lanjut laki-laki tersebut melegakan teman-temannya yang masih berusaha keras agar robot-robot manusia tidak mendekati Calon Raja negara mereka.
"Louise, Lihat aku."
"Louise, aku merindukanmu." Memeluk Putra Mahkota namun tubuhnya menembus tubuh laki-laki tersebut. "Louiiseeee.." Teriak salah seorang wanita marah.
"Accel."
"Air Display's Nonaktif." Sepertinya Putra Mahkota berhasil mengagalkan Perintah salah seorang Wanita kepada Alat-alat penghantar Listrik di kapal tersebut untuk menyerangnya.
"Attack."
"Cancel."Perintah Wanita lainnya juga berhasil ia batalkan.
"Louseeeee...."
"Xu-Zi." Panggil Putra Mahkota kepada Karakter Virtualnya,
" Yes, My Lord." Mulai berdiri lalu bergerak cepat membawa laptop dengan telapak tangan menopang bagian pertengahan bawah benda tersebut lalu menendang satu persatu robot yang menghalangi langkahnya berjalan.
"Nonaktifkan Sinyal!" Perintah Laki-laki tersebut masih dengan santai berjalan sembari sesekali menendang hingga hancur robot-robot manusia di depannya.
" Your Commands are absolutely Obeyed, My Lord." Ucap Karakter Visual yang baru saja diperbaharui Oleh Putra Mahkota.
" Attack." Ucap kedua wanita Transparan bersamaan.
__ADS_1
"Cancel.."
Buuaaamammm kraaakkkk...
Hanya bisa membatalkan satu perintah, perintah Wanita lainnya kepada Kabel Listrik dipinggir Jalan berhasil lolos dari sistem pembatalan dan menyerang Putra Mahkota, beruntungnya laki-laki tersebut dengan sigap menghindari serangan dan serangan kabel listrik tersebut mengenai robot-robot manusia yang tadinya akan mendekati Putra Mahkota.
Melempar Laptop ke belakang dan berhasil di raih Shen Shi Yun yang langsung menutup benda tersebut, Putra Mahkota Mulai berlari kencang melompati kabel-kabel listrik yang telah lolos dari sistem pembatalan menuju ke bagian Timur Kapal diikuti ratusan Robot Manusia dan teman-temannya yang menghalangi robot untuk mengejar laki-laki tersebut.
"Attack." Perintah ulang Wanita yang tadinya berhasil digagalkan.
" Cancel." Ucap Putra Mahkota membatalkan serangan sembari terus berlari menghindari serangan yang masih aktif.
kraaaaakk...
Duaaaaammmm...
Sebuah ledakan terjadi ketika Kabel listrik yang menyerang Putra Mahkota mengenai beberapa Roll- V di depan sebuah gedung.
krkrkrkr....
Seorang Wanita Transparan Lain muncul di hadapan Putra Mahkota yang masih menunggu karakter Virtualnya menyelesaikan perintah.
Baaaammm...
Berhasil melompati Kabel.
“ Attack.” Perintah tiga wanita sekaligus secara bersamaan.
“ Cancel.” Kali ini Putra Mahkota harus bersiaga menerima kedatangan beberapa Kabel Listrik atas perintah dua wanita transparan yang berhasil lolos dari sistem pembatalan.
“My Lord.” Yang di tunggu telah kembali.
“Lacak!” Perintah Putra Mahkota menghentikan Langkah lari dan menunggu kedatangan Kabel - kabel listrik menyerangnya.
Baaaaammm..
Duaaaammm...
Berhasil melompat, Putra Mahkota tersenyum remeh ketika melihat sesuatu di Layar jam tangannya.
“Shin Jo, kembali ke barat!.” Perintah Putra Mahkota kepada Pelindungnya.
“EHHHH kenapa balik lagi...?” Keluh Pelindung Putra Mahkota Shin jo yang terdengar kesulitan bernafas saat itu. Mungkin karena ia telah lelah berlari.
“ Hancurkan Tabung Cahaya di lantai paling bawah!.” Lanjut perintaah laki-laki tersebut mulai menyentuh layar jam tangan dan mengirimkan peta keberadaan tabung cahaya di maksudkannya.
“Ahh baiklah.. baiklah.” Pelindung Putra mahkota mulai berlari kembali.
“ Paman. “
“Sulit sekali, Xu’i.” Jawab Penasihat Putra Mahkota yang terdengar sedang dalam Kesulitan saat itu.
Baaakkk...
“Akkkhhhh...”Suara erangan kesakitan terdengar dari balik headset milik Putra Mahkota. Sepertinya suara tersebut merupakan suara dari Putri Kelincahan. “Enyahlah kau wanita brengsek.” Maki Putri Kelincahan bersamaan dengan Putra mahkota yang telah menutup panggilan.
“ Yang Mulia, bagaimana dengan disini...?” Tanya Dewa Kemenangan dari balik headset miliknya.
Menghindari serangan, melompat dengan mudah lalu berlari menembus seorang wanita yang tiba-tiba muncul di hadapannya. “Sudah di hancurkan.”Jawab Putra Mahkota terus berlari. “ Sa’i, Selatan!” Lanjut laki-laki tersebut memberi perintah. “Disana Intinya berada.” Jelasnya lagi masih terus berlari menuju ke arah Timur, ke tempat wanitanya berada.
“Aahhh.. kenapa dia malah menuju ke arah Timur bukannya ke selatan..?”Keluh Shen Shi Yun sedikit kesal sembari terus menghalangi robot-robot manusia mengejar Putra Mahkota.
__ADS_1
“Berhenti mengeluh!” Ucap dingin Putra Mahkota membuat Shen Shi Yun merasa sedikit bersalah. “ Pergilah ke pertengahan kapal, hancurkan Benda itu disana!” Lanjut Putra Mahkota memberikan perintah.
“haaa.., Jadi aku sendiri yang harus menghadapi Human machine ini..?” Keluh Pengawal Putra Mahkota terlihat pasrah menerima keadaan.