Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
musuh berbahaya ,,mulai beraksi


__ADS_3

Putra Mahkota berjalan memasuki ruang raja sembari mengembangkan senyuman kecut. Dia telah mendapatkan panggilan langsung dari raja negara untuk membicarakan hal yang mereka anggap sangat penting.


“Akui kekalahanmu dan jauhi bibimu mulai dari sekarang!” Perintah Raja Negara setelah Putra Mahkota menghadap kepadanya.


Putra Mahkota tersenyum remeh, dia memang sudah menyangka bahwa laki-laki di hadapannya kan mengatakan hal tersebut. “Hmm, baiklah aku akan menjauhinya. Meskipun menjauh namun bukan berarti aku tidak akan dekat dengannya lagi. Aku akan buktikan kepadamu paman, pasti, kedekatan kami akan semakin bertambah dan dia sendirilah yang akan mendekatiku terlebih dahulu. ” Ucap Putra Mahkota begitu sombong dan sangat yakin. ia juga memandang Raja Negara dengan tatapan penuh kepuasan dan Raja Negara membalasnya dengan tatapan tajam menusuk.


Tidak begitu lama, setelah puas menatap remeh, Putra Mahkota berbalik dan mulai melangkah pergi, meninggalkan ruangan raja melewati Putri Istana yang saat itu akan masuk keruangan ayahnya.


“Xu’i!” panggil Putri Istana. Namun sungguh, panggilan tersebut tidak dihiraukan oleh laki laki berwatak dingin itu,


Putra Mahkota terus berjalan sembari tersenyum nakal karena telah memiki cara untuk membuat ratu negara yang ia cintai datang mendekatinya.


*********


Zili, sekarang gadis itu tidak lagi memakai kacamata. Mertua perempuannya, Ou Nana telah memberikan lensa untuk mengganti kacamatanya yang pecah.


Gadis itu kini terlihat sedang terpaku diam dan membisu duduk di dalam toilet Sekolah karena tubuhnya basah. Entah siapa yang melakukannya, tetapi saat ia berada di dalam tolilet tiba-tiba saja air mengguyur tubuhnya dari atas pintu toilet yang terbuka.


Berkali-kali gadis itu mengambil nafas.


Paham sekali,


Penderitaannya memang tidak mungkin bisa berakhir, ia bahkan telah menyadari, semua itu pasti terjadi karena ia menikah dengan Putra Mahkota negara NC yang begitu dicintai oleh rakyatnya.


Terlebih lagi dengan rumor yang menyebar bahwa Putra Mahkota menganggapnya sebagai orang yang istimewa, maka penderitaannya juga akan lebih parah dibandingkan dengan saat-saat sebelumnya.


Dengan segenap keberanian dia mencoba keluar dari ruang itu, tetapi sayang pintu toiletpun tidak bisa terbuka.


Untuk kesekian kalinya, ia berpikir bahwa ia akan tidur di dalam toilet sekolah. Ia berpikir bahwa hal itu sudah tidak menjadi masalah karena ayahnya yang jarang pulang dan tidak akan ada orang yang menyadari bahwa ia tidak kembali kerumah. Gadis itu melupakan satu hal penting bahwa ia tidak lagi sendirian. Saat ini, dia merupakan bagian dari keluarga terhormat Xu, Klan dengan kedudukan paling tinggi di negara NC.


**********


Siang telah berlalu dan hari mulai gelap. Hampir seluruh murid sekolah mungkin telah kembali ke rumah mereka masing masing.


Rasa lapar menyiksa Zili, dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Padahal dia mampu menahan lapar di masa lalu tetapi karena ia telah masuk ke dalam bagian keluarga Xu dan terbiasa dengan makanan yang nikmat dan mengenyangkan, saat itu tubuhnya terasa sangat lemas.


Nafasnya mulai terengah-engah, perutnya terasa sangat sakit dan mual. Dia tersenyum senang dan berpikir bahwa mungkin waktu hidupnya telah berakhir.


Dia sungguh ingin mati.


Dia berpikir bahwa dirinya merupakan orang biasa yang tak mungkin mampu melawan orang-orang yang menjahatinta sendirian. Mengadu sekalipun percuma, ia pernah melakukannya. Entah mengapa tidak seorangpun yang pernah mempercayai perkataannya.


Dia menyerah, sangat ingin menghilang saja dari dunia yang menyakitinya itu.


Baaaakkkk..


Pintu toilet terbuka.


Samar-samar gadis itu melihat seorang laki laki berdiri di depannya.


“Shin ji!” Panggil Zili yang telah mengenali laki laki itu, ia yang masih memiliki kesadaran saat itu merasa bahwa tubuhnya sedang diangkat oleh seseorang setelahnya kesadaran gadis itu perlahan-lahan menghilang.


**********


Wajah Ratu Negara terlihat sangat marah bercampur dengan kekhawatiran penuh. Wanita dewasa itu terlihat sedang duduk di sebelah Zili yang tampat terbaring lemas menggunakan infus pada bagian pergelangan tangan.


Hatinya sangat geram ketika Ratu Bayangan, Ou Nana mengabarkan bahwa Zili telah dibawa pulang oleh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji pada malam hari dengan keadaan tak sadarkan diri.


Raja Negara terlihat sedang berdiri di sebelah Ratu Negara. Sebagai seorang raja negara, ia terpaksa meninggalkan pekerjaan karena harus menenangkan hati istrinya yang merasa bersalah tidak bisa melindungi Zili.


“keputusanmu yang menikahkan Zili dengan Xu’i malah semakin menambah penderitaan Gadis kecil ini.” Raja Bayangan membuka suara, ia terlihat sedang duduk diatas sofa, berusaha menenangkan Menteri Keuangan yang merasa sedih dengan keadaan putrinya.


Akhir-akhir ini, Menteri Keuangan memang merasa sangat bersalah karena tidak pernah mengetahui segala penderitaan yang dialami putrinya sebelum Ratu Negara memberitahukannya.


“Meskipun Xu’i tidak memiliki penggemar, tapi tetap saja orang-orang yang menyukai Xu’i memiliki penggemar mereka masing-masing,“ Ratu Bayangan yang tadinya berada di luar kamar, kini telah masuk kedalam dengan membawa segelas air mineral yang diminta Raja Bayangan darinya.

__ADS_1


“Kalau dipikir ulang, keputusan menikahkan Xu'i dengan Zili memang sangat berbahaya, bukan hanya murid-murid d isekolah saja yang akan menyerang zili. Mendengar Putra mahkota negara menikah dengan rakyat biasa, bisa jadi semua Klan asli pasti juga menginginkan Hak istimewa yang sama dengan Zili, mereka juga ingin menjadi bagian dari anggota keluarga kerajaan, dan aku yakin beberapa klan akan menyiapkan putri terbaik mereka untuk mengambil perhatian Xu’i. Tentu saja yang lebih parah, aku takut mereka akan berusaha membunuh Zili agar posisi putri mahkota kembali kosong." Jelas Penasihat Raja yang telah lama berdiri di sudut ruangan dengan salah satu lipatan lutut dan kaki yang menempel di dinding sembari membaca sebuah buku tekhnologi nenek moyang negara yang ia dapatkan dari Raja Negara ketika masuk keruang harta klan, sebelumnya.


“Memang seharusnya Xu’i menikah dengan Yu’A, walaubagaimanapun jika itu Putri Istana, pasti, semua Klan tidak punya pilihan selain menerimanya,” tambah Pelindunv Raja lagi yang saat itu terlihat duduk di kursi biasa samping pintu kamar.


“Untuk menyelamatkan penderitaan Zili lebih lanjut sebaiknya kita harus memutuskan pernikahan mereka” Shin mulai berbicara,, perkataannya mengejutkan Yuanna seketika,, wanita itu sangat geram mendengar apa yang dikatakan suaminya tapi dia pun tidak punya pilihan selain menyetujui keputusan tersebut..


“Benar, aku mohon, aku hanya ingin putriku selamat, itu saja. tidak masalah bagi klan Zin, jika kami tidak bisa menjadi salah satu anggota kerajaan.” Menteri Keuangan mulai membuka suara, dia mengenggam kedua tangan dan meletakannya di dagu wajah.


Jauh ditempat lain, Putra Mahkota yang telah mendengarkan percakapan para petinggi negara mengembangkan senyum kecut.


Di ruangan pribadinya terlihat Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sedang duduk diatas lantai dan menyandarkan punggungnya di lemari sembari membaca buku kerajaan sementara Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terbaring melentang diatas sofa dengan melipat salah satu kakinya dan memakan permen lolipop sembari bermain game Lord OF royal kingdom the next generation.


“Sepertinya kau akan bercerai.” Seorang laki-laki membuka suara, sepertinya ia juga telah mendengar percakapan para petinggi negara di sana.


“Hm, mana mungkin aku akan membiarkannya. “ Putra Mahkota menatap tajam kearah depan, dia telah menyadari bahwa Ratu negara mungkin akan segera datang mengunjungi ruangan pribadinya untuk membicarakan hal tersebut. “Paman, segera cari tahu segalanya!” Perintah Putra Mahkota kepada laki laki yang tak lain adalah Penasihatnya tersebut Ann sandi, Putra dari kakek atau ayah angkat dari ayah dan bibi Putra Mahkota, Ann sanni. Dia berasal dari Klan Ann.


“baiklah,akan kulakukan” Jawab Penasihatnya menyetujui. Laki-laki yang tadinya duduk di atas sofa itu kemudian berdiri pergi meninggalkan Putra Mahkota yang sedang memandang ke arah komputer dihadapannya.


***********


Zili yang telah sadar sehari yang lalu, kini telah kembali ke sekolah.


Dia yang sudah terbiasa menghadapi segala gangguan, tidak lagi merasakan takut untuk hadir kesekolah, malahan, sepertinya ia telah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


“Awaaaas!” teriak seorang laki laki yang tiba-tiba berlari ke arah Zili dan memeluknya, hingga mereka berdua terbaring terjatuh untuk menghindari sesuatu.


Taaaaaar


Sebuah pot bunga Terjatuh dari atas.


Semua orang yang ada disekitar mereka tampak terkejut mendengar suara pecahan Pot yang terbuat dari tanah liat antik khas klan Lu.


Lagi, terus terjadi bahkan kali ini semakin parah,


“Kau baik baik saja?” Zili terkejut mendengar suara laki-laki yang tanpa ia sadari telah memeluk tubuhnya jatuh keatas lantai.


Salah satu tangan laki laki itu terlihat memegang kepala Zili agar tidak terluka ketika mereka jatuh menghindari pot bunga.


“Pre...pres...presiden!" ucap Zili gugup ketika melihat wajah Presiden Sekolah sedang berada di hadapannya dan tersenyum lembut.


Gadis itu bergegas Melepaskan diri dari pelukan Presiden Sekolah. Dengan segera ia berdiri untuk menghindari kesalahpahaman yang akan membuat nyawanya semakin berada dalam bahaya.


Dia bahkan sempat tertegun ketika melihat banyak mata melihat kearahnya dengan tatapan tidak suka.


“Kau baik baik saja?” tanya Presiden Sekolah untuk kedua kalinya, ia kini tampak duduk bersila sembari menengadah wajah kearah Zili yang berdiri dihadapannya.


Tidak menjawab pertanyaan, Zili segera mengambil tas yang terlempar tidak jauh dari tempat ia terjatuh kemudian berlari meninggalkan Presiden Sekolah yang tersenyum geli karena merasa diabaikan setelah bersusah payah menyelamatkan gadis yang ia telah kenali itu.


Meskipun Presiden Sekolah tidak pernah berbicara dengan Zili sebelumnya, laki-laki itu telah mengenal sebagai sepupunya karena ketika ia masih kecil, ibunya pernah membawa Presiden Sekolah berkunjung ke rumah Zili untuk menemani gadis kecil di masa lalu tidur saat Ayahnya tidak pulang ke rumahnya.


Presiden Sekolah mengingat dengan jelas bahwa Zili adalah orang yang sangat pendiam dan bahkan tidak peduli dengan Sekitarnya. Ia selalu melihat sepupunya itu Membaca buku dan wajahnya tidak pernah terlihat senang sedikitpun.


“Hei kau!” suara seorang gadis mengejutkan zili yang sedang berjalan menelusuri koridor sekolah untuk masuk ke ruang kelasnya.


Jantung zili mulai berdegup kencang mendengar suara gadis itu.


“Yang mulia Putri Istana!” Zili yang sedari tadi memeluk tas lalu membalikan tubuh untuk memandang ke sumber suara.


Dia melihat Putri Istana, Sun Li Yu A sedang berjalan diikuti oleh salah satu pelayan istana yang telah menjadi teman serta pelindungnya sejak kecil. Temannya tersebut berasal dari klan militer, Klan Shen, SHen Shi Wa, Putri dari Seorang Tentara Militer berbintang dua di negara NC.


“Tahukah kau, hukuman apa yang sangat pantas diberikan bagi orang yang telah merebut tunangan orang lain?” lagi, Zili merasa sangat tertekan mendengar ucapan salah satu orang terpenting dinegaranya tersebut.


Gadis yang merasa telah bebas dari jeratan Pangeran Istana selama ini, saat itu harus berhadapan kembali dengan saudara kembar laki-laki tersebut, yang berbeda wajah.


“Mati.” Ucapan Pelindung Putri Istana, Shen Shi Wa sontak saja, mengejutkan Zili yang mendengarkannya.

__ADS_1


Tubuh gadis yang memeluk tas itu, tiba-tiba bergetar takut. keringat dingin mulai berjatuhan, Kakinya bahkan tidak sanggup untuk bergerak menjauh.


“Tahukah kau, hukuman apa yang pantas diberikan bagi orang yang telah mengganggu istri Putra Mahkota?” Suara laki-laki yang sudah sangat tidak asing lagi, kini terdengar ditelinga Zili.


Suara tersebut terdengar sangat dekat dengannya.


“Mati. ”


"Mati."


Jawaban tersebut terdengar dilontarkan oleh kedua Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dan Shin Jo secara bersamaan sembari memegang kedua bahu Pelindung Putri Istana dari belakang dan tentu saja mengejut Zili setengah mati.


Walaubagaimanapun, mereka semua adalah orang-orang penting dan dicintai di negara NC. Sebagai seorang rakyat biasa, mana mungkin ia berhak untuk ikut berkumpul bersama mereka, menurutnya.


“Xu’i!” tatap tajam Putri Istana kepada Putra Mahkota yang saat itu terlihat berada dibelakang Zili.


Putra Mahkota tersenyum kecut, ia juga membalas tatapan Putri Istana dengan tatapan menusuk yang membuat gadis di hadapannya menyerah untuk menatapnya lagi. " Kita pergi!” Putri Istana yang merasa tidak sanggup melawan Putra Mahkota melangkah pergi.


Saat itu, Pelindungnya juga tampak merasa lega karena berhasil selamat dari ancaman kedua Pelindung Putra Mahkota yang bahkan memiliki kemampuan seni bela diri sebanding dengan putra Ketua Klan Shen saat itu.


“Xu’i, aku tahu,, kau hanya sedang bermain main saat ini” gumam Putri Istana pelan setelah berjalan melewati Zili yang membelakangi putra mahkota.


“Hei Xu’i!" sebuah buku tiba tiba mendarat kuat dibelakang kepala Putra Mahkota tapi pukulan tersebut sekalipun tidak mampu membuat kepalanya bergeser.


Laki-laki itu menoleh ke arah si pemukul kepala dan melihat ibunya dengan mengenakan kacamata telah berdiri disampingnya bersama Ratu negara yang saat itu telah menarik tangan zili untuk menjauhi Putra Mahkota. “hentikan perilakumu ini! kau tidak lihat tubuh zili sudah ketakutan,ya?“ maki Ratu Bayangan keras kepada putranya.


Demi melindungi Zili dari gangguan murid-murid lain, Ratu Bayangan bahkan meluangkan kesibukannya untuk menjadi guru sejarah di sekolah tersebut.


“Kau brengsek Xu’i, hanya karena menikahi orang biasa, bukan berarti kau bisa berbuat semaumu.” Tambah Ratu Negara lagi, menatap Putra Mahkota dengan tatapan tajam.


Putra Mahkota hanya bisa tersenyum nakal mendengar perkataan kedua wanita yang ia sayangi itu.


“Ai ai ai.. bibi kalian sal...”


“Hah.. wajar saja aku melakukannya, aku ini adalah suaminya dan dia adalah milikku, jadi apapun yang aku inginkan, maka itu adalah hakku.” ucap Putra Mahkota memotong perkataan pelindungnya Shin Ji yang ingin mengklarifikasikan kesalahpahaman saat itu.


Sepertinya Putra Mahkota memang sengaja membuat kedua wanita itu salahpaham dengannya.


Kedua pelindungnya yang menyadari maksud dari Putra mahkota hanya bisa diam dan mengikuti langkah kaki sahabatnya yang telah pergi menjauh.


Melihat kepergian Putra Mahkota, Ratu Bayangan dan Ratu Negara yang telah berhasil menyamar terlihat sangat kesal dan geram.


Mereka bahkan tidak menyangka bahwa mereka tidak hanya akan menjaga Zili dari gangguan murid-murid lainnya tetapi juga harus menjaga gadis yang lemah mentalnya dan tak lagi berdaya itu dari anggota keluarga mereka sendiri.


“Kau baik baik saja Zili?” tanya Ratu Bayangan kepada zili yang masih terdiam terpaku, tidak lagi menyadari situasi yang telah terjadi karena telah merasakan takut setengah mati saat itu.


Sungguh mental gadis itu mungkin telah terganggu dengan tekanan batin yang selama ini selalu menghantui hidupnya.


“Zili!" panggil Ratu Negara lembut tetapi sayang, gadis yang dipanggil tetap saja tidak menjawab.


Dengan sangat geram, Ratu Negara mencoba mengejar Putra Mahkota untuk memberikan pelajaran kepadanya tapi dihalangi Ratu Bayangan.


“Zili, kau baik baik saja?” Ratu Bayangan mulai menggoyangkan tubuh Zili untuk menyadarkan wanita lemah itu.


“Yang mulia..hiks." Zili kini telah kembali pada keadaan normalnya.


Air mata bercucuran jatuh membasahi pipi. Sesungguhnya dia sangat tertekan.


Dengan sangat lembut Ratu Bayangan memeluk menantunya tersebut. Hari itu wanita dewasa tersebut merasa sangat bersalah karena telah membiarkan gadis lemah itu menikahi putra kejamnya.


Zili menangis sejadi-jadinya dipelukan Ratu Bayangan. Semua murid-murid di sana bahkan memandangi ke arah mereka.


“Hooora.. lihat apa?, sana masuk kelas!" perintah Ratu Negara berteriak keras hingga para murid bergegas pergi dari sana.


Berita tentang Putra Mahkota yang mengganggu murid biasapun tersebar ke penjuru sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga sampai ke Universitas.

__ADS_1


__ADS_2