
Sebuah lambang Cipratan Air menyembur keatas berwarna Biru tampak jelas di Jubah bagian dada berwarna merah yang tengah dikenakan Zili dan pangeran istana.
Memantau keadaan lewat Cctv dikedua jam tangan masing-masing, mencari kesempatan untuk mencuri Atau jika tidak bisa, terpaksa harus mengambil ID card dari dua orang anggota Blue-Sprayer secara paksa.
Sunyi senyap,
Suasana Hutan mengingatkan Zili ketika ia berada didesa Xu bersama putra mahkota.
Setiap detik, ada laki-laki tersebut didalam hati dan pikirannya. Sangat merindukan, bahkan disituasi yang begitu menegangkan seperti itu pun ia masih memikirkan laki-laki yang menurutnya sempurna dan bahkan ia sendiri seperti sedang bermimpi ketika bersama dengannya.
Hembusan angin menggoyangkan pepohonan, terkadang juga menerpa Zili dan pangeran istana, menggerakan helaian rambut mereka lalu berdiri perlahan-lahan.
Dibawah mereka sendiri, rerumputan tebal dan tinggi Ikut terhempas hembusan angin, menari-nari mengikuti arus hembusan yang saat itu belum berhenti.
“Urus id Card masing-masing” ucapan pangeran istana mengernyitkan dahi Zili, Sungguh sangat kesal, disaat-saat seperti itu, dia yang tadinya mengajak kerja sama malah menyuruh Zili bergerak dengan sendiri.
Mungkin laki-laki itu memang tidak suka direpotkan, dia hanya memanfaatkan Zili untuk mendapatkan tujuannya.
Pangeran istana telah bergerak terlebih dahulu “jangan ikuti aku” ucapnya membuat Zili semakin kesal karena merasa telah dimanfaatkan setelah memberikan hasil retasan CCTV kepada laki-laki tersebut.
Aahh..lupa.
Gumam gadis itu ketika pangeran istana telah berlalu pergi, dia menganggap dirinya sendiri sangat bodoh karena melepaskan laki-laki tersebut begitu saja sebelum Mendapatkan peta dari induk komputer diperumahan Co 56 sebelumnya.
Jam tangan Zili tiba-tiba menyala, Zili tersenyum senang karena tidak perlu lagi mencari pangeran istana, laki-laki tersebut telah mengirimkan data peta keakun virtual Zili yang tadinya telah berteman dengan akun virtual milik pangeran istana.
Mulai Melihat kondisi dan keadaan tempat dijam tangan.
Beruntungnya gadis itu menemukan seseorang yang sedang terbaring terlentang tidur dengan santai didalam semak dengan kepalanya yang tidak sengaja tampak sedikit keluar dari tempat persembunyian.
Mulai melompat, menghindari Pepohonan yang terdapat musuh diatasnya, melewati Arah berputar untuk mendekati laki-laki didalam layar jam yang saat itu sedang tertidur dengan santainya.
Memang, untuk berjaga-jaga mendapatkan obrolan yang akan mengundang kecurigaan musuh, Zili tidak ingin bergerak bebas begitu saja. ia lebih memilih bergerak dengan hati-hati, agar tidak mudah untuk musuh mengetahui penyamarannya.
Kriiisssiiikkk..
Gadis itu melompat Disemak, ia mengeluarkan sebotol Cairan virus lalu memasukan kedalam mulut laki-laki yang tengah tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka.
Cairan Virus pengganggu pita suara.
AKkkhhh..
Hah.. hah ... hah...
__ADS_1
Laki-laki yang telah terbangun bergeliat kesakitan diatas tanah sembari memegang tenggorakannya, merasakan sakit luar biasa hingga keringat dingin mengalir deras dikepala.
Tidak ingin CCTV berhasil menangkap keadaannya, Zili sekuat tenaga menarik laki-laki tersebut masuk kedalam semak, menghilangkan dia dari Cctv didalam begitu tebalnya rerumputan liar disana.
Baaaaaakkkk...
Menendang kepala hingga laki-laki tersebut tak sadarkan Diri, Zili berhasil mengambil kartu keanggotaannya. ia mulai melangkah dengan santainya keluar semak sembari memutar Tali kartu keatas dengan jari telunjuk tangan kanan menuju pintu keruang bawah Tanah yang tampak seperti sebuah besi hitam berkarat diatas permukaan tanah.
“Safe” ucap gadis tersebut terus melangkah.
*******
Masuk dengan mudah,
Hanya dengan Menggunakan IdCard saja, pintu besi telah terbuka, memperlihatkan tangga semen panjang dan zili mulai turun kebawah.
Pintu otomatis tertutup kembali,
Dari dalam, pintu tersebut terlihat begitu mewah, dengan terbalut Kayu jati berwarna merah kecoklat-coklatan dan mengkilat terkena cahaya lampu berwarna biru.
Blue-Sprayer,
Pikir Zili, pantas saja lampunya berwarna biru.
Koridor diisi dengan banyaknya pintu ruangan dan terdapat jendela kaca dibagian atas pintu tersebut.
Memperlihatkan sebuah PC (personal Computer) dengan pemiliknya yang tampak sedang duduk menghadap kearah benda tersebut. Mungkin mereka semua sedang sibuk bekerja.
Terus melangkah hingga mendapatkan lagi sebuah pintu, meletakan Idcard dikotak pembuka pintu lalu setelah terbuka, betapa terkejutnya Zili melihat banyak orang berlalu lalang dan juga memainkan jari-jari tangan, memakai jubah putih panjang didepan ratusan komputer disana.
Hmmm
Zili tersenyum kecut.
“Apa yang dilakukan penjaga disini..?” tanya seorang dari mereka yang tiba-tiba datang menghampiri Zili.
“Aaah maaf...” ucap Zili menyembunyikan kartu keanggotaannya. “Aku salah ruangan, tadinya aku mau mencari toilet tapi ternyata salah melangkah”
“Toilet...?” wanita yang bertanya tersebut mengernyitkan dahi, dia tampak kebingungan “bukankah biasanya kalian buang air dihutan..?” Pertanyaan yang membuat Zili sontak kebingungan.
“Aahh dia itu temanku, aku menyuruhnya datang kemari jika ingin buang air” suara seseorang menambah keterkejutan Zili, benar saja ,pangeran istana berhasil lebih dulu menyelinap masuk hingga menjadi bagian dari mereka. “penjaga laki-laki akhir-akhir ini sering sekali mengintipnya ketika buang air maka dari itu aku menyuruhnya memakai toilet ruangan ini” lanjut laki-laki tersebut yang kini telah datang menghampiri Mereka.
“Benarkah...?” tanya wanita tersebut mulai percaya.
__ADS_1
“Hmm” angguk Zili cepat,
Tidak lagi bertanya, wanita dihadapan Zili segera pergi menuju komputernya, membiarkan gadis itu masuk setelah pangeran istana mendekatinya “dengan ini, aku telah membalas hutangku” bisik laki-laki tersebut lalu mulai melangkah meninggal Zili yang masih berdiri memandang punggungnya.
********
Baaaaakkkk...
Akkkhhhh....
Mengambil kartu keanggotaan setelah berhasil melumpuhkan seorang pekerja wanita dan menyembunyikannya didalam toilet.
Zili segera berganti pakaian,
Berubah menjadi pekerja dan mulai menutup toilet serta menandai pintunya sebagai toilet rusak.
Mulai keluar dari Toilet dan berbaur bersama ratusan pekerja lain yang tampak sedang sangat sibuk karena tiba-tiba mendapatkan gangguan dari sistem jaringan, Zili mulai duduk dikomputer pemilik IDCARD yang telah ia curi tadinya.
Gadis itu tersenyum mengetahui bahwa Sistem keamanan berhasil diretas seseorang, sudah pasti, itu adalah pekerjaan pangeran istana.
Tidak perlu bersusah payah meretas lagi, Zili mulai memasukan Beberapa aplikasi dijam tangannya kedalam komputer dihadapannya.
Jari-jari tangan bergerak cepat, membuka semua aplikasi yang telah masuk kedalam komputernya, dia mencari apapun yang bisa membantunya untuk menemukan resep obat gila ditengah-tengah hiruk pikuk kesibukan orang memperbaiki sistem keamanan.
Jari-jari tangannya berhenti ketika gadis itu berhasil memasuki sebuah CCTV, cctv yang memperlihatkan keadaan seorang gadis didalam sebuah tabung.
“Apa yang kau lakukan..?” bisik seseorang semakin mengejutkan Zili “tutup layar monitormu, jika ketua mengetahui kau melihat Nura, kau pasti akan dibunuh” lanjut orang tersebut lagi membuat Zili sontak menganggukan kepala.
Tidak mudah begitu saja melakukan perintah,
Zili yang mengetahui Nura didepan mata lalu mulai memerintahkan Karakter virtual miliknya untuk melapor ke Sistem jaringan virtual milik negara.
Tidak ingin ketahuan mata-mata musuh negara, dengan cerdasnya gadis itu menggunakan bahasa Klan Ann, dia berharap, setidaknya pesan tersebut bisa sampai ke penasihat putra mahkota dan laki-laki tersebut bergegas mengambil tindakan.
********
Jam tangan bergetar,
Diantara lamunan putra mahkota yang sedari tadi hanya terdiam dan sesekali menganggukan kepala serta menjawab sedikit saja pertanyaan Perdana mentri kanada, sebuah akun virtual muncul dilayar jam tangan putra mahkota.
Sebuah kalimat terlihat Berada diatas akun virtual miliknya “Anoi nau bai gouna hau mia” (perempuan pengingat cepat masih hidup dan berada di sini) sebuah kotak pesan muncul, putra mahkota menyentuh layar jam dengan cepat lalu menemukan peta wilayah serta Foto Ou nura disana.
“Aku harus kembali” ucap putra mahkota kepada raja bayangan yang sontak menoleh kearah putranya.
__ADS_1